Kosong!

Kosong!
Sosok Misterius


__ADS_3

*****


Mira terusan berusaha terus fokus melihat di sekelilinya tanpa menunggu lama ternyata.


*****


(Berkontraksi)


*****


"Putera iya memang benar disini, didekat kita ada sosok seorang nenek dan juga ada anak kecil juga yang katanya mau meminta tolong. Bagaimana ini?". *Mira ketakutan memegang tangan Putera*


"Iya kan Mira? iya kan aku sudah bilang, Mira sih tak percaya". *Putera membua Mira lebih merasa takut lagi*


"Putera? terus ini gimana? kasihan nenek dan adik ini yang terusan meminta tolong ke kita". *Mira ibah memberitahu Putera yang terlihat masih bercanda*


"Coba deh pelan-pelan aja tanya ke neneknya, nenek kenapa? harus membantunya dengan apa? kalo misalkan bisa? kita harus bantuin". *Putera tersenyum lihat Mira berbicara sama hantu nenek dan anak kecil itu*


"Okey, baiklah". *Mira senyum mulai bicara*


"Lagian diluar sana ada anak siswa lainnya yang siap membantu kita kalo memang butuh bantuan tambahan". *Putera terus berusaha meyakinkan Mira*


"Nenek kok sedih, kenapa? *Mira bertanya ke nenek yang Mira lihat yang telihat sedih*


"Saya bernama nenek Ija, yang semasa hidup nenek bekerja sebagai dukun tapi meninggal karena sakit-sakitan di dalam kamar". *nenek Ija sedih menjelaskan kronogis hidupnya*


"Jadi nek, Mira harus bantuin nenek Ija apa?". *Mira semakin bingung melihat nenek Ija begitu bersedih*


"Begini nak, tengkorak nenek masih di dalam kamar yang belum dikuburkan dengan layak". *nenek Ija menjelaskan lanjutannya ke Mira*


"Ooh gitu, jadi maksud nenek Ija Mira harus menguburkan tengkorak nenek dengan layak agar bisa tenang ya nek?". *Mira memperjelas maksud dari nenek Ija*


"Iya nak nenek Ija hanya minta itu dan juga ini cucu nenek namanya Dias yang berumuran 6 tahun tapi setelah nenek meninggal Dias ini hidup sendiri". *nenek Ija menangis bercerita tentang cucunya Dias*


"Loh, kok nenek Ija menangis. Ada apa nek? apa gara-gara Mira ya nek?". *Mira semakin bingung melihat nenek Ija semakin bersedih*


"Ga kok nak, bukan nak Mira tapi Dias ikutan meninggal karena kelaparan mayat Dias ada dibelakang rumah dulunya meninggal karena pergi mencari kayu bakar". *nenek Ija terusan melanjutkan ceritanya*


"Hallo kakak Mira cantik, aku Dias". *Dias lalu senyum menyapa Mira dengan senyuman tak terlihat bersedih sama sekali pun*


"Iya dek, aku kakak Mira dan ini teman kakak namanya Putera yang akan membantu nenek Ija dan adek Dimas". *Mira tersenyum kepada Dias dengan sapaannya*


"Iya, kakak Mira ini pasti pacarnya kak Putera kan? wah cocok sekali". *Dias tersenyum lalu mengolok Mira dan Putera*


"Apa sih dek, kakak Putera ini bukan pacarnya kakak Mira tapi pacarnya kakak Mira itu kakak Adit dia ga ada disini". *Mira tersenyum lihat Dias yang tertawa*


"Ooh gitu ya kak, kirain Dias kakak Mira dan kakak Putera ini pacaran soalnya kakak serasi banget sih". *Dias terus tertawa melihat Mira*


"Apa? hantu ini mengiranya Putera dan Mira pacaran, alhamdulillah". *Putera tersenyum sendiri dan berbicara dalam hati*


"Tapi kok adek Dias terlihat sangat bahagia dibanding nenek Ija yang sangat bersedih". *Mira bingung bertanya balik ke Dias*


