
Setelah selesai makan dirumah bu Sari, Mira pun pamit pada bu Sari untuk kembali kekamar kost nya untuk beristirahat agar badannya kembali sehat dan segar seperti semula. Sesampainya Mira di depan kamar kostnya, Mira terkejut karena disana sudah ada sahabat – sahabatnya yang menunggu untuk menjenguknya, “Jesica , Rere , Siska dan Rani, kalian ngapain didepan kostku, kalian kok tidak memberi kabar dulu kalau mau kesini”, kata Mira yang terkejut melihat para sahabatnya yg tiba – tiba datang, “kalau kami memberi kabar dulu, tidak jadi kejutan dong”, jawab Siska, “iyaa sih, aku juga tahu itu nggak akan jadi spesial, tapi kan setidaknya biar aku rapikan dulu kamar kostku kalau tahu kalian mau datang”, jawab Mira masih terkejut namun senang dengan perhatian dari teman – temannya itu.
“Kalau mau jadi spesial bisa pakai telur kok Ra,,hahahaha”, jawab Siska sambil tertawa, “laaah kok pakai telur juga? Emang dimana telurnya Sis?”, tanya Mira yang tidak paham candaan kawannya itu. “ ada tuh di abang - abang penjual martabak telur ekkekek”, jawab Siska disambut gelar tawa sahabat - sahabat Mira, “wuuu dasar kamu ini, memang asem tenan kok! Aku kira beneran bawa telur”, jawab Mira gemas dan mencubit pipi Siska, “Siska.. Siska... Ada – ada aja kamu ini, ada aja tingkahmu menggoda Mira bikin aku juga ikut ketawa”, timpal Rere ikut menggoda Mira, “aku Cuma mau memastikan Mira bisa ketawa atau tidak kalau Mira ketawa berarti Mira tidak sakit temen – temen, nah ternyata bisa ketawa gitu jadinya dua tidak sakit dan dah sembuh gitu”, jawab Siska ngeles.
“Heeeh ilmu darimana tuh, aku itu sakit yaa”, balas Mira protes, “sakit kok bisa ketawa kayak gitu, pasti tadi pura - pura sakit kan?”, tanya Jesica ikutan menggoda Mira, “tidak ya Jes,, tadi aku habis di kerokin sama bu Sari kok, terus di ajak makan sekalian jadinya agak lebih enakan badanku”, jawab Mira menjelaskan. “Wah... Wah, berarti bener yang di katakan Siska kalau pemilik kostnya baik banget”, sahut Rani, “yaaah, padahal aku juga bawa makanan nih buat kamu tapi kamu udah makan duluan”, jawab Rere sedikit kecewa.
“Ya ayo makan lagi, kita makan sama – sama kan tidak apa – apa juga”, jawab Mira, “lagian aku juga masih belum kenyang kok kalau suruh makan sih masih kuat aku”, imbuhnya. Mira pun bergegas mempersilahkan teman – temannya untuk masuk dan duduk terlebih dahulu kemudian dia mengambilkan piring dan gelas untuk meletakkan makanan dan minuman yang dibawa oleh teman – temannya, saat dia sedang membereskan makanan dan minumannya tiba - tiba ponsel Mira bunyi namun Mira mengebaikkannya, karena saat ini Mira lebih mementingkan para sahabatnya terlebih dahulu. Rere , Rani dan Jesica melihat tempat kost yang ditinggali Mira, “disini terasa sangat nyaman ya, baik lingkungannya dan juga suasananya”, ucap Rere, “iya nyaman banget nggak kayak ditempatnya Debi yang nggak enak dan kurang nyaman”, jawab Rani pada Rere dan Jesica yang setuju dengan pendapat Rani.
Saat mereka tengah asyik ngobrol mengenai tempat kost Mira yang nyaman untuk ditinggalin, Mira datang dengan membawakan piring dan gelas untuk menempatkan makanan dan minuman yang dibawa oleh teman – temannya untuk dinikmati bersama. “Ini piring sama gelasnya, ayoo kita makan dulu”, ajak Mira pada teman - temannya, “kamu kenapa Siska?”, tanya Mira yang melihat Siska sejak tadi hanya diam tidak seperti biasanya, “ah aku tidak apa – apa kok, cuma lagi memikirkan tentang masalah itu”, jawab Siska.
