Kisah Kehidupan Mira Si Cantik

Kisah Kehidupan Mira Si Cantik
Bab 12 | Ketakutan Mira


__ADS_3

"Iya iya Ra, aku minta maaf deh sama kamu dan kalian, soalnya aku lihat dari jauh kalian serius banget ngobrolnya makanya aku usilin aja kalian, pikirku tadi", jawab Siska yang kaget dengan kekesalan Mira. "Memangnya ngobrolin apaan sih sampai serius gitu?, kok kita tidak diajak ikutan ngobrolnya", Kata Jesica gadis ayu itu kepada sahabatnya. "Ini lho Mira katanya kangen dengan keluarganya, dia pengen banget pulang tapi kan belum dapat libur,, terus aku bilang besok aja kalau dapat libur baru pulang gitu", jawab Rani menjelaskan tentang obrolan yang sedang diobrolkan.


    "Bener tu Ra, besok aja waktu dah dapat libur kalau perlu kita bisa liburan bareng, aku juga mau ikut pulang kerumahmu buat ketemu keluarga kamu Ra", jawab Siska antusias.


"Tapi....sayangnya kita nggak bisa ambil libur bersamaan, kalau kamu bener mau pulang besok pas libur jangan lupa kabarin aku dulu ya Ra", imbuh Siska. "Emangnya kenapa sis?", jawab Mira bingung dengan maksud dari Siska, "ya pokoknya kamu harus kasih tahu aku dulu nanti kalau kamu jadi mau pulang!", jawab Siska dengan tegas. saat itu Mira hanya diam saja sambil memikirkan apa yang dimaksudkan sahabatnya itu, "apa ya maksud dan keinginan Siska, kenapa aku harus ngomong dulu saat aku mau pulang, apa ada sesuatu? atau mau minta oleh - oleh kalau aku kembali kemari?", batin Mira.


    "Hei! kok diam aja sih Ra, jawab donk!", kata Siska yang membuyarkan lamunan Mira, "ehh iya iya bestiku yang cantik dan bawel nanti pasti aku kabarin kalau aku mau pulang", jawab Mira gelagapan, "ehh guys yukk... yukk...siap - siap buat masuk kerja lagi", ajak Rere yang sedari tadi asyik memperhatikan mereka berdua ngobrol. Karena terlalu asyik ngobrol tanpa terasa waktu istirahat hampir habis, mereka pun bersiap - siap untuk kembali bekerja karena makanan dan minuman yang mereka bawa pun telah ludes. Saat Mira berjalan untuk masuk dan kembali mengerjakan pekerjaannya tiba - tiba ponselnya bunyi dan Mira pun langsung melihat siapa yang mengirim i nya pesan.


Saat melihat notifikasi yang muncul di layar ponselnya, Mira sangat terkejut karena yang mengiriminya pesan adalah Satria, sambil berjalan Mira membuka isi pesan yang dikirim oleh Satria. Saat Mira membaca pesannya betapa terkejutnya dia mengetahui jika Satria ingin mencari Mira. Mira pun terdiam sejenak karena dia tahu mantannya ingin mencarinya, seketika rasa dihatinya bercampur aduk kalau - kalau Satria akan menemukannya.


    "Kamu kenapa bestiku, kok mukamu pucat gitu?, ada yang sakit? apakah kamu lagi tidak enak badan?", tanya Siska yang mengkhawatirkan keadaan Mira. Akan tetapi Mira tidak menjawab pertanyaannya dan hanya bengong dan membisu, "Mira... Mira... Mira...!", kata Siska yang terus memanggil - manggil Mira, "Kamu tidak apa - apa?", tanya Siska sekali lagi, "ehh iya, aku tidak apa - apa cuma agak pusing saja", jawab Mira setelah sekian kali dipanggil dan buat alasan untuk tidak menceritakan apapun pada sahabatnya itu. "Apa mau minum obat? biar pusingnya hilang", tanya Jesica, "tidak usah Jes, nanti pasti sembuh sendiri kok, makasih ya Jes sudah perhatian sama aku", jawab Mira menenangkan untuk menenangkan hati teman - temannya, "iya sama - sama kita kan harus selalu tolong - menolong dan juga saling memperhatikan satu dengan yang lainnya", jawab Jesica.

__ADS_1


    "Bisa jalan nggak Ra", tanya Jesica dan Siska serentak, "bisa,, bisa kok sahabatku! kalian tenang aja aku nggak apa - apa kok", jelas Mira. "Pokoknya nanti kalau kamu nggak enak badan langsung ngomong ke aku atau lainnya ya?!", pinta Siska yang sangat mengkhawatirkan sahabatnya, "iya kalau itu sih pasti tenang saja Sis", jawab Mira mencoba menenangkan sahabatnya itu.


