KONTRAK DAN TAKDIR CINTA

KONTRAK DAN TAKDIR CINTA
Kilas Balik Masalalu


__ADS_3

7


***Kilas balik Masa Lalu***


Dikamar Velicia yang nyaman itu,


Velicia baru saja menghabiskan malamnya untuk sejenak beristirahat. Dan kini


hari baru pun telah tiba, waktu untuknya beristirahat telah habis. Tiba saatnya


untuk dia memulai aktifitas yang baru di pagi ini.


Sedangkan Hans suaminya dia sedang


sibuk bisnis keluar kota dan lagi-lagi meninggalkannya seorang diri di


apartemen nya itu.


Velicia segera bergegas membersihkan


dirinya, ganti baju dan berdandan dan kemudian berangkat kerja.


Seperti biasa Velicia berangkat


bekerja menggunakan bus, haltenya tidak jauh dari lingkungan apartemennya


sehingga dia hanya perlu berjalan ke luar ke jalan raya. Suasana pagi yang


ramai, aktifitas kendaraan yang berlalu-lalang. Hiruk-pikuk suasana di kota


yang sibuk. Sesekali terdengar suara klakson bersautan yang kala itu nampaknya


orang-orang bermobil tidak sabar ingin saling mendahului sementara aktifitas


lalu lintas yang padat semua kendaraan memenuhi jalanan.


Terlihat pula ramainya pejalan kaki


yang menggunakan fasilitas umum, dan beramai-ramai menyebrangi jalanan


bergantian. Suasana kota yang hingar binger memang kadang membuat pusing


kepala, tetapi juga membuat segalanya menjadi lebih mudah.


Sesaat setelah melewati hiruk-pikuk


jalanan kota kini Veliciapun telah sampai di halte gedung kantornya, dan dia


pun segera bergegas untuk turun dari bus.


“Velicia.” Suara seorang laki-laki


yang kini menggenggam pergelangan tangan Velicia dari belakang, dan sontak saja


Velicia menoleh dan suaranya terasa tidak asing baginya. Velicia yang segera


mengenali suara itu.


“Ka Sehan.” Velicia kini tertegun,


sekaligus sedih dan bahagia bercampur menjadi satu. Betapa tidak setelah sekian


lamanya akhirnya dia bertemu kembali dengan Sehan, yang beberapa waktu ini


hanya mengiriminya pesan dan hari ini berhadapan langsung dengannya.


“Apa kamu ada waktu? Aku ingin kita


bicara.” Sehan yang dengan tatapan penuh harapan, harapannya agar Velicia tidak


menolaknya dan mereka saling bertatapan mata. Ada kenangan yang tersisa di mata


Velicia, juga ada banyak cinta pada mata Sehan yang terpancar biru itu.


“Tapi aku harus kerja sekarang,


mungkin setelah pulang kerja baru bisa.” Suara Velicia yang kini merapuh


menahan sakit yang mencoba keluar dari hatinya.


“Baiklah, aku akan menunggu kamu jam


5 sore disini.” Sehan dengan penuh semangat dan harapan.


“Baik, aku harus pergi dulu. Sampai


nanti ka Sehan.” Velicia berlalu dan tangannya menahan dadanya yang terasa semakin


sesak. Velicia berlalu tanpa menoleh lagi dia terus berjalan maju tanpa henti


hingga dia menghilang dari pandangan Sehan yang terus tertuju pada nya.


Dihati Velicia yang juga ada Hans


saat ini, namun juga tidak bisa begitu saja lupa pada Sehan, Kenyataanya


Sehanlah yang sudah 10 tahun ada dihatinya. Sehanlah yang setiap saat ada di


sisinya setiap waktu dikala itu. Bila dilihat lagi Hans ada dihatinya karena


sebuah ikatan pernikahan yang membuatnya menjadi sering bertemu akhir-akhir ini


dan merasa saling bergantung satu dan yang lain. Terlebih lagi Hans lah yang


telah membantunya menyembuhkan adiknya. Dimana Sehan pada waktu itu? Tapi ya


ini seperti tidak adil bagi kedua laki-laki itu bisa Velicia memilih diantara


mereka. Namun juga dia tidak bisa melupakan Sehan begitu saja, dan melupakan


jasa Hans pun tidak bisa, Hans adalah suaminya sekarang.


