Kisah Kehidupan Mira Si Cantik

Kisah Kehidupan Mira Si Cantik
Bab 26 | Chat Sama Ridwan


__ADS_3

“Kalau keadaan Jesica saat ini sudah membaik dan juga sudah ditempatkan dikamar rawat, jadi sudah bisa untuk di jenguk bu”, jawab Mira, “ya syukurlah kalau sudah sadar sudah dipindahkan ke kamar rawat, jadi kapan kamu dan teman – temanmu mau menjenguk Jesica Ra?”, tanya bu Sari, “besok atau lusa kalian mau ke rumah sakitnya Ra? Kalau mau kesana ibu titip pesan cepat sembuh agar bisa berkumpul lagi”, imbuh bu Saru, “siap bu, rencana besok Mira dan teman – teman akan ke rumah sakit untuk menjenguk bu, nanti Mira sampaikan pesan ibu ke Jesica jadi tenang saja”, jawab Mira.


    Setelah selesai makan Mira dan bu Sari membawa gelas dan piring yang telah dipakai ke dapur untuk di cuci semua, Mira yang mencuci semua dan meminta bu Sari untuk beristirahat agar tidak kecapekan. “Sudah ibu istirahat saja biar Mira yang mencuci semuanya”, kata Mira menyerah bu Sri mencuci peralatan makannya, “makasih ya Mira”, jawab bu Sari menuruti permintaan Mira, “sama – sama bu, sesudah saya selesai mencuci ini nanti saya langsung pamit untuk kembali ke kost dulu ya bu, untuk telepon mama saya”, jawab Mira sembari pamit, “iya nak, jangan lupa doakan agar pamu cepat sembuh, jangan lupa sampaikan pesen ibu tadi untuk mama kamu”, jawab bu Sari. “Siap kalau itu bu!”, jawab Mira.


    Beberapa menit setelah menyelesaikan semua Mira berpamitan dan berjalan pulang ke kamar kostnya, sesampai di depan kost Mira langsung membuka pintu dan bergegas masuk kedalam. Setelah masuk kedalam Mira segera mencari ponsel yang tadi sengaja di tinggal karena sedang di cas, Mira melihat jam terlebih dahulu sebelum telepon orang tuanya dan saat melihat jam yang ada di ponsel ternyata sudah larut malam, “ahhh, sudah terlalu malam nih pasti mama juga sudah tidur”, pikir Mira.


“Ya sudahlah, besok saja aku telepon mama, biar beliau bisa istirahat juga”, batin Mira penuh pertimbangan, setelah memutuskan untuk tidak menelepon orang tuanya untuk malam ini Mira pun memainkan ponselnya, saat sedang memainkan ponselnya ternyata sebelum dia akan telepon orang tuanya tadi ada notifikasi pesan dari Ridwan dan Siska. Mira langsung membuka satu persatu pesan dari mereka. Mira membuka pesan dari Siska dulu saat di buka Siska mengajak Mira buat ikut kerumah sakit, “Ra, ayo ikut kerumah sakit untuk melihat keadaannya Jesica, kamu mau atau tidak? Kalau kamu tidak mau besok saja aku ke kost kamu untuk jemput”, kata Siska pada Mira dalam pesan itu, “iya Sis, aku mau kok besok mau jam berapa yang menjenguknya?”, tanya Mira.


    Mira juga membuka pesan dari Ridwan saat membuka pesan, “gimana sekarang keadaan kamu? Kamu sudah baik belum? Tadi di jalan tidak terjadi apa – apa kan?”, tanya Ridwan dalam pesannya beruntun. Mira bingung akan membalas pertanyaan terakhir dari Ridwan, “aduh gimana ya jawab pertanyaan terakhir dari Ridwan”, batin Mira bingung, “ah jujur sajalah tidak apa – apa dari pada nanti malah ada yang mengganjal”, imbuhnya dalam hati.


    Kemudian Mira langsung balas pesan yang tadi di tanyakan, “aku sekarang sudah baik saja jadi kamu tenang saja, tadi aku di jalan hampir saja mau menabrak mobil tapi untungnya aku bisa mengerem dengan cepat dan tepat, kalau tidak pasti aku sudah kecelakaan”, balas Mira. Ada pesan masuk dari Siska membalas pesan Mira, Mira membuka dan membaca isinya, “besok jenguknya jam 09:00 WIB, jadi kamu sebelum jam 9 pagi itu sudah siap biar kita langsung berangkat sesampainya aku di kostmu”, kata Siska memberitahukan, Mira langsung membalas pesan dari Siska itu, “siap Sis!! Pasti aku sudah siap sebelum kamu jemput aku!”, jawab Mira mengiyakan.

__ADS_1


    Ridwan belum balas pesannya, “kok belum dibalas ya, apa dia sudah tidur”, batin Mira, “kalau gitu, aku tidur juga deh agar besok tidak kesiangan bangunnya”, imbuhnya sembari bersiap untuk tidur, saat Mira mencoba memejamkan matanya untuk tidur, tiba – tiba ponselnya berbunyi dan Mira langsung mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang mengirim pesan ternyata Ridwan yang membalas pesan itu. “Lah kok bisa sih kamu mau nabrak begitu!, kamu pasti nggak fokus dijalan dan sedang memikirkan sesuatu masalah kan Ra?! Kan aku udah bilang kalau ada masalah ngomong dong sama aku, kan aku bisa mencarikan solusinya, tapi kamu tidak kenapa - napa Ra?”, balas Ridwan dalam pesan itu dengan nada yang panik dan cemas.


