
11
***Badai Yang Belum Berlalu***
Terlihat jelas dari jendela kaca lebar itu pemandangan
dari atas gedung pencakar itu, apa lagi kalo bukan dari kamar apartemennya.
Seperti biasanya pemandangan dari atas terlihat kota yang sibuk hiruk pikuk
keramaian kota, kendaraan yang bersesakkan di jalan juga gedung-gedung lain
yang tak kalah tinggi menjulang.
Berdiri disana, disudut jendela yang besar itu,
seorang wanita dengan dress setinggi lututnya, dress santai dengan motif
bunga-bunga yang di dominan warna biru, dress dengan tangan terbuka dan juga
sedikit terbuka dibagian punggung juga dadanya. Terkesan sexi juga anggun.
Rambutnya terurai panjang coklat sepinggang juga bergelombang hanya bagian
bawahnya. Indah, sungguh indah
pemandangan seorang wanita yang mentangkupkan tangannya diatas perut itu.
Matanya tak berpaling mengagumi keindahan juga
keramaian yang dia lihat dibawah sana, sesekali netranya mengelilingi sekitar
tanpa bergeming dari posisinya.
Hari libur yang membosankan, kemana ya? Hanya bisa
melihat kota dari jendela. Biasanya setiap hari aku disana masuk dalam
keributan kota. Sekarang aku hanya melihat dari balik jendela, baru tau kalo
dilihat dari sini ternyata indah juga. Velicia baru menyadari keindahan
kota itu dari balik jendela kamarnya itu.
Velicia, iyah wanita yang tengah berdiri itu adalah
Velicia yang sedang menikmati waktu liburnya kerjanya yang singkat itu. Kini
dia hanya berdiam diri dan rupanya dia tengah merasakan kesepian. Jelas saja
sepi, dia hanya terlihat sendiri. Hans sedang sibuk dengan urusan mendadak
kantornya dan pagi-pagi sekali Hans pamit untuk pergi.
Hemm…… tenang juga akhirnya setelah beberapa hari
lalu ada si wanita itu sekarang dia juga tidak terlihat tuh 4 hari belakangan?
Kemana dia yah? Apa dia balik lagi pergi? Huh…..mudah-mudahan dia gak kembali
lagi deh. Jadi aku bisa tenang. Velicia bergumam, mengingat kembali masalah yang telah
dia lalui belakangan ini. Benar juga Jessica memang belakangan ini sudah tidak
terlihat lagi disini, Hans juga tidak lagi membicarakannya. Dan juga sejak
kejadian terakhir itu Jessica tak lagi ke apartemen Velicia. Ah…ya sudahlah,
harusnya Velicia bersenang hati untuk ini.
Ting….. (bunyi pesan masuk)
Vel, kayanya aku akan pulang terlambat. Tiba-tiba aku
ada urusan mendadak, maaf ya sayang kamu gak usah tungguin aku ya. Love you.
Hans pulang telat? Apa ada urusan yang penting banget
ya di kantornya? Ya sudahlah biarkan saja. Ucap Velicia dalam hatinya yang sangat khawatir pada suaminya saat ini.
Velicia dan Hans akhir-akhir ini hubungan mereka
sangat menjadi baik, mereka sudah sepenuhnya suami istri tanpa embel-embel
kontrak lagi. Hans juga semakin romantis sejak disobeknya kontrak itu, Velicia
juga bertekat hanya akan percaya pada Hans saja sebagai suaminya saat ini yang juga
laki-laki yang dia cintai. Velicia menjalani harinya menjadi istri yang baik,
memasak, menyiapkan baju dan semua tugas seorang istri dia jalani dengan baik.
Ya, meski sejak surat kontrak itu dirobek-robek dan
masalah yang mereka hadapi kemarin-kemarin masih sedikit membayangi Velicia
sehingga dia meminta lebih banyak waktu lagi pada Hans untuk tidak memaksanya
berhubungan badan. Velicia masih ingin hubungan mereka untuk saling lebih
mengenal dahulu jadi mereka akhirnya memutuskan untuk hanya tidur seranjang
saja saling mengenal dan memperdalam cinta mereka tanpa melakukan apapun.
