Kosong!

Kosong!
Waktu Menakutkan..


__ADS_3

**Di ruang makan telah di penuhi para siswa untuk mengambil makan siangnya pada hari ini, semua berkumpul dan menikmatinya**


(Ruang Makan)


"Semua! harap mengambil porsi makanannya masing-masing secara antri, setelah itu pergi mengambil posisi duduk sesuai keinginnya". *ucap Arya memberitahu*


"Siap". *sorak semua*


"Mira, kamu ambil ambil yang banyak yah. Biar makin kuat". *kata Arya memberi lauk*


"Iya Arya, sudah cukup ini sudah kebanyakan". *ucapku memberi kode*


"Ini masih sedikit Mir, kamu harus memakan sayuran, ikan dan telur biar badanmu semakin sehat". *jawab Arya memberi lauk*


"Ga perlu urusin pacar orang dong, makanya kalo belum dapat cepat cari. Daripada begini ganggu Mira aja". *kata Adit memberitahu*


"Suka suka gue, ini juga tempat umum kok. Jadi mau berbuat seperti ini dan itu semua hak orang kenapa lu sewot sih". *ucap Arya*


"Iya emang gapapa, tapi kan ini Mira pacar gue kalo mau ganggu orang lain yah silahkan tapi tolong jangan Mira". *jawab Adit kesal*


"Stooppp, apa-apan sih kalian ini. Pada ga malu apa dilihatin sama siswa lainnya? Atokah memang kalian masih anak kecil?". *ucap Anita melerai Adit dan Arya*


"Iya tau nih, masa cuma permasalahan Mira kalian jadi seperti ini? Malu-mauin tau". *kata Eva memberitahu*


"Bukan aku diluan, tapi Adit". *ucap Arya*


"Enak aja, lu tuh yang diluan pake acara perhatian lagi sama pacar gue". *jawab Adit masih tak terima*


"Lah kok gue, apa salah kalo gue memberi perhatian sama Mira? Kan sebagai teman harus seperti itu". *kata Arya menyangkal*


"Pokoknya lu jangan deketin Mira lagi, titik". *ucap Adit marah*


"Kalo gue ga mau gimana?". *Arya sewot*


"Yaudah sini, kalo lu berani sini maju lawan gue". *Adit semakin marah pasang posisi*


"Sini sini sini, maju lu". *Arya maju dan ...*


"Stoppp, kalian ini kek anak kecil aja sukanya berantem terus. Ga bosan apa?". *ucap Mira melerai*


"Tapi kan Mir, Arya diluan siapa suruh dia perhatian banget sama kamu". *kata Arya menjelaskan*


"Kok gue sih, lu aja tuh paling cemburuan". *jawab Arya bingung*


"Pokoknya aku ga mau tau, kalian berdua harus saling meminta maaf kalo tidak maka aku akan ...". *ucap Mira berhenti bicara*


"Kalo tidak, kenapa Mira? Kamu mau putus kan sama Adit?". *kata Arya tersenyum*


"Mira kok gitu. Kenapa harus aku? Kita mau putus?". *jawab Adit bingung*


"Ga Dit, bukan gitu. Pokonya kalo kalian tidak mau saling meminta maaf aku tidak akan makan". *ucapku serius*


"Kok gitu Mira, ya sudah aku minta maaf Arya kalo bukan karena Mira aku ga bakal meminta maaf duluan". *kata Adit mengukurkan tangan*


"Iyaiya, aku juga minta maaf. Maafkan aku Adit". *ucap Arya membalas*


"Okey, karena aku dan Arya sudah saling meminta maaf. Maka mari kita kesana gabung makan bersama yang lainnya". *kata Adit menunjuk ruang tengah*


"Ayo Dit". *ucapku bergegas ke ruang tengah*


(Ruang Tengah)


"Kok kalian berdua lama banget sih? Emang ambil makannya buat setahun? Sampai kita menunggu begitu lamanya". *kata Sarah bingung*

__ADS_1


"Iya, ga tau nih. Dasar, mereka ga tau kalo kita hampir aja mati kelaparan karena menunggu mereka yang begitu lama". *ucap Nabila*


