Kisah Kehidupan Mira Si Cantik

Kisah Kehidupan Mira Si Cantik
Bab 8 | Kegalauan Siska


__ADS_3

Mira mempersilakan Bu Sari meminikmati soto yang sudah di siapkan oleh Mira yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri. 



"Yaa Ra, makasih ya...", jawab Bu Sari, "Sama-sama Bu", balas Mira. "Sotonya di makan sampai habis Bu, Mira yakin pasti Ibu suka dengan soto ini", imbuhnya. "Siapp!! Pasti saya akan makan sampai habis tenang saja", jawab Bu Sari meyakinkan, kemudian Mira keluar sambil membawa segelas kopi untuk diberikan kepada Ridwan. "pasti dia sudah menunggu lama di teras" batin Mira.



"Maaf,, pasti nunggu lama ya?", tanya Mira yang keluar dengan membawa segelas kopi, "Tidak kok Ra, santai saja kan masih ada waktu sebelum masuk kerja", jawab Ridwan menenangkan. "Ohhh.... Iya juga ya masih jam sembilan pagi juga", jawab Mira sambil menyodorkan secangkir kopi kepada Ridwan. "Makasih kopinya... ",ucap Ridwan. "Eh terima kasihnya jangan ke aku donk, tapi sama Bu Sari yang membuat kopinya", timpal Mira. 


    "Yaa.... nanti aku langsung bilang kok sama Bu Sari, tapi mana beliau kok tidak ikut keluar?", jawab Ridwan sambil bertanya. "Tidak, karena aku suruh makan sotonya dulu agar tidak keburu dingin, maka itu tadi aku yang bawa kopinya kesini", jawab Mira menerangkan. 


Saat sedang meminum kopinya tiba - tiba Ridwan berkata "eh kok pahit sih kopinya?!", katanya, "masak sih pahit, padahal tadi sudah dikasih gula kok, masak iya pahit?!", kata Mira memastikan. "Beneran pahit kok, kan yang manis sudah ada di depanku", jawab Ridwan sambil mengombali Mira, "hahaha...bercanda ra",imbuh Ridwan sambil tertawa dan melirik wajah Mira yang tersipu malu dengan candaan Ridwan



"Ahhh,, kamu pagi - pagi ngegombal aja!!", ujar Mira yang masih tersipu malu, " Aku tidak menggombal kok, tapi memang benar kamu cantik dan manis", jawab Ridwan. Mira langsung senyum dan malu-malu saat Ridwan berkata seperti itu, "apalagi kalau Ridwan jadi pacarku pasti aku sangat senang" Mira gumam dalam hati kecilnya. 

__ADS_1


    "Sudah dong Wan, jangan godain aku terus seperti sahabat - sahabatku yang tidak pernah habis menggodain aku", ujar Mira kesal namun masih tersipu, "Iya.. Iyaa.. Maaf deh Ra, bukannya aku menggodamu tapi memang kenyataan seperti itu", ucap Ridwan membujuk dan sedikit menyanjung, Setelah beberapa saat mereka saling mengobrol tidak terasa beberapa jam berlalu kemudian Ridwan berpamitan untuk pulang dengan Mira, dan meminta Mira untuk memanggilkan Bu Sari karena ingin berpamitan juga dengan beliau. 


Mira meninggalkan Ridwan menuju kerumah yang tidak jauh dari kostnya Bu Sari, sesampai di depan rumah Bu Sari Mira langsung memanggil Bu Sari dari depan pintu rumahnya. "Ibu... Ibu...", panggil Mira, Saat tahu ada yang memanggilnya,, Bu Sari keluar dan melihat siapa yang memanggilnya sedari tadi. "oalah ternyata Mira yang memanggilnya dari tadi", batinnya, "Kenapa Ra??", jawab Bu Sari, " Itu lho Bu, Mas Ridwan mau pamit buat pulang", ujar Mira menjelaskan, "Oalah..ya sudah ayo kita kesana", jawab Bu Sari sambil mengambil sandal terus mengajak Mira untuk menemui Ridwan.


    "Bu Sari saya pamit dulu terima kasih atas secangkir kopinya. Mantap banget kopi buatan Bu Sari", kata Ridwan memuji kopi buatan Bu Sari. "Ahhh,,, nak Ridwan bisa saja memujinya", timpal Bu Sari "benaran enak kok bu, ya sudah Ridwan pamit pulang ya bu", kata Ridwan meyakinkan . Setelah berpamitan " ya, hati-hati dijalan jangan ngebut - ngebut ya Nak Ridwan!", ujar Bu Sari menasehati, "Siiapp... Bu saya tidak akan ngebut!", balas Ridwan. 


"Kamu juga istirahatlah dulu nanti masuk siang kan kerjanya, jangan sampai kamu kecapekan Ra", ucap Bu Sari menasehati Mira, " iya Bu, makasih atas perhatiannya Ibu", jawab Mira memenuhi kekhawatiran Bu Sari. "Sama-sama Mira kan kamu sudah saya anggap seperti anak saya sendiri", jawab Bu Sari. "Bu Sari juga jangan capek-capek kalau bersih - bersih, dan kalau Ibu membutuhkan bantuan Mira, Ibu jangan sungkanminta bantuan Mira ya", balas Mira sambil menuliskan nomor telfon nya disecarik kertas, "ini ya Bu, sudah saya tuliskan dikertas nanti Ibu tinggal masukkan saja di ponsel Ibu", imbuhnya, "Terima kasih nak Mira", jawab Bu Sari. "Sama - sama Ibu", jawab Mira. 


