
**Di ruang makan telah di penuhi para siswa untuk mengambil makan siangnya pada hari ini, semua berkumpul dan menikmatinya**
(Ruang Makan)
"Semua! harap mengambil porsi makanannya masing-masing secara antri, setelah itu pergi mengambil posisi duduk sesuai keinginnya". *ucap Arya memberitahu*
"Siap". *sorak semua*
"Mira, kamu ambil ambil yang banyak yah. Biar makin kuat". *kata Arya memberi lauk*
"Iya Arya, sudah cukup ini sudah kebanyakan". *ucapku memberi kode*
"Ini masih sedikit Mir, kamu harus memakan sayuran, ikan dan telur biar badanmu semakin sehat". *jawab Arya memberi lauk*
"Ga perlu urusin pacar orang dong, makanya kalo belum dapat cepat cari. Daripada begini ganggu Mira aja". *kata Adit memberitahu*
"Suka suka gue, ini juga tempat umum kok. Jadi mau berbuat seperti ini dan itu semua hak orang kenapa lu sewot sih". *ucap Arya*
"Iya emang gapapa, tapi kan ini Mira pacar gue kalo mau ganggu orang lain yah silahkan tapi tolong jangan Mira". *jawab Adit kesal*
"Stooppp, apa-apan sih kalian ini. Pada ga malu apa dilihatin sama siswa lainnya? Atokah memang kalian masih anak kecil?". *ucap Anita melerai Adit dan Arya*
"Iya tau nih, masa cuma permasalahan Mira kalian jadi seperti ini? Malu-mauin tau". *kata Eva memberitahu*
"Bukan aku diluan, tapi Adit". *ucap Arya*
"Enak aja, lu tuh yang diluan pake acara perhatian lagi sama pacar gue". *jawab Adit masih tak terima*
"Lah kok gue, apa salah kalo gue memberi perhatian sama Mira? Kan sebagai teman harus seperti itu". *kata Arya menyangkal*
"Pokoknya lu jangan deketin Mira lagi, titik". *ucap Adit marah*
"Kalo gue ga mau gimana?". *Arya sewot*
"Yaudah sini, kalo lu berani sini maju lawan gue". *Adit semakin marah pasang posisi*
"Sini sini sini, maju lu". *Arya maju dan ...*
"Stoppp, kalian ini kek anak kecil aja sukanya berantem terus. Ga bosan apa?". *ucap Mira melerai*
"Tapi kan Mir, Arya diluan siapa suruh dia perhatian banget sama kamu". *kata Arya menjelaskan*
"Kok gue sih, lu aja tuh paling cemburuan". *jawab Arya bingung*
"Pokoknya aku ga mau tau, kalian berdua harus saling meminta maaf kalo tidak maka aku akan ...". *ucap Mira berhenti bicara*
"Kalo tidak, kenapa Mira? Kamu mau putus kan sama Adit?". *kata Arya tersenyum*
"Mira kok gitu. Kenapa harus aku? Kita mau putus?". *jawab Adit bingung*
"Ga Dit, bukan gitu. Pokonya kalo kalian tidak mau saling meminta maaf aku tidak akan makan". *ucapku serius*
"Kok gitu Mira, ya sudah aku minta maaf Arya kalo bukan karena Mira aku ga bakal meminta maaf duluan". *kata Adit mengukurkan tangan*
"Iyaiya, aku juga minta maaf. Maafkan aku Adit". *ucap Arya membalas*
"Okey, karena aku dan Arya sudah saling meminta maaf. Maka mari kita kesana gabung makan bersama yang lainnya". *kata Adit menunjuk ruang tengah*
"Ayo Dit". *ucapku bergegas ke ruang tengah*
(Ruang Tengah)
"Kok kalian berdua lama banget sih? Emang ambil makannya buat setahun? Sampai kita menunggu begitu lamanya". *kata Sarah bingung*
__ADS_1
"Iya, ga tau nih. Dasar, mereka ga tau kalo kita hampir aja mati kelaparan karena menunggu mereka yang begitu lama". *ucap Nabila*
