Kisah Kehidupan Mira Si Cantik

Kisah Kehidupan Mira Si Cantik
Bab 9 | Akhir Kebimbangan Siska


__ADS_3

  "Nahhh,, itu yang aku belum tahu semua tentang dia maka dari itu aku tanya kamu sebagai bestiku", jawab Siska menjelaskan kebimbangan hatinya. " Hemm gimana ya..... Bentar, bentar,, aku mikir dulu Sis", ujar Mira membantu mencari solusi. "Nah, begini saja, kamu tanya dulu sama pacarmu kenapa pengen ngelamar kamu cepat-cepat, nanti kalau sudah tahu apa sebabnya pacarmu mau melamarmu secepat itu, nah kalau kamu sudah tahu alasannya nanti bisa curhat lagi sama aku, gimana?", tanya Mira memberi saran.


"Owhh iyaa,, kamu sudah berapa lama menjalin hubungan dengan pacarmu itu sis?", tanya Mira kepada Siska. "Bentar aku ingat - ingat dulu Raa....", jawab Siska sedang mengingat dan menghitung, Mira menunggu dengan menatap wajah Siska sahabatnya itu sembari tersenyum melihat tingkah dan mimik dari siska. "Mir,, kamu ngapain melihat aku sambil senyam - senyum begitu?", tanya Siska yang menyadari sedari tadi Mira memperhatikannya. 


    "Tidak apa-apa kok,, lucu saja saat lihat kamu tadi berpikir dan menghitungnya jadi aku full senyum heheheheheheehe", jawab Mira yang tersipu karena ternyata sahabatnya menyadari kalau dia sedang memperhatikan tingkahnya . "emmmm, setelah aku ingat - ingat lagi hampir tiga tahunan aku dan pacarku menjalin hubungan Ra", ucap Siska menjawab pertanyaan Mira tadi, "ah, masak sih sudah hampir tiga tahunan tapi kamu tidak tahu semua tentang pacarmu Sis?! kan tidak mungkin", jawab Mira memastikan pada Siska. 


"Doorrrrr...... Hayoo lagi ngelamunin apa bestiku?! Pasti ngelamunin yang tidak - tidak ya?!", tegur Mira pada Siska yang terlihat sedang hanyut dalam lamunannya, "Ahhh,, tidak ya Ra, aku cuma sedang memikirkan tentang semua itu ra, apakah aku siap buat jalaninya? dan apa aku siap menerima lamaran juga menikah dengannya?", jawab Siska dengan hati yang penuh kebimbangan. "Percaya pada dirimu dan hatimu Sis, kalau kamu tidak yakin begitu pasti kebelakangnya tidak bagus lho sis", kata Mira memberi dukungan dan nasehat pada Siska. 


    "Maka dari itu aku juga bingung ini Ra,, yaa sudahlah di buat santai saja dulu sembari berdoa minta petunjuk dan jalan yang terbaik dari Tuhan", jawab Siska menenangkan hatinya yang sedang kalut, "nah bener tu sis, jadi biar tahu pacarmu itu baik atau tidak untuk jadi suamimu", jawab Mira memberi persetujuan atas keputusan sahabatnya itu.


"Ok bestiku", timpal Siska, "oh ya...ada yang mau aku tanyakan boleh tidak Sis?", tanya Mira sedikit ragu. "Apa itu Mir?", jawab Siska mempersilahkan sahabatnya untuk bertanya, " apa kamu pernah berhubungan kayak gitu tidak?", tanya Mira dengan sangat hati - hati agar tidak menyinggung sahabatnya. "Hubungan kayak gitu gimana maksudnya Raa?", jawab Siska dengan pertanyaan, "Ahhh,, masak kamu tidak tahu atau pura - pura tidak tahu?, Itu lho itu.....", jawab Mira sembari menggoda sahabatnya itu "Yaa apa Mira!! Aku tidak tahu kalau kamu ngomongnya berbelit - belit begitu", timpal Siska sedikit gemas dengan sikap Mira. 

__ADS_1


    "Hubungan layaknya suami istri itu lho sis", jawab Mira menjelaskan maksudnya, "Oalah itu tow maksudmu", jawab Siska sambil berlaga berpikir dan polos. "Ah kamu ini ya, pura - pura tidak paham dan malah diam saja, Malu ya mau ngomong sama aku? Hayoo jawab jujur sudah pernah apa belum?", tanya Mira tegas dan bernada menggoda Siska.


"Kamu penasaran yaa Mir? Apa kamu pengen?", jawab Siska berbalik menggoda Mira, " ihh kok jadi aku sih sis, tidak kok! aku cuma ingin tahu saja sudah sejauh mana hubunganmu dengan pacarmu itu dan apakah sudah pernah melakukannya atau belum begitu", jawab Mira sedikit gelagapan. "Begitu saja kok tidak lebih", imbuhnya. "Yaa besok deh, aku ceritanya biar kamu tambah penasaran dulu, hehehehehhee", jawab Siska menggoda Mira sahabatnya itu.


    "Ahhh kamu ini, kenapa tidak sekarang saja sih ngomongnya bikin penasaran saja, nanti kalau sampai terbawa mimpi gimana coba? atau malah jadi tidak bisa tidur karena penasaran?", desak Mira agar Siska bercerita dan menghilangkan penasarannya. 


