
*****
(Kamar F)
*****
Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar yang sepertinya ada yang mengetuk pintunya. Nabila membuka pintu eh ternyata seseorang sudah ada di depan pintu menunggu.
*****
"Assalamualaikum! semua yang di dalam, ayo kita pergi keluar untuk jalan sore". *Fathur lalu mengetuk pintu kamar*
"Sepertinya itu suara Fathur deh, Nabila coba cek keluar dulu yah?". *Nabila berdiri pergi ke depan pintu kamar untuk membukanya*
"Iya, tungguin sebentar yah? harus sabar tau ga boleh kek gitu". *Sarah teriak memberitahu semua yang diluar*
"Eh kalian ber-4 ada apa? ada yang perlu kami bantu?". *Nabila tersenyum melihat ke-4 lelaki itu yang berdiri di depan pintu*
"Ga, kita ber-4, Adit, Putera, Fathur Kevin cuma mau keluar untuk keliling jalan tapi mengingat kalian semua jadinya kesini untuk pergi sana barengan". *Adit tersenyum menjelaskannya*
"Ooh gitu Nabila sih, yes ga tau kalo mereka semua apakah iya ato tidak?". *Nabila balik badan melihat ke teman sekamar*
"Mira dan Sarah juga akan ikut kesana bareng biar ga ketinggalan informasi penting soal ini desa". *Sarah tersenyum mengangguk terus*
"Iya Mira ikut kalian aja". *Mira mengangguk tanda menyetujui panggilan Adit*
"Ayu juga setuju, lagian bersih-bersihnya juga dah selesai jadi bebas deh". *Ayu tersenyum ingin ikutan gabung*
"Ooiya udah, Puteri dan lainnya juga gabung sekalian olahraga sore". *Puteri mengode Eva Anita dan Puput*
"Iya, setuju". *semua*
*****
Semua keluar Villa melihat pemandangan di luar penginapan tempat Villa ditinggali disini. Desa ini memang terlihat kecil namun sangat indah, asrih dan udaranya yang begitu sejuk.
*****
"Ismejing, kita semua pasti ga akan menyesal dari sini ini sangat is the best". *Nabila terus berbicara gado-gado kek gitu*
"Iya, kita coba kesana deh? sepertinya lebih indah lagi dibanding disini". *Sarah menunjuk sungai yang tak jauh dekat kami berdiri*
"Wah iya, keren banget". *Nabila tersenyum melihat sungai yang dimakasud Sarah*
"Hello biasa aja lagi, orang kampung juga ga separah lu berdua kalo ke kota". *Anita mulai risih melihat Sarah dan Nabila seperti itu*
"Hahha Iya, mereka kek baru keluar pertama aja pergi liburannya kacihan". *Eva tertawa terus meledek Sarah, Nabila dan Mira*
"Sungguh disini keren banget, pengen tinggal lebih lama lagi deh". *Ayu menghirup napas panjang dan merasakan harumnya dedaunan yang ada disekitar*
"Kalo gitu ayo kita pergi kesana". *Adi senyum bergegas berjalan ke tempat itu*
"Lets go". *semua*
"Hati-hati semua, awas kepleset". *Fathur lalu memberi peringatan ke semua*
Iya, sepertinya tanah ini agak becek jadi pelan aja jalannya". *Putera memberi arahan semua teman lainnya*
"Sepertinya tadi abis hujan deh, jadi kek agak becek gini". *Mira tersenyum ke semua*
"Hahha yang terpenting jangan terjatuh itu aja kalo jatuh akan kotor". *Adit tertawa terusan memperingatkan*
"Siap". *semua*
*****
Air yang terdengar begitu berisik, pepohonan rindang hijau, air terjun yang cukup tinggi di sungai ini membuatnya terlihat indah.
Sungai yang airnya begitu jernih membuatnya indah ditambah air terjung diujung tebing elok dan berawan sehingga lebih cantik di mata.
