
13
***Datang Terlalu Awal***
Kontrak pernikahan dan pembatalan kontrak yang semula
Velicia fikir adalah takdirnya dan bahkan sempat berfikir jika itu adalah awal
yang indah untuk dirinya, kini hilang musnah. Hancur lebur hancur bersama
dengan cintanya, hatinya yang entah bagaimana lagi bisa diperbaiki. Pernikahan
yang terlalu dini untuk diakhiri itu kini memang sudah tidak dapat untuk
diperbaiki lagi. Bukan tidak dapat, tetapi Velicia memilih untuk mengakhirinya
dan sudah tidak mau lagi merasakan mungkin aka nada rasa sakit, rasa sakit yang
lain nantinya.
1 minggu sudah setelah kejadian yang memilukan itu,
jika diingatnya saja rasanya sangat menyayat-nyayat hati, Hans yang terus
mencoba mencari Velicia di kantornya, dan dia terus datang meminta maaf. Dan
juga Jessica yang sekali lagi mengajaknya bertemu hari ini, dan entah akan
berbicara apa lagi dengan apa yang sudah terjadi seminggu yang lalu.
Pernikahan yang hanya 4 bulan, perasaan cinta yang
mungkin diputuskan terlalu dini, perasaan yakin saling mengenal baik yang
diputuskan juga terlalu dini. Sialnya semua memang benar-benar tidak berarti.
Velicia sudah bersiap untuk pergi siang ini, hati
libur yang telah dinantinya kini akan terbuang sia-sia baginya, bagaimana tidak
karena hari ini adalah hari dimana Jessica mengajaknya bertemu.
“Kamu tidak apa-apa nanti bertemu dengannya?” Sehan
menanyakan dengan penuh perasaan cemas.
Sebelum pergi Velicia makan siang bersama dengan Sehan
dimeja makan, Sehan yang pandai sekali memasak sudah menyiapkan masakannya
sejak tadi. Dihari libur begini Sehan sengaja meluangkan waktu menyiapkan
masakan untuk Velicia.
“Kaka ini, memangnya aku ini mau bertemu dengan
monster apa sampai begitu cemas.” Velicia yang melihat wajah cemas Sehan
langsung terkekeh.
“Aku….aku hanya takut jika kamu bersedih lagi. Apa aku
harus ikut denganmu?” Sehan malah semakin cemas.
“Ka, percayalah aku sudah sangat baik-baik saja. Aku
inikan kuat.” Velicia menggenggam tangan Sehan agar Sehan tidak
mengkhawatirkannya lagi.
Bagaimana aku bisa percaya padamu sih Vel, beberapa
waktu lalu hatiku begitu sakit melihat kamu hancur dan tersakiti seperti itu.
Aku tak akan biarkan siapapun menyakitimu mulai saat ini, aku akan pastikan
kamu bahagia setiap saat. Dalam
hati sehan, dalam hati yang terdalamnya selalu aka nada Velicia.
“Baiklah manisku, pergilah setelah makananmu habis ya.
Mana boleh sih kamu begitu kurus begitu, mulai sekarang aku akan masakkan kamu
agar kamu jadi gemuk.” Sehan menyubit pipi Velicia dengan gemas.
“Aih kaka, kenapa sekarang kamu begitu banyak waktu
luangkah untuk mengurusi makananku? Aku fikir kaka ini adalah CEO perusahaan,
tentu saja sangat sibuk bukan?” Velicia menggoda sehan dengan wajah penuh
keberatan ketika Sehan terlalu memerhatikannya.
“Aku selalu ada waktu, apalagi untukmu.” Sehan menjawab
dengan santai.
“Tapi masakanmu benar-benar enak ka, sejak kapan kamu
bisa masak?” Velicia bertanya dengan penasaran.
“Aku belajar saat dulu di luar negeri, dan saat dulu
aku meninggalkanmu.” Sehan tiba-tiba saja wajahnya menjadi muram. Velicia yang
melihatnya langsung menghentikan aktifitas makannya dan menggenggam erat tangan
Sehan.
