KONTRAK DAN TAKDIR CINTA

KONTRAK DAN TAKDIR CINTA
Cinta Datang Kembali 22


__ADS_3

22


***Cinta Datang Kembali***


“Han, akum au


ketemu Jessica dulu gapapa kan? Tapi inget nanti kamu diam ajah gak perlu


bicara apapun. Bisakan kamu janji itu?” Velicia mulai mengemasi


barang-barangnya bersiap pulang, sedangkan Hannie menunggu Velicia mengemasi


barang di meja Velicia.


“Untuk apa


kamu bertemu wanita setan itu?” (marah)


“Han, kamu


cukup janji saja padaku.” (memohon)


“Baiklah. Kapan


aku bisa menolakmu.” (cemberut)


Velicia hanya


tersenyum dan menggandeng Hannie yang masih cemberut untuk segera menuju lift


turun ke bawah menuju ke caffe dekat kantor.


**Caffe


Velicia masuk


caffe dan segera melihat Jessica sudah duduk dengan baju santai namun juga


sexinya itu, persis sekali ke khasannya adalah menonjolkan ke molekan lekuk


tubuhnya yang memang akan membuat laki-laki ataupun wanita tidak bisa berpaling


dari pemandangan yang menggiurkan itu.


Hannie ikut


duduk namun tetap menekuk wajahnya yang begitu kusut itu, Jessica tidak


keberatan sama sekali dengan adanya Hannie atau sikap Hannie yang kekanakan.


Jessica lebih cuek dan lebih fokus pada apa yang ingin dia bicarakan. Jessica


terlihat begitu tenang, namun juga terlihat sedikit gusar matanya terlihat


jelas sedang sedih dan segikit sembab.


Mereka bertiga


masih saja diam, Jessica hanya mengaduk-aduk es kopinya yang sebenarnya sudah


tidak perlu diaduk lagi karena sudah berulang kali dia mengaduknya, Velicia


yang sedari datang membaca wajah Jessica dengan penuh penghayatan dan hanya


mendiskripsikanya dalam hati. Dan Hannie yang sudah begitu muak semeja dengan


perempuan yang menyakiti sahabat terbaiknya. Namun Hannie tidak bisa berbuat


apa-apa hal itulah yang membuat Hannie semakin marah dan semakin menekuk


wajahnya.


“Em….


Velicia.” Jessica dengan terbata memulai pembicaraan.


Velicia masih


membaca-baca dalam hatinya, sayangnya rasa kasihannya itu tidak bisa menutupi


rasa marahnya tentang apa yang di masalalu.


“Bicaralah,


kalau kamu tidak bicara-bicara aku akan pulang.” (tegas)


“Aku sedang


hamil anaknya Hans.” (menunduk)


Velicia


terkaget bukan main, nafasnya dan jantungnya seperti terhenti sejenak saat itu


juga. Sesak nafasnya, tubuhnya lemas seperti tenaganya tersedot habis. Namun


buru-buru Velicia menenangkan dirinya dan membendung kuat-kuat matanya agar


tidak menjatuhkan setetespun air mata. Hatinya yang sakit seperti terbuka


kembali. Angannya mengingat kembali apa yang beberapa bukan sudah dia kuburkan


itu kini terngiang kembali. Bayangan-bayangan prnghianatan kembali mengusik


fikirannya.


Hannie tak


kalah kagernya, dia hampir saja ingin melompat menampar wanita yang ada di


hadapannya itu. Wanita penggoda yang datang tidak jelas mematahkan hati


sahabatnya, semua kata kasar ingin rasanya dia lontarkan sebagai perwakilah


hati sahabatnya yang telah berkeping-keping. Namun sialnya lagi Velicia segera


menyadari amarah sahabatnya itu dan segera menepuk bahu Hannie yang duduk di


sampingnya dan mengisyarakat untuk tenang.


Hannie hanya


lagi-lagi harus menahan amarahnya dan hanya melampiaskan kekesalannya dengan


menggenggam tangannya erat-erat memusatkan segala emosinya pada tangannya yang


sudah membentuk tinjuan itu. Sampai sakitnya cengkraman kukunya sendiri tak


terasa begitu sakit lagi.


“Lalu.”


Velicia yang sudah mulai tenang kembali setelah sejenak dia mengolah batinnya


hanya mengucapkan jawaban yang tidak terduga oleh Jessica.