Semua mulai tak sabaran menikmati bermain air lagi akhirnya semua ikutan turun ke dalam air namun Puteri CS katanya tidak mau ikutan gabung karena takut digigit lintah disana.
*****
(Di Sungai)
*****
"Waw ini keren banget, airnya juga hangat kok ga dingin padahal kan dah sore harusnya air ini dingin". *Kevin menikmati hangatnya air di sungai ini*
"Iya yah, kek airnya habis dipanasi gitu wah ini sangat keren". *Sarah tersenyum setuju sama Kevin yang ada dihadapannya*
"Puteri, Puput, Eva, Anita gabung bersama yuk disini hangat kok dan pastinya gak bakal flu juga". *Mira memanggil Puteri CS yang ga ikut bermain air bersama di sungai*
"Mira, Puput juga mau ikutan dong sepertinya memang betul air sungainya hangat". *Puput turun masuk ke air menikmati hangatnya air di sungai*
"Ginama Puput? hangat kan ga dingin? hahha kami semua juga bilang apa". *Nabila terusan tersenyum melihat ke Puteri CS*
"Wah iya disini enak banget ga dingin sama sekali, malah airnya hangat banget". *Puput tersenyum ke Puteri, Eva dan Anita*
"Ooh gitu, ya udah kalian aja sana yang coba kalo ada lintah melengket ke badan gimana?". *Puteri kembali memberi alasan*
"Iihhh jorok dan menakutkan". *Eva meringiss ketakutan mendengar Puteri mengatakan ada lintah disungai*
"Iya gapapa sih, sekalian nikmati aja dulu kalo pun ada lintah bisa sekalian terapi kan? haha". *Nabila tertawa melihat Puteri CS ketakutan*
"Ga, kalian aja sana pokonya Puteri ga mau ih jijik banget deket-deket apalagi ditempelin ke tubuh sama lintah". *Puteri menutup hidung*
"Hahha, dasar cewe steril". *Nabila tertawa*
"Puteri santai dong jaga bicara, lagian juga Mira Nabila dan Sarah cuma bermaksud baik untuk mengajakmu". *Adit kesal ke Puteri*
"Iyaiya, tapi kalo orang emang ga mau yah ga usah dipaksakan bisa?". *Puteri mulai gerah mendengar Adit membelah Mira lagi*
"Iya udah kalo ga mau join gapapa kok lu juga yang rugi bukannya kita hahha". *Sarah mulai menertawai Puteri CS yang ada ditepi sungai*
"Biarin aja, kalo pun kita rugi gapapa nanti di kota pergi ke hotel menginap dan menikmati semua kolam renang yang ada disana. Puas kalian semua? ih". *Puteri membentak Sarah mulai marah karena terus dibalas*
"Sudah sudah, anak cewe ini bener-bener ya? emang sukanya pada berkelahi dasar kalian ini sebentar lagi kita akan naik kelas 9 tapi masih aja bertingkah kek anak SD". *Fathur nyolot melihat ke semua teman cewe*
"Bukan kita mereka semua yang memaksa ke sana padahalkan kita ga mau jorok tau". *Eva membelah semua Puteri CS*
"Ooh gitu, iya udah ga usah komentar lagi kita semua juga akan diam kok tanpa harus terus dikasari kek gini". *Nabila melotot melihat ke Puteri CS yang semakin membelah dirinya*
"Okey, kami juga diam". *Puteri tersenyum dan memberi perintah ke Anita, Eva dan Puput*
"Hahha, gini dong dari tadi kan lebih enak dari pada ribut seperti kek barusan". *Putera ikut tertawa menyindir semua*
"Hahha". *semua tertawa*
*****
Menikmati air sungai begitu lama, semua pun memutuskan berhenti bermain dan pulang ke Villa melihat matarari juga mulai terbenam di barat dan gelap mulai datang menghampiri.
