KONTRAK DAN TAKDIR CINTA

KONTRAK DAN TAKDIR CINTA
Alasan


__ADS_3

17


***Sehan Selama ini***


Di rumah sakit itu bukan hanya Alicia dan Velicia saja


tetapi juga ada Ijal si anak buah dari Sehan juga katanya adalah sahabat Sehan


disini.


Saat Alicia tengah istirahat tidur siangnya Velicia


tidak ada kerjaan lain hingga dia kebosanan dan keluar dari kamar Alicia,


sungguh baik sebenarnya hati Hans ini kamar Alicia ini adalah kamar kelas 2


yang yah lumayan luas dan nyaman untuk Alicia. Sekarang biaya pengobatan sudah


diambil alih oleh Sehan atas persetujuan dari Hans, yang tadinya Hans menolak


tapi karena surat kuasa dari Velicia akhirnya Hans menyerah.


Tetap saja Velicia sangat berterimakasih pada Hans,


Hans juga sering mengutus orang untuk menjenguk keadaan Alicia.


Karena Velicia sangat bosan akhirnya Velicia memilih


untuk duduk di ruang tunggu yang ada di depan kamar rumah sakit, kamarnya ada


di lantai 2 dan akan terlihat dari jendela di depan ruang tunggu pemandangan


bawah yang ramai. Pemandangan bawah taman rumah sakit yang ramai dipenuhi


pengunjung maupun pasien yang mulai jenuh dan mencoba untuk jalan-jalan


sejenak.


“Nona Velicia ya?” Tiba-tiba saja seorang laki-laki


bergegas menghampiri Velicia yang tengah duduk santai di salah satu kursi ini


yang sedang asyik dengan chat Hannie sahabatnya itu.


“Iyah benar siapa ya?” Velicia segera bertanya dengan


rasa penasaran. Lelaki itu duduk di sampingnya dengan ramah dan menyodorkan


tangannya ingin berjabat tangan.


“Saya Ijal.” (tersenyum)


“Oh kamu yang jagain adik saya ya?” (ramah)


“Iyah betul atas perintah si bos.” (menggaruk kepala)


“Terimakasih ya.” (senyum)


Velicia memerhatikan sosok lelaki di depannya itu


dengan seksama, gayanya yang santai juga cengengesan dan seperti lebih muda


dari Sehan beberapa tahun. Mungkin umurnya sama dengan Velicia. Sekitar 24-25


tahunan. Gayanya memang sangat santai dan sedikit cengengesan juga lucu. Ijal


ini juga sedikit bocor seperti seorang wanita, buktinya dia menceritakan apapun


yang Velicia tanyakan. Kebetulan sekali untuk mengisi waktu luangnya Velicia


bertaya banyak hal mengenai Sehan selama 1 tahun menghilang.


Benar saja, tanpa ragu meskipun sedikit penuh


ketakutan Ijal bercerita pada Velicia. Memang betul yang diceritakan oleh Sehan


semalam jika dia sempat depresi karena banyaknya tekanan dan harus berobat yang


memakan waktu lama hingga sekarang dia telah sembuh total dan depresinya juga


tidak pernah kambuh lagi.


Ijal ini adalah sodara sepupunya, jadi dia tau


segalanya tentang Sehan dan dia juga orang kepercayaan dari Sehan untuk


mengontrol salah satu usahanya disini. Meskipun kantor pusatnya saat ini ada di


negara Mega, dan yang ada di negara S sekarang hanyalah cabangnya saja. Dan


ternyata saat menghilangnya dia benar-benar kondisi keluarganya sedang kacau,


ibunya yang depresi dan hampir bunuh diri, Velicia yang jauh, dan juga usahanya


yang mengalami penurunan membuatnya sepresi.


Namun setelah dia sembuhpun dia harus berjuang lagi


lebih keras untuk memulihkan usahanya hingga saat ini. Betapa terpukulnya


Velicia mendengar cerita dari Ijal yang membuatnya begitu merasa bersalah pada


Sehan. Harusnya di masa-masa sulit Sehan ini, Velicia ada di sampingnya


sedangkan Velicia kemarin malah menyalahkan Sehan kerena Sehan tidak ada di


sampingnya di masa sulitnya.


Betapa egoisnya Velisia sekarang merasa, ternyata


Sehan juga merasakan masa-masa tersulitnya.


“Jadi mobil yang dia bawa bukan sewaan yang dia bilang?”


“Ya bukanlah nona, itu adalah asetnya disini. Ada


rumah juga disini, juga sebuah villa. Tapi rumahnya saat ini sedang aku dan


istriku tinggali.” (menjelaskan)


“kamu sudah menikah?” (kaget)


“Sudah, kapan-kapan mainlah kaka ipar. Hehe”


“Ibunya Sehan gimana?” (penasaran)


“Sudah meninggal 5 bulan lalu.” (sedih)


“Apa? Kenapa?” (kaget)


“Serangan jantung. Karena terlalu banyak minum.”


“Ya tuhan.” (kaget)


“Sudah ya kaka ipar, saya harus segera kembali. Dah….”