(balas)
Oke, kamu jangan lupa makan ya.
Veliciapun akhirnya hanya berdiam diri dirumah saja
tanpa kemanapun, hanya menonton TV, masak untuk dirinya lalu memilah
gosip-gosip di laptopnya. Juga chat’an sama sahabatnya Hannie yang saling
curhat satu dengan yang lainnya. Menghabiskan waktu yang ingin cepat-cepat
Velicia lalui. Namun sialnya semakin dia ingin waktu berlalu cepat malah waktu
berlalu terasa begitu lambat. Detik demi detiknya seperti dia hitung, dan terus
menatapi jam di handponenya, berharap detik dan menitnya terlewat saja dan lalu
hari cepat larut.
Ting….. (pesan masuk)
Hai Chia, apa kamu ada waktu? Aku ingin mengajakmu
jalan ke mall atau makan. Apakah kamu mau?
Velicia langsung melotot melihat pesan dari sehan dan
segera bergegas membalasnya dan mengiyakan ajakan dari Sehan.
(balas)
Aku mau ka. Aku akan segera bersiap, kita ketemu
dimana?
Velicia segera bersiap-siap dandan dan memakai baju
yang rapih. Dia yang sedari tadi entah sudah berapa jam tiduran di kasur dan
hanya bergulang-guling, lalu seketika saat Sehan memngirimnya pesan dia segera
bangun duduk, membalas pesan langsung turun dari kasurnya dan berlari kecil ke
lemari memilih baju yang cocok.
Ting…..(suara pesan)
Aku akan menjemputmu di depan apartemenmu bagaimana?
Sehan pun tak kalah cepatnya membalas pesan itu,
sepertinya sehan memang menunggu balasan dari lawan bicaranya di pesan.
(balas)
Oke, aku sudah selesai berdandang aku akan segera
turun ka.
Untung ka Sehan mengajakku pergi, jadi aku tak
begitu bosan lagi. Ka Sehan memang kaka terbaik, tau saja jika adiknya ini
sedang ingin mati karena bosan.
Velicia segara turun ke bawah dan menemui Sehan.
“Hai ka. Kita mau kemana?” Tanya Velicia setelah baru
__ADS_1
saja sampai menghampiri Sehan. Terlihat sangat jelas jika Velicia ini sangat
bahagia saat ini.
“Kamu mau kemana? Aku jadi sopir dan asisten kamu saja
untuk hari ini.” Sehan dengan kehangatannya menjawab sambil sedikit menggoda
Velicia yang seperti anak kecil diajak berjalan.
“Baiklah, kakaku memang terbaik.” Velicia tersenyum
sumringah mendengar jawaban sehan yang terdengarnya Sehan menjadikannya putri
raja.
Tak perlu waktu lama bagi Velicia untuk langsung
beradaptasi dengan posisi Sehan yang menganggapnya adik, karena pada dasarnya
memang mereka dulu seakrab itu. Dulu mereka memang saling menyayangi lebih mirip
sebagai kaka dan adik, lalu seiring waktu berjalan mereka menjadi pasangan.
Kemudia sekarang mereka menjadi kaka dan adik kembali, kadang dunia memang random
tidak ada yang tau takdir kita akan seperti apa.
Yang jelas bagi Velicia, kehangatan Sehan adalah sama
seperti kehangatan kaka kepada adiknya, meski hati sehan mengatakan dia
mencintai Velicia namun baginya untuk sekarang menjadi kaka Velicia pun tidak apa-apa
asalkan dia tetap ada di samping Velicia dan akan selalu menjaga Velicia
seperti dulu. Jikapun mereka tidak ditakdirkan bersamapun Sehan akan mencoba
menerimanya dan tetap menjadi kaka Velicia. Jika tidak bisa menjadi kekasih
Velicia ataupun menjadi suami Velicia maka menjadi kakanyapun tidak apa-apa
bagi Sehan.