*****
"Mari semua naik, kita sudah lama merendam diri disini dan kini sinar mataharinya juga dah menghilang kini gelap datang menghampiri". *Fathur tersenyum melihat ke Nabila*
"Iya, sepertinya sudah mau malam deh tapi ga kerasa waktu berlalu begitu cepatnya". *Sarah tersenyum masih mau berenag di sungai ini*
"Baiklah karena sudah mau salat magrib, mari kita semua bergegas pulang ke Villa sebelum semua jadi gelap". *Putera memberi arahan*
"Okey semua harus berhati-hati. Mira sini Adit bantuin naik ke atas awas tergelincir soalnya disini banyak batu yang mulai licin". *Adit lalu mengulurkan tangannya ke Mira yang berada tepat disamping Adit*
"Adit iya nih, batunya licin banget". *Mira terus memegang tangan Adit takut tergelincir*
"Fathur tolongin Nabila juga, ini Nabila susah untuk naiknya". *Nabila mengode Farhur yang duluan naik ke tepi sungai*
"Ooh iya Fathur jadi lupa, Nabila sini cepetan pengang tangan Fathur sebelum tergelincir". *Fathur lalu turun lagi menolong Nabila masih ada di dalam sungai*
"Ekhmm, cieee ada yang sweet juga". *Sarah mulai paham melihat tingkah Nabila Fathur bertingkah aneh layaknya orang berpacaran*
"Apaan Sarah? Fathur cuma mau menolong Nabila kok udah itu aja". *Nabila tersenyum melihat Sarah yang terus menatap Nabila*
"Bener nih cuma tolongin aja? belum sah jadi pacar? hahha". *Sarah meledek Nabila yang terus bertingkah malu*
"Ga, ini bener kok". *Fathur terus tersenyum membenarkan perkataan Nabila*
"Ooh gitu, baguslah kalo belum". *Sarah terus ikutan tersenyum ke Nabila dan Fathur*
"Okey, semua sudah pada naik kan? ayo kita segera pulang ke Villa sebelum salat magrib". *Adit memberi perintah untuk segera pulang*
"Baik, lets go". *semua*
*****
__ADS_1
(Perjalanan)
*****
Mira, Adit, Putera, Kevin, Fathur, Nabila, Sarah dan Ayu sudah naik berbegas pulang ke villa namun di perjalanan pulang Mira tergelincir dan terjatuh hingga kaki Mira terkilir sakit.
*****
"Semua hati-hati yah? awas terjatuh, tanah ini masih becek jadi semua jalan pelan aja yah?". *Adit senyum memberitahu berada di posisi belakang memantau bersama Mira yang ada didepannya*
"Siap". *semua*
"Hahha awas Nabila terjatuh dipelukan Fathur lagi kan berabe jadinya". *Sarah tertawa terus menyindir Fathur dan Nabila*
"Apasih Sarah, gaje banget". *Nabila tertawa terus mengelak dari Sarah*
"Hahha". *semua tertawa*
"Aww sakit". *Mira terpleset jatuh ke bebatuan dan kaki Mira memerah karena terkilir*
"Mira kenapa? apanya yang sakit? ya ampun". *Adit melihat Mira terjatuh didepannya segera memegang kaki Mira yang terkilir*
"Kaki Mira Dit sepertinya terkilir deh, adu sakit banget". *Mira menjerit kesakitan memegang kakinya mulai memar*
"Mira jangan panik yah? Nabila, Adit, Putera, dan Sarah disini jadi gapapa kok nanti kita semua mencari jalan keluarnya". *Nabila mencoba menenangkan Mira yang kesakitan*
"Iya, kamu duduk disini aja dulu kita carikan obat secepatnya biar lebih enakan". *Putera duduk melihat Mira yang menahan kakinya yang sakit*