"Iya, Dias seneng kok bisa disini ada nenek Ija yang jagain Dias lagi jadinya Dias menikmati ini semua". *Dias tersenyum menjelaskan ke Mira dengan nada sangat bahagia*


"Ooh jadi begitu, baiklah Mira mulai mengerti sekarang". *Mira tersenyum melihat nenek Ija dan Dias*


"Iya, nenek berharap kalian bisa menguburkan nenek Ija dan Dias dengan cara selayaknya di belakang rumah ini". *nenek Ija meminta lalu meminta bantuan ke kami*


"Baik nenek, Mira dan teman lainnya berusaha semaksimal mungkin agar bisa bantu nenek Ija dan Dias mendapatkan tempat yang layak". *Mira tersenyum melihat ke hantu nenek Ija dan Dias tiba-tiba menghilang*


"Terus mereka katakan apa ke Mira sesampai seserius itu". *Putera makin penasaran terus memancing Mira agar bercerita*


"Jadi begini nenek itu bernama nenek Ija dan anak kecil itu bernama Dias, cucunya nenek Ija mereka berdua dulunya tinggal disini dan nenek Ija adalah seorang dukun tapi karena sudah mulai tua, sakit jadinya meninggal". *Mira senyum menjelaskan semua ke Putera*


"Dias? terus apa yang terjadi sama Dias, Mira? jangan bilang kalo Dias meninggal karena di sini karena mati kelaparan". *Putera serius menebak pada Mira*


"Putera iya tebakan itu benar, memang Dias


meninggal karena tak sanggup hidup di sini sendiri jadi mati kelaparan hingga menyusul nenek Ija". *Mira mengambil napas panjang membuangnya secara pelahan*


"Kasihan nenek Ija dan Dias, mungkin mereka seperti itu akibat tinggal di hutan maka terjadi tragedi ini". *Putera masih tidak percaya akan kejadian yang ditimpah nenek Ija juga Dias*


"Iya, maka dari itu kita harus membantu Dias dan nenek Ija yang katanya tengkoraknya ada pada rumah ini dan tengkorak Dias masih ada dibelakang rumah juga". *Mira bersedih mulai berlinang air mata*


"Baiklah Mira, bilang ke nenek Ija dan Dias kita akan membantu mereka sebisa mungkin agar nenek Ija dan Dias dapat kembali dengan tenang ke alamnya". *Putera senyum ke Mira yang menangis disampingnya*


"Dias dan nenek Ija sudah menghilang entah kemana sekarang, tapi mereka percayakan ini semua pada kita mereka yakin kalo kita bisa membantunya". *Mira menjelaskan Putera dengan mengusap air matanya*


"Sudah Mira, kita berdua akan membantu Dias dan nenek Ija agar bisa kembali ke tempatnya juga tenang dialam sana". *Putera tersenyum mencoba menenangkan Mira disampingnya terus menguatkan*


"Okey, kita ga boleh lemah agar bisa bantu Dias dan nenek Ija". *Mira tersenyum melihat Putera berdiri untuk keluar gubuk*


"Sini, Mira berdiri dan kita keluar memberitahu yang lain tentang masalah ini segera". *Putera tersenyum mengulurkan tangan ke Mira*


"Ayo, Putera semangat". *Mira tersenyum ke Putera dan membalas uluran tangan Putera*


"Baik, kami akan membantu nenek Ija sebisa mungkin dengan segala cara yang kami bisa lakukan". *Putera tersenyum berbicara dalam hati*


"Ssstttt". *Putera dan Mira tersenyum*


*****


Mira dan Putera bergegas berdiri masuk lihat mayat nenek Ija yang ada di dalam kamar dan mencoba untuk mengeluarkan menggunakan karpet.