“Tapi Hans


masih terus mengejar kamu. Dia bahkan tidak mau mendengarkan aku.” Jessica


dengan emosionalnya menceritakan kesakitannya.


“Apa kamu


sekarang berfikir ini salahku Jessica?” Kini Velicia benar-benar setenang air


menghadapi Jessica.


“Iyah, kenapa


kamu terus membiarkan Hans mengejarmu? Apa kamu begitu senang dikejar?”


(emosional)


Plakk……….(Suara


tamparan yang begitu keras.)


“Ini untukmu,


karena kamu begitu tidak tau malunya malah menyalahkan aku. Kamu tau Jessica


betapa sakitnya dikhianati. Tamparanku barusan bukanlah apa-apa. Dan lagi aku


sudah menolak Hans, silahkan kamu berjuang dengan cintamu padanya. Aku


benar-benar tidak peduli dengan kalian. Aku sudah punya hidupku sendiri.”


(Velicia tegas)


Jessica masih


memegangi pipinya yang merah karena tamparan yang begitu kuat barusan, dan


semua orang di caffe melihati mereka dengan tanda tanya. Velicia yang berdiri


dan menampar Jessica dan masih dalam posisi berdirinya berbicara penuh wibawa


dan meninggalkan Jessica begitu saja yang mulai kesakitan akan tamparan dari


Velicia.


Velicia dan


Hannie pergi meninggalkan Caffe dan naik taxi.

__ADS_1


**Apartemen


Melupakan


segera apa yang telah terjadi barusan, mereka masuk kedalam apartemen dengan


wajah bahagia kembali melihat Alicia yang sedang menonton TV menunggu kakanya


pulang. Si mbo tentu saja sudah pulang jam 6 barusan. Hannie langsung begitu


bahagia memeluk Alicia dan menciumi Alicia tanpa henti sampai Alicia kesal.


Hannie juga rupanya sudah menyiapkan hadiah untuk Alicia yaitu sebuah kotak


music kecil yang didalamnya jika dibuka aka nada peri kecil yang menari balet


dengan iringan music.


Tentu saja


Alicia begitu kegirangan dan memainkannya terus.


Velicia kini


menyiapkan makan malam untuk sahabat dan adiknya itu, Velicia segera ganti baju


dan menyibukkan diri di dapur memasak makanan kesukaan sahabatnya dan adiknya


itu dengan penuh cinta kasih.


Hannie masih


bermain dengan Alicia, mengobrol banyak hal tentang apa yang terjadi di


masalalu dulu hingga kini, Hannie memang begitu dekat dengan Alicia seperti


kaka dan adik karena Hannie sudah menganggap Alicia sebagai adiknya sendiri.


“Ayo kita


makan.” (Velicia menyiapkan makanan)


Ting……tong…….(suara


bel pintu)


Mendengar


suara bel pintu Velicia segera mendekati pintu dan membukanya, ternyata adalah


Sehan yang datang.


“Ini aku


bawakan makan malam.” (memperlihatkan kantong kresek)


“Mari ka


masuk, aku juga kebetulan habis masak.” (ramah)


“Ouh ada tamu


ya. Maaf ya aku datang gak bilang dulu, kalau gitu aku Cuma mau antar makanan


ini saja ko.” (canggung)


“Ka Sehan, ayo


makan bersama kami. Bolehkan ka Vel sama ka Han?” (Ucap Alicia)


“Ten….tentu


saja.” (Hannie ramah)


“Iyah ka, ayo


kita makan bersama-sama.” (Velicia mengajak Sehan bergabung)


“Baiklah.”


(Sehan menurut)


Dan akhirnya


mereka berempat makan bersama dengan penuh canda tawa.


Setelah


selesai makan, Alicia pergi tidur karena katanya sudah ngantuk. Sedangkan


Hannie, Sehan dan Velicia duduk menonton TV bersama.


“Vel, kamu


gapap kan tadi? Aku puas banget pas kamu nampar wanita gila itu.” Hannie


Sehan. Velicia yang kaget dengan topik pembuka pembicaraan itu hanya memekakan


matanya ke arah Hannie dan memberikan kode untuk tidak membahasnya lagi.


“Kamu tadi


bertemu dengan Jessica? Ada apa dia menemuimu lagi? Pasti karena Hans ya?”


