Kisah Kehidupan Mira Si Cantik

Kisah Kehidupan Mira Si Cantik
Bab 19 | Jesica Yang Tidak Masuk Kerja


__ADS_3

“Nggak apa – apa Ra, kamu absen aja dulu soalnya tinggal beberapa menit lagi jam masuk kerja nanti kamu telat”, kata Ridwan, “ah apa iya?”, tanya Mira. Lihat saja jamnya kan tinggal beberapa menit, saat Mira melihat jam diponselnya ternyata benar apa yang di katakan Ridwan kepadanya itu. “Memangnya kamu sudah absen?”, tanya Mira pada Ridwan, “kalau aku sih sudah, makanya aku nunggu kamu disitu biar kamu tidak telat”, jawab Ridwan, Mira langsung memanggil Siska untuk cepat – cepat absen agar mereka tidak telat, Mira meminta tolong pada Ridwan untuk memarkirkan motornya, “tolong ya Wan”, pinta Mira sambil berlari kecil untuk buru – buru absen. Ridwan menganggukkan kepalanya tanda setuju.


    Setelah Ridwan setuju, Mira menghampiri Siska yang sudah selesai menaruh motornya itu, “ayo Sis, keburu masuk ini dan kita belum absen kan?”, kata Mira. Langsung Siska dan Mira bergegas untuk absen agar tidak terlambat, “aduh keburu nggak ya Sis, biasanya jam – jam segini pasti antrinya panjang banget”, kata Mira sedikit was – was. Namun sesampainya mereka di tempat absen, disana hanya tinggal menunggu dua orang saja sehingga mereka datang tepat pada waktunya dan tidak terlambat, setelah mereka selesai absen masuk Mira dan Siska merasa sangat lega karena tidak terlambat walau cuma menyisahkan dua menit saja.


    Mereka langsung masuk di bagian masing – masing, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan saat mereka masuk ternyata salah satu sahabatnya yang tidak masuk, “Jesica kok tidak masuk kenapa?”, tanya Mira pada Rani dan Rere yang terlebih dahulu datang. “Kami tidak tahu”, jawab Rere, “ya, padahal belum waktunya Jesica libur”, imbuh Rani, “kok bisa tidak masuk ya, apa terlambat”, kata Siska memberi asumsi. “Ah, tidak mungkin kalau Jesica sampai datang terlambat”, kata Rere, “karena biasanya Jesica kalau datang pasti yang paling awal daripada kita, apa terjadi sesuatu sama Jesica ya”, jawab Mira yang sedikit mengetahui kebiasaan Jesica, “kalau iya, bagaimana jika besok kita tekok kerumahnya gimana?”, tanya Mira memberi usul pada teman - temannya.


    “Begitu juga bagus Ra”, jawab Siska setuju, “apa kita coba tanya lewat pesan dulu saja biar tahu kepastiannya”, jawab Rani. “Begitu juga boleh, agar kita tahu keadaan Jesica gimana”, jawab Mira kepada Rani, “agar kita juga tidak jauh – jauh kesana kalau Jesica tidak apa – apa”, imbuhnya. “Dan agar kita tahu apakah Jesica balas pesan kita atau tidak gitu”, jawab Rere memperjelas, “ya sudah kita kerja dulu saja, kalau masalah ini kita kirim pesan saat jam istirahat saja”, ajak Mira kepada sahabat – sahabatnya. “Ok, kami setuju!”, Jawab mereka bersamaan.


    Waktu terasa berputar dengan cepatnya sehingga tanpa terasa waktu istirahat sudah tiba, mereka langsung berjalan keluar untuk makan bersama sembari membahas mengenai Jesica yang tidak masuk kerja. “Coba deh kamu kirim pesan Ran, Jeisca membalas apa tidak kalau kamu kirim pesan ke dia”, kata Siska pada Rani, “ini aku baru mau kirim pesan ke dia kok Sis”, jawab Rani, “kamu mau pesen apa Ran?”, tanya Mira, “biar aku pesenin dulu”, imbuhnya. “Aku kayak biasa saja Ra, mie ayam dikasih bakso sama minumnya es teh”, jawab Rani, “ok kalau gitu aku pesenin dulu ya”, jawab Mira. Saat Rani sudah mengirim pesan pada Jesica, sembari menunggu balasannya mereka pun makan terlebih dahulu agar waktu istirahat tidak keburu habis, namun sudah menunggu beberapa lama tidak ada respon ataupun balasan dari Jesica.

__ADS_1


    Mereka pun semakin khawatir mengenai keadaan Jesica, “apa terjadi sesuatu sama Jesica ya?”, kata Rere, “ahh, jangan berpikiran begitu, kita coba berpikiran positif dulu saja paling Jesica lagi sakit, atau sedang ada acara keluarga jadi tidak bisa membalas pesan kita”, jawab Mira mencoba menenangkan sahabat – sahabatnya itu.


