
**Malam hari mendadak menjadi sunyi, siswa berada di ruang tengah untuk mendapat arahan ketua dan pengurus Osis lainnya mengenai perkataan ibu Dinda**
"Harap dengarkan, apapun yang terjadi nantinya semua harus tenang dan terus berdoa agar diberi perlindungan oleh-Nya". *ucap Arya tegas*
"Terus, jangan ada yang meninggalkan Villa kecuali ada arahan dari kami selaku pengurus inti Osis. Mengerti?" *kata Adit mengarahkan*
"Dan satu lagi, usahakan semua jangan ada yang berpisah. Usahan berkumpul semalam disini karena besok pagi kita akan pulang ke rumah masing-masing". *jawab Arya kembali*
"Siap, mengerti". *semua siswa*
(Sebelah Kiri)
"Ini bagaimana apakag kita tak akan tidur lagi?". *ucap Eva bertanya*
"Mana gue tahu, maybe yes and maybe no". *kata Anita bingung*
"Besok kan kita sudah mau pulang, masa hari ini tidak istirahat dengan tenang. Gimana sih". *jawab Eva kesal*
"Yah mau gimana lagi, kan takdir. Ini semua juga demi pangeran Adit gue daripada Adit kenapa-kenapa kan kasihan". *kata Puteri khawatirkan Adit*
"Tau sih, tapi lu juga mestinya sadar diri dong Puteri bukannya Adit lebih ingin melindungi Mira daripada lu lagian kan sih cewe polos politus itu dalam posisi samaan dengan Adit". *ucap Anita nyolot*
"Iya bener juga kata lu, terus menurut lu pada gue harus gimana? Menyerah gitu? Ikhlasin Adit ke Mira? Noooo". *jawab Puteri marah*
"Puteri bukan gitu juga, maksud gue itu baik. Sebaiknya kita harus memikirkan cara yang lebih licik untuk menjatuhkan Mira agar Adit tidak menyukainya lagi". *kata Eva berpikir*
"Caranya gimana? Otak gue lagi loading jadi untuk saat ini ga bisa berpikiran yang lurus lagi". *ucap Puteri bingung*
"Nah gue punya ide briliant". *kata Anita tersenyum*
"Gimana Anita? Dan pasti akan berhasilkan?". *jawab Puteri melotot*
"Iya, sini kalian semua ngumpul dengarkan baik-baik yah. Gue yakin kali ini 99% rencana kita akan berhasil". *ucap Eva terpukau*
"Iyaiyah, semoga aja ucapan lu ada benarnya. Pokoknya jangan berharap berlebih dulu bisa jadi gagal lagi kan". *kata Puteri pasrah*
"Begini, rencana gue itu mau menguncikan Mira di dalam kamar kita. Nantikan semua akan berkumpul disini jadi ga akan ada orang yang akan mencari Mira. *kata Anita*
"Jadi rencana menurut lu yang akan berhasil untuk ngerjain Mira ini? Kok gue ga yakin gitu yah?". *ucap Puteri melihat Anita*
"Kita rencanakan dulu, lebih mendetail bisa jadi kan akan berjalan lancar sesuai rencana ini". *kata Anita tersenyum*
"Okey, untuk kali ini kita harus yakin kepada Anita atas rencananya dan jangan langsung menyerah begitu saja sebelum mencoba". *ucap Eva meyakinkan Puteri CS*
"Baiklah, terus rencana detailnya gimana?". *kata Puteri serius*
"Nanti semua harus pura-pura tertidur kecuali Puput, nah Puput lah yang akan berperang penting untuk melancarkan rencana kali iin". *jawab Anita terhentikan oleh Puput*
"Tunggu tunggu, kok aku sih? Aku ga mau". *ucap Puput tak menerima*
"Iyaiyah, mau ga mau lu harus ikut rencana Puput kan diantara kita disini tidak ada yang akrab sama Mira kecuali kamu gimana sih". *kata Eva memberitahu*
"Nah itu Eva tahu alasannya, terus kalo lu ga mau bantuin kita maka dengan terpaksa Puput harus dikeluarkan dari geng. Lu mau?". *jawab Puteri mengancam Puput*
"Ooiya sudah, iya deh iya gue mau daripada harus dikeluarkan dari kalian terus nantinya gue kemana?". *ucap Puput khawatir*
"Iyah gampang aja, lu gabung ke anggota polos politus itu aja. Kan bisa jadi teman mereka, gimana sih". *kata Eva tertawa*
"Gimana caranya, mereka itu kan bukan dari kelas kita jadi kalo mau berteman agak susah kali". *ucap Puput kembali*
"Semua jelaskan, maka dari itu harus patuh. Jangan ngeyel lagi seperti yang tadi". *kata Eva tertawa*
"Iya mengerti, Anita teruskan jadi gue harus lakuin apa selanjutnya". *jawab Puput*
