Kosong!

Kosong!
Senjata Makan Tuan..


__ADS_3

**Malam hari mendadak menjadi sunyi, siswa berada di ruang tengah untuk mendapat arahan ketua dan pengurus Osis lainnya mengenai perkataan ibu Dinda**


"Harap dengarkan, apapun yang terjadi nantinya semua harus tenang dan terus berdoa agar diberi perlindungan oleh-Nya". *ucap Arya tegas*


"Terus, jangan ada yang meninggalkan Villa kecuali ada arahan dari kami selaku pengurus inti Osis. Mengerti?" *kata Adit mengarahkan*


"Dan satu lagi, usahakan semua jangan ada yang berpisah. Usahan berkumpul semalam disini karena besok pagi kita akan pulang ke rumah masing-masing". *jawab Arya kembali*


"Siap, mengerti". *semua siswa*


(Sebelah Kiri)


"Ini bagaimana apakag kita tak akan tidur lagi?". *ucap Eva bertanya*


"Mana gue tahu, maybe yes and maybe no". *kata Anita bingung*


"Besok kan kita sudah mau pulang, masa hari ini tidak istirahat dengan tenang. Gimana sih". *jawab Eva kesal*


"Yah mau gimana lagi, kan takdir. Ini semua juga demi pangeran Adit gue daripada Adit kenapa-kenapa kan kasihan". *kata Puteri khawatirkan Adit*


"Tau sih, tapi lu juga mestinya sadar diri dong Puteri bukannya Adit lebih ingin melindungi Mira daripada lu lagian kan sih cewe polos politus itu dalam posisi samaan dengan Adit". *ucap Anita nyolot*


"Iya bener juga kata lu, terus menurut lu pada gue harus gimana? Menyerah gitu? Ikhlasin Adit ke Mira? Noooo". *jawab Puteri marah*


"Puteri bukan gitu juga, maksud gue itu baik. Sebaiknya kita harus memikirkan cara yang lebih licik untuk menjatuhkan Mira agar Adit tidak menyukainya lagi". *kata Eva berpikir*


"Caranya gimana? Otak gue lagi loading jadi untuk saat ini ga bisa berpikiran yang lurus lagi". *ucap Puteri bingung*


"Nah gue punya ide briliant". *kata Anita tersenyum*


"Gimana Anita? Dan pasti akan berhasilkan?". *jawab Puteri melotot*


"Iya, sini kalian semua ngumpul dengarkan baik-baik yah. Gue yakin kali ini 99% rencana kita akan berhasil". *ucap Eva terpukau*


"Iyaiyah, semoga aja ucapan lu ada benarnya. Pokoknya jangan berharap berlebih dulu bisa jadi gagal lagi kan". *kata Puteri pasrah*


"Begini, rencana gue itu mau menguncikan Mira di dalam kamar kita. Nantikan semua akan berkumpul disini jadi ga akan ada orang yang akan mencari Mira. *kata Anita*


"Jadi rencana menurut lu yang akan berhasil untuk ngerjain Mira ini? Kok gue ga yakin gitu yah?". *ucap Puteri melihat Anita*


"Kita rencanakan dulu, lebih mendetail bisa jadi kan akan berjalan lancar sesuai rencana ini". *kata Anita tersenyum*


"Okey, untuk kali ini kita harus yakin kepada Anita atas rencananya dan jangan langsung menyerah begitu saja sebelum mencoba". *ucap Eva meyakinkan Puteri CS*


"Baiklah, terus rencana detailnya gimana?". *kata Puteri serius*


"Nanti semua harus pura-pura tertidur kecuali Puput, nah Puput lah yang akan berperang penting untuk melancarkan rencana kali iin". *jawab Anita terhentikan oleh Puput*


"Tunggu tunggu, kok aku sih? Aku ga mau". *ucap Puput tak menerima*


"Iyaiyah, mau ga mau lu harus ikut rencana Puput kan diantara kita disini tidak ada yang akrab sama Mira kecuali kamu gimana sih". *kata Eva memberitahu*


"Nah itu Eva tahu alasannya, terus kalo lu ga mau bantuin kita maka dengan terpaksa Puput harus dikeluarkan dari geng. Lu mau?". *jawab Puteri mengancam Puput*


"Ooiya sudah, iya deh iya gue mau daripada harus dikeluarkan dari kalian terus nantinya gue kemana?". *ucap Puput khawatir*


"Iyah gampang aja, lu gabung ke anggota polos politus itu aja. Kan bisa jadi teman mereka, gimana sih". *kata Eva tertawa*


"Gimana caranya, mereka itu kan bukan dari kelas kita jadi kalo mau berteman agak susah kali". *ucap Puput kembali*


"Semua jelaskan, maka dari itu harus patuh. Jangan ngeyel lagi seperti yang tadi". *kata Eva tertawa*


"Iya mengerti, Anita teruskan jadi gue harus lakuin apa selanjutnya". *jawab Puput*