"Ini bahaya bisa membengkak nantinya jika terus dibiarkan kek gini, sebaiknya Mira naik dipunggung Adit biar cepat digendong hingga ke Villa agar cepat diobati". *Adit khawatir lalu membungkukkan punggungnya*
"Ga usah Dit, Mira bisa jalan sendiri ga usah pake digendong segala". *Mira terus menolak bantuan Adit yang ingin menggendong Mira*
"Mira cepat sini, naik aja gapapa kok biar kita bisa segera pulang mengobati kaki Mira jadi ga membengkak tambah parah". *Adit terusan mendesak Mira naik ke punggung Adit*
"Adit? ga usah kamu kan masih ada Putera, Kevin dan Fathur biar mereka aja yang bawa menggendong Mira". *Puteri jeaolus melihat Adit yang begitu perhatian sama Mira*
"Cepetan naiknya Mira, itu Adit membungkuk kasihan kan kalo terusan seperti itu". *Nabila menunjuk ke arah Adit yang masih terus saja membungkuk menunggu Mira naik*
"Ooiya sudah, Mira naik sekarang juga". *Mira tersenyum naik ke atas punggung Adit*
"Mira hati-hati awas jatuh lagi". *Putera terus khawatir melihat Mira kesakitan seperti itu*
"Mira ternyata cukup berat juga, hahha emang berat badan Mira berapa?". *Adit tertawa lalu bertanya ke Mira*
"Enak aja berat, berat badan Mira cuma 29 kg tau itupun jarang naik". *Mira kesal melihat Adit yang mengatainya berat*
"Ooh gitu, Adit cuma 32 Mira 29 berartikan Adit dong". *Adit tertawa memikirkan selisih perbedaan berat badan Mira dan dirinya*
"Hahha, tapi emang berat ya Dit? masa sih". *Mira tersenyum masih tak percaya dengan kata berat Adit*
"Ga juga sih, selama Adit bisa menggendong Mira berarti itu ga berat kok". *Adit tersenyum dan mulai menggombal Mira kembali*
"Ihh dasar Adit". *Mira tersenyum malu*
"Ciee, hahha". *semua*
*****
Adit menggendong Mira sampai ke Villa, lalu kita tiba di villa dan disambut dengan tatapan aneh dari teman-teman lainnya.
*****
(Depan Villa)
*****
"Awas cepat minggir ada orang sakit ini, sana jangan sampai menghalangi deh". *Sarah lalu teriak mendengarkan teman-teman lainnya*
"Apa lihat-lihat? baru liat adegan soswet yah? hahha kasihan". *Nabila terus tersenyum lalu menahan teman-teman untuk melihatnya*
"Iya, orang kesakitan malah diliatin seperti itu dasar mereka semua aneh". *Fathur melihat ke semua dengan nada nyolot*
"Dasar anak caper, cari perhatian". *Anita sinis melihat Sarah, Nabila dan Mira yang menjadi sorotan mata siswa lainnya*
"Hahha maklumin aja, kan anak baru masuk kampung". *Puteri tertawa membisik Anita, Eva dan Puput*
"Hahha". *Puteri CS tertawa*
"Minggir, beri Adit jalan terus jangan sampai tersentuh kaki Mira". *Putera terus memberi jalan Mira dan Adit masuk ke villa*
*****
*****
"Alhamdulillah, kita sudah di Villa sekarang ini cepat yang punya obat salep, balsem, minyak apa kek bawa kesini semua". *Adit teriak lalu memberi perintah mencari obat*
"Siapa yang punya obat, minyak kayu putih, telonglang, salep, atau lainnya? cepat bawa kemari segera". *Adit mengumumkan terusan membawa Mira di sofa segera duduk*
"Dit ini minyak kayu putih Ayu pakai aja cepet, kasihan Mira". *Ayu khawatir melihat Mira lalu menjerit kesakitan*
"Okey, makasih Ayu". *Adit mengambil minyak kayu putih Ayu terusan segera mengobati kaki Mira yang mulai bengkak*
