
Setelah sahabat - sahabat Mira pulang, Mira langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur yang lembut dan empuk sembari memikirkan apa yang dikatakan oleh sahabat - sahabatnya tadi. “Apa besok saat ada waktu aku cerita sama mereka ya? Agar hati dan pikiran ini lebih tenang”, batin Mira. Mira yang terhanyut dengan pikirannya, dikagetkan dengan ponselnya yang tiba – tiba berbunyi, langsung saja Mira mengambil ponselnya yang berada tidak jauh dari dirinya, lalu di bukalah ponsel dan membaca siapa yang mengirim pesan padanya.
Saat membuka ponselnya ternyata yang mengirimkan pesan padanya adalah Ridwan teman satu kerjaannya, sambil tiduran Mira membaca pesan dari Ridwan. "Malam Mira sudah tidur belum ya? Kalau belum aku Cuma mau tanya gimana keadaan kamu sekarang? Sudah membaik belum?”, tanya Ridwan pada Mira dalam pesan tersebut.
“Belum nih, tapi sudah mendingan kok jadi kamu tenang saja Wan, kamu kok belum tidur?”,balasan pesan Mira kepada Ridwan. “Belum bisa tidur Ra, karena masih kepikiran bagaimana keadaan kamu Ra hehehehe”, jawab Ridwan sembari tertawa didalam pesan, “kalau ada apa - apa cerita sama aku juga nggak apa – apa kok Ra, ohh iya kamu jangan tidur malam – malam juga sekarang buat istirahat saja biar besok bangun – bangun sudah segar lagi badannya”, balas Ridwan panjang. “Ahh, masak sih kamu mikirin aku1.... Emangnya tidak ada yang marah kalau kamu mikirin aku1? Iyaa pasti kalau ada apa - apa aku akan cerita kepadamu , iyaa maunya bentar lagi juga tidur kok”, balas Mira menjawab semua pertanyaan Ridwan.
“Tidak ada yang marah kok tenang saja, karena kan aku single jadi tidak ada yang marah. Benar ya kalau ada masalah cerita?! Ya sudah pesanku tidak usah kamu balas, balasnya besok saja kamu tidur dulu dan bobok mimpiin aku ya hehehehehe.....”, balasan dari Ridwan. Setelah Mira membaca pesan yang dikirim dari Ridwan sebelum isturahat, Mira ketawa juga sambil meletakkan ponselnya keatas meja dan tak lama kemudian Mira menutup matanya untuk tidur.
Keesokan harinya, Mira terbangun dan ingin mengambil ponselnya untuk melihat jam berapa sekarang, saat melihat jam ternyata sudah pagi, karena menunjukan pukul lima pagi. Mira bergegas bangun karena merasakan badannya lebih enak dan segar daripada kemaren, sebelum melakukan segala aktifitas pagi Mira duduk diujung kasurnya untuk membalas pesan dari Ridwan semalam, “Pagi Wan, sudah bangun atau belum kamu? Iya benar kok kalau ada apa - apa aku bakalan cerita padamu, janji deh! Ohya tadi malam aku tidak mimpiin kamu tapi mimpiin wajahmu, hehehehe...”, balas pesan Mira Ke Ridwan.
__ADS_1
Sesudah membalas pesan dari Ridwan Mira beranjak dari duduknya untuk merapikan tempat tidurnya dan sekaligus membersihkan kamarnya serta tidak lupa untuk menggosok gigi dan cuci muka terlebuh dahulu dikamar mandi. Sembaru menggosok giginya Mira kebingungan akan sarapan dengan apa, dalam hari Mira, “ahh...aku sarapan pakai apa ya pagi ini?”, batinnya. Mira membayangkan seandainya saja ada yang mengantarkan sarapan pagi ini untuknya. “Ahh ya sudahlah nanti aku cari yang dekat - dekat kost saja, mungkin saja ada bubur atau semacam lainnya”, pikirnya membuyarkan lamunan nya sendiri. Selesai menggosok gigi Mira melihat ponselnya apakah ada pesan balasan dari Ridwan atau belum.
Dan saat melihat ponselnya ternya belum di baca oleh Ridwan, Mira duduk dikursi yang ada dikamarnya sembari melihat – lihat youtube untuk menunggu jam setengah tujuh untuk mencari sarapan. “Oooh,, iyaa sampai lupa aku, aku kan mau menyapu tadi”, batin Mira. Sebelum menyapu Mira menyalakan musik dari ponselnya untuk membangkitkan moodnya dan sesudah menyalakan musik Mira bergegas mengambil sapu untuk memulai menyapu kamarnya agar tidak terlihat kotor.
Mira menyapu sambil bernyanyi menirukan lagu yang sedang diputar, saat sedang terhanyut dalam lagu dan aktifitasnya menyapu tiba – tiba terdengar ada yang mengetuk pintu kamar Mira. Mira bergegas mengambil ponsel untuk mengecilkan suara musik yang tengah diputar dan menghentikan aktifitas menyapunya sejenak, agar terdengar apakah benar pintu kamarnya ada yang mengetuk ataukah tidak. Dengan hati yang dagg,, digg,, duggg, Mira nunggu sampai terdengar suara ketukan lagi atau tida, beberapa saat Mira menunggu terdengar kembali suara ketukan pintu “tokk,, tok.... tok... Ra...kamu didalam tidak?”, kata suara yang berada diluar kamarnya. Karena telah mendengar suara ketukan dan juga suara orang yang berada diluar kamarnya, Mira bergegas mendekati pintu kamarnya dengan hati yang berdebar - debar untuk membuka pintu kamarnya,”siapa ya pagi – pagi begini datang?apa jangan – jangan Ridwan ya, ahh mana mungkin”, batin Mira. Dan apa yang di batin oleh Mira benar orang yang berada dibalik pintu itu adalah Ridwan.