“Ka, gimana kalau kita makan dulu di restoran yang di
mall Ji aku tau deh tempat makan yang enak di mall Ji.” Velicia dengan antusias
mempromosikan sebuah restoran di mall Ji yang letaknya lumayan jauh juga dari
apartemennya. Dan Sehan hanya mengiyakannya sambil terus fokus pada kemudinya.
ya tentu saja Velicia begitu bahagia di dalam mobil itu sambil terus
mendengarkan lagu mp3 yang di putar. Mobil juga terus melaju menuju ke tempat
tujuan.
20 menit sudah berlalu akhirnya sampai di mall Ji
tersebut dan merekapun segera ke restoran yang ada di lantai 2 mall tersebut,
Velicia terus menggiring Sehan untuk mengikuti langkahnya sambil sesekali harus
menarik tangan Sehan karena Sehan beberapa kali menerima panggilan kerjaan
sambil berjalan. Velicia masih tetap semangat dengan langkahnya menuju restoran.
Dan akhirnya mereka sampai dan duduk di salah satu
meja restoran yang kosong, restoran yang bergaya jepang, ya tentu saja itu
sebuah restoran jepang yang menu-menunya juga sangat khas dengan daerahnya,
mereka segera memilih menu yang ada di buku menu. Velicia paling semangat
memilih, bagaimana tidak inikan adalah restoran yang dia suka, dia sudah
merekomendasikan sedemikian rupanya pada Sehan.
“Ternyata selera makannya gak berubah ya.” Sehan
menggoda.
“Tentu saja, aku kan rindu dengan makanan kesukaan.
Mumpung ada yang bayarin, hehe.” Velicia meringis tak tau diri.
“Iyah deh kan semua untuk adik tersayangku.” Sehan
hanya menyambut tersenyum lebar sehingga lesung pipinya terlihat begitu jelas.
Velicia tersenyum begitu imut seperti anak balita yang telah dibelikan lolypop.
Menunggu makanan datang mereka bercanda dan membahas kenangan saat masih kecil,
Sehan yang terlihat begitu bahagia dengan berbagai ceritanya juga Velicia yang
tak kalah behagianya dengan apa yang Sehan ceritakan. Apalagi jika cerita
mereka sampai pada saat yang menurut mereka konyol pasti mereka tertawa terbahak-bahak
sampai pengunjung lain juga melihati mereka yang seperti orang bodoh.
“Vel, kamu gak mau cerita nih bagaimana bisa kamu
menikah?” Akhirnya setelah menunggu waktu yang tepat Sehan bisa bertanya
mengenai hal ini. Sehan menanyakannya dengan hati-hati dan sangat
mempertimbangkannya.
“Iyah ya ka, aku belum cerita soal keluargaku, Alicia
dan masalah Hans suamiku. Baiklah aku akan cerita.” Velicia dengan tenang
menceritakan semua yang dia alami sejak Sehan pergi sampai kejadian yang
menimpa keluarganya dan juga pertemuannya dengan Hans dan pernikahannya dengan
Hans. Sehan mendengarkan dengan seksama sembari terus menyantap pesanan mereka
yang ada di hadapannya. Panjang sekali Velicia cerita sampai tak terasa makanan
yang ada di meja sudah habis tak tersisa, Velicia yang menikmati ceritanya juga
terus menyantap makanan dengan terus bercerita. Sampai akhir cerita Velicia
tiba-tiba terdiam dan tertegun melihat ke arah belakang Sehan. Sontak seketika
Sehan membalikkan mukanya melihat kebelakang ada apa yang Velicia lihat hingga
Velicia terlihat begitu kaget juga langsung berkaca-kaca.
“Velicia.” Sehan memanggil Velicia yang langsung
tertunduk dan mematung.
Lagi-lagi Sehan memastikan ada apa gerangan yang ada
di belakannya itu, tapi Sehan masih saja tidak tau dengan apa yang Velicia
lihat itu. Velicia yang menunduk barusan berusaha meredam emosinya dan
meluncurkan segala amarahnya kepada ujung bajunya yang dia remas sambil
mengambil nafas dalam-dalam dan meminum air putih yang ada di hadapannya, dan
kembali melihat kearah belakang Sehan. Disana yang Velicia lihat 2 orang yang
baru saja masuk ke restoran ini dengan seorang wanita yang menenteng beberapa
barang belanjaanya juga seorang laki-laki yang dengan hati-hati
memperlakukannya seperti seorang dokter kepada pasiennya.