Tanpa terasa jam telah menunjukan waktu untuk pulang telah tiba, Mira dan sahabat - sahabatnya menuju ketempat absen pulang, ketika mereka sedang berjalan menuju tepat absen pulang. mereka berpapasan dengan Ridwan yang sama - sama akan absen untuk pulang. "Mira kenapa wajah kamu pucat sekali, kamu sakit?", tanya Ridwan yang sedikit khawatir melihat wajah Mira yang pucat, "masak sih aku pucat, kayaknya nggak deh Wan", balas Mira mencoba menyanggah. "Coba kamu tanya tuh sama sahabat - sahabatmu itu, pasti mereka akan memberi jawaban yang sama kayak aku", kata Ridwan, "iya deh coba aku tanya dulu", jawab Mira ingin memastikan. "Eh Sis, apa wajahku kelihatan pucat?", tanya Mira, "iya Ra, wajah kamu kok pucat banget sih", jawab Siska dengan kecemasan terlihat jelas, "kamu sakit Ra?", timpal Rani. "Kita antar kamu periksa ke dokter saja yukk?!", ajak Siska, "padahal aku nggak kenapa - napa loh seriusan", jawab Mira berusaha menenangkan dan meyakinkan sahabat - sahabatnya. 


    Lalu Ridwan pun menghampiri mereka, "benar kan kataku,teman - temanmu aja bilang kalau kamu pucat", kata Ridwan sembari mendekati mereka, "ya udah, aku antar ke dokter aja yuk Ra, takut kamu kenapa - napa dan sekalian dapat obat juga", imbuhnya. "Ah, nggak usah repot - repot wan, aku nggak apa - apa kok, cuma pengen cepet pulang dan sampai kost aja buat istirahat", jawab Mira sungkan, "bener nih cuma pengen pulang saja?", tanya Ridwan "Iya,, pengen istirahat aja,, mungkin ini gara - gara kecapekan saja jadi drop badannya", jawab Mira meyakinkan. "Kamu naik motor sendiri?, dah biar aku antar saja sampai kost takutnya kalau bawa motor sendiri bahaya", bujuk Ridwan, "tidak usahalah Wan aku bisa kok pulang sendiri, kalau cuma sampai kost sih masih kuatlah", jawab Mira menolak tawaran dari Ridwan, "tapi kalau di jalan ada apa - apa gimana?", tanya Ridwan yang menjadi semakin khawatir. 


"Tenang saja kan ada sahabatku dan aku masih kuat kok, buat perjalanan ke kost seriusan", jawab Mira meyakinkan Ridwan. "Beneran ya, pokoknya hati - hati pulangnya, kalau dah sampai kost kabarin", jawab Ridwan dengan berat hati, "cie....kelihatannya Ridwan perhatian banget tuh sama kamu Ra, hemmmm ada apa ni?", tanya Siska berbisik dan sedikit meledek Mira, "ish.., apaan sih kamu Sis! temennya lagi gak enak badan masih aja kamu meledek!", bisik Mira gemas dengan kelakuan Siska, "Iya pasti aku Wan aku pasti hati - hati kok", jawab Mira kepada Ridwan yang terus perhatian padanya, "kalau ada apa - apa dan butuh apa - apa bilang aja kalau aku bisa bantu akan aku bantu sebisa dan sekuatku, dan lagi kalau ada masalah tuh diselesaikan satu persatu jangan sekaligus, kalau terasa berat aku siap mendengarkan dan memberimu saran sebisaku, jadi biar nggak membebani pikirannya kamu Ra", imbuh Ridwan menasehati.


"Iya sama - sama Ra, kamu kan lagi lemes gitu takutnya kamu nggak kuat terus pingsan gimana coba", jawab Ridwan seadanya. Setelah itu Mira berpamitan dengan sahabat dan Ridwan untuk bergegas pulang ke kostnya. "Eh Sis, aku boleh minta tolong buat ngikutin Mira nggak? aku khawatir kalau dijalan dia kenapa - napa", pinta Ridwan pada Siska.


    "Siap bos! sebenarnya aku juga khawatir ngebiarin dia naik motor sendirian, yaudah aku langsung jalan ya keburu dia jauh", jawab Siska sedikit terburu - buru. "Nanti kalau ada apa - apa langsung saja kabarin aku ya...biar aku langsung kesana...", kata Ridwan sedikit berteriak karena Siska buru - buru mengejar motor Mira yang jaraknya cukup jauh. Dalam perjalanannya menuju kost, Mira mengendari motornya pelan - pelan, tetapi terlihat tidak fokus di jalan, penyebabnya karena dia mengendarai motor sembari mikirin masalahnya dengan Satria dan sekarang dia bertambah takut untuk pergi kemana - mana sendirian. karena tidak fokus mengendarai motornya Mira hampir menabrak mobil yang berhenti secara tiba - tiba, "huuuah hampir aja.... kalau saja tadi aku tidak segera sadar dan masih memikirkan hal yang macam - macam yang ngebuat aku nggak fokus bisa - bisa tadi aku celaka", batin Mira dengan jantung yang masih berdebar tidak karuan dengan kejadian yang baru menimpanya. 

