
Jalan Pulang
Mira pun ikutan ikut dimobil ayah Nabila untuk pulang kerumah karena memang searah dengan rumah Mira.
"Nabila seru banget yah tinggal divilla rasanya masih ingin menetap disana lebih lama deh". *Mira memulai obrolan dengan nada lumayan tinggi*
"Iya aku pun merasakan hal yang sama Mira andai kita menetap seminggu lagi disana". *Nabila tersenyum membalas ucapan Mira*
"Hahha iya mau gimana lagi ini semua titah dari sekolah cuma bisa menginap selama 5 hari jadi kita ga bisa ngapa-ngapain lagi". *Mira menghela napas panjang sembari mulai murung*
"Iya, berandai aja hahha". *Nabila tertunduk membuka kaca jendela mobil yang memang mulai kegerahan didalamnya*
"Okey, tapi Nabila jadi ikut kan nantinya pergi untuk mencari alamat keluarga Proto disana". *Mira menatap wajah Nabila menunggunya untuk dijawab*
"Hahha iya dong haruslah, Nabila ketinggalan informasi hahha ga bakalan". *Nabila senyum mulai menyombongkan dirinya lagi*
"Adeh, mulai lagi deh hahha". *Mira tersenyum melihat tingkah Nabila mulai kegeeran*
"Emang gitu kok, iya kan ayah?". *Nabila mulai tertawa memastikan omongannya ke ayahnya yang sedang menyetir*
"Iya nak, Nabila emang gitu orangnya". *ayah Nabila tersenyum berbalik melihat Nabila yang ada dibelakang bersama Mira*
"Hahha". *semua tertawa*
Dirumah
Ayah Suhi, ibu Arah, Nisa dan Ifa menunggu didepan pintu rumah untuk menyambut Mira pulang kerumah.
Lama menunggu akhirnya ayah Suhi segera mencoba untuk menelpon Mira.
Ditelpon
"Hallo, assalamualaikum kak? kak sekarang sudah ada dimana?". *ayah Suhi memulainya dengan menelpon Mira*
"Waa'alaikumsalam, iya yah ini dah dekat kok sudah masuk di lorong rumah". *Mira tertawa mendengar suara ayah Suhi yang sudah tak sabaran melihat kedatangan Mira*
"Oh begitu, baiklah ayah tutup sekarang yah?". *ayah Suhi tersenyum menunggu salam balik Mira lalu akan menutup teleponnya*
__ADS_1
"Hehhe iya ayah, dah". *Mira pun tersenyum lalu mengakhiri obrolannya dan memutuskan telpon ayah Suhi*
Dalam Mobil
Mira yang sudah dekat dari rumah akhirnya telah melihat kekuarganya berada didepan rumahnya.
"Wah lihat itu sana sudah ada om Suhi, tante Arah, Nisa dan Ifa berada didepan rumahmu". *Nabila tersenyum menunjuk kearah didepan rumah Mira melihat semuanya berkumpul*
"Oh iya, astaga mereka semua pasti tak sabar untuk melihat Mira jadinya bertingkah seperti ini". *Mira hanya bisa tersenyum melihat ayah Suhi, ibu Arah dan semuanya berada didepan*
"Hahha". *ayah Nabila tertawa melihat ayah Suhi terlihat girang sambil mengklakson di depan rumah*
"Baiklah, Mira turun yah Nabila untuk om juga makasih ya atas tumpangannya". *Mira mulai turun mengambil semua barang-barangnya*
"Horee, kakak Mira dah datang yehhh". *Nisa berlari segera pergi memeluk Mira sewaktu turun dari mobil*
"Kakak, Ifa juga kaget sama kakak". *Ifa mulai ikutan berlari cepat menemui Mira dengan lari begitu anggun*
"Wah iya, makasih semuanya". *Mira senyum melihat semuanya girang akan kehadirannya*
"Kalian ini memang keluarga bahagia yah? ga ada Mira pasti kehidupan kalian akan menjadi sepi". *ayah Nabila tertawa didalam mobil tak turun karena terburu-buru untuk pulang*
"Oh ga usah, ini kami juga buru-buru segera pulang kerumah soalnya neneknya Nabila datang dari jauh untuk melihat Nabila". *ayah Nabila tersenyum menolak ajakan ayah Suhi*
"Baiklah kalo gitu kalian hati-hati dijalan yah?". *ayah Suhi melambaikan tangannya kearah mobil Nabila*
"Iya om, aku dan ayah pergi sekarang dahhh". *Nabila bergegas untuk pulang bersamaan dengan ayahnya*
"Kalo begitu, ayo kita semua masuk ayah dah lapar menunggu kakak pulang untuk makan bersama soalnya". *ayah Suhi tertawa sambil memegang perut buncitnya membawa semua barang Mira*
"Iya ayah, ayo". *semua masuk*
Diruang Tamu
Berkumpul diruang tamu setelah makan telah menjadi rutinitas keluargaku dalam berbicara tentang semua hal terjadi dihari ini.