**Dikantor


Suasana kantor yang seperti biasanya,


sangat sibuk. Mereja yang sibuk mengerjakan bagiannya masing-masing.


“Hei….melamun ajah. Ada apa?” Hannie


yang datang menghampiri mengagetkan lamunan Velicia.


“Kamu yah.” Velicia dengan tidak


bersemangat.


“Kenapa sih, ini berkas-berkas


kerjaanmu.” Hannie menyerahkan satu gepok kertas-kertas.


“Gapapa, makasih yah. Banyak banget


kerjaan.” Velicia mengeluh


“Aku buatin kopi ya, biar semangat.”


Hannie lagi berusaha menghibur dan pergi ke dapur membuat kopi.


Beberapa menit berlalu, Hannie pun


kembali dengan satu cangkir kopi di tangannya dan datang menghampiri Velicia


yang masih sibuk menatapi komputernya dengan sesekali melihat ke kertas-kertas


di hadapannya itu.


“Ada apa sih Vel, ini kopimu dan


segera ceritakan.” Hannie memberikan gelas kopinya dan Velicia segera menyambut


mengambil gelas kopi itu.


“Sehan ngajakin aku bertemu.” Tanpa


basa-basi dan terus fokus pada kerjaanya Velicia menceritakan.


“Loh bagus dong akhirnya kan.” Hannie


antusias


“Masalahnya aku adalah istri orang


sekarang.” Velicia dengan nada biasanya.


“Yah kan Cuma bertemu apa salahnya?”

__ADS_1


Hannie terlihat bingung.


“Betul juga ya. Ini gak termasuk


selingkuh kan?” Velicia bertanya penuh semangat sekarang.


“Tentu saja tidak, bukannya kamu dan


Sehan tidak ada hubungan? Dan lagi kamu dan Hans hanya menikah kontrak. Atau


jangan-jangan kamu dan Hans sudah membuat perjanjian lain?” Hannie menyelidik.


“Kamu benar, aku dan Hans sudah


saling mencintai dan kami suami istri.” Velicia polos.


“Hahaha…. Aku tau sekarang. Huft…


Percintaanmu begitu rumit. Sudahlah lakukan apa yang menurutmu benar saja ikuti


kata hatimu sayangku.” Hannie yang selalu mengerti sahabatnya itu.


“Kamu yang terbaik.” Velicia memeluk


erat Hannie.


“Hei, lepaskan semua orang bisa salah


paham dengan sikapmu. Aku ini udah jomblo sejak lama tega kamu membuat imag ku


buruk dengan pelukanmu itu?” Hannie marah dan seperti biasa mengomel tanpa henti.


“Aih…..kamu ini sahabatku atau ibu ku


sih. Cerewet sekali. Pergilah sana, kerjaanku tidak akan beres jika kamu disini


untuk mengobrol.” Velicia tak kalah geramnya.


“Baiklah aku pergi, kerjakan


pekerjaanmu dengan baik.” Hennie pergi meninggalkan meja Velicia.


Velicia mengerjakan pekerjaanya


dengan baik, dan menyelesaikannya sampai jam pulang tiba.


17:30 waktu pulang kantorpun telah


tiba, seperti yang Sehan janjikan dia sudah menunggu di depan gedung kantor


dengan moilnya, Sehan yang tengah bersandar dengan gagahnya di pintu mobilnya


dengan kaki jenjangnya dan juga jas setelan rapih yang masih menempel indah di


tubuhnya melukiskan jelas lengkuk tubuhnya yang proporsional bak model.


Wajahnya yang maskulin dengan garis-garis wajah yang menonjol, matanya yang


biru dan bersinar seperti lautan, bibirnya yang tipis namun juga terlihat


begitu sexi, membuat setiap mata tertuju padanya. Seketika jam pulang kerja


menjadi begitu ramai dengan gosip para wanita yang berbisik-bisik mengagumi


pemandangan yang indah itu.


Matahari belum terbenam sempurna,


masih terlihat jelas pemandangan itu, laki-laki tampan dengan mobil BMW


hitamnya yang mengkilat itu.


“Ka Sehan.” Velicia melangkah


menghampiri Sehan yang tengah tersenyum ke arahnya dengan tatapan penuh cinta.


“Hai, ayo masuk.” Sehan segera


membukaan pintu mobilnya untuk Velicia.


