KONTRAK DAN TAKDIR CINTA

KONTRAK DAN TAKDIR CINTA
Datang Terlalu Awal


__ADS_3

13


***Datang Terlalu Awal***


Kontrak pernikahan dan pembatalan kontrak yang semula


Velicia fikir adalah takdirnya dan bahkan sempat berfikir jika itu adalah awal


yang indah untuk dirinya, kini hilang musnah. Hancur lebur hancur bersama


dengan cintanya, hatinya yang entah bagaimana lagi bisa diperbaiki. Pernikahan


yang terlalu dini untuk diakhiri itu kini memang sudah tidak dapat untuk


diperbaiki lagi. Bukan tidak dapat, tetapi Velicia memilih untuk mengakhirinya


dan sudah tidak mau lagi merasakan mungkin aka nada rasa sakit, rasa sakit yang


lain nantinya.


1 minggu sudah setelah kejadian yang memilukan itu,


jika diingatnya saja rasanya sangat menyayat-nyayat hati, Hans yang terus


mencoba mencari Velicia di kantornya, dan dia terus datang meminta maaf. Dan


juga Jessica yang sekali lagi mengajaknya bertemu hari ini, dan entah akan


berbicara apa lagi dengan apa yang sudah terjadi seminggu yang lalu.


Pernikahan yang hanya 4 bulan, perasaan cinta yang


mungkin diputuskan terlalu dini, perasaan yakin saling mengenal baik yang


diputuskan juga terlalu dini. Sialnya semua memang benar-benar tidak berarti.


Velicia sudah bersiap untuk pergi siang ini, hati


libur yang telah dinantinya kini akan terbuang sia-sia baginya, bagaimana tidak


karena hari ini adalah hari dimana Jessica mengajaknya bertemu.


“Kamu tidak apa-apa nanti bertemu dengannya?” Sehan


menanyakan dengan penuh perasaan cemas.


Sebelum pergi Velicia makan siang bersama dengan Sehan


dimeja makan, Sehan yang pandai sekali memasak sudah menyiapkan masakannya


sejak tadi. Dihari libur begini Sehan sengaja meluangkan waktu menyiapkan


masakan untuk Velicia.


“Kaka ini, memangnya aku ini mau bertemu dengan


monster apa sampai begitu cemas.” Velicia yang melihat wajah cemas Sehan


langsung terkekeh.


“Aku….aku hanya takut jika kamu bersedih lagi. Apa aku


harus ikut denganmu?” Sehan malah semakin cemas.


“Ka, percayalah aku sudah sangat baik-baik saja. Aku


inikan kuat.” Velicia menggenggam tangan Sehan agar Sehan tidak


mengkhawatirkannya lagi.


Bagaimana aku bisa percaya padamu sih Vel, beberapa


waktu lalu hatiku begitu sakit melihat kamu hancur dan tersakiti seperti itu.


Aku tak akan biarkan siapapun menyakitimu mulai saat ini, aku akan pastikan


kamu bahagia setiap saat. Dalam


hati sehan, dalam hati yang terdalamnya selalu aka nada Velicia.


“Baiklah manisku, pergilah setelah makananmu habis ya.


Mana boleh sih kamu begitu kurus begitu, mulai sekarang aku akan masakkan kamu


agar kamu jadi gemuk.” Sehan menyubit pipi Velicia dengan gemas.


“Aih kaka, kenapa sekarang kamu begitu banyak waktu


luangkah untuk mengurusi makananku? Aku fikir kaka ini adalah CEO perusahaan,


tentu saja sangat sibuk bukan?” Velicia menggoda sehan dengan wajah penuh


keberatan ketika Sehan terlalu memerhatikannya.


“Aku selalu ada waktu, apalagi untukmu.” Sehan menjawab


dengan santai.


“Tapi masakanmu benar-benar enak ka, sejak kapan kamu


bisa masak?” Velicia bertanya dengan penasaran.