Tampak ayah Suhi dan ibu Arah mulai tidak sabaran menunggu Mira bercerita semua yang terjadi disana.
__ADS_1
"Nak kemari disamping ayah dan ibu semakin penasaran menunggu cerita kakak selama liburan disana". *balas ayah Suhi tersenyum menyuruh Mira berada disampingnya*
"Ohh jadi ayah cuma penasaran aja terus kalo ibu?". *Mira ikutan tertawa melihat ekspresi keduanya yang semakin serius*
"Ibu juga penasaranlah, hahha emangnya ada sejarah ibu tak pernah kepo?". *ibu Arah terus tertawa mendegar perkataan Mira barusan*
"Ternyata begitu toh, Mira mau bercerita tapi ibu dan ayah harus janji dulu agar tidak akan mengomeli Mira apapun yang terjadi dengan Mira disana. Bagaimana, janji?". *Mira mulai tersenyum mencoba meyakinkan ayah Suhi dan ibu Arah*
"Ayah sih tergantung kalo masih bisa ngontrol maka ayah ga akan marah tapi kalo kelewatan batas mau gimana lagi pastinya ayah marah". *ayah Suhi serius menjelaskan semuanya ke Mira dengan nada yang begitu santai*
"Okey, kalo ibu gimana? ga akan kan?". *Mira menengok ibu Arah disamping kanannya tak bisa menahan tawa lagi melihat ibu tampak gelisah akan cerita Mira*
"Baiklah iya, ibu janji deh ga akan mengomeli Mira juga kalo memang ga terlalu kelwatan sama dengan ayah bilang". *ibu Arah ikutan mengikuti perkataan ayah Suhi bedanya pada pengucapan katanya aja*
"Hahha iya, ayah dan ibu tenang aja cerita ini ga ada kelewatannya kok beneran deh suwer jadi ga usah marah yah?". *Mira senyum terus memohon ke ayah Suhi dan ibu Arah agar tak memarahinya jika sudah memulai cerita*
"Ga, pokoknya Mira harus cerita dulu sejujur jujurnya setelah mendengar cerita dari Mira ibu dan ayah akan nentuin apakah marah ato santai ke Mira, ibu janji". *ucap ibu Arah terus memegang pundang Mira yang terlihat mulai gelisah akan memulai bercerita*
"Aduh bagaimana ini, kalo nanti Mira cerita pasti ayah dan ibu akan marah mendengar semua kejadian yang telah menimpah Mira divilla kemarin tapi kalo ga jujur itu namanya membohongi orang tua dong? wah ini gawat". *Mira hanya bisa terdiam berbicara dalam hati berusaha mencari jalan lain*
"Ini pasti ada apa-apanya kan sampe-sampe Mira terlihat begitu cemas iya kan?". *ayah Suhi melototi Mira sambil mengode ibu Arah yang ada disamping Mira*
"Ga kok yah, ini Mira cuma berpikir aja untuk memulainya dari mana". *Mira tersenyum lalu berusaha menutupi ekspresi wajahnya agar tak diketahui ayah Suhi juga ibu Arah*
"Kalo memang begitu, cepat cerita kesini kak jadinya ibu dan ayah kan tambah penasaran tau". *ibu Arah menggaruk kepalanya bingung melihat tingkah aneh Mira*
"Baiklah ibu, Mira akan jujur sejujur jujurnya kalo begitu karena Mira tak ingin kelak akan menjadi anak yang durhaka". *Mira tersenyum lalu mengempaskan napasnya berusaha lebih enjoy*
"Okey, Mulai". *ayah Suhi dan ibu Arah teriak*
Sementara menunggu Mira memulai ternyata terjadi sesuatu sehingga Mira belum sempat bercerita semuanya kepada keluarganya.
Apa yang terjadi?
Okey, next..
*****
__ADS_1
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, comment dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-update cerita setiap harinya".
(Pokoknya sukses terus untuk kita semua)..