"Mira kuat tahan sedikit yah? pasti akan sakit sedikit ketika diurut nantinya biar ga bengkak jadi tahan ya Mira". *Nabila agak takut melihat Mira yang terus meringis kesakitan*
"Adit aww, sakit". *Mira menjerit kesakitan lalu meneteskan air mata dipipi Mira*
"Adit perlahan aja, kasihan Mira yang terusan menjerit kesakitan". *Putera sangat khawarir ke Mira yang sampai menetaskan air mata*
"Maapkan Adit, iyaiya Adit akan pelan sedikit ke kaki Mira kok jadi tahan sedikit lagi yah? biar cepat sembuhnya". *Adit menatap Mira, membasuh air mata yang terus aja menetes dikedua pipi Mira*
"Kalian semua ini darimana aja? baru muncul sekarang? terus Mira kenapa? kok menangis". *Arya tegas tiba-tiba muncul dari dalam ruang makan melihat semua kumpul diruang tamu*
"Ooh begini, tadi kami semua abis dari sungai depan Villa tapi diperjalanan pulang kaki Mira terkilir jadi seperti ini". *Sarah memberitahu Arya semua kejadian dari sungai*
"Sudah diberikan pertolongan pertama/obat? kasihan Mira pasti sakit". *Arya cemas terus melihat Mira meringis kesakitan*
"Iya ini sudah tapi baru diurut sedikit aja Mira sudah menangis seperti ini". *Nabila memberi penjelasan ke Arya*
"Ooiya, tunggu sebentar Arya punya kotak A3k dikomper. Arya pergi mengambil dalam dulu ke dalam kamar". *Arya bergegas lari masuk pergi mengambil kotak A3k*
"Cepatan Arya, sepertinya Mira sudah ga kuat kembali diobati". *Sarah meneriaki Arya yang berlari sangat cepat*
"Sini biar Arya yang obati Mira, Arya juga udah terbiasa mengobati seseorang yang seperti ini jadi percayakan ke Arya aja. Mira percaya Arya kan?". *Arya bertanya serius melihat ke Mira yang masih menangis*
"Ii iya, Mira percayakan kaki Mira diobati sama Arya kok tapi Mira ga enak diperlakukan Mira kek gini". *Mira memberi kepercayaan ke Arya untuk mengobati kaki Mira*
"Baiklah, sini biar Arya aja yang ambil alih kaki Mira diobati biar segera sembuh ya?". *Arya mengambil kaki Mira dari Adit untuk diobati*
"Okey, hati-hati Arya pelan aja pijitinya jangan sampai Mira kembali menangis". *Adit cemas melihat Mira tiba-tiba menutup mata*
"Iya Dit, tenang aja ada Arya disini". *Arya lalu tersenyum melihat Mira menutup matanya*
"Awas perlahan aja". *Putera masih cemas ke Mira yang kesakitan*
"Tahan ya Mira? bagaimana sakit ga? ini Arya masih memijitnya, apakah terasa sakit?". *Arya terus bertanya sambil memijit kaki Mira dengan perlahan*
"Sakit iya, tapi sudah ga terlalu sakit seperti yang tadi kok Arya". *Mira perlahan membuka matanya melihat Arya tersenyum meminjit*
"Alhamdulillah kalo sudah mendingan Mira, setekah ini kita perban kaki Mira yah? biar lebih cepet sembeh". *Arya serius bertanya ke Mira dengan tatapan tajamnya*
"Okey, baiklah". *Mira tersenyum melihat Arya sudah memberi perban ke kaki Mira*
"Selesai". *Arya tersenyum selesai memberi perban kaki Mira*
"Arya terima kasih". *Mira tersenyum*
"Iya masama Mira". *Arya ikutan tersenyum*
*****
Siswa berkumpul di depan villa untuk segera menyalakan api unggun, menikmati makanan yang sudah dihidangkan.