"Begini kan, nanti lu datang samperin Mira ajak dia ke kamar untuk nemenin lu ke wc dengan alasan ga ada yang bisa temenin karena kami semua tertidur. *ucap Anita*


"Cuma segitu doang?". *jawab Pulut langsung mengerti*


"Hahha, tidaklah Puput. Anita next". *kata Puteri tertawa*

__ADS_1


"Nah kan di dalam wc itu ada jendela, jadi lu tinggal kunci pintu wc kemudian keluar melalui jendela". *jawab Eva kembali*


"Okey, untuk sejauh ini gue paham. Next". *ucap Puput mengerti*


"Terus nanti ada gue dan Eva tungguin lu dari luar jendela Villa dan Puteri yang akan ke sana untuk mengunci pintu kamar dari luar. *kata Anita terdiam*


"Wah untuk kali ini gue terkesimah dengan rencana lu ini, sunggur luar biasa". *ucap Eva menepuk bahu Anita*


"Dasar kalian ini, baru sadar yah?". *jawab Anita tersenyum*


"Iya, gue pun berpikiran sama dengan Eva yang mengira kalo lu itu hanya berfokusnya dengan pergerakan inti Osis saja". *kata Puteri berhenti bicara*


"Kalian ini, ternyata sungguh begitu tega yah. Berpikiran begitu terhadap gue. Gue begini juga karena sibuk mikiran lu pada tau". *jawab Anita tersenyum*


"Hahha abis mau gimana lagi, lu juga kek mencolok amat di Osis jadinya kan kami salah paham maap maap". *kata Eva*


"Eh ternyata lu ada gunanya juga di geng kita ini begitu pun dengan Puput. Wah makasih". *ucap Puteri bahagia melanjutkannya*


"Ekhmm, ternyata kalian semua ini begitu. Pokoknya mulai dari sekarang pemahaman itu sudah tidak dibenarkan lagi yah". *jawab Anita tersenyum*


"Iya, dimengerti". *semua*


"Okey, mari semua. Saatnya kita untuk beraksi dan melihat kejadian berikutnya". *kata Anita semangat*


"Siappp, ambil posisi". *sorak bersamaan*


**Posisi telah berjalan baik, Puput berjalan mendekati Mira yang terlihat cemas berada disamping Nabila**


(Sebelah Kanan)


"Teman-teman kalian sibuk ga?". *ucap Puput mengagetkan semua*


"Puput emang kenapa? Butuh bantuan kami?". *kata Nabila bertanya*


"Iya begini, aku mau minta tolong Mira untuk menemaniku ke kamar untuk buang air kecil abisnya kebelet nih". *ucap Puput malu*


"Puteri CS memangnya kemana kok ga ada yang nemenin kamu?". *kata Sarah bingung*


"Ooiya, aku kira mereka tidak ada yang ingin mengantarmu kesana". *ucap Nabila*


"Hahha iya, itu juga terkadang terjadi sih". *kata Puput memberitahu*


"Okey, Puput sini ku antarkan. Lagian aku juga mau ambil charger didalam tas". *jawabku bergegas berdiri*


"Makasih Mira, kamu memang baik". *kata Puput tersenyum*


"Santai, kita semua ini kan teman. Nabila titip hape aku yah. Aku pergi ambil charger di kamar dulu". *ucapku bergegas pergi*


(Di Kamar)


"Aku masuk wc dulu yah Mira, kamu tunggu aku disini jangan kemana-mana aku takut sendiri soalnya". *ucap Puput takut*


"Iya Put, baiklah. Nanti kalo kamu dah keluar kita baru cari charger hapeku bersama". *kataku tersenyum*


"Okey, beneran tunggu yah. Aku masuk dulu". *jawab Puput menutup pintu*


(Sebelah Kiri)


"Bangun, Eva jangan bilang lu beneran tidur?". *ucap Anita membangunkan Eva*


"Iyah ga, ini dah bangun kok tadinya sedikit tertidur sih". *kata Eva tersenyum*


"Gimana sih, kita kan mau pergi jemput Puput di jendela Villa. Kamu lupa yah saking lelah sampai tertidur?". *jawab Anita bingung*


"Iya maap, hampir deh. Untung belum kebawa mimpinya kalo dah mimpi Arya apa pun yang akan terjadi aku tak akan terbangun". *ucap Anita tertawa*


"Dasar kamu yah, cepat bangun kita lakuin rencana berikutnya. Puteri kamu mengendap untuk ke kamar buat kunci Mira. Aku dan Eva keluar untuk menjemput Puput yah?". *kata Anita memberi perintah*


"Okey baiklah, Kita semua bertemu diluar Villa biar ga ada yang mencurigai kita". *jawab Puteri mengatahkan*

__ADS_1


"Okey". *semua bergegas pergi*


(Di Kamar)


"Loh kok timbahnya gerak sendiri? Ada apa ini? Jangan-jangan ada hantu lagi? Akhhh *ucap Puput berteriak lalu pingsan*