"Iyaiyah, maap. Kami tak bermaksud begitu kok". *kataku memberitahu*


"Biasalah, dia muncul lagi dan menimbulkan permasalah di ruang makan. Jadinya disana terjadi keributan deh". *jawab Adit cerita*


"Maksudmu Arya? Sepertinya dia pun sudah bertindak kelewatan untuk mendapatkan Mira. Dit kamu harus lebih serius". *ucap Kevin memberitahu*


"Iya ini semakin jadi masalah serius kalo Arya sudah menjadi seperti ini pasti memang dia sudah sangat menyukai Mira". *kata Sarah*


"Maka dari itu, pastinya aku tak akan tinggal diam melihat Mira diperlakukan khusus oleh Arya. Membayangkannya saja itu sudah membuatku malas". *jawab Arya kesal*


"Nah iya Dit, pokoknya kamu ga boleh biarin Arya mendekati Mira lagi". *kata Fathur*


"Iyaiyah, terus kita mulai makannya kapan? Besok gitu?". *ucap Nabila kelaparan*


"Hahha, saking asiknya ngobrol jadi lupa deh kalo ternyata kita belum makan". *jawab Kevin tertawa*


"Iya, bicara sih bicara aja. Tetap saja tempat dan waktunya pun harus di kondisikan. Dasar kalian ini kalo sudah ketemu pasti jadi gini nih". *ucap Sarah kesal*


"Hahhaha iya nenek lampir, maap maap". *kata Adit tertawa*


"Alhamdulillah, saatnya kita makan". *ucap Nabila memulai makan*


"Wah lauk ini namanya apa? Kok rasanya kek baru coba gitu". *ucap Kevin terkesima*


"Mana, yang mana Vin?". *kata Sarah*


"Ini coba deh Sar, rasain pasti enak kan? Uappp buka mulutnya". *jawab Kevin menyuap Sarah*


"Iya, kok enak banget. Aku pun baru mencicipi makan seenak ini". *ucap Sarah tersenyum*


"Uaap, aku juga mau mencobanya Vin". *kata Adit membuka mulutnya*


"Aku juga mau mencoba itu, gimana sih kamu Sarah. Vin cepat uapp". *kata Adit mulai lagi*


"Adit, udah dibilangin ga boleh yah bolehlah. Atokah mau aku bilang ke bunda Shila (mama Adit) kalo di sekolah Adit terus ngusilin aku". *ucap Sarah mengancam*


"Ooiya silahkan aja, aku ga takut kok. Bunda juga pastinya cuma tertawa mendengarnya". *jawab Adit memberitahu*


"Serius Dit, kalo aku buka mulut untuk semuanya gimana? Termasuk tentang Mira juga mau?". *kata Sarah kembali mengancam*


"Yah gapapa juga, malah bagus dong kalo bunda tau mengenai Mira. Silahkan beritahu bunda kalo memang kamu berani". *ucap Adit serius*


"Okey, kalo bisa sekarang nih aku telpon ke bunda? Pokoknya jangan marah yah?". *kata Sarah mengambil hapenya*


"Iyaiyah, silahkan aja. Gimana sih lama banget". *jawab Adit menunggu*


"Okey, 1 2 3 tetttttt tettttt menyambungkan". *ucap Sarah menghubungi hape bunda Shila*


"Assalamualaikum. Hallo Sarah, ada apa nak?". *kata bunda Shila menyapa*


"Waa'alaikum salam, bunda gini aku mau bicara tentang Adit anak yang nakal itu bunda". *ucap Sarah kesal*


"Adit kenapa Sarah? Dia mengganggu kamu lagi disana? Atokah Adit berulah lagi disitu?". *jawab bunda Shila serius*


"Tidak bunda, bukan begitu. Kan Adit saat ini punya tettttt". *kata Sarah terhenti dan telpon terputus*


"Sarah kamu ini benar benar berani yah". *ucap Adit memutuskan telpon Sarah*


"Iyaiyah, memang kapan lu liat gue ga berani. Selama itu benar pastinya Sarah berani dong". *jawab Sarah tertawa*