“Ridwan!! Kok kamu kesini?”, tanya Mira yang terkejut dengan kedatangan Ridwan tanpa memberi kabar.
“Iya sama – sama Ra”, jawab Ridwan, “tapi kok kamu bawa tiga bungkus? Untuk siapa saja kok banyak sekali?”, tanya Mira penasaran karena Ridwan membawa makanan banyak. “Owhh ,, ini yang satu buat aku dan yang satu lagi buat bu Sari”, jelas Ridwan, “waaah...kamu baik dan perhatian banget sih Wan sampai beliin aku dan bu Sari sarapan”, jawab Mira, “apa tidak merepotkan kamu?”, tanya Mira.
“Ahhh tidak ngerepotin kok, malahan aku senang bisa beliin kamu sama Bu Sari,, kan setahu aku bu Sari tinggal sendirian kan?”, tanya Ridwan. “Iya bener Wan, beliau tinggal sendirian tp darimana kamu tahu beliau tinggal sendirian Wa?”, tanya Mira pada Ridwan, “ya tahulah kan kelihatan dari raut wajah Bu Sari saat pertama kali aku jemput kamu untuk mencari sarapan tempo hari Ra”, jawab Ridwan, “oooh begitu, kamu tunggu sebentar disini ya Wa, silahkan duduk dulu di depan teras Wan, biar aku mengantar makanan ini ke pada Bu Sari dulu ya”, pinta Mira. “iya Ra! Aku tungguin disini”, jawab Ridwan. Mira berjalan menuju rumah Bu Sari untuk mengantarkan sarapan yang dibelikan Ridwan untuknya, sesampainya di depan rumah bu Sari, Mira mengetuk pintu rumah Bu Sari.
__ADS_1
Setelah beberapa kali Mira mengetuk pintu, Bu Sari pun membuka pintunya, “oalah Mira, ada apa pagi – pagi sudah kesini Ra?”, tanya Bu Sari. “Maaf Bu,, kalau pagi – pagi sudah mengganggu bu Sari yang sedang istirahat”, jawab Mira tidak enak, “tidak kok Ra, malah ibu senang kalau Mira kesini ada apa Ra?”, tanya bu Sari. “Ini lho bu, saya mau ngantarin sarapan untuk ibu tadi dibelikan Ridwan bu”, jawab Mira, “wualah nak Ridwan kok repot – repot segala membelikan untuk ibu dan membawakan sarapan kesini”, jawab bu Sari. “Tidak kok bu, Ridwan tadi membeli sarapan jadi sekalian membelikan saya dan bu Sari sarapan juga katanya begitu bu”, jawab Mira. “oh iya, nak Ridwan masih disini Ra?”, tanya Bu Sari, “iya masih bu, itu menunggu di teras depan kamarnya saya”, jawab Mira sambil menunjuk kearah kamarnya.
“Suruh kesini saja Ra! Agar bisa sarapan bersama – sama”, jawab Bu Sari, “baik jika kalau ibu sudah mengijinkan, saya panggil Ridwan dulu untuk kesini”, jawab Mira. “Iya biar ibu siapakan piring minumnya dulu”, jawab Bu Sari, “ok bu, saya panggilkan dulu kalau begitu”, jawab Mira sembari berjalan. Mira jalan menuju ke teras depan kamarnya untuk memanggil Ridwan dan pergi bersamanya ke rumah bu Sari. Setelah sampai Mira memanggil Ridwan, “Wan sini!”, suruh Mira pada Ridwan, lalu Ridwan berdiri dan berjalan menghampiri Mira yang memanggil dirinya, “kenapa Ra?”, tanya Ridwan.
“Ini lho Bu Sari mengajak kita untuk sarapan bareng sama beliau”, jawab Mira, “memangnya boleh Ra?”, tanya Ridwan, “boleh kok Wan, karena Bu Sari yang meminta kita makan bersama – sama beliau kok”, jawab Mira. “Ya sudah ayo! Jangan lama – lama tidak enak jika beliau menunggu terlalu lama”, ajak Mira kepada Ridwan, “Iya – iya, bentar aku ambil dulu sarapan yang tadi aku bawa”, jawab Ridwan bergegas mengambil sarapannya dan juga Mira untuk dibawa kerumah bu Sari. Setelah itu mereka berjalan bareng menuju ke rumah bu Sari, setelah beberapa menit mereka berjalan kerumah bu Sari sampailah mereka didepan rumah bu Sari.
Mira mengetuk pintu rumah bu Sari,, tokkk... tokkk... tokkk dan tidak berapa lama Bu Sari pun membuka pintu, saat melihat Ridwan dan Mira langsung saja menyuruh mereka masuk kedalam rumah. “Eh nak Mira dan nak Ridwan,ya sudah yuk masuk ibu sudah siapkan piring dan minumnya kita sarapan bersama”, ucap bu Sari, “baik Bu! Ini saya mau masuk bu”, jawab Ridwan, saat masuk rumah bu Sari, Ridwan melihat sekeliling rumah bu Sari, “waah, suasana rumahnya nyaman banget rumahnya”, batin Ridwan.
“Wah, ternyata memang nyaman banget ya Ra disini, terlebih dirumahnya bu Sari”, kata Ridwan, “iya memang nyaman makanya kamu akan betah kan kalau ada disini”, jawab Mira.
Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...
__ADS_1