"Astaga, ternyata benar ini tengkorak nenek Ija kasihan dia". *Mira kembali berwajah sedih*


"Okey, tunggu sebentar kita harus keluar dan memberitahu yang lain agar bisa membantu kita Mira". *Putera tersenyum memberitahu Mira bergegas keluar dari gubuk membawa karpet berisikan tengkorak nenek Ija*


"Ayo". *Mira keluar bersama Putera*


*****


Mira dan Putera keluar gubuk memberitahu yang lain dan berusaha mencari mayat Dias katanya ada dibelakang rumah


*****


"Sekarang harap semua keluar, ini aku Putera dan Mira sudah ditemukan". *Putera berteriak memanggil teman lainnya*


"Ooiya itu Mira, cepat kita kesana membantu mereka". *Wira segera keluar menemui Putera dan Mira ada didepan gubuk*


"Itu apa Putera?". *Wira bingung lihat Putera mengangkat sebuah karpet*


"Dalamnya ini ada tengkorak seseorang yang ditemukan dalam kamar dan kita harus cepat mengkebumikan dengan layak". *Putera cepat memberikan perintah*


"Loh kok gitu? Putera Mira taunya darimana?". *Wira semakin bingung melihat Putera Mira bertingkah aneh*


"Sudah jangan banyak pertanyaan dulu nanti Putera jelasin semuanya bersama Mira yang terpenting kita harus segera menguburkan ini secepat mungkin". *Putera segera jelaskan itu kesemua teman*


"Iya, kita harus fokus juga mencari tengkorak satu lagi yang ada dibelakang gubuk ini yang katanya ada tengkorak anak kecil". *Mira lalu memberitahu ke semua teman agar fokus*


"Sebenarnya ada apa ini?". *Wira bingung lalu menggaruk kepalanya yang semakin banyak pertanyaan*


"Baik, untuk teman-teman kita bagi tugas yah? Putera dan Wira pergi mencari tengkorak satu itu dan sisanya membuat lubangan mengubur semua tengkorak ini". *Putera memberi tugas bergegas pergi bersama Wira dibelakang*


"Baiklah Putera". "semua".


*****


Semua teman bergegas masuk dalam gubuk mencari benda yang dapat dipergunakan buat lubangan memakamkan nenek Ija dan Dias.


Putera dan Wira menemukan tengkorak Dias yang benar ada dibelakang gubuk nenek Ija dan membawa tengkoraknya kembali depan gubuk.


*****

__ADS_1


"Putera coba lihat sepertinya ini tengkorak yang dimaksud Mira". *Wira menunjuk ke arah tengkorak tepat belakang gubuk*


"Ooiya memang itu, mari kita bawa dengan menggunakan karpet ini". *Putera tersenyum melebarkan karpet di pengangnya sedari tadi*


"Baiklah Putera". *Wira tersenyum mencoba membantu Putera melebarkan karpet*


"Okey, sekarang kita harus mengangkatnya perlahan jangan sampai ada yang tertinggal". *Putera tersenyum mengangguk pada Wira*


"Iya, Wira mengerti". *Wira tersenyum*


*****


Putera mengembalikan buku menyimpannya kembali di samping mayat nenek Ija memberi bacaan doa-doa pendek.


"Baik, karena semua sudah hampir selesai mari kita cepat menguburkan nenek Ija dan Dias agar mereka segera tenang di alamnya". *Putera mengambil cangkul dan menimbun kuburan nenek Ija dan Dias*


"Iya, ayo semua harus berkerja agar kita pun segera kembali ke Villa". *Wira memberitahu ke teman lainnya*


"Stoppp, tunggu sebentar ada yang mau Mira omongin dulu sama Putera sebelum semua ini ditimbun". *Mira berteriak memberitahu semua teman*


"Hentikan, tunggu dulu". *Putera menghampiri Mira yang terlihat terburu-buru*


"Ada apa Mira, apa yang terjadi?". *Putera lalu berlari menghampiri Mira yang terlihat gelisah di sebelah makam nenek Ija*


"Putera, ada baiknya Putera kembaliin buku yang Putera temukan tadi di dalam gubuk itu biar arwah nenek Ija semakin tenang disana". *Mira tersenyum memberitahu Putera*


"Sebentar maksud Mira Putera harus segera mengembalikan buku yang aja itu?". *Putera bingung namun mulai paham maksud Mira*