“Ka, lain waktu kaka bisa menjelaskannya padaku. Dan
pasti aku akan selalu percaya pada kaka.” Velicia berkata dengan lembut dan
Sehan pun tersenyum tipis memandangi Velicia dan melanjutkan makannya.
Selesai makan siang Velicia segera pergi memenuhi
janjinya yang akan datang menemui Jessica.
“Aku pergi ya ka.” Jessica pamit dan bergegas keluar
dari rumah Sehan.
“Hati-hati dijalan, ingat hubungi aku jika terjadi
sesuatu.” Mengkhawatirkan.
“Oke.”
Velicia pergi berjalan kaki menuju halte bus yang tak
jauh dari rumah itu.
**Di caffe.
__ADS_1
Dicaffe yang sesuai perjanjian, caffe yang terletah di
pusat kota di sebuah daerah perbelanjaan. Caffe yang bergaya bangunan kuno
dengan tembok dominan warna mocca itu. Caffe dengan ucapan selamat datang pada
pintunya dan tertulis ‘LD caffe’. Tempat itu tak begitu ramai, hanya ada
beberapa orang yang sedang duduk yang terlihat di kaca depan yang lebar itu.
Velicia masuk ke dalam dan segera mengedarkan
pandangannya kesekeliling ruangn yang tidak begitu luas itu hingga terdegar
suara seorang wanita memanggilnya.
“Velicia, disini.” Jessica yang duduk langsung
melambaikan tangan dan berdiri memanggil Velicia. Velicia yang melihat segera menghampirinya
dengan langkah yang cepat.
“Langsung saja katakana maksudmu menyuruhku datang
kesini, aku sibuk.” Velicia langsung duduk di kursi depan Jessica dan
menangkupkan tangannya dan berkata dengan nada angkuhnya penuh dengan
kebencian.
“Ayolah, kita ini kan baru bertemu loh setelah sekian
lama. Aku akan mentraktirmu segelas kopi dulu ya.” Dengan penuh keramahan yang
dibuat-buat tanpa rasa bersalah.
“Jessica, aku sangat jijik melihat sikapmu yang
seperti ini.” Velicia berkata terus terang.
“Aku tau, maafkan aku teman. Kamu yang merebutnya
dariku, harusnya aku yang marah padamu. Lagian awalnya kamu hanyalah istri
kontraknya, kenapa kamu begitu marah padaku? Ayolah aku dan Hans hanya
menjalani hubungan kami yang belum usai.” Jessica dengan percaya dirinya dan
tau malunya dia berkata dengan nada santai.
“Benar juga apa yang kamu bicarakan barusan. Aku hanya
jijik melihat kelicikan kalian. Hahaha, sedikitpun aku tidak marah tuh, itu
terserah kalian jika ingin bersama sekalipun bukan? Apa urusannya dengan ku
saat ini? Jadi kamu repot-repot mengundangku kesini untuk menceritakan kisah
cinta tertunda kalian kah?” Velicia saat ini benar-benar muak dengan semua ini.
Aku bahkan lupa yah jika mereka adalah kekasih
dulunya, hahah Velicia kali ini kau bodoh sekali lagi.Velicia menggerutu dalam hati.
“Tidak, aku mana tega membuatmu sedih lagi jika kamu
tau kisah cinta kami dulu sangat bahagia. Yah yang kamu lihat tempo hari di
apartemen itu bukanlah kali pertama loh. Sejak kami bertemu kembali dia bilang,
dia merindukanku dan yah di rumahku kan hanya aku dan dia saja toh kami juga
membuat Velicia benci dengan Hans, meskipun memang apa yang dia ucapkan
beberapa ada yang benar.