Didalam mobil suasanyanya agak


sedikit canggung, Velicia yang nampak sedikit canggung dan hanya terdiam di jok


itu juga terus fokus menyetir dan sesekali melihat ke arah Velicia dan


tersenyum.


“Kamu apa kabar Chiaku.” Sehan yang


sengaja memanggilnya dengan panggilan kesayangannya dulu, Chiaku yang berarti


cinta ku, Velicia cinta ku maksud dari panggilan itu.


“Ka.” Velicia tertegun dan tidak


dapat berbicara apapun mendengar nama panggilan yang spesial itu.


“Aku ingat dulu, kamu begitu cengeng


dan cerewet sekali. Sampai membuatku pusing, saat itu kamu seperti adik


kandungku yang selalu menempel padaku. Sampai teman-temanku juga berfikir kamu


ini adikku. Aku sangat marah saat itu, karena aku tidak ingin menjadi kaka dari


siapapun. Hahaha,,, masa-masa itu lucu sekali.” Sehan mencoba mengenang masa


lalu dan berbicara sambil tetap fokus pada kemuinya.


“Aku ingat semua, aku juga ingat saat


ka Sehan tiba-tiba pergi tanpa bilang apapun.” Velicia dengan sedihnya dan


menunduk.


“Aku jahat sekali kan padamu.” Kini


suara Sehan melemah namun dia berkata sambil tersenyum getir.


“Iyah, aku berfikir kaka lah yang


paling jahat padaku.” Velicia masih menunduk.


“Aku akan mengajak kamu ke caffe.


Caffe yang dulu sering kita datangi pas aku kuliah dan kamu dulu masih SMA


yah.” Sehan ceria kembali.


“Aku sudah lama sekali tidak kesana.”


Velicia berubah menjadi tak sedih lagi.


Sehan terus mengemudikan mobilnya dan


Velicia hanya melihati pemandangan dari jendela mobil itu, pemandangan yang


tetap sama seperti dulu dan hanya ada sedikit perubahan saja.


Perbedaan umur Sehan dan Velicia


adalah 5 tahun, saat dulu Sehan dan Velicia saling tau perasaan masing-masing


adalah saat sehan kuliahnya hampir selesai dan Velicia baru masuk SMA dan caffe


yang mereka sering kunjungi untuk menikmati masa-masa indah adalah caffe dekat


sekolah Velicia dulu. Dulu memang Sehan yang selalu menjemput Velicia pulang


dan sebelum pulang mereka mampir ke caffe itu.


Jadi mereka memang sudah lama sekali


saling kenal 1 dan lainnya, berawal dari saat Sehan SMA dia adalah tetangga


Velicia, dan karena tetangga dan ibu mereka berhubungan baik maka kedua anak


ini juga sering bertemu. Sehan yang saat itu adalah seorang remaja dan Velicia


yang saat itu juga adalah masih anak-anak. Velicia yang saat itu sering


diganggu anak-anak komplek dan hanya bisa menangis. Dan Sehanlah yang selalu


menolongnya untuk menghadapi anak-anak koplek yang nakal itu.

__ADS_1


Hingga Velicia menjadi tergantung


padanya dan menempel setiap saat pada Sehan, namun karena sifat Sehan yang


dingin juga sangat tidak mau punya adik maka dia tidak mau jika Velicia


dianggap sebagai adiknya namun juga timbul perasaan Sehan harus selalu


melindungi Velicia. Hingga waktu berjalan seperti semestinya, hubungan mereka


semakin dekat dan Sehan juga sudah terbiasa akan kehadiran Velicia.


Hingga saan Sehan masuk kuliah, Sehan


harus pindah karena kedua orang tuanya berpisah. Namun perpindahan Sehan tidak


menghalangi cintanya pada Velicia, hingga setiap hari Sehan curi-curi waktu


tetap bertemu Velicia, sampai pada saat Sehan kuliah, Sehan baru menyadari jika


dia telah jatuh cinta pada Velicia, dan Veliciapun sama juga mencintai Sehan.


Hingga merekapun semakin dekat menjalani cinta sebagai pasangan. Dang serig


jalan bersama menjadi seorang kekasih. Sehan sangat mencintai Velicia dan


Velicia juga sangat mencintai Sehan.