"Iya, sebaiknya gitu Putera kita kembaliin aja". *Mira mencoba memberi pemahaman Putera mengenai buku ajaib yang ditemukan didalam gubuk*


"Tapi bagaimana jika ada yang menemukan buku itu lagi dan mempergunakannya dalam hal-hal negatif bagaimana Mira?". *Putera lalu tambah bingung belum mengerti semua kata Mira*


"Mira mau Putera menguburkan buku ajaib itu disamping nenek Ija karena Mira yakin ga ada yang akan menemukan buku ajaib ini". *Mira tersenyum menjelaskan semua*


"Tapi.. ". *Putera masih mengelak takut akan buku ajaib itu ditemukan orang lain*


"Putera dengarkan Mira, Putera percayakan akan semua perkataan Mira? iya kan?". *Mira berhadapan memegang pundak Putera dan terus meyakinkan Putera*


"Baiklah, Putera percaya sama Mira". *Putera tersenyum melepas tangan Mira yang ada di bahunya dan memegangnya*


"Alhamdulillah kalo gitu ayo kita berdua harus melakukan ini segera". *Mira menarik tangan Putera kembali mengangguk tanda yakin*


"Okey". *Putera tersenyum*


"Putera ayo, segera lakukan itu". *Mira terusan memberi kode Putera agar mengerti*


"Sebentar ada yang ingin Putera kembalikan ke nenek Ija, ini bukunya semoga nenek bisa tenang disana". *Putera membuka tas terus mengambil buku itu menyimpan disebelah nenek Ija*


"Putera terus bagaimana? apa sekarang kita menimbunnya?". *Wira memberitahu Putera*


"Ooiya sekarang, kalian bisa menimbunnya". *Putera memberi perintah ke teman-teman*


"Mira tau Putera pasti bingung akan semua ini tapi kita semua memang harus melakukan ini agar semua bisa tenang". *Mira bicara dalam hati mengambil napas panjang mengeluarkan perlahan*


"Selesai". *Wira tersenyum melihat ke semua yang telah terlihat lusuh*


"Baiklah untuk teman semua, sebaiknya kita mendoakan dua arwah ini terkhusus nenek Ija juga Dias agar tenang disana ditempatkan di tempat paling indah doa menurut keyakinan masing-masing doa dimulai". *Putera segera menunduk memulai memimpin doa*


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga semoga nenek Ija dan Dias bisa tenang di alas sana mendapatkan tempat yang paling indah di surga". *Mira tersenyum bahagia*


"Baik Mira sini kamu yang menyiram nenek Ija dan Dias pake air kendi ini agar mereka bisa bahagia disana". *Putera tersenyum memberi air kendi ke Mira yang ada disampingnya*


"Okey, sini". *Mira tersenyum mengambil air kendi menyiram kuburan nenek Ija dan Dias*


"Alhamdulillah akhirnya selesai juga, terima kasih untuk semua teman-teman kalo ga ada kalian Putera ga tau harus berbuat apa lagi". *Putera tersenyum melihat ke teman lainnya*


"Iya, santai aja Putera kami juga bahagia kok bisa membantu kalian berdua". *Wira senyum membalas senyuman Putera*


*****


Mira, Putera, Wira dan teman-teman lainnya bergegas segera kembali ke Villa namun saat beranjak pergi nenek Ija Dias kembali muncul.


******


"Terima kasih atas bantuan nak Mira dan juga nak Putera sebagai hadiahnya kekuatan yang nenek berikan itu parmanen yang selamanya harus kalian pergunakan dalam hal kebaikan". *nenek Ija tersenyum memberitahu Mira*


"Baiklah nek, Mira berjanji akan menggunakan kekuatan ini sebaik mungkin dalam kebaikan". *Mira mengangguk berbicara dalam hati agar teman lainnya tak mencurigai Mira*


"Iya terima kasih kak karena kakak akhirnya Dias bisa kembali pulang bersama nenek Ija ke tempat seharusnya kami berada". *Dias tersenyum mengucapkan kata berpisah*