__ADS_1


    "Untung aja tadi aku bisa menghindari mobil itu kalau tidak, ah nggak tahulah", batinnya lagi sembari mengatur napasnya yang tidak beraturan, "Raaaa....kamu nggak apa - apa kan?!", tanya Siska dari belakang setengah berteriak setelah melihat Mira hampir menabrak mobil, "iya Sis, aku nggak kenapa - napa kok hanya terkejut saja", jawab Mira. "Ehh tapi kok kamu lewat sini sih Sis, kan nanti jauh kamu pulangnya", imbuhnya, "nggak apa - apa, aku sengaja ngikutin kamu Ra, aku dan Ridwan khawatir kalau terjadi apa - apa denganmu dijalan, dan bener kan perasaanku kamu hampir celaka! fokus donk Ra jangan mikirin hal lain kalau lagi naik motor!!", kata Siska setengah marah namu sangat cemas, "iya Sis, maaf ya", jawab Mira. "ya sudahlah, kamu ada yang luka atau sakit nggak apa perlu dibawa ke klinik?", tanya Siska, "aku baik - baik saja kok Sis beneran hanya terkejut dan sedikit lemas aja", jawab Mira meyakinkan, "yakin? masih kuat nggak buat naik motor?", tanya Siska khawatir. "Kuat kok Sis, kan juga tinggal sedikit lagi sampai", jawab Mira, "oklah ingat FOKUS!!", ujar Siska mengingatkan, "iya Sis", jawab Mira yang masih sedikit lemas. "Ayo dong Ra kamu harus kuat mnenghadapin semua masalah ini jangan takut dan membuat sahabat - sahabat yang menyayangimu khawatir begini", batin Mira.


    Beberapa menit mengendarai motor sampailah Mira ke kost, selama perjalanan menuju kostnya Siska sahabatnya itu terus mengawalnya karena sangat mengkhawatirkan keselamatan Mira.


Mira langsung pakir motornya didepan kamar kost, tidak lupa mengucapkan terima kasih pada Siska, "trima kasih ya Sis, udah mau repot - repot nganterin aku sampai kost", kata Mira pada bestienya itu, "iya nggak masalah Ra, daripada aku kepikiran keadaanmu bagaimana kan", jawab Siska pada bestienya itu yang telah sampai ke tempat kost dengan selamat walau sempat terjadi insiden. Setelah Mira masuk kedalam kamar kost nya, Siska langsung memberi kabar kepada Ridwan agar kekhawatirannya sedikit lega. Ponsel Ridwan berbunyi karena ada telfon masuk, setelah dilihat ternyata  yang menelpon adalah Siska, tanpa pikir panjang Ridwan pun langsung mengangkat teleponnya, "halo Sis, gimana Mira sudah sampai kost dengan selamat kan?", tanya Ridwan tanpa memberi kesempatan menjawab, "iya halo, sabar wan duh kamu ini! iya Mira dah sampai kostnya dengan selamat kok", jawab Siska kepada Ridwan melalui telefon, "huuuh syukurlah kalau begitu, aku jadi lega", balas Ridwan.


    "Tapi tadi Mira sempat hampir menabrak mobil wan", kata Siska memberikan informasi sepanjang perjalanannya mengikuti Mira, "haaa, kok bisa gimana ceritanya? terus Mira nggak apa - apa kan Sis?!", tanya Ridwan sekaligus dan terdengar khawatir. "Iya dia nggak apa - apa kok hanya terkejut aja, soalnya mobil didepan Mira berhenti secara tiba - tiba dan posisi Miranya tidak fokus", jawab Siska sembari menerangkan, "huah bagus deh kalau tidak ada apa - apa, kalau kamu mau pulang hati - hati dijalan soalnya sekarang jam malam dan jam pulang kerja pasti ramai jalannya", jawab Ridwan mengingatkan Siska.


"Kalau masalah itu sih tenang aja, pasti aku hati - hati kok pulangnya, kan udah biasa juga", balas Siska, setelah memarkirkan motornya, Mira langsung mencari kunci untuk buka kamar kostnya, akan tapi kunci yang di cari - cari tidak ketemu juga, Mira pun sangat panik dan kebingungan mencari dimana terakhir dia menaruh kuncinya, karena Bu Sari melihat Mira sudah pulang, beliau langsung menghampiri Mira. 


    "Mira cari apa kok sampai tegang dan kebingungan begitu?", tanya Bu Sari, "ini Bu Sari saya sedang mencari kunci kost saya, tapi kok nggak ketemu - ketemu", jawab Mira sembari terus mencari - cari kuncinya. 

__ADS_1


Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...


__ADS_2