Sehan segera menebak dan tebakannya semuanya benar. Wajah Sehan berubah dingin


begitu cepat padahal barusan dia masih begitu hangat dan tersenyum.


“Ya, hanya ada


sedikit salah paham.” (Velicia menjelaskan)


“Tidak mungkin


tidak parah. Kamu sampai menamparnya pasti kamu sangat marah kan? Kapan kamu


mau lepas dari permasalahan mereka?” (Sehan yang begitu dingin seketika membuat


kedua wanita itu takut)


Hannie langsung


tidak bisa berkata sepatah katapun melihat Sehan yang terlihat begitu


menyeramkan ketika segang berbicara serius.


“Iyah dia


menyalahkanku karena Hans terus mengejarku. Aku marah dan hilang kendali lalu


menamparnya.” (Velicia menunduk tak berani melihat mata.)


“Aduh maaf ya,


aku mengantuk mau ke kamar dulu.” Hannie yang tau situasi dan kondiisi segera


tau bahwa mereka butuh ruang berdua dan Hannie segera masuk ke kamar Velicia


untuk istirahat. Akhirnya Hannie dapat menginap di apartemen Velicia malam ini


dan mungkin akan beberapa hari di rumah Velicia.


Sehan dan


Velicia masih di sofa di depan TV duduk bersampingan, Velicia kini hanya


menunduk masih merasakan sisa-sisa sakit di hatinya. Dan Sehan hanya melihati


Velicia yang rapuh itu saat ini dan rasa ingin segera memilikinya yang begitu


menggebu-gebu.


“Sudahlah,


jangan terlalu difikirkan ya.” Sehan segera memeluk Velicia dengan erat.


Velicia terperangkap dalam pelukan Sehan dan menikmati sandaran yang begitu


menghangatkan dan nyaman itu baginya.


“Dia hamil


anak Hans, dan kenapa Hans tidak membiarkan aku tenang ka.” (menangis)


“Apa kamu


masih sangat mencintai Hans.” Sehan menanyakan hal yang paling membuatnya akan


merasa kesakitan dan hancur. Apalagi jika membayangkan jawabannya.


“Rasa cintaku


sudah tertutup rasa marah dan kecewa. Hingga akan merasakan hanya kesakitan


saat mengingatnya.” (Velicia menjelaskan masih dalam pelukan)


Sehan melepas


pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Velicia dan mencium bibir


Velicia dengan cepat. Lalu melepaskan Velicia.


“Maaf


Vel….aku.” (menunduk)

__ADS_1


“Apa yang


perlu di maafkan ka?” Sebenarnya Velicia malu, tetapi juga dia tidak bisa marah


karena entah mengapa dia juga menginginkannya.


“Lagi-lagi aku


menciummu tanpa ijin.” (merasa bersalah)


“Memangnya


harus meminta izin dulu?” (seketika merasa bodoh)


“Maksud kamu?


Kamu gak keberatan?” (kaget sekaligus senang)


“Kitakan bukan


kaka adik sungguhan ka. Dan entah mengapa mungkin rasa cintaku dulu pada Hans


hanya rasa saat mengisi kekosongan saja.” Velicia lama sekali berfikir dan


meyakinkan lagi dirinya dan ternyata hal itulah yang meyakinkan dirinya jika


sebenarnya cintanya pada Sehan tidak pernah hilang, melainkan karena


kekecewaanya dan menutup sebagian cintanya pada Sehan.


Setelah


Velicia tau alasan Sehan menghilang segalanya menjadi berubah, Velicia juga


sangat begitu nyaman saat Sehan ada di sisinya. Juga tidak menolak kontak fisik


dengan Sehan yang memang menandakan bahwa cintanya untuk Sehan masih ada. Dan


cintanya untuk Hans malah berlahan mengurai, dan menipis.


Mungkin


posisinya sama dengan Hans dalam arti Hans juga hanya menjadikan Velicia


sebagai pengisi kekosongan dan saat Jessica kembali Hans tidak sadar cintanya


masih belum tuntas pada Jessica hingga mereka kembali bersama.


“Jadi kamu


masih mencintaiku?” (Sehan sangat bahagia)


Sehan segera


memeluk Velicia tanpa menunggu jawaban dari Velicia, dan lagi Sehan mencium


Velicia dan melumat habis bibir Velicia dengan penuh cinta.