"Okey, dah Dias dah nenek Ija kalian baik-baik yah disana?". *Mira membalas melambaikan tangan tanda perpisahan lalu menangis*


"Iya kak jangan bersedih, Dias bersyukur bisa ketemu kakak Mira kakak dan Putera disini sungguh kakak berdua sangat cocok semoga kakak berjodoh sama kakak Putera nantinya". *Dias senyum gembira melihat Mira Putera*


"Aduh adek Dias ini masih sempat-sempatnya gombalin kak Mira berjodoh sama kak Putera, ga dek kakak Putera cuma teman kak Mira". *Mira terus tersenyum memberitahu Dias*


"Iya kak, tapi Dias maunya kalo kak Mira nanti bisa berjodoh sama kakak Putera karena kalo Dias lihat kakak Putera ini orang pintar, baik dan juga sayang sama kakak Mira". *Dias lalu mengganggu Mira yang terus mengelak*


"Iya sudah dek, terserah Dias aja kalo emang nanti kakak Mira berjodoh sama kakak Putera yang paling kakak Mira ingat adalah ucapan adek Dias ini". *Mira tersenyum melihat Dias dan nenek Ija mulai menghilang*


"Baiklah nak, nenek dan Dias pergi yah? kalian berdua jaga diri baik-baik disana". *nenek Ija tersenyum pergi menghilang*


"Iya kakak, dahhh". *Dias senyum melambai tangannya ke Mira dan menghilang*


"Daaah". *Mira senyum meneteskan air mata*


"Sudah Mira, semuanya sudah berlalu nenek Ija Dias pasti sudah bahagia tinggal ditempat baru mereka". *Putera mencoba menghibur merangkul Mira disampingnya*


"Cieee, cieee, ingat ada kami disini dan Adit juga akan cemburu". *Wira senyum melihat kedekatan Mira dan Putera*


"Biarin aja, Adit ga bakalan cemburu selama Mira aman bersama Putera". *Putera tertawa memukul Wira didepannya*


"Hahhaha". *semua tertawa*


"Baiklah, ayo kita bergegas pulang setelah membereskan ini semua". *Putera memberi perintah ke teman lainnya*


"Siap". *semua*


*****


Semua akhirnya sudah terselesaikan juga dan bergegas untuk kembali menuju villa.


Kami tidak sempat menghubungi team yang lain karena dihutan yang dimasuki terlalu jauh dan tak ada singnal disini.


*****


*****


(Team Adit, Arya, Fathur dan Kevin)


*****


"Selarut ini belum ada juga petunjuk apa pun mengenai Mira, baik besok pagi kita kembali mencari Mira kemari". *Arya memberitahu di dalam grup angkatan*


"Arya, tapi kalo Mira kenapa-kenapa gimana? kasihan Mira". *Adit membalas khawatir*


"Iya sebentar lagi kan bisa? lagian Sarah yakin kalo Mira ada di dalam hutan itu". *Sarah lalu membalas mengiyakan perkataan Adit*


"Arya nanti dulu ya? Mira kan belum ada kabar sama sekali kalo di hutan Mira terjadi sesuatu jadi siapa yang mau tolongin Mira?". *Nabila ikutan membalas di grup angkatan*


"Iya, Arya tau kok bagaimana perasaan kalian semua tapi Arya juga ga bisa berbuat apa pun kasihan teman lain yang belum istirahat ini". *Arya kembali membalas di grup angkatan*


"Jadi? kita akan pulang ke villa sekarang?". *Adit membalas chat di grup angkatan*

__ADS_1


"Iya, kita berdoa aja semoga Mira disana tak ditimpah sesuatu yang buruk didalam hutan". *Arya membalas meyakinkan semua*


"Ooiya sudah untuk teman lain mohon doanya agar teman kita Mira Wijayanti dapat kembali dengan selamat kembali berkumpul dengan kita semua". *balas Nabila di grup angkatan*


"Aamiin, Mira kamu baik-baik yah disana". *Adit khawatir melihat percayakapan grup*