“Aku belajar saat dulu di luar negeri, dan saat dulu


aku meninggalkanmu.” Sehan tiba-tiba saja wajahnya menjadi muram. Velicia yang


melihatnya langsung menghentikan aktifitas makannya dan menggenggam erat tangan


Sehan.


“Ka, lain waktu kaka bisa menjelaskannya padaku. Dan


pasti aku akan selalu percaya pada kaka.” Velicia berkata dengan lembut dan


Sehan pun tersenyum tipis memandangi Velicia dan melanjutkan makannya.


Selesai makan siang Velicia segera pergi memenuhi


janjinya yang akan datang menemui Jessica.


“Aku pergi ya ka.” Jessica pamit dan bergegas keluar


dari rumah Sehan.


“Hati-hati dijalan, ingat hubungi aku jika terjadi


sesuatu.” Mengkhawatirkan.


“Oke.”


Velicia pergi berjalan kaki menuju halte bus yang tak


jauh dari rumah itu.


**Di caffe.

__ADS_1


Dicaffe yang sesuai perjanjian, caffe yang terletah di


pusat kota di sebuah daerah perbelanjaan. Caffe yang bergaya bangunan kuno


dengan tembok dominan warna mocca itu. Caffe dengan ucapan selamat datang pada


pintunya dan tertulis ‘LD caffe’. Tempat itu tak begitu ramai, hanya ada


beberapa orang yang sedang duduk yang terlihat di kaca depan yang lebar itu.


Velicia masuk ke dalam dan segera mengedarkan


pandangannya kesekeliling ruangn yang tidak begitu luas itu hingga terdegar


suara seorang wanita memanggilnya.


“Velicia, disini.” Jessica yang duduk langsung


melambaikan tangan dan berdiri memanggil Velicia. Velicia yang melihat segera menghampirinya


dengan langkah yang cepat.


“Langsung saja katakana maksudmu menyuruhku datang


kesini, aku sibuk.” Velicia langsung duduk di kursi depan Jessica dan


menangkupkan tangannya dan berkata dengan nada angkuhnya penuh dengan


kebencian.


“Ayolah, kita ini kan baru bertemu loh setelah sekian


lama. Aku akan mentraktirmu segelas kopi dulu ya.” Dengan penuh keramahan yang


dibuat-buat tanpa rasa bersalah.


“Jessica, aku sangat jijik melihat sikapmu yang


seperti ini.” Velicia berkata terus terang.


“Aku tau, maafkan aku teman. Kamu yang merebutnya


dariku, harusnya aku yang marah padamu. Lagian awalnya kamu hanyalah istri


kontraknya, kenapa kamu begitu marah padaku? Ayolah aku dan Hans hanya


menjalani hubungan kami yang belum usai.” Jessica dengan percaya dirinya dan


tau malunya dia berkata dengan nada santai.


“Benar juga apa yang kamu bicarakan barusan. Aku hanya


jijik melihat kelicikan kalian. Hahaha, sedikitpun aku tidak marah tuh, itu


terserah kalian jika ingin bersama sekalipun bukan? Apa urusannya dengan ku


saat ini? Jadi kamu repot-repot mengundangku kesini untuk menceritakan kisah


cinta tertunda kalian kah?” Velicia saat ini benar-benar muak dengan semua ini.


Aku bahkan lupa yah jika mereka adalah kekasih


dulunya, hahah Velicia kali ini kau bodoh sekali lagi.Velicia menggerutu dalam hati.


“Tidak, aku mana tega membuatmu sedih lagi jika kamu


tau kisah cinta kami dulu sangat bahagia. Yah yang kamu lihat tempo hari di


apartemen itu bukanlah kali pertama loh. Sejak kami bertemu kembali dia bilang,


dia merindukanku dan yah di rumahku kan hanya aku dan dia saja toh kami juga


membuat Velicia benci dengan Hans, meskipun memang apa yang dia ucapkan


beberapa ada yang benar.


