KONTRAK DAN TAKDIR CINTA

KONTRAK DAN TAKDIR CINTA
Kembali Bersama 21


__ADS_3

21


***Kembali Bersama***


Terlepas dari bagaimanapun masalalu yang sudah terjadi


lepas dari 2 hari lalu kejadian yang membuat Sehan dan Velicia menjadi agak


kaku. Dan hari ini Velicia tengah bahagia menyambut kedatangan Alicia pulang ke


rumah. Berapa bahagianya ketika hari yang telah dinantinya akhirnya datang juga


dengan penuh suka cita tentu saja Velicia akan menyambutnya.


Velicia dibantu oleh Sehan telah mendekor kamar Alicia


dengan nuansa pink warna kesukaannya dan juga menyiapkan segala sesuatu


keperluan Alicia, juga membawa pakaian Alicia yang ada di rumah kakeknya dibawa


ke apaertemen. Velicia dan Sehan sudah begitu lupa tentang hal yang baru saja


mereka lalui kemarin-kemarin.


“Oyah ka, besok aku gak bisa cuti.” Velicia sedih


karena tidak bisa mengambil cuti lagi otomatis dia juga tidak bisa menyambut


Alicia yang akan datang besok sore.


“Gapapa, serahin semuanya padaku. Nanti aku akan


menjemputnya bi bandara dan membawanya kemari denganutuh. Setelah kamu pulang


kerja kamu bisa menemuinya.” (semangat)


“Baiklah, kaka memang yang terbaik.” Velicia sadar


betul jika ucapannya barusan memang kenyataan bukan hanya ucapan bualan


menyenangkan hati orang lain. Tapi nyatanya memang kini Sehan memang lelaki


terbaik dimatanya.


“Rasanya lelah sekali.” (kelelahan) Setelah dari pagi


tadi Velicia dan Sehan menyiapkan segalanya dari sejak 2 hari lalu dan hari ini


malah masih harus disibukkan lagi sepulang kerja harus merapikan lagi segala


keperluan penyambutan Alicia agar terlihat sempurna. Velicia sungguh begitu


kelalahan hari ini hingga sudah jam 00:00 dia begitu merasa lelah dan ngantuk ingin


terpejam.


“Tidurlah, besok kamu harus kerja. Pekerjaan ini biar


aku yang bereskan.” Ucap Sehan yang menyuruh Velicia tidur karena melihat wajah


Velicia yang begitu lelah. Sehan yang seperti biasanya sangat penuh kasih


sayang dan perhatian membiarkan Velicia untuk beristirahat.


“Benar tidak apa-apa ka?” (masih dengan wajah lelah)


“Tidurlah, aku masih belum ngantuk ko.” (tersenyum)


“Baiklah aku akan ke kamar dulu ya.” (Velicia pergi ke


kamar)


Sementara Sehan masih berjibaku dengan tulisan yang


disiapkan yang nantinya akan menjadi kata penyambutan untuk Alicia. Ini adalah


ide dari Sehan, dan karena Sehan melihat Velicia yang begitu lelah hingga


akhirnya dia yang bekerja melesaikan beberapa bagian sisanya saja.


Setelah selesai Sehan juga segera membaringkan tibuhnya


di sofa panjang ruang tengah dan segera pergi untuk bermimpi indah. Dan kamar


Velicia sudah gelap yang artinya Velicia juga sudah terlelap sedari tadi. Rasa


leleh yang Sehan rasakan juga mungkin sama persis dengan kelelahan yang Velicia


rasakan.


Hanya saja, Sehan masih punya waktu luang untuk


mencuri-curi waktu istirahatnya karena kerjanya begitu fleksible. Bagaimana


tidak kerjaan seorang CEO yang bahkan bisa memakan gaji buta dan hanya perlu


menyuruh kariawannya untuk menyelesaikan segala masalah perusahaan. Namun sosok


Sehan yang begitu pekerja keras dan bertanggung jawab itu tentu saja dia sangat


peduli dengan kelangsungan perusahaanya dan ingin terjun langsung mengawasi


para kariawannya.


Pagi yang begitu indahpun datang sesaat tadi mentari


telah melambai mengucapkan salam merasuk masuk cahanya yang kemudian menyebar


memenuhi ruangan kamar. Velicia yang terbaring dengan lunglainya entah mimpi


apa hingga mampu menarik wajahnya yang sedang tertidur hingga menyunggingkan


senyuman yang menawan.


Rambutnya yang terurai lepas, bebas merampas tempat


kedua bantalnya. Dan selmut yang tak lagi rapih menutupi tubuhnya yang di balut


dengan baju tidur panjangnya yang begitu imut itu dengan motif boneka kartun


yang anak-anak biasanya suka. Veliciapun segera tersadar dari mimpinya dan


membuka matanya yang mulai silau dengan sinaran mentari yang begitu


menyilaukan.