"Tenang saja pasti aku cerita kok, memang lagi malas buat cerita gara-gara dia ngelamarku", jawab Siska tetap tidak ingin bercerita. "Ngomong - ngomong pacar kamu siapa sih namanya?, kamu sudah cerita banyak tapi aku belum di kasih tahu namanya siapa hahaha", sambung Mira bertanya mengenai nama kekasih Siska, "hahaha iya juga ya, sampai lupa kasih tahu namanya karena keadilan curhat, kamu sih tidak tanya tadi", jawab Siska terkekeh. "Nama pacarku itu Dani bestiku", terangnya. 


    "Ohhhh,Dani toh namanya, ngomong - ngomong dia kerja apa tidak?", kata Mira sembari bertanya kepada Siska, "Iya Dani kerja kok, dia kerja dipabrik juga cuma beda pabriknya aja", Siska menjawab pertanyaan Mira sahabatnya itu, "ya baguslah, Kalau Dani kerja", ujar Mira, "Kalau dia tidak bekerja pasti dia tidak berani ngelamar kamu sis, masak iya berani ngelamar padahal penghasilan belum jelas kan tidak mungkin", imbuhnya. "Bener juga katamu Ra, tapi aku akan ikut saran yang kamu berikan kepadaku, untuk berfikir dan membawanya dalam setiap doaku ra, agar hatiku yakin bahwa dialah yang tepat untuk jadi suamiku dan pemimpin keluargaku kelak", jawab Siska memutuskan.. 


    "Hahhh, seandainya tadi aku ikut pasti sudah ketemu kamu juga disana ya jadi makin seru", imbuhnya sedikit kecewa, "eh, tapi kamu sama siapa kesananya ra?", tanya Siska penasaran. "Emmmm, aku kesana sama Ridwan tadi sis hehehehe", jawab Mira ragu karena tahu sahabatnya itu memiliki hobi menggodanya, "ciee... Cie... Cie... Yang sekarang sudah dekat sama Ridwan", kata Siska sambil menggoda Mira, "kamu kalau sama dia aku setuju kok", imbuhnya. "Kamu ini apaan sih Sis,, selalu deh godain aku begitu", jawab Mira dengan malu - malu mendengar godaan Siska mengenai dirinya dan Ridwan. "Iyaa beneran kok ra, dia itu orang baik kesemua orang, apalagi kalau sama cewek tidak pernah nyakitin hatinya", timpal Siska sembari memberitahu sifat dan karakter Ridwan.

__ADS_1


    "Apa bener kayak gitu Sis?", jawab Mira seakan ragu dengan perkataan Siska mengenai Ridwan, "Apa tidak semua cowok begitu kalau pertama kali deketin orang yang dia sukai", imbuhnya. "Bener sih apa yang kamu katakan untuk cowok pada umumnya, tapi kalau Ridwan tidak Ra, dia itu beda kalau dah sayang dan cinta dengan seseorang tidak pernah nyakiti cewek itu ra, soalnya aku kenal dengannya sudah lama banget jadi tahu karakter Ridwan seperti apa ra", Jawab Siska meyakinkan Mira sahabatnya itu.


"Makasih ya bestiku sudah mau memberitahu aku tentang Ridwan, tapi memang saat ini aku belum tahu apakah aku mencintai dia atau tidak atau hanya rasa kekagumanku dengan sikap dia padaku saja", jawab Mira ragu akan hatinya. "Ya untuk saat ini aku akan jalani seperti ini dulu saja Sis, biarkan waktu yang akan menjawab semuanya nanti, akan seperti apa hubunganku dengan Ridwan", imbuhnya. "Benar kan sis?", tanyanya lagi pada Siska meminta persetujuan "Iya Miraku sayang, yang terpenting itu kamu nyaman dengan apa yang kamu jalani ra, soal cinta itu belakangan, nanti kalau kamu benar - benar cinta dan yakin sama Ridwan pasti hubungannya bisa langgeng", Saran Siska untuk Mira. 


    Saking asyiknya mereka mengobrol kesana kemari sampai - sampai tidak tahu waktu dan saat mereka melihat jam ternyata sudah menunjukan pukul 12 siang. 


"Mira aku numpang buat mandi ya", kata Siska terkejut setelah melihat jam, "iya sana pakai saja dulu kamar mandinya, baru setelah kamu sudah selesai gantian aku yang mandi", jawab Mira mempersilahkan Siska mandi terlebih dahulu. "Siappp...!", sahut Siska bergegas mengambil handuk dan baju gantinya dari dalam tas yang dia bawa dan berlari menuju kamar mandi. Sambil menunggu Siska selesai mandi dia mengirim pesan kepada Ridwan, "kamu sudah sampai rumah?, kok tidak member kabar kalau sudah sampai rumah?", isi pesan yang ditulis Mira dalam pesannya, kemudian Mira mengirim pesan itu kepada Ridwan.


    Karena tidak langsung dibalas oleh Ridwan. Mira pun meletakkan ponselnya dan kembali mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawanya bekerja, beberapa menit kemudian terlihat layar ponselnya menyala kemudian bergegas mengambilnya dan langsung mengecek siapa yang mengirimkan pesan. 


Setelah melihat dan tahu siapa yang mengirimkan pesan padanya yang ternyata adalah Ridwan yang balas pesannya Mira bergegas membukanya, "maaf ra, aku baru memberimu kabar, aku sudah sampai dirumah kok ra, aku tadi disuruh Ibu untuk mengantarkannya beli sesuatu jadi tadi belum sempat memberimu kabar, sekali lagi aku minta maaf ya ra?!", kata Ridwan melalui pesan balasan pada Mira. 

__ADS_1


Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...


   


__ADS_2