Jessica mulai mengingat malam itu,


Ketika Hans mengantarnya pulang dengan bujukan Velicia


juga, di rumah Jessica dia berhasil merayu Hans dan membuat Hans mengenang


kenangannya dulu dan saat itu Hans terbang mengingat kenangan indahnya dulu dan


dia juga berambisi mendapatkan apa yang dia belum dapatkan dulu yaitu cinta


Jessica sepenuhnya. Hingga malam yang singkat itu terjadi, Jessica berhasil


menjerat Hans dengannya dan memainkan trik kisah cinta masa lalunya dengan Hans


hingga malam itu Hans jatuh ke perangkapnya dan lalu Hans saat itu sangat


menyesal setelahnya namun juga dia bimbang ketika melihat wajah Jessica yang


terus juga terbayang. Apalagi dengan sakit Jessica yang membuatnya tidak mampu


berbuat apa-apa.


“Baguslah, kalian akhirnya bersama kembali. Pasangan


yang sungguh sempurna, aku juga bahagia untuk kalian.” Velicia menelan ludahnya


menelan kepahitan yang dia dengarkan mencoba bicara setenang mungkin.


“Karena kamu istri sahnya saat ini, dan perceraian


kalian belum terjadi maka itu akan menghambat hubungan kami. Hans tidak mungkin


menceraikanmu duluan karena Hans itu punya banyak belas kasihan.” Ucapan


Jessica semakin menyulut kemarahan.


“Bilang saja sejujurnya jika Hans juga mencintaiku


makanya dia tidak mau juga menandatangi surat perceraian itu. Daripada kamu buang


waktumu mentraktir segelas kopi untukku lebih baik kamu bujuk lelakimu itu


untuk segera menandatangi surat cerai. Atau jangan-jangan dia juga tidak bilang


ya jika surat cerai itu sudah aku kirimkan padanya 3 hari lalu.” Velicia


mengatakan dengan penuh ketenangan sambil sesekali meneguk cangkir kopinya.


Sial, wanita jalang ini. Hans juga kenapa aku tidak


tau itu, aku jadi malu karena jalang ini.Jessica kesal.


“Baiklah Jessica, aku pergi dulu dan kamu perlu tau


jika aku sudah menganggap Hans adalah mantan suamiku. Dan selanjutnya


perceraian akan segera berlangsung ketika Hans tanda tangan dan tugas kamu ya


membuat semuanya menjadi mudah kan.” Velicia berdiri dan pergi begitu saja

__ADS_1


meninggalkan Jessica yang masih dengan wajah kesalnya duduk terdiam.


Velicia berjalan menyusuri jalanan pertokoan yang


begitu ramai, hatinya tak lagi sesakit dulu dan air matanya juga tak ingin dia


teteskan setetespun. Dia berjalan menuju sebuah taman kecil diujung jalananan


pertokoan itu dan duduk di tempat duduk taman itu memandangi anak-anak kecil


yang dengan riangnya berlarian kesana kemari.


Aku tau jika wanita itu sebagian besar mengada-ngada


dengan hubungannya yang sekarang dengan Hans. Namun aku juga tau jika kebenaran


Hans 2x tidur dengannya adalah benar adanya, dengan 1x aku melihatnya sendiri


mana bisa aku tidak percaya dengan penglihatanku sendiri. Mengenai cinta Hans


yang masih ada untuk dirinyapun aku percaya, itu sangat terlihat jelas


dimatanya. Mengingat Anton pernah menceritakan mengenai ini sebelumnya,


sebenarnya aku juga mencintainya. Tapi entah rasanya begitu menyakitkan untukku


terus bersama dengannya, aku memilih mengahiri segalanya ini karena ini belum


terlambat. Sebelum aku jatuh cinta terlalu dalam dan itu nantinya akan


membuatku semakin sakit saat terus dihadapkan situasi ini. Lagipula, Hans


terlihat bimbang dengan dirinya sendiri mana mungkin aku akan terus bersandar


pada orang yang dia sendiri ragu. Tidak, keputusan cerai adalah yang terbaik.