"Sarahhhh". *kata Adit marah*

__ADS_1


"Aditttt, makanya kalo tidak mau diganggu jangan mengganggu urusan Sarah. Sarah dilawan kan ga bisa menang". *ucap Sarah*


"Iyaiyah, maap. Makan yang banyak Vin biar lu ga kurus lagi biar lebih berisi". *jawab Adit kembali meledek*


"Adittt Dittt kaku ini, aku telpon bunda lagi nih". *kata Sarah kembali mengancam*


"Iyaiyah, kan ini fakta bukannya boong. Sarah ini gimana sih". *jawab Adit tertawa*


"Sudah, sudah. Kalian ini sungguh sukanya mencari permasalahan yah. Tidak Adit tidak Sarah semuanya sama, sama-sama tidak ada yang mau mengalah". *ucap Nabila tertawa*


"Next, makan makan". *kata Fathur*


"Mira, loh kamu kok belum makan juga sih? Sini harus makan ini, biar cepat sehat. Uapp". *ucap Adit menyuap Mira*


"Stttttt". *Mira terdiam tak menjawab*


"Mir, Mira kamu kenapa? Kok bengong kek gini?". *ucap Adit heran*


"Iya Mira, kamu ga enak badan lagi?". *kata Nabila cemas*


"Mira, Mira, sadar Mira". *ucap Adit gelisah*


"Aa apa? Iya Dit, kenapa?". *jawabku kaget*


"Kamunya yang kenapa-kenapa? Kok Adit yang ditanya? Gimana sih?". *ucap Nabila*


"Aku gapapa kok, cuma agak cemas aja". *jawabku gelisa*


"Emang kenapa? Ada masalah apa Mir? Sampai kamu bertingkah seperti ini?". *kata Adit mulai cemas*


"Aku cuma mikirin omongan ibu Dinda yang barusan dia katakan itu aja kok". *ucapku menjelaskan*


"Ooiya tentang masalah itu, yang katanya ibu Dinda kita harus berhati-hati karena akan ada bahaya yang datang itu?". *kata Adit tenang*


"Iya, aku cuma mikirin kalo benar itu akan terjadi gimana Dit? Maka kita semua akan berada dalam bahaya". *ucapku khawatir*


"Ga akan terjadi apa-apa kok, lagian kan kita semua ada. Ada aku Fathur, Kevin, Anton dan masih banyak lagi yang akan menolong kita jika itu benaran terjadi". *ucap Adit menenangkanku*


"Tapi Dit, tetap aja kan itu menjadi masalah berbahaya jika benar terjadi seperti itu". *kataku gelisa*


"Tenang Mira, kan ada aku. Aku akan selalu ada disampingmu apa pun yang terjadi. Percayalah kita semua akan baik-baik saja kok". *ucap Adit mulai meredahkan cemasku*


"Iya Mira, tenang aja ada kami disini yang akan melindungi kalian semua. Kalau pun memang akan terjadi sesuatu berbahaya kami akan selalu disini menjaga kalian semua". *kata Arya tiba-tiba muncul dari belakang*


"Aamiin". *semua menjawab*


"Ooiya sudah, semoga aja itu ga akan terjadi dan kita semua akan baik-baik saja". *ucapku*


"Iya, kamu makan yah? Sini aku yang suapin biar cepat kenyangnya. Aku juga barusan sudah selesai makannya kok. Uaap buka mulatnya Mira". *ucap Adit menyuapiku*


"Okey, uappp". *ucapku membuka mulut*


"Semua harus makan banyak, kalo pun mau tambah silahkan ke meja makan untuk ambil kembali". *kata Arya mengarahkan*


"Siappp". *ucap semua*


**Makanan sudah habis dan semua bersiap untuk meninggalkan ruang tengah bergegas beristirahat di kamar masing-masing**


***


(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, comment dan vote sebanyak-banyaknya biar aku makin semangat meng-update ceritanya setiap hari".


(Pokoknya sukses terus buat kita semua)..

__ADS_1


__ADS_2