Jessica mulai mengingat malam itu,
Ketika Hans mengantarnya pulang dengan bujukan Velicia
juga, di rumah Jessica dia berhasil merayu Hans dan membuat Hans mengenang
kenangannya dulu dan saat itu Hans terbang mengingat kenangan indahnya dulu dan
dia juga berambisi mendapatkan apa yang dia belum dapatkan dulu yaitu cinta
Jessica sepenuhnya. Hingga malam yang singkat itu terjadi, Jessica berhasil
menjerat Hans dengannya dan memainkan trik kisah cinta masa lalunya dengan Hans
hingga malam itu Hans jatuh ke perangkapnya dan lalu Hans saat itu sangat
menyesal setelahnya namun juga dia bimbang ketika melihat wajah Jessica yang
terus juga terbayang. Apalagi dengan sakit Jessica yang membuatnya tidak mampu
berbuat apa-apa.
“Baguslah, kalian akhirnya bersama kembali. Pasangan
yang sungguh sempurna, aku juga bahagia untuk kalian.” Velicia menelan ludahnya
menelan kepahitan yang dia dengarkan mencoba bicara setenang mungkin.
“Karena kamu istri sahnya saat ini, dan perceraian
kalian belum terjadi maka itu akan menghambat hubungan kami. Hans tidak mungkin
menceraikanmu duluan karena Hans itu punya banyak belas kasihan.” Ucapan
Jessica semakin menyulut kemarahan.
“Bilang saja sejujurnya jika Hans juga mencintaiku
makanya dia tidak mau juga menandatangi surat perceraian itu. Daripada kamu buang
waktumu mentraktir segelas kopi untukku lebih baik kamu bujuk lelakimu itu
untuk segera menandatangi surat cerai. Atau jangan-jangan dia juga tidak bilang
ya jika surat cerai itu sudah aku kirimkan padanya 3 hari lalu.” Velicia
mengatakan dengan penuh ketenangan sambil sesekali meneguk cangkir kopinya.
Sial, wanita jalang ini. Hans juga kenapa aku tidak
tau itu, aku jadi malu karena jalang ini.Jessica kesal.
“Baiklah Jessica, aku pergi dulu dan kamu perlu tau
jika aku sudah menganggap Hans adalah mantan suamiku. Dan selanjutnya
perceraian akan segera berlangsung ketika Hans tanda tangan dan tugas kamu ya
membuat semuanya menjadi mudah kan.” Velicia berdiri dan pergi begitu saja
__ADS_1
meninggalkan Jessica yang masih dengan wajah kesalnya duduk terdiam.
Velicia berjalan menyusuri jalanan pertokoan yang
begitu ramai, hatinya tak lagi sesakit dulu dan air matanya juga tak ingin dia
teteskan setetespun. Dia berjalan menuju sebuah taman kecil diujung jalananan
pertokoan itu dan duduk di tempat duduk taman itu memandangi anak-anak kecil
yang dengan riangnya berlarian kesana kemari.
Aku tau jika wanita itu sebagian besar mengada-ngada
dengan hubungannya yang sekarang dengan Hans. Namun aku juga tau jika kebenaran
Hans 2x tidur dengannya adalah benar adanya, dengan 1x aku melihatnya sendiri
mana bisa aku tidak percaya dengan penglihatanku sendiri. Mengenai cinta Hans
yang masih ada untuk dirinyapun aku percaya, itu sangat terlihat jelas
dimatanya. Mengingat Anton pernah menceritakan mengenai ini sebelumnya,
sebenarnya aku juga mencintainya. Tapi entah rasanya begitu menyakitkan untukku
terus bersama dengannya, aku memilih mengahiri segalanya ini karena ini belum
terlambat. Sebelum aku jatuh cinta terlalu dalam dan itu nantinya akan
membuatku semakin sakit saat terus dihadapkan situasi ini. Lagipula, Hans
terlihat bimbang dengan dirinya sendiri mana mungkin aku akan terus bersandar
pada orang yang dia sendiri ragu. Tidak, keputusan cerai adalah yang terbaik.