Tahun berganti tahun saat dimana


Sehan sudah bekerja di tahun itu Sehan tiba-tiba menghilang tanpa jejak,


meskipun masih ada beberapa kabar dari Sehan yang bilang dia baik-baik saja,


yang sebelumnya dia masih dapat dihubungi dan akhirnya Velicia kehilangan


kontak penuh selama 1 tahun, dalam kurun waktu 1 tahun itu Velicia sangat sedih,


dan banyak sekali yang terjadi di tahun itu. Hingga dia kehilangan segalanya


dan harus berjuang untuk menyelamatkan adiknya.


**Caffe Drink


“Masih sama ya tempatnya seperti


dulu.” Velicia menyelidik mengitari seluruh ruangan caffe itu.


“Apa kamu juga masih sama?” Sehan


tiba-tiba


“Jelas kita sudah berbeda.” Velicia


tegas.


“Aku masih berharap ada sedikit celah


yang sama.” Sehan tersenyum.


“Jangan mengharap yang belum tentu


bisa diharapkan.” Velicia ketus.


“Berharap itu manusiawi Chiaku. Ayo,


pesanlah yang kamu mau.” Memberikan buku menu.


“Terserah kamu saja.” Velicia kesal.


“Kamu sudah umur 24 tapi masih


seperti anak-anak saja. Masih suka ngambek.” Sehan mengejek.


“Ka Sehan bukannya kamu sudah umur 30


ya? Tapi kamu masih suka mengejek.” Velicia membalas dengan kesal.


“Kamu seperti kucing yang ingin makan


jika marah.” Sehan tersenyum


“Aku benci kamu ka.” Velicia ngambek.


“Chiaku, aku akan selalu menjagamu


mulai sekarang, jika tidak bisa menjadi kekasih maka menjadi kaka aku pun tidak


keberatan.” Sehan menggapai tangan Velicia dan menggenggamnya.


“Kaka.” Velicia terharu dengan ucapan


Sehan.


“Cintaku dan sayangku padamu masih


sama tidak pernah berkurang. Dan aku berjanji padamu aku akan selalu ada mulai


saat ini untukmu dan kamu berjanjilah untuk selalu datang padaku saat kamu


kesulitan.” Sehan serius dan matanya berkaca.


“Iyah ka, aku berjanji.” Velicia


segera mengangguk dan mengiyakan.


“Kamu adikku sekarang kan.” Sehan


menegaskan


“Iyah ka.” Velicia setuju.


Velicia, sayang sekali aku berbuat


kesalahan fatal yang membuat kamu tak lagi jadi milikku. Namun ku tau cintamu


juga masih ada walau sedikit untukku. Ya aku harus berusaha membuatmu jatuh


cinta lagi untuk yang ke 2x nya denganku. Namun cukup saja kamu menjadikanku


sebagai sandaranmu sudah lebih daripada cukup untukku. Aku selalu mencintaimu


Velicia. Dalam


hati Sehan masih berkecambuk rasa bersalahnya yang terus menghantuinya juga


rasa cintanya yang setiap saat meluap ingin keluar.


Ka Sehan, aku tau ini tak adil


bagimu. Tapi mungkin dengan kamu menjadi kaka ku kembali maka hubungan kita


akan terus dekat. Takdir yang telah menentukan jika kita memang tidak


ditakdirkan untuk bersama. Ka Sehan, aku menyayangimu dulu dan sekarang masih


sama. Mungkin takdir memang menyatukan kita sebagai kaka dan adik saja. Velicia dalam hatinya yang sudah ada


Hans namun juga ada sehan yang kini dia anggap sebagai kaka.


“Sudah larut malam ka. Aku sudah


harus pulang ke rumah.” Velicia merapikan handpone nya memasukkannya kedalam


tas dan bersiap-siap meninggalkan caffe itu.


“Aku antar kamu pulang ya.” Sehan pun


segera bangkit dari duduknya.


“Baiklah.” Mereka berdua jalan bergandengan


tangan. Sekarang gandengan tangan itu hanyalah bergandengan sebatas teman dan


adik kaka.


Sehan mengantar Velicia pulang ke


apartemen, dan Sehan hanya mengantarnya sampai lobi apartemen. Lalu membiarkan


Velicia masuk sendiri dan Sehanpun pergi pulang ke rumahnya.


Begitupun Velicia yang juga memasuki


lift dan menuju ke apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2