"Begini kan, nanti lu datang samperin Mira ajak dia ke kamar untuk nemenin lu ke wc dengan alasan ga ada yang bisa temenin karena kami semua tertidur. *ucap Anita*
"Cuma segitu doang?". *jawab Pulut langsung mengerti*
"Hahha, tidaklah Puput. Anita next". *kata Puteri tertawa*
__ADS_1
"Nah kan di dalam wc itu ada jendela, jadi lu tinggal kunci pintu wc kemudian keluar melalui jendela". *jawab Eva kembali*
"Okey, untuk sejauh ini gue paham. Next". *ucap Puput mengerti*
"Terus nanti ada gue dan Eva tungguin lu dari luar jendela Villa dan Puteri yang akan ke sana untuk mengunci pintu kamar dari luar. *kata Anita terdiam*
"Wah untuk kali ini gue terkesimah dengan rencana lu ini, sunggur luar biasa". *ucap Eva menepuk bahu Anita*
"Dasar kalian ini, baru sadar yah?". *jawab Anita tersenyum*
"Iya, gue pun berpikiran sama dengan Eva yang mengira kalo lu itu hanya berfokusnya dengan pergerakan inti Osis saja". *kata Puteri berhenti bicara*
"Kalian ini, ternyata sungguh begitu tega yah. Berpikiran begitu terhadap gue. Gue begini juga karena sibuk mikiran lu pada tau". *jawab Anita tersenyum*
"Hahha abis mau gimana lagi, lu juga kek mencolok amat di Osis jadinya kan kami salah paham maap maap". *kata Eva*
"Eh ternyata lu ada gunanya juga di geng kita ini begitu pun dengan Puput. Wah makasih". *ucap Puteri bahagia melanjutkannya*
"Ekhmm, ternyata kalian semua ini begitu. Pokoknya mulai dari sekarang pemahaman itu sudah tidak dibenarkan lagi yah". *jawab Anita tersenyum*
"Iya, dimengerti". *semua*
"Okey, mari semua. Saatnya kita untuk beraksi dan melihat kejadian berikutnya". *kata Anita semangat*
"Siappp, ambil posisi". *sorak bersamaan*
**Posisi telah berjalan baik, Puput berjalan mendekati Mira yang terlihat cemas berada disamping Nabila**
(Sebelah Kanan)
"Teman-teman kalian sibuk ga?". *ucap Puput mengagetkan semua*
"Puput emang kenapa? Butuh bantuan kami?". *kata Nabila bertanya*
"Iya begini, aku mau minta tolong Mira untuk menemaniku ke kamar untuk buang air kecil abisnya kebelet nih". *ucap Puput malu*
"Puteri CS memangnya kemana kok ga ada yang nemenin kamu?". *kata Sarah bingung*
"Ooiya, aku kira mereka tidak ada yang ingin mengantarmu kesana". *ucap Nabila*
"Hahha iya, itu juga terkadang terjadi sih". *kata Puput memberitahu*
"Okey, Puput sini ku antarkan. Lagian aku juga mau ambil charger didalam tas". *jawabku bergegas berdiri*
"Makasih Mira, kamu memang baik". *kata Puput tersenyum*
"Santai, kita semua ini kan teman. Nabila titip hape aku yah. Aku pergi ambil charger di kamar dulu". *ucapku bergegas pergi*
(Di Kamar)
"Aku masuk wc dulu yah Mira, kamu tunggu aku disini jangan kemana-mana aku takut sendiri soalnya". *ucap Puput takut*
"Iya Put, baiklah. Nanti kalo kamu dah keluar kita baru cari charger hapeku bersama". *kataku tersenyum*
"Okey, beneran tunggu yah. Aku masuk dulu". *jawab Puput menutup pintu*
(Sebelah Kiri)
"Bangun, Eva jangan bilang lu beneran tidur?". *ucap Anita membangunkan Eva*
"Iyah ga, ini dah bangun kok tadinya sedikit tertidur sih". *kata Eva tersenyum*
"Gimana sih, kita kan mau pergi jemput Puput di jendela Villa. Kamu lupa yah saking lelah sampai tertidur?". *jawab Anita bingung*
"Iya maap, hampir deh. Untung belum kebawa mimpinya kalo dah mimpi Arya apa pun yang akan terjadi aku tak akan terbangun". *ucap Anita tertawa*
"Dasar kamu yah, cepat bangun kita lakuin rencana berikutnya. Puteri kamu mengendap untuk ke kamar buat kunci Mira. Aku dan Eva keluar untuk menjemput Puput yah?". *kata Anita memberi perintah*
"Okey baiklah, Kita semua bertemu diluar Villa biar ga ada yang mencurigai kita". *jawab Puteri mengatahkan*
__ADS_1
"Okey". *semua bergegas pergi*
(Di Kamar)
"Loh kok timbahnya gerak sendiri? Ada apa ini? Jangan-jangan ada hantu lagi? Akhhh *ucap Puput berteriak lalu pingsan*
"Puput? Kamu kenapa kok lama banget? Buka pintunya Put?". *kata Mira cemas*