Kalaupun memang kita berjodoh mungkin kita akan bertemu kembali kan. Pernikahan
ini awalnya adalah kesalahan. Velicia
hanya mengungkapkan isi hatinya tanpa terucapkan. Pandangannya masih tertuju
kepada pengunjung taman lainnya yang mulai berdatangan ramai sekali.
“Ayo pulang, sedang apa kamu disini?” Suara yang tak
asing dari belakang tempat Velicia duduk dan menyentuh bahunya dari belakang
memekikkan lamunan Velicia.
“Ka Sehan? Ko bisa disini?” Velicia berdiri sepontan
melihat kebelakang dan matanya langsung terbelalak kaget melihat Sehan yang
dengan setelan kaos dan celana jeansnya dengan kerennya datang menemukannya.
“Aku khawatir dan mengikutimu, maafkan aku tapi aku
sungguh khawatir padamu.” Sehan mendekat pada Velicia yang masih terkager
dengan ucapan Sehan dan matanya mulai berkaca-kaca.
“Ka! Terimakasih.” Velicia memeluk Sehan erat-erat dan
dia menangis dalam pelukan Sehan membuat baju Sehan basah karena air matanya.
Velicia merasakan detak jantung Sehan yang begitu damai dan menenangkan sekali
baginya.
“Berhentilah menangis, atau nanti matamu akan bengkak
dan terlihat jelek.” Sehan mencoba menghibur mengelus rambut Velicia dengan
penuh kasih.
“Ap ajika aku jelek kamu tidak suka ka?” Velicia
mengangkat kepalanya mendongak ke arah wajah sehan yang sesaat ini mereka
saling berpandangan dengan masih melingkarkan tangan ke pinggul masing-masing.
“Aku akan tetap suka padamu, bahkan jika kamu keriput
sekalipun.” Sehan memandang wajah Velicia dalam hingga terbesit ingin sekali
mencium bibir bungilnya itu.
“Bagaimana mungkin, kamu kan akan menikah nanti. Apa
kamu juga akan menyukai adikmu juga saat ada kekasihmu?” Velicia mengucapkannya
dengan polos.
“Aku tidak ingin menikahi wanita lain.” Ucap Sehan
rilih tak terdengar. Sehan melepaskan pelukannya dan diam sejenak.
“Ayo cepat pulang atau nanti kamu akan telat makan malam.”
Sambung Sehan menarik tangan Velicia, Velicia segera mengikuti langkah Sehan.
Kenapa aku harus ada di posisi begini? Apa dia akan
mengira aku benar-benar mau menjadi kakanya? Aku kemarin bicara begitu kan
karena tidak mau jauh darinya. Sial, malah aku terjebak dalam situasi ini.
Bahkan dia malah berfikir aku akan menikahi wanita lain, jelas-jelas aku bilang
padanya aku akan menyukainya hingga dia keriput. Apa kode itu tidak juga jelas
untuknya? Bagaimana mungkin dia jadi sebodoh ini sejak bersama Hans. Gadis
bodoh. Di dalam mobil Sehan
menggerutu dalam hatinya dan wajahnyapun penuh dengan kekesalan.
Ka Sehan, apa kamu marah dengan ucapanku barusan?
Maaf ya ka aku ini bodoh tidak menanggapi kode darimu. Aku hanya belum siap
saja dan tidak ingin menjadikan kamu sebagai pengganti dalam hatiku. Kamu sudah
sebaik ini padaku, dulu aku sangat mencintaimu dan kini aku menganggapmu sama
seperti dulu aku kecil sebagai kaka ku. Velicia hanya diam dan hanya membatin dalam hatinya.
Velicia ingat betul semua yang telah Sehan lakukan
sangat banyak sekali sampai mungkin dia tidak bisa menghitungnya satu-satu. Belasan
tahun sudah terlewati mengenal sehan adalah waktu yang sangat banyak dilalui
bersama kala itu. Namun situasinya kali ini adalah berbeda, hati dan perasaanya
__ADS_1
telah meninggalkan kenangan Sehan dan hanya kenangan. Tidak tau nanti takdir
akan membawa mereka kemana.