Bahagia tampak terpancar dari wajah semua siswa yang berkumpul di depan halaman Villa menikmati waktunya : makan, mainkan gitar, games, bercerita dan lain sebagainya.
Mira, Adit, Sarah, Nabila, Fathur, Kevin, Putera, Anton, Ayu dan Puteri CS hanya tinggal saling ngelawak dan bercerita bersama.
*****
(Depan Villa)
*****
"Eh daripada berdiam kek gini aja bagaimana kalo kita main games truth or dare, setuju?". *Nabila memulai obralannya ke semua*
"Ooh iya ide yang bagus tuh aku juga mau ikut bermaim daripada terus diam kek gini". *Mira tersenyum akan setuju main*
__ADS_1
"Baik, kita mulai dari Adit aja yang dari kanan ke kiri". *Sarah tertawa menunjuk Adit duluan yang berada disebelah kanan*.
"Okey, Adit mau pilih siapa untuk tantangan ini?". *Fathur tertawa serius bertanya ke Adit*
"Baiklah, Adit memilih Mira aja deh! Okey, Mira mau pilih apa truth or dare?". *Adit tersenyum bertanya ke Mira yang ada di samping Adit*
"Ekhm, Mira pilihnya truth aja deh biar lebih mudah aja". *Mira tersenyum menunggu dari Adit yang memberi pertanyaan*
"Okey, Adit mau bertanya apakah Mira pernah berpacaran sebelum bersama Adit". *Adit lalu serius bertanya ke Mira*
"Ciee, jujur jujur". *semua*
"Hahha, kalo menjawab pertanyaan ini Mira jadi malu tapi Mira jujur ke Adit kalo Mira ini belum pernah pacaran baru Adit pacar Mira dan sekarang jadi pertama". *Mira tersenyum malu bersama teman-teman lainnya*
"Hahha, ciee". *semua tertawa*
"Okey, sekarang giliran Mira yah? Mira akan memilih Nabila jadi truth or dare?". *Mira tersenyum melihat Nabila*
"Nabila truth juga deh". *Nabila tertawa lalu melihat Mira*
"Pertanyaan yang diberikan adalah apakah Nabila dan Fathur sudah pacaran sekarang tadi Mira terus memperhatikan di sungai kek ada yang berbeda diantara kalian berdua". *Mira tersenyum memberitahu Nabila*
"Hahha iya, Sarah juga merasakan yang sama Mira mengenai mereka berdua". *Sarah terus meyakinkan dengan pertanyaan Mira*
"Baiklah Nabila akan jujur, sebenarnya Nabila sama Fathur sudah jadian pas kemarin dulu". *Nabila jujur mengumumkan kepada kami*
"Itu bener, kalian berdua ini memang tidak cocok bernohong pantas tadi pas di sungai terlihat sangat aneh ternyata gitu". *Sarah lalu mengolok Fathur dan Nabila*
"Maapkan Nabila, sebenarnya bukan Nabila yang bersalah disini tapi Fathur menyuruhnya untuk tak memberitahukan orang lain tentang pacaran kami jadi sekali lagi maapkan kami berdua". *Fathur serius meminta maapnya*
"Ooh begitu, kami semua disini memaapkan kalian kok jadi lain kali jangan main rahasia besar kek gini lagi ya?". *Mira tersenyum liat Nabila dan Fathur merasa bersalah*
"Nah denger tuh kata Mira". *Putera senyum melihat Nabila dan Fathur*
"Hehhe iya kami berjanji". *Fathur dan Nabila tersenyum ke semua*
"Baiklah sekarang giliran Sarah lagi, ada yang mau ditunjuk untuk Sarah tanyakan?". *Sarah tersenyum mengangkat tangan ke atas*
"Jangan Ayu". *Ayu senyum tak ingin ditanya akan sesuatu*
"Fathur juga ga mau". *Fathur sinis menatap semua orang disekitarnya*
"Okey, biar kevin aja". *Kevin tersenyum terus mengangkat tangannya ke atas*
"Hehhe, Kevin mau pilih apa truth or dare?". *Sarah tersenyum mengajukan tantangan*
"Ekhm mau pilih truth aja". *Kevin senyum lalu memilih truth/kejujuran ke Sarah*
"Trut-nya adalah apakah ada yang Kevin sukai di sekolah kita ini kalo ga ada yah ga usah di jawab". *Sarah tersenyum makin penasaran*