    Disaat Mira sedang merebahankan tubuhnya dii tempat tidur, tiba - tiba ponsel Mira berbunyi, langsung saja Mira ambil ponselnya yang sedang di charger diatas lemari. Tidak perlu menunggu lama untuk melihat isi chat yang dikirim ke ponselnya, dan ternyata yang mengirimkan pesan itu adalah seseorang yang Mira sangat benci. 


    Dengan hati yang bercampur aduk Mira bingung harus bagaimana dengan sikap mantannya itu. Mira hanya bisa merenung di kamar sambil memikirkan Satria mantan pacar Mira yang memiliki sifat sangat nekat agar keinginannya dapat tercapai. Mira mau minta tolong Ridwan namun tidak bisa karena Ridwan bukan siapa - siapanya dan hanya teman bagi Mira, terlebih Mira juga belum membalas pesan yang dikirim Satria untuknya sebab masih bingung harus berkata apa padanya.


    "Aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan, agar Tuhan menolong dan lindunginya yang sedang dalam bahaya ini dan dijauhkan dari hal-hal yang buruk", batinnya untuk menenangkan diri


"Apa aku ceritakan saja pada sahabat - sahabatku tentang hal ini?", bertanya pada diri sendiri. "atau aku diam saja untuk mencari jalan sendiri?", pikirnya, tapi kalau aku tidak cerita aku takut jika terjadi sesuatu tidak ada yang bantu. "Coba deh nanti aku ceritakan pada sahabatku saat aku masuk kerja, siapa tau akan ada jalan keluar yang aku dapat dari mereka", putusnya.


    Saat Mira lagi bingung dan gelisah memikirkan tentang mantannya yang sering nekat untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Mira dikagetkan dengan adanya suara ketukan pintu kamar kostnya,, "Ehhh cicak.. Cicak... Cicak... ", ujarnya saking kagetnya mendengar ketukan pintu yang membuyarkan lamunannya. Dengan hati yang bedebar - debar dan tidak tahu siapa yang mengetuk pintunya. "Jangan - jangan itu Satria", pikir Mira yang sedang sangat ketakutan.

__ADS_1


Beberapa saat menunggu siapa oramg yang mengetuk pintu kost nya itu, tidak berapa lama terdengar suara yang memanggilnya. "Mira... Mira... Miraaaaaaaaaa.., ini aku Siska bukain pintunya donk!, masak besti kamu kesini tidak dibukain pintu sih!", suara Siska dari luar kamar kost. 


    "Oalahh kamu Sis,, tak kirain siapa yang mengetuk pintu", jawab Mira sambil berjalan ke depan pintu untuk membukakan pintu buat bestinya. Saat Mira membuka pintunya, " kok lama sih bukain pintunya, kenapa? takut orang jahat ya yang ngetik pintu?", tanya Siska kesal, " aku tadi lagi di kamar mandi jadi tidak tahu kalau ada yang mengetuk pintu,, maaf bestiku yang cantik. Jangan marah donk nnt cantiknya ilang loh", jawab Mira sambil membujuk. "Aku tidak marah tapi kesal sama seseorang Ra", jawab Siska sambil cemberut, "lahh kesal kenapa? Apa ada masalah bestiku? kesal sama siapa?", cecar Mira pada sahabatnya itu.


"Adalah Ra?! Makanya aku datang kesini mau cerita sama kamu, terlebih masih ada sekitaran dua jam lagi sebelum jam kerja kita. Aku juga sudah bawa pakaian kerja tinggal mandinya, nanti aku pinjam kamar mandi kamu ya, Boleh tidak Ra?", ujar Siska, "ya boleh dong bestiku masak tidak boleh, asal jangan lupa dikembalikan ya setelah pinjam hahahaha", jawab Mira sambil bercanda buat agar sahabatnya tidak cemberut lagi.


    "Terima kasih bestiku", jawab siska kepada Mira. "Sama - sama, apalagi kan kita ini sahabat ya sudah seharusnya saling tolong - menolong benar tidak Sis?", ucap Mira meminta persetujuan, "Betul... Betul.. Betul.. ", sahut Siska ke Mira. 


"Nah kan, sampai lupa!! Kata kamu mau cerita masalah yang sedang kamu alami", tanya Mira. "Ohhh... Iya,, ini tentang kekasih aku Ra", jawab Siska menjelaskan, "lah ada apa dengan kekasihmu?", tanya Mira penasaran. "Ini aku ceritakan awal dulunya gimana", jelas Siska. "Siapp.... Aku akan jadi pendengar yang baik dan kalau ada yang bisa aku kasih saran, aku pasti kasih saran bestiku tenang saja", kata Mira menenangkan dan meyakinkan. 



"Awalnya gini Ra, aku kan lagi bersih - bersih rumah kan tadi pagi, nah pacarku mengajak makan bersama terus ...


    Awalnya gini Ra, aku kan lagi bersih - bersih rumah kan tadi pagi, pacarku mengajak makan dan ternyata pacarku itu mau ngelamar aku Ra. Menurut kamu gimana ya?", tanya Siska meminta saran, "Yaa kalau aku sih terserah kamunya gimana sis, jawab mau kalau memang kamu mau nerima lamarannya gitu, atau sebaliknya, yang penting kamu sudah tahu dulu sifat dan lain - lain yang ada pada pacarmu dan sudah yakin dengan pacarmu", jawab Mira memberi saran untuk Siska.


Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...

__ADS_1


__ADS_2