(pergi)

__ADS_1


Velicia duduk mematung tidak percaya dengan apa yang


barusan dia dengar, dan juga sangat merasa bersalah pada Sehan.


Bagaimana bisa masa-masa sulitnya itu dia jalani


sendiri. Aku begitu jahat padanya, aku….aku…. Velicia menangis tersedu-sedu duduk dan menutup semua


wajahnya dengan tangannya dan terus menangis di ruang tunggu.


Beberapa menit berlalu Velicia masih saja menangis


tersedu-sedu dan Sehan yang baru datang melihatnya dari jauh dan segera berlari


menghampiri Velicia dan memeluk Velicia, Velicia yang mengetahui itu Sehan


langsung memeluk Sehan dengan erat.


“Maafin aku, aku gak ada di saat-saat kamu sedih. Tapi


kamu malah selalu ada saat aku sedih. Huhu” (menangis)


“Apa yang terjadi? Sudah-sudah berhentilah mengangis.”


(menenangkan)


“Huhu….kenapa kamu tidak cerita apapun padaku? Kenapa?


Masalahmu serumit itu tapi kamu….huhu”


“Hei….kamu ini kenapa? Masalah apa? Sudah ya sudah,


malu jika dilihat orang nanti.” Sehan mengusap kepala Velicia yang masih


memeluknya erat.


“Kapan kamu akan cerita? Tentang tante, kamu huhu…..”


(menangis)


“Jika waktunya tiba. Saat waktunya tepat, Ijal yang


cerita ya?” Sehan segera tau, siapa lagi yang bisa bercerita selain Ijal.


“Iyah.” (mulai tenang)


“Baiklah karena kamu sudah tau jadi aku tidak perlu


bercerita detailnya lagi. Aku ada rencana ingin cerita tapi saat bertemu kamu,


kamu juga ada masalah. Bagaimana aku bisa cerita, waktunya tidak pernah tepat


aku tidak mau nanti kamu bersedih.” Sehan melepas pelukan Velicia dan berganti


menggenggam tangan Velicia.


“Kenapa kamu bohong tentang mobil? Bukannya kamu punya


kantor juga disini?” (kesal)


“Ayolah, itu hal yang kecil. Iyah maaf aku bohong


padamu. Maukan maafin aku?” (membujuk)


“Ajak aku ke makam tante.” (kesal)


“Iyah nanti sore aku akan ajah kamu ya. Asalkan kamu


tersenyum dulu.”


“Maafin aku, aku tidak ada di saat kamu susah. Tapi


memberiku kesempatan aku akan selalu ada juga untuk kamu ka.” (tulus)


Sehan segera memeluknya erat saat mendengar kata-kata


dari Velicia yang begitu tulus itu.


Setelah tau segalanya tentang Sehan dan tidak ada lagi


rahasia diantara mereka, waktu berjalan begitu cepat 2 hari terlewati begitu


saja. Saatnya kembali ke kota asal dan mulai beraktifitas kembali, menyerahkan


tugas menjaga Alicia kembali ke Ijal untuk beberapa hari lagi. Kemudian Sehan


dan Velicia kembali dengan pesawat yang jauh-jauh hari memang sudah dipesan.


Berat rasanya menahan rindu kembali untuk beberapa hari lagi namun ya harus


bersabar demi kesembuhan adik tercintanya. Adik yang paling dia sayangi.


Kembali lagi ke kota ini, sesaat setelah


meninggalkannya namun rasanya seperti asing kembali. Rasanya seperti ada yang


hilang lagi, mungkin sisa-sisa pelepasan rindu yang belum tuntas. Bagaimana


tidak rindu untuk 5 bulan dan pelepasannya hanya 2 hari bertemu saja, bukankah


waktu tidak adil? Namun bagaimana juga Velicia masih sangat menghargai


pekerjaannya dan tidak serakah mengambil lebih apa yang telah semesta berikan.


Melihat Alicia yang sudah pulih saja rasanya sangat


bersyukur, belum lagi akhirnya dia tau rahasia Sehan yang tidak terduga dia


ketahui lebih awal. Seperti bonus atas penantian selama ini.


Hubungan mereka akhirnya bertambah baik, Velicia juga


tidak punya alasan lagi untuk tidak menolak perasaan Segan padanya. Menumbuhkan


perasaan cintanya kembali mungkinlah itu satu-satunya yang layak Sehan dapatkan


darinya. Meski cintanya kini sedang berlabuh pada Hans, namun Veliciapun sadar


Hans bukanlah orang yang tepat baginya. Mencintai Hans sangatlah beresiko,


bersama dengan Hans akan menyakiti banyak hati nantinya. Namun jika dia


berpisah dengan Hans maka setidaknya tidak banyak hati yang terluka, dia hanya


perlu mengalah.


Namun setelah tau Sehan, kenyataanya berubah. Bukan


Sehan yang meninggalkannya dulu, tetapi dialah yang menghianati cinta Sehan


tanpa mengerti apa yang telah Sehan lalui. Dan lagi dia juga masih menuntut


Sehan untuk mengerti keadaanya. Betapa baiknya Sehan yang hingga kini masih ada


disampingnya setelah apa yang sudah Velicia lakukan.