"Kevin sebenarnya ada orang yang di suka di sekolah, tapi Kevin tidak tau bagaimana cara untuk memberitahukan orang itu". *Kevin lalu serius bertanya kembali*
"Lah kok gitu, kalo memang suka yah nyatain aja kenapa harus mencari cara lagi". *Sarah tersenyum melihat Kevin serius*
"Masalahnya bukan dari cara, tapi sebenarnya takut ditolak aja". *Kevin semakin serius ke Sarah dan lainnya*
"Nyatain aja sekarang, apakah dia sekarang ada disini?". *Nabila ikutan serius melihat Kevin begitu serius*
"Iya Vin, beritahu kami aja agar semua bisa membantu untuk mendapatkan cewe itu". *Fathur tersenyum merasa lebih senior*
"Kevin bilang ke kita aja, nanti Sarah juga dan lainnya akan membantu untuk bilang ke dia, jadi dia siapa?". *Sarah semakin penasaran*
(Sarah telah lama menyimpan rasa ke Kevin mulai sejak kelas 7 pada pandangan pertama, tapi Sarah memilih memendamnya sendiri)
"Okey Kevin akan jujur sekarang dan dia juga ada disini bersama dengan kita semua jadi di mohon semua jangan kaget". *Kevin senyum ke semua yang mulai serius*
"Iya Vin, bilang sekarang aja biar dia juga akan mengerti dengan keaadan Kevin". *Nabila lalu tersenyum melihat Kevin terlihat malu*
"Ooh jangan bilang itu Sarah, tapi ga mungkin banget si Kevin memilih Sarah lagian selama ini Kevin ga pernah memberi kode apapun". *Sarah berbicara dalam hati*
"Kevin suka itu adalah Sarah, orang itu Sarah sepupu Adit". *Kevin senyum mengungkap isi perasaannya kepada Sarah*
Aa aaa apa? Kevin beneran suka sama Sarah? sejak kapan? kok Sarah ga tau". *Sarah keget dan latah tak menyangka orang yang di sukai Kevin ternyata dirinya sendiri*
"Wah kok makin seru yah? hahha makin game ini makin serius aja". *Nabila tersenyum mulai menetralkan suasana disana*
"Ust biarin aja sepertinya bakal ada tambahan orang berpacaran lagi deh". *Fathur meledek Kevin dan Sarah yang terlihat sangat serius*
"Terima, terima, terima". *semua menyorak*
"Okey, Nabila akan memberi jawaban ke Kevin tapi harus menjawab pertanyaan Sarah bilang kok bisa? sejak kapan". *Sarah memberi tanya jawab Kevin yang semakin penasaran dengan penerimaan Sarah*
"Dimulai sejak Kevin mengenal Adit ternyata Sarah adalah sepupu Adit juga. Sejak saat itu Kevin sering memperhatikan Sarah dan entah sejak kapan perasaan itu timbul". *Kevin terus memberi jawaban dari pertanyaan Sarah*
"Ooh ternyata begitu". *Sarah senyum melihat Kevin yang bergitu serius menatap Mira*
"Gimana Sar? Sarah maukan jadi pacar Kevin? kalau pun Sarah menolak Kevin gapapa kok". *Kevin kembali menunggu jawaban Sarah*
"Harus segera nentuin Sarah, kasihan Kevin nungguin kepastian dan penjelasan Sarah". *Adit tersenyum mulai mengolok Sarah Kevin di samping Adit*
"Sarah terima kok siapa bilang Kevin di tolak, kan di tolak itu sakit, lagian Sarah juga sudah suka sama Kevin lama sebelum Kevin kenal dengan Adit. *Sarah tersenyum menjelaskan kepada Kevin*
"Cieee". *Semua serentak mengucap selamat kepada Sarah dan Kevin yang sekarang resmi jadian*
"Jadi? sekarang kita pacaran? ternyata Sarah menyukai Kevin juga andai Kevin tau sejak lama pasti dari dulu Sarah dan Kevin sudah pacaran". *Kevin tertawa melihat Sarah malu*
"Hahha, Kevin sih ga pernah memberi kode ke Sarah jadinya kek ginii deh". *Sarah senyum membalas senyuman Kevin*
"Hahha". *semua tertawa*
*****
"Puteri berdiri segera pergi menjauh dari kami semua di susul Puput, Eva, Anita tersinggung tak memiliki pacar diantara Puteri CS.