“Nah, apa yang dikatakan Mira ada benarnya juga kita jangan berpikiran negatif dulu kita nunggu sampai kita pulang kerja Jesica balesin apa tidak”, jawab Rere. “Yukk... habisin dulu makanan kita, sebelum kita masuk kerja lagi karena waktunya tinggal sebentar lagi”, jawab Siska kepada mereka, “siap Sis!! “, jawab mereka serempak.


    Setelah selesai makan dan membayar mereka langsung berjalan untuk masuk kerja lagi, saat berjalan menuju pintu masuk Mira bertemu dengan Ridwan, “sudah selesai yang makannya?”, sapa Ridwan dipertengahan jalan. “Iya”, jawab Siska cuek, kemudian Siska, Rere dan Rani ijin pada Ridwan untuk masuk duluan karena mereka tahu jika dia ingin ngobrol dengan Mira. “Eh..eh... Aku kok ditinggal sendiri sih”, protes Mira, “nggak apa – apa, kamu ngobrol saja dulu dengan Ridwan, “Ridwan, aku masuk dulu ya “, kata Siska sambil berlalu.


“Ra, nanti selesai shift siang kamusibuk tidak?”, tanya Ridwan, “belum tahu juga, soalnya aku dan sahabat – sahabatku jadi mau keluar atau tidak”, jawab Mira. “Ya kalau memang kamu sibuk ya nggak apa – apa Ra, tadinya kalau kamu tidak sibuk mau aku ajakin untuk makan malam bersama”, jawab Ridwan, “ya coba nanti aku kabarin ke kamu ya”, jawab Mira. “Ok deh Ra, ya sudah aku masuk dulu kalau begitu, kamu juga masuk kan bentar lagi mau masukkan”, jawab Ridwan setuju, “iya deh, siap komandan!! Hehehehehe”, jawab Mira sambil tersenyum manis. 


    Sesampai di ruang kerja Mira, merasakan tatapan teman – temannya yang penuh dengan selidik, “hayo tadi ngobrolin apa sama Ridwan?”, tanya Siska menggoda. “Ah, tidak ngobrol apa – apa kok cuma ngobrolin tentang Jesica saja tidak yang lainnya”, jawab Mira. “Tak kirain mau di aja kencan sama Ridwan, hehehehe”, jawab Siska menggoda lagi, “gimana sudah di balas belum pesannya?”, tanya Mira, “belum di balas sama sekali, jangankan dibalas di baca tidak Ra”, jawab Rani.

__ADS_1


    “Ya sudah, besok kita kerumahnya saja gimana?”, tanya Mira, “aku sih setuju Ra”, jawab Rani, “biar tahu Jesica itu sakit atau gimana”, imbuhnya. Mereka setuju jika besok akan ke rumah Jesica bersama – sama. Mereka pun melanjutkan bekerja dengan fokus sesuai tugas masing – masing. Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam yang mengartikan shift siang telah selesai, mereka mengantri absen untuk pulang, sesudah selesai absen Rani dan Rere pamit pulang lebih dahulu, “jangan lupa besok ya”, kata Rani dan Rere sembari berjalan menuju parkiran, “ok,siap”, jawab Mira dan Siska.


    “Kamu mau pulang sendiri apa aku antar?”, tanya Siska, “nggak usah Sis, aku sendiri saja kan juga deket dengan kostku daripada rumahmu”, jawab Mira, “ahh yang bener pulang sendiri nih?”, tanya Siska sedikit Mira. “Iya bener Sis, tapi ya mau di ajak makan malam dulu sih sama Ridwan”, jawab Mira malu – malu. “Cieciecie... yang mau diajakin dinner”, ucap Siska menggoda dengan genit pada Mira, “ahh kamu ini, selalu gitu Sis”, jawab Mira semakin malu, “iya – iya maaf Ra, kan cuma bercanda”, kata Siska. “Ya sudah sana buruan itu juga sudah di tunggu sama Ridwan di pakiran itu”, imbuhnya sambil melirik genit pada Mira, “iya sahabatku yang centil hehehehe”, jawab Mira yang salah tingkah.


    “Aku pulang dulu Ra”, pamit Siska, “ya hati – hati di jalan ya sahabatku jangan ngebut – ngebut yang naik motornya”, jawab Mira mengingatkan. “Ah siap!!”, jawab Siska. Setelah selesai berpamitan dengan Siska, Mira menghampiri Ridwan di pakiran, “jadi dinner nggak Ra?”, tanya Ridwan, “iya jadi kok, terus mau makan di mana ya?”, tanya Mira. “Kalau makan lamongan mau Ra?”, jawab Ridwan.


    “Ok aku mau kok, sudah lama juga tidak makan di lamongan”, jawab Mira, kemudian Ridwan menangambil motor untuk siap – siap jalan. “Yukk ikutin aku di belakang, aku kasih tahu lamongan yang enak”, jawab Ridwan kepada Mira, sambil jalan mengendari motor dengan kecepatan sedang Mira masih memikirkan Jesica. “Coba nanti aku kirim pesan ke Rani ada balasan dari Jesica atau tidak”, batin Mira, beberapa menit jalan mereka sudah sampai di tempat lamongan yang di katakan Ridwan enak.


Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...

__ADS_1


__ADS_2