Sehan yang terus menunggunya, terus mencintainya tanpa

__ADS_1


syarat sedah sepatutnya bukan mendapatkan apa yang harusnya menjadi miliknya


dulu.


Cinta itu rumit.


Dimeja makan rumah Sehan.


Mereka tengah menikmati makan malamnya setelah sibuk


seharian di kantor, hari pertama mereka bekerja kembali setelah liburan kemarin


ke negara S.


Velicia yang terlihat begitu lelah malam ini menikmati


makan malamnya dengan Sehan, meja yang sama dan tempat duduk dengan posisi


seperti biasa.


“Ka, Alicia sebentar lagi pulang dan aku berfikir


tidak baik jika aku dan adikku tinggal di rumah ini. Jadi aku memutuskan untuk


akan mencari rumah sewa di dekat kantor.” (penuh hati-hati)


“Apa kamu tidak nyaman tinggal disini?”


“Nyaman ka, sangat nyaman tapi….” (ragu)


“Baiklah aku punya sebuah apartemen kamu bisa tinggal


disana, lokasinya dekat dengan kantormu.”


“Tidak ka….. aku…..”


“Ku mohon jangan tolak aku, anggap saja ini adalah


hadiah untuk Alicia.” Sehan mencari alasan untuk membantu Velicia dan Alicia


agar punya tempat yang layak.


“Tapi….” (ragu)


“Mencari sumah sewa itu gak mudah, Alicia butuh tempat


yang nyaman dan sehat untuk kesehatannya. Rumah sewaan yang nyaman pasti sangat


mahal, dan juga mencarinya belum tentu 1 atau 2 hari. Sedangkan aku punya


tempat kosong yang kamu bisa tempati, itu kosong sudah sangat lama anggap saja


kamu mengurusnya agar apartemen itu tidak terbengkalai.” Sehan terus memojokkan


Velicia agar dia setuju.


Jelas-jelas ka Sehan ini sedang mau membantuku lagi


dan lagi dengan berbagai alasan yang sebenarnya masih masuk akal.Velicia segera menyadari niat Sehan.


“Maaf ka tapi aku menolaknya.” (sopan)


“Baiklah jika kamu menolaknya maka anggap saja kita


tidak pernah saling kenal.” (marah) Akhirnya Sehan harus mengeluarkan jurus


jitunya untuk mendengar kata sepakat.


“Ka, bagaimana bisa kamu terus membantuku dan aku


tidak berbuat apa-apa padamu. Aku sangat merasa bersalah. Kamu bicara seperti


itu apa kamu tidak ingin lagi mengenalku? Aku tidak bisa begini ka.” (menangis)


“Maka setujulah jika kamu ingin membalas budi padaku.


Agar aku tidak terus khawatir dengan kalian. Apa salahnyasih jika aku


membantumu, aku sangat bahagia saat bisa membantumu? Apa kamu juga akan


merenggut kebahagian itu Velicia?” Pertama kalinya melihat Sehan yang begitu


marah mendekati Velicia dan memegangi Pundak Velicia dengan tatapan penuh


kemarahan.


“Baik ka, aku setuju.” Velicia hanya menunduk tidak


mampu memandang mata Sehan yang terlihat sangat menyeramkan itu.


Sehan segera memeluk Velicia dan tangisan Velicia


pecah di pelukan Sehan saat itu juga.


“Maaf Velicia, aku sangat mencintaimu aku bersalah padamu


dan aku ingin menebus kesalahanku. Hanya ini yang mampu kulakukan padamu saat


ini, kumohon maafkan aku.” Sehan juga menitikan airmatanya.


“Ka, aku yang salah aku memang tidak pernah mengerti


kamu. Aku minta maaf ka, tolong jangan katakana lagi tentang perpisahan. Huhu “


Tangisannya semakin kencang hingga mereka berpelukan begitu erat.


Hingga malam itu berlalu begitu saja, setelah adegan


dramatis itu mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat karena besok


harus bekerja kembali.


Dikamar yang begitu rapih itu, Velicia segera


merebahkan tubuhnya setelah mandi dan segera terlelap melupakan segela


kelelahan hari ini karena kesibukannya yang begitu menguras energinya. Berlahan


dirinnya melepas kelelahannya dengan memandangi langit-langit kamarnya


membayangkan segala hal yang melelahkan yang terjadi di beberapa hari


belakangan ini.


Mencoba terus mengingat segala hal yang mulai dari


membahagiakan dan menyakitkan, merunutnya menjadi sebuah cuplikan-cuplikan film


drama yang kini sedang di putar dalam ingatannya. Hingga air matanya kini


terjatuh kembali dan mulai dia menegarkan hati dan jiwanya lagi dan lagi.


Memberikan banyak sekali motifasi yang tiba-tiba saja dirinya menjadi sang


motifator untuk dirinya sendiri.


Lalu, dia memejamkan matanya berharap dapat menghempas

__ADS_1


hilangkan segala beban yang ada. Menghilangkan bebannya mala mini dan bangun esok


pagi dengan hari yang benar-benar baru.


__ADS_2