Kalaupun memang kita berjodoh mungkin kita akan bertemu kembali kan. Pernikahan


ini awalnya adalah kesalahan. Velicia


hanya mengungkapkan isi hatinya tanpa terucapkan. Pandangannya masih tertuju


kepada pengunjung taman lainnya yang mulai berdatangan ramai sekali.


“Ayo pulang, sedang apa kamu disini?” Suara yang tak


asing dari belakang tempat Velicia duduk dan menyentuh bahunya dari belakang


memekikkan lamunan Velicia.


“Ka Sehan? Ko bisa disini?” Velicia berdiri sepontan


melihat kebelakang dan matanya langsung terbelalak kaget melihat Sehan yang


dengan setelan kaos dan celana jeansnya dengan kerennya datang menemukannya.


“Aku khawatir dan mengikutimu, maafkan aku tapi aku


sungguh khawatir padamu.” Sehan mendekat pada Velicia yang masih terkager


dengan ucapan Sehan dan matanya mulai berkaca-kaca.


“Ka! Terimakasih.” Velicia memeluk Sehan erat-erat dan


dia menangis dalam pelukan Sehan membuat baju Sehan basah karena air matanya.


Velicia merasakan detak jantung Sehan yang begitu damai dan menenangkan sekali


baginya.


“Berhentilah menangis, atau nanti matamu akan bengkak


dan terlihat jelek.” Sehan mencoba menghibur mengelus rambut Velicia dengan


penuh kasih.


“Ap ajika aku jelek kamu tidak suka ka?” Velicia


mengangkat kepalanya mendongak ke arah wajah sehan yang sesaat ini mereka


saling berpandangan dengan masih melingkarkan tangan ke pinggul masing-masing.


“Aku akan tetap suka padamu, bahkan jika kamu keriput


sekalipun.” Sehan memandang wajah Velicia dalam hingga terbesit ingin sekali


mencium bibir bungilnya itu.


“Bagaimana mungkin, kamu kan akan menikah nanti. Apa


kamu juga akan menyukai adikmu juga saat ada kekasihmu?” Velicia mengucapkannya


dengan polos.


“Aku tidak ingin menikahi wanita lain.” Ucap Sehan


rilih tak terdengar. Sehan melepaskan pelukannya dan diam sejenak.


“Ayo cepat pulang atau nanti kamu akan telat makan malam.”


Sambung Sehan menarik tangan Velicia, Velicia segera mengikuti langkah Sehan.


Kenapa aku harus ada di posisi begini? Apa dia akan


mengira aku benar-benar mau menjadi kakanya? Aku kemarin bicara begitu kan


karena tidak mau jauh darinya. Sial, malah aku terjebak dalam situasi ini.


Bahkan dia malah berfikir aku akan menikahi wanita lain, jelas-jelas aku bilang


padanya aku akan menyukainya hingga dia keriput. Apa kode itu tidak juga jelas


untuknya? Bagaimana mungkin dia jadi sebodoh ini sejak bersama Hans. Gadis


bodoh. Di dalam mobil Sehan


menggerutu dalam hatinya dan wajahnyapun penuh dengan kekesalan.


Ka Sehan, apa kamu marah dengan ucapanku barusan?


Maaf ya ka aku ini bodoh tidak menanggapi kode darimu. Aku hanya belum siap


saja dan tidak ingin menjadikan kamu sebagai pengganti dalam hatiku. Kamu sudah


sebaik ini padaku, dulu aku sangat mencintaimu dan kini aku menganggapmu sama


seperti dulu aku kecil sebagai kaka ku. Velicia hanya diam dan hanya membatin dalam hatinya.


Velicia ingat betul semua yang telah Sehan lakukan


sangat banyak sekali sampai mungkin dia tidak bisa menghitungnya satu-satu. Belasan


tahun sudah terlewati mengenal sehan adalah waktu yang sangat banyak dilalui


bersama kala itu. Namun situasinya kali ini adalah berbeda, hati dan perasaanya

__ADS_1


telah meninggalkan kenangan Sehan dan hanya kenangan. Tidak tau nanti takdir


akan membawa mereka kemana.


__ADS_2