Sinarnya hangat masuk kedalam pori-pori wajahnya,


seketika Velicia bangun untuk duduk mengumpulkan tenaganya yang belum juga


pulih karena baru saja bangun. Beberapa menit terduduk dengan lesu, dan


mengambil ponselnya dilihatnya ada beberapa pesan masuk yang dia terima sepagi


itu. Pesan masuk dari beberapa kontak di ponselnya.


Pesan dari orang-orang yang sama seperti hari-hari


sebelumnya, dan rupanya ada 1 pesan dari seseorang yang sangat dia ingin jauhi.


Pesan yang baginya tak biasa karena orang ini begitu banyak waktu luang untuk


mengirima pesan.


Jessica : Velicia, kita harus bertemu. Hari ini aku


tunggu saat pulang kamu pulang kantor.


Balas Velicia : Maaf hari ini aku sibuk. Tidak


bisa.


Jessica : Baiklah besok. Penting, aku mohon


datanglah.


Balas Velicia : Baiklah.


Huh….lagi-lagi wanita ini. Kapan aku lepas dari


wanita gila ini. Tiba-tiba bangun


tidurnya jadi begitu tidak menyenangkan setelah membaca pesan yang masuk dan


dari Jessica. Entah apa yang akan dibicarakan lagi oleh Jessica.


Namun segera Velicia membalikkan keadaanya kembali,


yang saat ini dia hanya ingin bahagia menyambut adiknya yang hari ini akan


pulang.


Velicia beranjak dari tempat tidurnya dan dengan


semangat bersiap-siap mandi, berdandan dan kemudian pergi ke kantor untuk


menunaikan tugasnya sebahai pekerja. Lalu dia begitu tidak sabar lagi ingin


segara sore tiba dan bertemu dengan adik tersayangnya.

__ADS_1


Veliciapun segera keluar dari kamar dan dilihatnya,


didapur Sehan sedang menyiapkan sarapannya, dan lagi dilihatnya lagi


sekelilingnya dan ternyata ucapan selamat datang yang semalam dibuat sudah jadi


dan sudah pula dipajang rapih oleh Sehan. Velicia sampai bingung kapan Sehan


melakukannya apakah Sehan tidak tidur semalaman.


“Ka….Apa kamu berjaga hingga pagi?” (bingung)


“Tidak, aku sudah tidur cukup dan langsung memasangnya


supaya kamu juga lihat. Dan ini sarapan untukmu.” (menaruh roti dan susu di


meja makan)


“Makasih banyak ka.” Velicia segera menghampiri Sehan


yang tengah duduk menikmati sarapannya setelah tadi sibuk membuatkan susu untuk


Velicia.


Veliciapun duduk menukmati segelas susu dan juga roti


selainya yang begitu terasa begitu manis di pagi ini. Mungkin karena perasaanya


yang tengah bahagia menyambut adiknya yang akan datang. Setelah sekian lama


menunggu dan akhirnya, akhirnya dia bisa kembali berkumpul dengan adik


tersayangnya dan hidup bahagia bersama dengannya.


Dan setelah Sehan dan Velicia sarapan, Sehan segera


kebawah untuk pergi juga ke kantor. Dan tumben sekali Velicia mau ikut dengan


Sehan menumpang mobil Sehan untuk kekantornya.


**17:30PM


Sudah tiba saatnya pulang kantor, Velicia dengan


semangat segera berkemas dan pulang ke rumahnya.


Velicia sudah tau sebelumnya jika Alicia sudah ada di


rumah lebih dulu tadi jam 4, Sehan yang menjemputnya di bandara.


Dengan langkah kebahagiaan Velia melangkah menuju lift


untuk turun dan segera mencari taxi untuk pulang lebih cepat. Langkahnya


sedikit terburu karena fikirnya sudah tak sabar ingin memeluk adik tersayangnya


yang sudah kembali.


Sampai di lobi kantornya Velicia segera berlari keluar


menuju jalan raya untuk segera mencari taxi, tepat sekali baru sampainya di


trotoar depan gedung sudah ada taxi kosong meluntas. Buru-buru Velicia


melambaikan tangannya menyetop taxi itu. Dan segera masuk ke dalamnya setelah


memastikan bahwa taxi itu benat-benar kosong.


Sampailah di jalan masuk gedung apartemen, dia sudah


benar-benar tidak sabar lagi untuk segera masuk ke apartemen.


Namun langkahnya berhenti ketika dia melihat ada


sepasang kekasih seperti sedang bertengkar, tidak asing baginya untuk segera


menyenali mereka. Ingin rasanya Velicia pura-pura tidak kenal, namun ya sialnya


sepasang matanya sudah menangkap pemandangan yang seketika membuat jantungnya


seperti berhenti sejenak.