"Iyaiyah, maap. Kami tak bermaksud begitu kok". *kataku memberitahu*
"Biasalah, dia muncul lagi dan menimbulkan permasalah di ruang makan. Jadinya disana terjadi keributan deh". *jawab Adit cerita*
"Maksudmu Arya? Sepertinya dia pun sudah bertindak kelewatan untuk mendapatkan Mira. Dit kamu harus lebih serius". *ucap Kevin memberitahu*
"Iya ini semakin jadi masalah serius kalo Arya sudah menjadi seperti ini pasti memang dia sudah sangat menyukai Mira". *kata Sarah*
"Maka dari itu, pastinya aku tak akan tinggal diam melihat Mira diperlakukan khusus oleh Arya. Membayangkannya saja itu sudah membuatku malas". *jawab Arya kesal*
"Nah iya Dit, pokoknya kamu ga boleh biarin Arya mendekati Mira lagi". *kata Fathur*
"Iyaiyah, terus kita mulai makannya kapan? Besok gitu?". *ucap Nabila kelaparan*
"Hahha, saking asiknya ngobrol jadi lupa deh kalo ternyata kita belum makan". *jawab Kevin tertawa*
"Iya, bicara sih bicara aja. Tetap saja tempat dan waktunya pun harus di kondisikan. Dasar kalian ini kalo sudah ketemu pasti jadi gini nih". *ucap Sarah kesal*
"Hahhaha iya nenek lampir, maap maap". *kata Adit tertawa*
"Alhamdulillah, saatnya kita makan". *ucap Nabila memulai makan*
"Wah lauk ini namanya apa? Kok rasanya kek baru coba gitu". *ucap Kevin terkesima*
"Mana, yang mana Vin?". *kata Sarah*
"Ini coba deh Sar, rasain pasti enak kan? Uappp buka mulutnya". *jawab Kevin menyuap Sarah*
"Iya, kok enak banget. Aku pun baru mencicipi makan seenak ini". *ucap Sarah tersenyum*
"Uaap, aku juga mau mencobanya Vin". *kata Adit membuka mulutnya*
"Aku juga mau mencoba itu, gimana sih kamu Sarah. Vin cepat uapp". *kata Adit mulai lagi*
"Adit, udah dibilangin ga boleh yah bolehlah. Atokah mau aku bilang ke bunda Shila (mama Adit) kalo di sekolah Adit terus ngusilin aku". *ucap Sarah mengancam*
"Ooiya silahkan aja, aku ga takut kok. Bunda juga pastinya cuma tertawa mendengarnya". *jawab Adit memberitahu*
"Serius Dit, kalo aku buka mulut untuk semuanya gimana? Termasuk tentang Mira juga mau?". *kata Sarah kembali mengancam*
"Yah gapapa juga, malah bagus dong kalo bunda tau mengenai Mira. Silahkan beritahu bunda kalo memang kamu berani". *ucap Adit serius*
"Okey, kalo bisa sekarang nih aku telpon ke bunda? Pokoknya jangan marah yah?". *kata Sarah mengambil hapenya*
"Iyaiyah, silahkan aja. Gimana sih lama banget". *jawab Adit menunggu*
"Okey, 1 2 3 tetttttt tettttt menyambungkan". *ucap Sarah menghubungi hape bunda Shila*
"Assalamualaikum. Hallo Sarah, ada apa nak?". *kata bunda Shila menyapa*
"Waa'alaikum salam, bunda gini aku mau bicara tentang Adit anak yang nakal itu bunda". *ucap Sarah kesal*
"Adit kenapa Sarah? Dia mengganggu kamu lagi disana? Atokah Adit berulah lagi disitu?". *jawab bunda Shila serius*
"Tidak bunda, bukan begitu. Kan Adit saat ini punya tettttt". *kata Sarah terhenti dan telpon terputus*
"Sarah kamu ini benar benar berani yah". *ucap Adit memutuskan telpon Sarah*
"Iyaiyah, memang kapan lu liat gue ga berani. Selama itu benar pastinya Sarah berani dong". *jawab Sarah tertawa*