    “Iya Wan, tadi aku sedang memikirkan masalah jadi di jalan tidak konsentrasi, tapi sekarang hati dan pikiran sudah nyaman kok tidak seoerti tadi waktu perjalanan pulang, jadi kamu tidak usah khawatir lagi Wan”, balas Mira. “Tapi makasih ya sudah peduli dan perhatian dengan aku, iya - iya besok aku bakalan cerita sama kamu kalau aku ada sesuatu hal yang mengganggu pikiranku”, imbuh Mira ke Ridwan.


“Nah gitu donk, kan biar tidak terjadi hal seperti ini gini lagi”, balas Ridwan, “biar kalau kamu kemana – mana bisa lega tidak ada beban yang menumpuk di pikiran kamu Ra”, imbuhnya, “yaa sudah Ra, sekarang kamu tidur saja apalagi sudah larut malam banget, tidak baik juga untuk kesehatan”, imbuh Ridwan lagi pada Mira. Kemudian Mira membalas pesannya, “iya pasti aku cerita besok – besok, kamu kok belum tidur kenapa? Ini aku juga mau tidur kok karena besok mau jenguk Jesica, kamu juga jangan tidur terlalu malam ya?!”, balas Mira.


    Ridwan membalas “belum bisa tidur aku Ra, ya sudah kamu tidur duluan saja Ra, yang penting bisa bangun pagi besok”, balas Ridwan, “iya tidak akan tidur terlalu malam kamu tenang saja, selamat tidur Ra, semoga mimpi indah ya dan jangan lupa mimpi aku hehehehehe,,”, imbuhnya, setelah membaca pesan dari Ridwan Mira pun langsung tidur.


    Saat alarm ponselnya berbunyi dan Mira pun langsung bangun, “ah untung saja aku sudah setel alarm jadi tidak bangun kesiangan”, batin Mira, “ya walapun masih ngantuk sih, tapi tidak apa – apa”, imbuhnya. Langsung saja Mira bangun untuk gosok gigi dan cuci muka agar lebih segar dan rasa kantuknya menghilang, setelah selesai gosok gigi dan cuci muka Mira bergegas untuk beres – beres kamar terlrbih dahulu dan setelah selesai Mira pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap – siap.


    Setelah selesai Mira tidak lupa untuk berganti baju dilanjutakan dandan seperti biasa, setelah selesai semua persiapan Mira pun keluar kamar untuk mencari sarapan ada didekat tempat kostnya, setelah beberapa lama mencari dan memilih akhirnya Mira beli nasi gudeg dan krupuk saja, untungnya saat itu tidak terlalu ramai pembeli gudegnya.

__ADS_1


    “Berapa bu semuanya ini?”, tanya Mira, “semuanya tujuh ribu mbak”, jawab penjual gudeg itu, Mira memberikan uang sesuai dengan harga yang disubutkan penjualnya, selesai membayar Mira langsung pulang untuk sarapan yang tadi dibeli, sesampainya Mira dikostnya dia langsung masuk kekamar dan mengambil piring untuk alas makannya, saat Mira akan makan tiba – tiba ponselnya berbunyi langsung saja Mira mengambil ponselnya yang berada di saku celananya dan melihat pesan dari siapa yang masuk takutnya pesan dari Siska yang akan menjeputnya, dam setelah dilihat ternyata pesan dari Ridwan. Mira langsung membuka dan membaca isi pesan itu, “pagi Mira, sudah bagun apa belum? Gimana tidurnya nyanyak tidak?”, kata Ridwan bertanya dalam pesan tersebut secara berturut – turut. Sambil makan Mira membalas pesan dari Ridwan, “pagi juga, ini aku sudah bangun dan lagi sarapan, iya tidurnya nyenyak kok, kamu sendiri lagi apa? Sudah sarapan belum? Tadi malam tidur jam berapa?”, balas Mira bertanya secara beruntun.


Sambil menunggu balasannya Mira melanjutkan makannya, “waah, ternyata gudegnya enak dan murah juga, besok aku beliin juga ah buat Bu Sari biar bisa makan bersama lagi”, batin Mira.


    Ponselnya bunyi bertanda kalau Ridwan sudah membalas pesannya, dan benar saja itu pesan dari Ridwan, Mira langsung membuka pesannya, “aku baru selesai gosok gigi, aku belum sarapan bentar lagi juga mau sarapan kok, kurang tahu tidur jam berapa soalnya aku tidak lihat jam sih, maaf ya balasnya lama karena tadi aku masih di kamar mandi”, balas Ridwan.


“Tidak apa – apa kok, santai saja kalau sama aku, karena aku sambil makan, terus kamu cari sarapan apa? Atau sudah ada yang buatin?”, balas Mira bertanya pada Ridwan. Lalu Mira mengirim balasanya ke Ridwan. Tidak lama Ridwan langsung membalasnya, “memangnya sarapan pakai apa kamu? Kalau aku sih sudah di buatin oleh mamaku pastinya, soalnya mamaku sudah biasa bangun pagi untuk membuatkan sarapan untuk adik – adikku yang mau berangkat kesekolah jadinya aku tidak cari di luar lagi”, balas Ridwan.


    “Aku sarapan pakai nasi gudeg dan krupuk saja, enak dong ada yang buatin terus, memangnya kamu punya adik berapa? Kelas berapa saja?”, balas Mira yang jiwa keponya bangkit. Langsung di kirim, “haduh kenyang juga ya cuma makan pakai nasi gudeg saja dah kenyang beda pas makan nasi soto rasa masih kurang, hehehehe”, batin Mira sambil tersenyum sendiri.


Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...

__ADS_1


__ADS_2