"Puput? Kamu kenapa kok lama banget? Buka pintunya Put?". *kata Mira cemas*


(Depan Kamar)


"Jangan takut yah Mira? Semua ini karena lu sudah merebut Adit dari gue. Makanya rasain pembalasku". *ucap Puteri mengunci pintu*


**Kemudian lampu diluar kamar terus mati lalu kembali hidup seperti dalam film horror dan tiba-tiba pintu kamar sebelah dan depan tertutup begitu kencang dengan sendirinya setelah itu meja pun bergesek ke arahku**


"Lampunya kok padam menyalah begini? Kedua pintu ini kenapa tiba-tiba juga tertutup? Dan mejanya juga, ada apa ini? Jangan bilang karena penunggu Villanya marah lagi? Akhhh tidak tidakk". *ucap Puteri kemudian pingsan*


(Jendela Luar)


"Puput? Kamu didalam kan cepat jawab kami? Disini dingin tau? Puput?". *kata Anita santai*


"Kok Puput, buka jendelanya lama banget sih? Disini kan banyak nyamuk. Gimana sih?". *ucap Eva kesal memukul nyamuk*


"Sabar Va, mungkin emang Puput lagi buang air kecil ato besar kali jadinya agak lama gitu". *kata Anita cukup sabar*


"Iya, buangnya sih bisa tapi kan ini sudah lama banget. Mana disini begitu dingin lagi dan banyak nyamuk juga". *jawab Eva kesal*


"Sabar Va, bentar lagi pasti Puput akan keluar kok kita tunggu sebenrar lagi yah". *ucap Anita semangat*


"Iya sudah, iyaiyah sabar Eva sabar ini semua cobaan". *kata Eva mulai sabar*


"Nah gitu dong, harus lebih semangat lagi menunggunya biar tak terasa berat kata Dila". *jawab Anita tersenyum*


"Hahha iyaiyah taulah, ini semangat kok cuma agak lelah aja sedikit". *kata Eva tertawa*


"Hahahha". *semua tertawa*


**Menunggu begitu lama, kemudian muncul dan terjadi keanehan tiba-tiba sendal sepatu dari siswa yang lain melayang didepan mata kami juga terlihat ayunan depan Villa sedang bergerak sendiri semakin kecang**


"Anita, kamu lihat apa yang aku lihatkan?". *ucap Eva terkejut*


"Iya Eva, tadi aku melihat sendal sepatu siswa ada yang melayang gitu dan kini ayunan juga ikutan bergerak. Mungkin karena anginnya makin kecang jadinya seperti ini". *kata Anita*


"Ooiya sepertinya itu masuk akal juga, tadinya aku mengira itu karena ulah penunggu Villa ini melihat kita seperti ini jadinya marah". *jawab Eva tertawa*


"Husst tak boleh berbicara seperti itu, apa lagi kita ini sedang berada jauh dari teman yang lainnya jadi stop Eva jangan berbicara seperti itu lagi aku takut". *ucap Anita mulai takut*


"Iyaiyah dimengerti, tapi jujur yah bukan lu aja yang takut aku juga Anita gimana sih kamu". *kata Eva takut*


**Kemudian terjadi keanehan berikutnya, lagi dan lagi semua sendal kini mulai melayang**


"Loh semua sendal ini kok melayang? Ini kan tak ada angin kencang sedikit pun?". *ucap Eva bertanya*


"Iya Va, disini muncul keanehan lagi. Mungkin perkataanmu yang tadi ada benarnya kalo memang penunggu Villa ini marah mekihat kita berperilaku seperti ini". *jawab Anita menjawab*


"Terus kalo memang itu!benar kita harus bagaimana ini? Apakah segera lari? Atokah tetap menunggu Puput disini?". *kata Eva kebingungan*


"Tunggu sebentar lagi Va, nanggung mungkin Puput keluarnya sebentar lagi". *ucap Anita menyarankan Eva*


"Sepertinya penunggu ini sudah muak melihat kita Anita, itu lihat lagi batu sebesar kepakan tanganku melayang dan mengarah kekita dan akhhh kepalaku?". *jawab Eva kini memegang kepalanya melihat darahnya bercucuran turun menetes lalu pingsan*


"Eva, Eva, bangun Va kamu bangun. Ayo kita lari bersama masuk ke dalam. Aku juga takut disini sendirian, Eva? Akhh sakit". *kata Anita terlalu cemas kemudian di lempari batu dari arah belakang mengenai kepalanya sampai akhirnya pingsan*


(Dalam Kamar)


**Tinggal Mira sendiri yang berada di dalam kamar itu, ia pun meminta tolong namun tak ada yang mendengarkan teriakannya sampai akhirnya**


***


(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, comment dan vote sebanyak-banyaknya agar nantinya aku tetap semangat meng-update ceritanya setiap hari".

__ADS_1


(Pokoknya sukses terus untuk kita semua)..


__ADS_2