“Ups…..Maaf


ka, Alicia hanya ingin mengambil minum.” (kikuk)


Ciuman Sehan


segera terlepaskan ketika mendengar Alicia berbicara dan dengan panik Velicia


dan Sehan segera menjauh dan malu setengah mati adegan barusan terlihat oleh


Alicia. Alicia juga terlihat begitu kaget dan kikuk akhirnya.


“Kalau gitu,


kamu istirahatlah. Aku akan pulang kerumah.” Sehan mengecup kening Velicia dan


pergi pulang kerumah.


Velicia hanya


tersenyum dan masih malu pada Alicia yang melihatnya tadi, Velicia juga segera


mengunci pintu depan dan masuk ke kamarnya. Alicia hanya senyum-senyum senang


akhirnya kakanya dan Sehan bersama.


Velicia telah


masuk di kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang sudah mulai merasakan letih akan


aktifitas hari ini. Hingga dia mulai terlelap dan tidur mengarungi mimpinya.


Terdengar


hingar binger kota yang riuh penuh sesak dan sibuk, suasana pagi yang sudah


terkontaminasi akan polusi asap kendaraan di bawah sana. Dari atas gedung


nampak terlihat suasana kota di bawah yang ramai. Kota yang penuh dengan


kesibukan juga menyimpan keindahannya sendiri saat terlihat dari atas gedung


pencakar itu.


Kini Velicia


tengah termangu diam sejenak menikmati keindahan yang ditawarkan kota di pagi


ini, dengan pakaian lengkap yang hendak pergi untuk bekerja. Selesai sudah dia


berdandan cantic siap untuk mengais rejeki, namun Velicia kini menyiapkan


beberapa menit waktunya untuk sekedar melihat ke arah jendela kaca besar yang


ada di kamar. Sejenak untuk menikmati keindahan kota yang nampak sedikit


berawan dan begitu ramai dipenuhi dengan berbagai aktifitas. Jalanan mulai


ramai sesak oleh kendaraan yang melintasi jalan tak hentinya.


Angan Velicia


terbang melayang, mengingat tentang nya semalam dengan Sehan. Hingga tak sadar


dia telah tersenyum-senyum sendiri. Momen demi momen yang begitu terasa indah


semalam Velicia ingat kembali, hingga hatinya kini hanya dipenuhi dengan


bunga-bunga kasmaran. Cinta itu ternyata datang kembali, memenuhi hati Velicia


yang sebelumnya dia tidak dapat merasakannya, namun kini Velicia benar-benar


telah sadar dan mendapatkan kembali cinta yang dulu pernah ada.


Hingga


beberapa menit berlalu begitu cepat terasa, dilihat jam tangan Velicia sudah


menunjukan waktunya untuk berangkat bekerja. Velici pun bergegas pergi keluar


kamarnya dan langsung melihat Alicia yang tengah duduk santai di ruang tengah


dan sementara si mbo tegah sibuk menyiapkan sarapan.


“Pagi semua.”


Sapa Velicia dengan senyum sumringah menyambut pagi ini sembari berjalan menuju


ke arah Alicia dan mengecup kening Alicia dengan lembut. Alicia menyambut ciuman


pagi itu dengan senyuman.


“Pagi juga ka.”


Jawab Alicia yang tak kalah sumringahnya dengan semua senyuman yang mengembang


di bibirnya yang merekah sempurna.


“Si mbo masa


kapa mbo?” Sapa lagi Velicia kini pada si mbo yang tengah sibuk di dapur dengan


clemek dan alat-alat dapur.


“Ini non hanya


nasi goreng.” Jawab si mbo khas dengan suara serak yang dimiliki.


“Wah, kayanya


enak.” Velicia yang melihat ada seporsi nasi goreng di meja makan pun langsung


duduk menghadapi hidangan itu dan mulai mencium aroma wangi bumbu-bumbu yang sudah


semerbak terasa begitu menggoda untuk segera di santap.


“Silahkan non


dimakan.” Jawab si mbo yang masih saja sibuk dengan urusan dapurnya.


Velicia segera


melahap masakan yang ada di depannya itu dengan lahap, hingga Velicia merasakan


kenyang lalu setelah sarapan Velicia segera berpamitan untuk pergi bekerja. Dan


berlalu pergi dari kamar apartemennya menuju ke halte depan seperti biasanya.

__ADS_1


Ditunggu update selanjutnya ya teman2, maaf kalo jadwal update nya agak sedikit lambat ya.


__ADS_2