Siapalagi kalau bukan Jessica dan Hans, segera Velicia


mengingat kembali kenangannya. Iyah betul saja mereka ada disini karena Hans


punya apartemen tepat di gedung sebelah apartemennya dan kini mereka sedang


berdiri di tepi jalan besar beradu mulut sambil terlihat Jessica terus


memegangi tangan Hans yang tidak ingin membiarkan Hans pergi.


terlalu jauh mungkin jika di analogikan mereka baru saja bertemu di caffe,


mengingat mereka berdiri di depan caffe itu. Pasti yang mereka bicarakan juga


hal yang penting sebab samar terlihat ekspresi keduanya juga begitu serius.


Namun Velicia segera tersadar, dan berhenti mencari


jawaban di otaknya apa yang terjadi, Velicia menepis jauh-jauh kepeduliannya


terhadap kedua manusia itu.


Mau apa ke, itu sudah bukan urusanku. Aku punya


urusan lebih penting daripada mengurusi hidup orang lain. Sudahlah Velicia


sadarlah, mereka itu memang sudah ditakdirkan bersama. Apa yang kamu harapkan


lagi.


Velicia segera melanjutkan langkahnya yang semakin


memburu, dan mencoba melupakan apa yang barusan dia lihat. Memang benar jika


masa lalu itu sulit untuk dilupakan.


**Di dalam Apartemen Velicia


“Hai….aku datang…..” (membuka pintu)


“Kaka….” (berlari memeluk)


“Ayo kita makan malam dulu, lihat aku sudah masak.”


(Sehan menunjukan makanan di atas meja)


“Lucu ya ka, ini yang masak malah cowonya.” (Alicia


mengejek)


“Mau cowonya, mau cewenya sama saja.” (mengelus kepala


Alicia.)


Mereka bertigapun segera duduk di meja makan untuk


menikmati makanan yang sudah jadi di atas meja. Ada beberapa menu kesukaan


Alicia dan kesukaan Velicia. Sehan yang benar-benar memasaknya dengan sangat


baik.


“Huft….memang chef terbaik.”


“Kamu bisa ajah Velicia.” (Sehan malu)


“Memang ka Sehan yang terbaik makanya cocok untuk kaka


yang terbaik juga.” (Alicia polos)


Sehan dan Velicia hanya tersenyum dan saling pandang


malu mendengar perkataan Alicia yang barusan diucapkan itu.


Dan mereka menikmati makan malam bertiga sudah seperti


keluarga yang utuh. Alicia suka sekali menggoda keduanya hingga Sehan dan


Velicia menjadi malu dan salah tingkah.


Setelah makan malam, karena malam semakin larut Sehan


pun pamit untuk pulang ke rumah untuk beristirahat. Begitupun Alicia dan


velicia juga beristirahat.


“Alicia, kaka berangkat dulu ya. Kamu sama si mbo dulu


dirumah, nanti dia yang akan nemenin kamu sampai kaka pulang ya.” Ucap Velicia


pagi ini ketika dia hendak pergi ke kantor setelah menyantap sarapan bersama


dengan adiknya.


Si mbo adalah pelayan yang sengaja di kerjakan untuk


menemani Alicia dan membantu Alicia untuk segala hal. Karena Velicia belum

__ADS_1


begitu tega untuk meninggalkan Alicia sendiri di rumah, terlebih lagi Alicia


masih sangat butuh perawatan agar bisa pulih sepenuhnya.


Velicia mencium kening adiknya yang saat ini tengah


masih duduk di kursi makannya dengan cemberut tak begitu rela jika kakanya


harus pergi meninggalkannya sendiri.


“Kaka pulang jam berapa?” (cemberut)


“Jam 5an sayang. Kamu baik-baik ya sama si mbo,


beberapa hari lagi kaka libur ko.” Velicia tersenyum sembari mengusap kepala


adik tersayangnya dengan gemas melihat perangai adiknya yang menggemaskan. Hal


itulah yang membuat Velicia terus merindukan adiknya, semuanya dia dia begitu


rindu dan kini dia merasa begitu bahagia.


Veliciapun segera berangkat ke kantor dan seperti


biasanya memakai kendaraan umum utuk menuju kantornya. Meninggalkan Alicia yang


juga melihati langkah Velicia hingga tak terlihat.


**Di dalam bus.


Bus itu terlihat begitu ramai, namun syukurlah dia


masih kebagian 1 tempat duduk.


“Loh nenek.” Velicia sontak terkaget melihat


pemandangan di depannya di kursi duduk di dekat jendela sudah ada seorang yang


taka sing baginya.