Ya, mereka adalah Hans dan Jessica. Jessica yang tidak
terlihat penyakitan sama sekali sedang dituntung duduk oleh Hans dengan
hati-hati. Jessica yang beberapa hari tidak terlihat lagi oleh Velicia dan
tiba-tiba saja muncul dengan mesra dengan Hans. Trik kotor apa yang Jessica
mainkan sebenarnya. Yang lebih menyesakkan lagi bagi Velicia adalah, saat dia
mengingat pesan Hans yang bilang ada urusan mendadak dan akan pulang malam
karena ada urusan. Seketika Velicia tau sekarang urusan yang mendadak ini
adalah benar, urusan seorang dokter yang sedang merawat pasiennya. Dan entahlah
sakitnya benar-benar nyata atau tidak.
__ADS_1
Hans, lagi-lagi kamu membuat ku sesak dan hampir
mati kehilangan oksigen. Kamu bilang ada urusan mendadak dan kamu punya begitu
banyak waktu untuk menemani wanita itu jalan ke mall dan lagi kamu di tempat
umum seperti ini memegangi tangannya dengan penuh kasih seperti itu. Iyah Hans,
aku ingin mempercayaimu tapi yang aku lihat tidak berbohong. Siapapun yang akan
melihat kalian seperti ini pasti akan beranggapan bahwa kalian adalah pasangan.
Hati istri mana yang kuat menahan ini? Lagi-lagi Velicia hanya menelan ludahnya bergugam dalam hati melepaskan
yang hendak keluar dari mulutnya namun tidak bisa. Velicia menahan semua luapan
amarah dan tangisnya di dalam hatinya hingga hatinya terasa nyeri.
“Ka, aku sudah kenyang apakah kita bisa kembali
pulang?” Velicia menahan semua kegetirannta dan mengucapkan ucapanya barusan
sambil menyiratkan permohonannya kepada Sehan agar membawanya pulang.
“Baiklah, aku akan bayar dulu ya.” Sehan segera
memanggil pelayan untuk bayar dan pelayan segera memberikan bil dan Sehan
membayarnya. Mereka segera pergi meninggalkan restoran.
Di dalam mobil ingin rasanya sehan bertanya pada
Velicia yang tadi terlihat begitu ceria kini tiba-tiba terlihat begitu murung
dan diam saja. Belum lagi mata Velicia memerah seperti ingin nangis, sungguh
Sehan rasanya ingin menanyakannya dan jika memang Velicia sangat sedih, Sehan
ingin meminjamkan bahunya untuk melepaskan kesedihan Velicia. Namun Sehan tau
jika Velicia tidak ingin bicara saat ini, dan merekapun diam saja satu sama
lain. Sedangkan Velicia yang hanya duduk di mobil dan memandang ke arah luar
jendela dan terus saja membendung air matanya yang sebenarnya tak tau bisa dia
bendung atau tidak. Juga luapan amarahnya yang kini kian sakit menusuk di
hatinya.
Sesaat dia sudah kehabisan energinya untuk terus
menahan segala kenestapaannya dan tak dia sadari air matanya menetes deras
sekali. Sehan segera mengetahuinya dan memberikannya tisu tanpa berkata apapun.
Velicia segera membasuh airmatanya yang tak kunjung juga berhenti, Sehan yang
saat itu mengemudi menjadi tidak fokus. Entah mengapa hatinya juga ikut terluka
melihat Velicia yang saat ini sedang menangis seperti rasanya amat sakit
sekali. Sehan segera memarkirkan mobilnya ditepi jalan dan menghentikan mobilnya
dan memeluk Velicia dengan erat, seolah dia tau jika saat ini Velicia butuh
pelukannya. Velicia terjerembab tanpa melawan dia menjerumuskan seluruh
wajahnya ke dada bidang Sehan dengan posisi mereka yang sedang duduk di kursi
depan mobil.