“Kalau masalah itu tidak usah dipikirkan terlalu keras, nanti malah jadi sakit kayak aku Sis, biarkan saja mengalir seperti air”, kata Mira mencoba membujuk Siska. “Iya sih, maunya aku juga begitu Ra, tapi ya gimana aku belum bisa menemukan solusinya”, jawab Siska yang terlihat kalut, “kamu pasti bisa ngelewatin semua ini Sis, lagi pula kamu nggak sendirian kan ada kami yang selalu menemanimu jadi tidak usah khawatir ya”, jawab Mira mencoba menyemangati.
“Ya sudah ayo kita makan dulu Sis, nanti malah kamu juga ikut sakit kayak aku”, ajak Mira lagi, “iya - iya bestiku yang bawel”, jawab Siska mencoba ceria kembali. “Nah gitu dong!!”, sorak sahabatnya bersamaan, “kan kelihatan cantiknya, tidak kayak tadi kelihatan jelek banget tahu”, kata Mira mencoba membuat Siska ketawa biar tidak sedih dan murung terus.
__ADS_1
Mereka asyik ngobrol - ngobrol sambil ketawa - ketawi, Bu Sari yang mendengar dari dalam rumahnya mencoba mengintip dari jendela, “siapa sih yang dari tadi ribut dan ramai di luar”, gumamnya sembari menengok dari jendela. Setelah mengetahui asal suara itu, dan mengetahui jika teman – teman Mira sedang berada di kost dan sedang bersenda gurai dengan Mira, “oalah nak Siska toh, kamu menjenguk Mira ya?”, tanya bu Sari, “iya Bu, tadi langsung kesini dari tempat kerja, muka Mira waktu ditempat kerja pucat dan badannya lemas, jadi saya dan teman - teman kesini datang melihat Mira”, jelas Siska panjang, “eh tahunya saat sampai disini ketemu sudah baikkan”, imbuhnya. “Ya pasti?!, soalnya tadi waktu ibu lihat Mira yang baru sampai, ibu juga terkejut melihat Mira mukanya pucat seperti itu makanya ibu tawarin untuk ibu kerokin agar enakan dan sembuh, dan alhasilnya sekarang sudah sembuh kan”, kata bu Sari.
“Mira makan lagi?”, tanya Bu Sari yang sedikit terkejut melihat Mira sedang makan, “iya Bu katanya belum kenyang makannya, dan mau makan lagi katanya”, jawab Siska sedikit menggoda Mira. “Ehhh.... Bukan begitu!, tadi kan teman - teman kesini bawa makanan dari pada tidak dimakan dan mubazir kanmendingan makan bersama – sama”, jawab Mira gelagapan. “Tidak apa - apa Ra, Cuma sedikit heran saja ternyata makannya banyak, tapi ya malah bagus bisa lebih cepat sembuh”, kata Bu Sari, “ohh iya, ini yang tiga cantik – cantik,namanya siapa?”, imbuh Bu Sari sekaligus bertanya.
“Perkenalkan saya Rere bu, saya Jesica dan saya Rani”, jawab mereka secara bergantian kepada bu Sari , “waah namanya cantik – cantik ya seperti orangnya”, jawab bu Sari. “Terima kasih bu”, jawab mereka bersamaan, “Bu saya boleh tanya tidak?”, kata Jesica, “boleh kok Mbak, kalau bisa saya jawab ya bakal saya jawab”, jawab Bu Sari.
“Maaf bu, apakah Bu Sari disini tinggal sendirian ya?”, tanya jesica sungkan, “Iya mbak anak saya kerjanya jauh, jadi disini saya tinggal sendiri”, jawab bu Sari, “kalau bapak dimana Bu?”, tanyanya lagi, Bu Sari diam sejenak, melihat bu Sari yang diam jesica merasa tidak enak hati takut bu Sari tersinggung atas pertanyaannya, “maaf bu, saya tidak bermaksud menyinggung ibu dengan pertanyaan saya”, kata Jesica yang merasa tidak enak. “Ah nggak apa – apa mbak”, jawab bu Sari, “kalau bapak sudah meninggal mbak dan sudah lama juga”, imbuh bu Saru, “ooohh maaf ya bu, saya tidak tahu”, jawab Jesica. “iya tidak apa - apa kok mbak, mbak juga tidak salah kan cuma tanya”, jawab bu Sari.