*****
(Masuk Villa)
*****
"Enak saja mereka begitu jahat, bisa bahagia di atas penderitaan Puteri, liat aja Mira kamu akan menyesal karena telah merebut Adit dari Puteri". *Puteri berlari menjauh dari meraka semua dengan penuh amarah*
"Puteri tungguin Anita, Puput dan Eva dong". *Anita berlari dibelakang Puteri yang terus lari ke dalam Villa*
"Aduh Puteri kalo malam kek gini jangan suka menggunakan jiwa atletmu ke kita semua kan jadinya kami kelelahan ngejarnya". *Puput di belakang mulai ngosngosan*
"Hahha biarin deh, biar kalian juga ikutan bisa olahraga kan enak". *Puteri terhenti memberi semangat ke Anita, Puput dan Eva*
"Huffft, capek tau". *Eva berhenti mengambil napas setelah tiba di pintu kamar*
"Okey, next time kita bagusnya berbuat apa?". *Eva bingung bertanya kembali ke Puteri*
"Liatin besok aja, Puteri akan berbuat nekad ke teman-teman Mira terutama dengan Mira juga". *Puteri menggangguk berpikir rencana jahat untuk Mira besok pagi*
"Baiklah, kami menunggu perintah lanjutan besok pagi". *Anita senyum melihat semua*
"Okey". *semua*
*****
(Luar Villa)
*****
Hari pertama berjalan lancar hingga sampai dipenghujung acara. Semua bergegas berlari mematikan api unggun masuk kedalam Villa karena cuaca dingin diluar Villa.
"Loh Puteri CS kok berlari begitu cepat ya? apa karena kita menyinggung mereka?". *Mira bertanya ke semua temannya*
"Ga tau, baguslah kalo mereka kesinggung dan sadar". *Nabila nyolot melihat Puteri lari begitu cepatnya*
"Hahha itu betul tuh". *Sarah mengangguk ke Nabila yang tersenyum ke Sarah*
"Dasar kalian ini, ga boleh pada gitu kasihan teman kita terutama Puput". *Mira membelah Puteri yang tadi tiba-tiba berlari masuk Villa*
"Biarin aja Mira, Puteri juga masuk istirahat di dalam kamar emang Puteri anaknya ga terlalu bisa begadang selarut ini". *Putera cek jam di jam tangannya ternyata pukul 22:30 pertanda malam mulai larut*
"Okey, acara malam pertama kita hari ini telah selesai dilanjutkan besok acara berikutnya ini dan ingat besok harus bangun pagi-pagi lalu mandi karena besok ada acara lebih seru". *Arya memberitahu, menyuruh semua masuk ke dalam Villa*
"Siap". *semua masuk Villa*
*****
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like comment dan vote sebanyak-banyaknya juga agar Aku makin semangat meng-uplod kisah ini setiap harinya".
(Pokoknya sukses terus untuk kita semua)..
__ADS_1