"Aamiin". *semua pun menjawabnya dengan mendoakan Mira agar kembali kecuali Puteri*


"Semoga Mira menghilang di hutan di makan hewan liar dan mayatnya tak lagi di temukan sehingga Puteri bisa mendapat Adit kembali". *Puteri dalam hati melihat isi chat grup*


"Iya sudah, semua team diharapkan kembali untuk beristirahat dan melanjutkan pencarian besok pagi. Dimohon pengertiannya semua". *Arya mengakhiri percakapan di dalam grup*


*****


(Di Villa)


*****


Semua team pun tiba di villa dengan selamat tanpa ada lecet sedikit kecuali team Putera yang entah mereka pergi dan ada dimana sekarang bersama teman se-teamnya.


*****


"Loh team Putera dimana? kok ga ada? kalian ini gimana sih?". *Fathur menyadari satu team Putera belum ada di villa*


"Iya, astaga Putera dimana? cepat hubungi dia sekarang". *Adit khawatir memberi perintah*


"Sudah Dit, tapi nomor Putera ga aktif". *Kevin memberitahu Adit mengenai Putera tak aktif*


"Terus ini gimana? ada yang tau Putera teman team Putera siapa aja?". *Arya memberitahu ke semua team*


"Seingat Fathur Putera bersama Wira anak 8.4 pergi ke arah tengah hutan". *Fathur berusaha mengingat kepergian Putera saat berpencar*


"Benar Kevin juga ingat itu". *Kevin mencoba membenarkan perkataan Fathur*


"Kalo begitu, kalian coba menghubungi Wira juga mungkin nomornya aktif". *Arya terusan memberi perintah ke teman lainnya*


"Ini sudah, tapi sama ga aktif juga". *Kevin memberitahu ke semua*


"Astaga mungkin di tempatnya ga ada signal jadi ga bisa dihubungin". *Adit memberitahu ke teman semua*


"Arya? Adit? jadi kita harus bagaimana ini?". *Fathur makin bingung mencemaskan Putera yang belum juga tiba di villa*


"Ooiya sudah biar Arya yang akan menunggu Putera di ruang tamu nanti kalian istrihatnya di kamar aja". *Arya tersenyum memberikan perintah ke teman semua*


"Iya biar Adit dan Arya yang akan menunggu Putera kembali nanti siapa tau Putera dapat menemukan Mira di hutan". *Adit tersenyum mengangguk melihat Arya dan semua*


"Baiklah, Fathur, Anton dan Kevin juga ikut". *Fathur tersenyum melihat Arya dan Adit*


"Iya, Anton setuju". *Anton tersenyum melihat semua*


"Loh jadi aku? ga bisa istirahat dong?". *Kevin mengambil napas panjang tanda kepasrahan melihat semuanya setuju menunggu di ruang tamu untuk Putera*


"Okey, karena Adit Fathur Kevin Anton setuju menunggu maka yang lain silahkan pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat". *Arya tersenyum memberi perintah*


*Baiklah". *semua masuk villa*


*****


(Ruang Tamu)


*****


"Eh kalian sudah sampai gimana apa hasilnya masih belum ada petunjuk juga?". *Sarah lalu bertanya ke semua yang baru masuk villa*


"Iya, ini kami pulang mematuhi perintah kalo memang Mira belum juga datang besok kami akan melanjut pencarian Mira". *Adit cemas mengambil napas panjang*


"Terus, kalo Mira kenapa-kenapa Nabila harus menjelaskan keom Suhi gimana Dit?". *Nabila semakin khawatir memikirkan Mira*


"Nabila, kita ga boleh memberitahu om Suhi dulu sebelum 24 jam kita pokonya ga boleh memberitahu keluarga Mira dulu". *Arya lalu cemas menjelaskan ke Nabila dan Sarah*


"Baiklah, tunggu sebentar loh kalian kok cuma lima orang bukannya enam orang ya? satunya kemana?". *Sarah bingung mencari siapa tak ada diruang tamu*