“Kalau begitu ibu pamit dulu ya, ibu mau masuk ke dalam rumah”, kata bu Sari yang ingin kembali kerumahnya, “mau saya anterin tidak Bu?”, tawar Jesica ingin mengantar bu Sari menuju rumahnya. “Boleh, kalau sekiranya tidak merepotkan”, jawab bu Sari mengiyakan, “tentu saja tidak merepotkan Bu”, jawab Jesica, “malah saya senang bisa mengantar ibu”, imbuhnya. “Aku antar Bu Sari kerumah beliau dulu ya”, kata Jesica, “iya Jes, hati - hati yang mengantar bu Sari”, jawab Mira. “Mbak saya boleh ngomong tidak?”, tanya Bu Sari, “pasti boleh dong Bu,, ehhh iyaa jangan panggil saya mbak bu, panggil saja Jesica atay Jesi biar lebih akrab dan enak di denger lagi pula saya lebih seperti anak ibu”, jawab Jesica. “Ohhh,, iyaa baiklah jes”, kata bu Sari mengiyakan, “oh iya, Ibu tadi mau ngomong apa ya?”, tanya Jesica, “tolong ya nak, tolong jagain Mira selama ditempat kerjanya”, pinta bu Sari, “la begitu memangnya kenapa dan ada apa ya Bu?”, tanya Jesica penasaran. “Nanti juga kamu akan tahu sendiri kalau Mira sudah mau cerita sama kalian”, jawab Bu Sari.
“Baiklah kalau begitu Bu!”, jawab Jesica. “Tapi pesen Ibu tadi, jangan kasih tahu Mira ya kalau ibu sudah minta tolong sama kamu Jes”, pinta bu Sari, “iya saya janji tidak akan bilang apa – apa dengan Mira”, jawab Jesica yg ada sedikit rasa heran dan juga bingung. “Terima kasih nak Jes, saya percaya sama kamu dan teman – temanmu yang lainnya”, jawab bu Sari.
Setelah selesai mengantar bu Sari kerumahnya Jesica pamit kepada bu Sari untuk kembali ke kamar kost nya Mira, sebelum Jesica kembali bu Sari menitip pesan kepada Jesica.“Nanti tinggal kasih tahu sama teman - temanmu saja ketika kalian tidak bersama Mira”, pesan bu Sari, “ baiklah bu!”, jawab Jesica. “Ya sudah saya masuk dulu buat istirahat dan kalau pulang jangan malam - malam tidak baik soalnya kalian perempuan”, kata bu Sari mengingatkan. “Iya Bu Sari pasti kok, terima kasih sudah perhatian sama saya dan teman – teman”, jawab Jesica “iya sama – sama nak”, kata bu Sari yang kemudian masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Setelah bu Sari memasuki rumah, Jesica pun kembali ke kamar kost Mira, didalam perjalannya kembali Jesica terus memikirkan perkataan bu Sari, “ah..kenapa bu Sari tadi berpesan seperti itu ya, ah nanti aku bicarakan dengan mereka deh, kalau dah pulang dari kostnya Mira”, batin Jesica. Setelan sampai dikamar kost teman - temannya langsung bertanya,”kok lama banget tow yang ngantarnya”, tanya Rere, “iya maaf soalnya tadi di ajak ngombrol - ngombrol dulu sama Bu Sari”, jawab Jesica sekenanya.
“Yaudah ayo pulang soalnya ini juga sudah malam ini takut nanti kemalaman sampai rumahnya”, kata Siska. “iya ok deh Sis, ohhh iya Ra kamu harus banyak istirahat dan jangan tidur malam - malam biar tidak sakit lagi”, pesan Jesica untuk Mira.
“Iya pasti kok,, terima kasih sudah ngingatin aku”, jawab Mira, “sama - sama kok , kan kita sahabat saling tolong - menolong dan saling mengingatkan kalau ada yang susah. Benar tidak Re , Ran?”, tanya Siska, “betul.... betul.... betul”, saut ketiga teman Siska bersamaan.
“Aku pulang dulu ya Ra, langsung buat tidur saja setelah kita pulang dan jangan mikirin yang berat - berat biar tidak cepat tua! Hehehehehe”, jawab Siska sambil ketawa.
Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...
__ADS_1