"Sarahhhh". *kata Adit marah*
__ADS_1
"Aditttt, makanya kalo tidak mau diganggu jangan mengganggu urusan Sarah. Sarah dilawan kan ga bisa menang". *ucap Sarah*
"Iyaiyah, maap. Makan yang banyak Vin biar lu ga kurus lagi biar lebih berisi". *jawab Adit kembali meledek*
"Adittt Dittt kaku ini, aku telpon bunda lagi nih". *kata Sarah kembali mengancam*
"Iyaiyah, kan ini fakta bukannya boong. Sarah ini gimana sih". *jawab Adit tertawa*
"Sudah, sudah. Kalian ini sungguh sukanya mencari permasalahan yah. Tidak Adit tidak Sarah semuanya sama, sama-sama tidak ada yang mau mengalah". *ucap Nabila tertawa*
"Next, makan makan". *kata Fathur*
"Mira, loh kamu kok belum makan juga sih? Sini harus makan ini, biar cepat sehat. Uapp". *ucap Adit menyuap Mira*
"Stttttt". *Mira terdiam tak menjawab*
"Mir, Mira kamu kenapa? Kok bengong kek gini?". *ucap Adit heran*
"Iya Mira, kamu ga enak badan lagi?". *kata Nabila cemas*
"Mira, Mira, sadar Mira". *ucap Adit gelisah*
"Aa apa? Iya Dit, kenapa?". *jawabku kaget*
"Kamunya yang kenapa-kenapa? Kok Adit yang ditanya? Gimana sih?". *ucap Nabila*
"Aku gapapa kok, cuma agak cemas aja". *jawabku gelisa*
"Emang kenapa? Ada masalah apa Mir? Sampai kamu bertingkah seperti ini?". *kata Adit mulai cemas*
"Aku cuma mikirin omongan ibu Dinda yang barusan dia katakan itu aja kok". *ucapku menjelaskan*
"Ooiya tentang masalah itu, yang katanya ibu Dinda kita harus berhati-hati karena akan ada bahaya yang datang itu?". *kata Adit tenang*
"Iya, aku cuma mikirin kalo benar itu akan terjadi gimana Dit? Maka kita semua akan berada dalam bahaya". *ucapku khawatir*
"Ga akan terjadi apa-apa kok, lagian kan kita semua ada. Ada aku Fathur, Kevin, Anton dan masih banyak lagi yang akan menolong kita jika itu benaran terjadi". *ucap Adit menenangkanku*
"Tapi Dit, tetap aja kan itu menjadi masalah berbahaya jika benar terjadi seperti itu". *kataku gelisa*
"Tenang Mira, kan ada aku. Aku akan selalu ada disampingmu apa pun yang terjadi. Percayalah kita semua akan baik-baik saja kok". *ucap Adit mulai meredahkan cemasku*
"Iya Mira, tenang aja ada kami disini yang akan melindungi kalian semua. Kalau pun memang akan terjadi sesuatu berbahaya kami akan selalu disini menjaga kalian semua". *kata Arya tiba-tiba muncul dari belakang*
"Aamiin". *semua menjawab*
"Ooiya sudah, semoga aja itu ga akan terjadi dan kita semua akan baik-baik saja". *ucapku*
"Iya, kamu makan yah? Sini aku yang suapin biar cepat kenyangnya. Aku juga barusan sudah selesai makannya kok. Uaap buka mulatnya Mira". *ucap Adit menyuapiku*
"Okey, uappp". *ucapku membuka mulut*
"Semua harus makan banyak, kalo pun mau tambah silahkan ke meja makan untuk ambil kembali". *kata Arya mengarahkan*
"Siappp". *ucap semua*
**Makanan sudah habis dan semua bersiap untuk meninggalkan ruang tengah bergegas beristirahat di kamar masing-masing**
***
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, comment dan vote sebanyak-banyaknya biar aku makin semangat meng-update ceritanya setiap hari".
(Pokoknya sukses terus buat kita semua)..
__ADS_1