"Iya, Putera dan teamnya belum juga sampai di villa jadi kami harus menunggunya kembali kesini". *Kevin tersenyum melihat Sarah*


"Loh kok bisa? terus kalian sudah menelpon mereka semua". *Nabila panik mendengar kabar Putera yang belum kembali*


"Ini kami semua sudah coba menghubungi Putera tapi ga bisa terhubung juga". *Fathur memberirahu Nabila yang semakin cemas*


"Kok jadi gini, kenapa semua harus seperti ini bukannya kesini untuk liburan tapi kok malah terjadi masalah". *Sarah sedih menyalahkan diri sendiri*


"Iya kalo mereka terjadi sesuatu disana yang menanggung semuanya itu Nabila dan Sarah karena kami yang memutuskan untuk kesini liburan". *Nabila menangis ikut menyalahkan diri sendiri*


"Tidak, kalian berdua ga boleh kek gini lagi ini semua bukan kesalahan kalian saja tapi Arya yang bertanggung jawab atas semua ini jadi stop menyalakan diri lagi". *Arya tegas teriak memberitahu ke semua teman lainnya*


"Iya sudah, kalian pergi ke kamar beristirahat pasti kalian juga syok akan semua kejadian hari ini". *Adit mendorong Sarah dan Nabila untuk masuk dalam kamar*


"Apa? maksud Adit apa? Adit menyuruh Sarah dan Nabila untuk beristirahat sedangkan Mira disana sendiri di dalam hutan? teman macam apa kami ini jika sekarang pergi beristirahat?". *Sarah membentak Adit yang ada dibelakang*


"Iyaiya, terus mau kalian apa? kok makin ribet yah? astaga". *Fathur semakin bingung lihat Nabila dan Sarah semakin marah*


"Nabila dan Sarah akan menunggu Putera dan Mira pulang titik". *Nabila berteriak melihat ke semua yang ada diruang tamu berjalan pergi kesamping Fathur*


"Iya, setuju". *Sarah mengangguk pergi dekat Adit disamping Kevin*


"Baiklah, terserah kalian berdua". *Adit kaget melihat tingakah Sarah dan Nabila hari ini*


*****


(Di Hutan)


*****


Semua berjalan menelusuri hutan kembali ke jalan pulang menuju villa disetiap jalan Mira terus berada disamping Putera ketakutan.


*****


"Putera disini ada mereka lagi, malahan makin banyak gimana ini?". *Mira ketakutan menutip mata memegang tangan Putera*


"Iya, ga usah takut Mira kan ada Putera disini ada teman lainnya juga". *Putera terusan saja memantau semua isi pikiran Mira*


"Putera pasti juga bisa melihatnya kan? lewat membaca pikiran Mira?". *Mira mencongak ke atas melihat Putera ada disampingnya*


"Iya, ini Putera terus memantau dari sini kalo ada hantu yang sudah kelewatan batas Putera akan pergi untuk melawannya". *Putera terus menengkan Mira yang ada disampingnya*


"Dasar Putera bisa-bisanya kamu memikirkan hal aneh kek gitu". *Mira tertawa menggelitik pinggang Putera*


"Iyaiya sudah Mira gelih tau eh bukannya Mira kakinya sakit? terus tongkatnya kemana? kaki Mira sudah sembuh? *Putera terkejut melihat kaki Mira sudah bisa berjalan normal*


"Iya bisa dong, tadi karena ketakutan di hutan Mira terus berlari dan tak sengaja tongkatnya terjatuh diperjalan dan akhirnya memaksa diri untuk terus berjalan sekarang sudah sembuh secara alami tanpa diurut Adit lagi". *Mira lalu tersenyum melihat Putera disampingnya*


"Wah ternyata Mira selain anaknya pintar juga memang sangat kuat, pokoknya ter-the best deh". *Putera senyum mengelus kepala Mira*


*****


Okey, ikutin terus yah,


next...


*****


(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, comment dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-update cerita setiap harinya".


(Pokoknya sukses terus untuk kita semua)..

__ADS_1


__ADS_2