Dan tanpa disadar karena kenyamanan dan kehangatan
pelukan Sehan saat ini, Velicia meluapkan amarahnya dalam pelukan itu dan semua
kata yang sedari tadi tertahan akhirnya meluap.
“Kenapa sih, Hans bilang dia mencintaiku dan baru
beberapa hari lalu dia sendiri yang merobek perjanjian itu dan bilang ingin
terus bersamaku seumur hidupnya. Aku fikir dengan dia berbicara begitu dia akan
meninggalkan wanita itu dan tidak bertemu atau mengurusi wanita itu lagi.
Kenapa harus dia sendiri yang mengurus wanita itu? Kenapa? Kenapa bukan dokter
saja jika benar-benar wanita itu sakit bukannya dia lebih butuh dokter
ketimbang mantan kekasihnya. Ka Sehan jelaskan padaku siapa yang bodoh disini?
Aku kan yang bodoh percaya begitu saja dengannya? Hu…hu….hu….. Aku ini bodoh.”
Velicia memeluk erat Sehan seperti memang butuh sandaran.
“Tenanglah, semua masalah pasti ada jalan keluarnya.
Nanti setelah amarahmu reda coba tanyakan pada suamimu. Bicarakan baik-baik ya.”
Sehan berbicara begitu lembut mengusap rambut Velicia yang masih dalam pelukannya.
Dan lalu melepaskan pelukannya.
“Ini minum dulu, dan hapus air matamu.” Sambung Sehan
yang tau jika emosi dan tangisan Velicia sudah reda dan memberikan minuman dan
tisu pada Velicia. Sehan tak banyak bicara dan dia segera mengemudikan mobilnya
lagi dan fokus pada kemudi.
“Makasih ya ka. Maaf hari ini jadi kacau begini.”
Velicia sudah tenang sekarang,
Sehan hanya tersenyum getir, kini malah hati Sehan
yang mulai sakit mendengar pernyataan Velicia barusan, itu artinya Velicia
mulai mencintai suaminya dan dia ingin hidup bersama selamanya bukan lagi
pernikahan kontrak. Kini Sehan akan benar-benar hanya menjadi kaka angkatnya
saja, kenangan yang dulu pernah ada kini mungkin akan hanya kenangan yang akan
selalu dikenang saja.
Aku tidak tau jika dia gadis kecilku ini akan
benar-benar pergi dariku dan akan menjadi milik orang lain selamanya. Dan aku
yang akan benar-benar cukup menjadi kaka angkatnya. Hahaha,….. Aku memang sudah
melakukan kesalahan yang amat bodoh dimasa lalu. Bodoh sekali. Sehan hanya menggerutu di dalam hatinya sambil
sesekali tersenyum getir pada dirinya sendiri yang diapun yakin Velicia saat
ini melihat senyum getirnya itu.
Sehan terus mengemudikan laju mobilnya tanpa berkata
apapun dan terus meratapi nasibnya sambil terus fokus pada kemudinya. Dan kini
Sehan merasa telah kehilangan separuh jiwanya hinnga hanya bisa meratapi
kebodohannya dimasa lalu, ambisinya dimasa lalu yang berniat 1 tahun fokus pada
kerjaanya untuk mendulang kesuksesannya dan sengaja menghilang dari Velicia
untuk benar-benar fokus namun ternyata ambisinya adalah pedang baginya yang
kini malah melukai hatinya sendiri saat dia kehilangan sesuatu yang berharga
saat dia memiliki apa yang dia ingin dapatkan dahulu. Ada yang datang dan ada
yang menghilang. Menghilang untuk selamanya.
“Ka Sehan gapapa?” Velicia yang melihati Sehan sedih
segera bertanya padanya.
“Gapapa, hanya sedikit lelah saja.” Sehan memegangi
kepalanya yang pusing memikirkan kisah cintanya yang ironis.
“Setelah mengantarku pulang kaka istirahat lah yang cukup.”
Velicia sangat perhatian pada Sehan yang saat ini sudah dianggapnya kakanya.
“Iyah.” Sehan jawab singkat.
Akhirnya mereka sampai dan Velicia segera turun dari
__ADS_1
mobil dan melambaikan tangan pada Sehan yang hendak pergi mobilnya.