(Depan Kamar)
"Jangan takut yah Mira? Semua ini karena lu sudah merebut Adit dari gue. Makanya rasain pembalasku". *ucap Puteri mengunci pintu*
**Kemudian lampu diluar kamar terus mati lalu kembali hidup seperti dalam film horror dan tiba-tiba pintu kamar sebelah dan depan tertutup begitu kencang dengan sendirinya setelah itu meja pun bergesek ke arahku**
"Lampunya kok padam menyalah begini? Kedua pintu ini kenapa tiba-tiba juga tertutup? Dan mejanya juga, ada apa ini? Jangan bilang karena penunggu Villanya marah lagi? Akhhh tidak tidakk". *ucap Puteri kemudian pingsan*
(Jendela Luar)
"Puput? Kamu didalam kan cepat jawab kami? Disini dingin tau? Puput?". *kata Anita santai*
"Kok Puput, buka jendelanya lama banget sih? Disini kan banyak nyamuk. Gimana sih?". *ucap Eva kesal memukul nyamuk*
"Sabar Va, mungkin emang Puput lagi buang air kecil ato besar kali jadinya agak lama gitu". *kata Anita cukup sabar*
"Iya, buangnya sih bisa tapi kan ini sudah lama banget. Mana disini begitu dingin lagi dan banyak nyamuk juga". *jawab Eva kesal*
"Sabar Va, bentar lagi pasti Puput akan keluar kok kita tunggu sebenrar lagi yah". *ucap Anita semangat*
"Iya sudah, iyaiyah sabar Eva sabar ini semua cobaan". *kata Eva mulai sabar*
"Nah gitu dong, harus lebih semangat lagi menunggunya biar tak terasa berat kata Dila". *jawab Anita tersenyum*
"Hahha iyaiyah taulah, ini semangat kok cuma agak lelah aja sedikit". *kata Eva tertawa*
"Hahahha". *semua tertawa*
**Menunggu begitu lama, kemudian muncul dan terjadi keanehan tiba-tiba sendal sepatu dari siswa yang lain melayang didepan mata kami juga terlihat ayunan depan Villa sedang bergerak sendiri semakin kecang**
"Anita, kamu lihat apa yang aku lihatkan?". *ucap Eva terkejut*
"Iya Eva, tadi aku melihat sendal sepatu siswa ada yang melayang gitu dan kini ayunan juga ikutan bergerak. Mungkin karena anginnya makin kecang jadinya seperti ini". *kata Anita*
"Ooiya sepertinya itu masuk akal juga, tadinya aku mengira itu karena ulah penunggu Villa ini melihat kita seperti ini jadinya marah". *jawab Eva tertawa*
"Husst tak boleh berbicara seperti itu, apa lagi kita ini sedang berada jauh dari teman yang lainnya jadi stop Eva jangan berbicara seperti itu lagi aku takut". *ucap Anita mulai takut*
"Iyaiyah dimengerti, tapi jujur yah bukan lu aja yang takut aku juga Anita gimana sih kamu". *kata Eva takut*
**Kemudian terjadi keanehan berikutnya, lagi dan lagi semua sendal kini mulai melayang**
"Loh semua sendal ini kok melayang? Ini kan tak ada angin kencang sedikit pun?". *ucap Eva bertanya*
"Iya Va, disini muncul keanehan lagi. Mungkin perkataanmu yang tadi ada benarnya kalo memang penunggu Villa ini marah mekihat kita berperilaku seperti ini". *jawab Anita menjawab*
"Terus kalo memang itu!benar kita harus bagaimana ini? Apakah segera lari? Atokah tetap menunggu Puput disini?". *kata Eva kebingungan*
"Tunggu sebentar lagi Va, nanggung mungkin Puput keluarnya sebentar lagi". *ucap Anita menyarankan Eva*
"Sepertinya penunggu ini sudah muak melihat kita Anita, itu lihat lagi batu sebesar kepakan tanganku melayang dan mengarah kekita dan akhhh kepalaku?". *jawab Eva kini memegang kepalanya melihat darahnya bercucuran turun menetes lalu pingsan*
"Eva, Eva, bangun Va kamu bangun. Ayo kita lari bersama masuk ke dalam. Aku juga takut disini sendirian, Eva? Akhh sakit". *kata Anita terlalu cemas kemudian di lempari batu dari arah belakang mengenai kepalanya sampai akhirnya pingsan*
(Dalam Kamar)
**Tinggal Mira sendiri yang berada di dalam kamar itu, ia pun meminta tolong namun tak ada yang mendengarkan teriakannya sampai akhirnya**
***
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, comment dan vote sebanyak-banyaknya agar nantinya aku tetap semangat meng-update ceritanya setiap hari".
__ADS_1
(Pokoknya sukses terus untuk kita semua)..