“Iyah nak, kita berjodoh ya.” (tesenyum lebar)


“Nenek mau kemana?” (ramah)


“Mau ke supermarket nak. Kamu mau kerja ya?” (senyum)


“Iyah nek.” Ingin rasanya Velicia bertanya banyak hal


tapi lidahnya kelu takut menyinggung si nenek yang begitu ramah ini, nenek juga


bukan seperti nenek-nenek yang rapuh. Si nenek terlihat begitu bugar dan kuat,


juga masih terlihat cantic meskipun kerutan disana-sini.


“Ini, nenek punya sesuatu untukmu. Terimakasih


bunganya tempohari.” (memberikan)


Nenek menggapai sakunya dan memberikan sebuah sapu


tangan rajutan untuk Velicia, dengan gambar bunga mawar merah yang indah.


Benar-benar rajutan yang indah sampai Velicia tidak bisa menolaknya lagi. Velicia


menyambutnya dengan senyum sungkan namun juga begitu bahagia melihat ketulusan


nenek yang baik itu.


“Makasih ya nek, ini indah sekali.”


“Seindah kamu kan cantik.” (tersenyum)


“Iyah nek, kayanya aku akan segera turun. Nenek


baik-baik yah, hati-hati dijalan. Terimakasih banyak.” (bangkit dan membungkuk


hormat) Velicia segera bangun dari duduknya dan pamit kepada nenek, sesaat


sebelum bus berhenti di halte yang harus dia turun. Veliciapun segera turun dan


melanjutkan langkahnya menyusuri jalan trotoar menuju ke gedung kantornya.


“Hai Velicia, bisakah kita bicara sebentar?”


(mendekati dari atah depan)


Langkah Velicia terhenti begitu melihat seseorang


telah menghadang langkahnya dan berjalan mendekat ke arahnya, seorang perempuan


dengan gaun dress ketatnya yang melekat memperjelas lekuk tubuhnya yang


sempurna meliuk-liuk. Dengan rambut merah magentanya dan riasan tebal yang melekat


di wajahnya.


“Jessica.”


“Bisakan velicia?”


“Ya tentu saja.”


Mereka hanya berdiri saling berhadapan tepat di jalan


gerbang masuk gedung.


“Bisakan kamu temui aku setelah pulang kerja di caffe


dekat sini saja.”


“Bicarakan saja disini maumu apa?” (ketus)


“Velicia, aku mohon. Aku kesini hanya untuk


mengundangmu ngopi setelah pulang kerja kamu di caffe dekat sini. Aku juga


perlu bicara penting.” (memohon) Jessica menggapai tangan Velicia dan


menggenggamnya.


“Baiklah.”


“Aku tunggu kamu ya Velicia.” (senang)


“Ok.”


Apa yang direncanakan wanita ini? Kenapa dia begitu


jinak hari ini? Mungkinkah dia berubah secepat itu? Sudahlah toh aku


benar-benar sudah tidak ada apa-apa lagi dengan mereka bahkan ini yang terakhir


kali aku bertemu dengan wanita itu. Tidak lagi lain waktu.


Jessica segera pergi, dan Velicia juga segera masuk ke


lobi kantornya dan segera naik ke ruang kerjanya untuk segera menghadapi


kerjaanya yang sudah menunggunya.


Sampainya di meja kerjanya, benar saja beberapa menit


dia duduk di kursinya dan jam kerja segera dimulai. Hannie dan teman-teman


lainnya sibuk menghampiri meja Velicia memberikan pekerjaan yang harus


diselesaikan hari itu juga. Bahkan ada beberapa kali harus ke ruangan pa Henry


untuk mengurus pekerjaan.


Suasana kantor sibuk sekali, dari pagi hingga jam


makan siang sampai Velicia masih duduk di kursinya di jam makan siang. Makan


siangnya telah dibawakan oleh Hannie yang memang Velicia titip makanan untuk


dimakan di meja kerja. Melelahkan sekali, setiap teman yang ditemuinya hampir


semuanya mengeluh. Namun ya Velicia masih semangat, sepertinya memang Alicia


membawa semangat hidupnya kembali lagi seperti dulu.


Velicia juga menjadi lebih baik, dia bangkit begitu


cepat dari kesakitannya. Dia benar-benar wanita Tangguh dengan segala masalahnya.


Benar seperti apa katanya, dia hanya peduli pada adiknya saja. Selain adiknya


maka biasa saja, selama adiknya ada disisinya dan baik-baik saja maka itu sudah


cukup.


Hannie juga beberapa kali mencuri kesempatan bertanya


meskipun situasi sedang sibuk, Hannie juga nampaknya penasaran dengan kondisi


Alicia, Hannie memang perhatian pada Alicia. Hannie selalu menanyakan kondisi


terbaru Alicia, Hannie memang sahabat terbaik baginya. Makanya nanti sehabis

__ADS_1


pulang Hannie berencana untuk mein ke rumah untuk menjenguk Alicia.


__ADS_2