Kosong!

Kosong!
Pemain Inti


__ADS_3

Disisi sudat kanan atas tempat ibu Riska berjalan kini berhenti melihat jamnya yang sebentar lagi akan memasuki jam istirahat.


Menyadari hal ini ibu Riska memanfaatkan itu sebaik mungkin untuk memilih pengurusnya dikelas 7.2 ini yang nanti berdiah membantu.


"Alhamdulillah, karena semua sudah naik dan memperkenalkan diri maka saatnya kita akan memilih pengurus inti di kelas kita ini" ucap ibu Risna tersenyum berhenti berbicara terus menyampaikannya dengan tegas.


Sembari menunggu siswa fokus melihatnya ibu Riska mulai tersenyum melanjutkannya dengan penuh antusias.


"Ketua kelas, wakil ketua, sekertaris dan juga bendahara yang ingin mencalonkan silahkan"


ibu Riska kembali berhenti berbicara melihat siswa mulai antusias mencalonkan diri.


Ibu Riska yang sudah mengerti situasinya lalu kembali melanjut pembicaraannya menuju ke hal yang lebih serius.


"Harap yang ingin mencalonkan mengangkat tangannya tinggi-tinggi agar ibu nanti bisa melihatnya lebih jelas" ucap ibu Risna mulai terdesak melihat jam tangannya sudah mau jam 9:30 pertanda akan segera jam istirahat.


Waktu yang mulai habis membuat semuanya menjadi lebih cepat bergegas bersiap untuk mengajukan diri sebagai pengurus inti.


Putera mendengar hal itu segera mengangkat tangan mencalonkan diri sebagai ketua kelas.


"Ibu saya, biar Putera aja yang akan jadi ketua kelasnya lagian Putera siap kok" ucap Putera tegas sambil hormat melihat ibu Riska semua teman juga.


Ibu Riska yang tak dapat melakukan pemilih lagi akhirnya menetapkan Putera ketua kelas.


"Baik Putera Hermansyah akan menjadi ketua kelas kita, lalu siapa yang akan sedia menjadi wakilnya Putera?" kata ibu Risna lalu kembali bertanya perihal wakil ketua kelas.

__ADS_1


Nabila akhirnya memberanikan diri lalu terus mengangkat tangan mengajukan diri sebagai wakil ketua kelas.


"Saya ibu, Nabila Amelia siap melaksanakan perintah" kata Nabila mulai menegaskan diri mencalonkan sebagai wakil ketua kelas dari Putera.


Ibu Riska yang tidak dapat berkomentar lagi akhirnya menyetujui Nabila akan jadi wakil ketua kelas dari Putera dikelas 7.2 ini.


"Sekertaris dan bendara akan ibu tunjuk aja biar cepat yah? karena waktu sudah hampir mau berakhir tolong dimengerti, bagaimana, setuju kan?" terus melihat jam ibu Riska lalu tegas akan memilih sekertaris, bendahara.


Akhirnya siswa siswi mulai mengerti segera menyetujui keadaan ibu Riska yang semakin terburu-buru akan waktu yang tersisah.


"Siap ibu" semua berteriak.


Ibu Riska tersenyum melihat semuanya telah siap mendengarkan siapa yang akan ditunjuk oleh ibu Riska sebagai sekertaris bendahara.


Semua yang mendengar pilihan ibu Riska lalu menyetujuinya dengan penuh antisias segera bersorak riah dan menepuk tangan memberi selamat ke semua pengurus intu yang ada.


"Setuju ibu" sorak semua.


Semua pun berjalan sangat lancar, ibu Riska telah memperkenalkan diri ke teman lainnya dan telah menemukan pengurus inti kelas.


Kring Kring Kring


Bel pun telah berbunyi pertanda istirahat telah dimulai dan pembelajaran pertama telah usai, waktunya semua siswa keluar istirahat.


Ibu Riska yang masih belum menutup akan pembelajaran berlangsung sesegera mungkin menutupnya dan bergegas keluar kelas.

__ADS_1


"Baik untuk teman baru kita semuanya karena sudah naik memperkenalkan siapa dirinya ibu harap kalian semua kelak akan menjadi orang sukses yah? tetap semangat untuk mengejar impian! ibu yakin kalian pasti bisa meraihnya" terucap doa ibu Risna tersenyum bangga lalu melihat semua siswanya berberes.


Menyadari hal itu ibu Riska memotong segera melanjutkan pembicaraannya terus memberi semua motivasi agar tetap semangat belajar.


"Oleh karena itu teruslah bermimpi hingga itu mimpi dapat terwujudkan, mengerti?" lanjut ibu Risna tersenyum terus memberi motivasi kepada semua anak walinya.


Semua siswa yang mendengar perkataan ibu Riska berbahagia berusaha menahannya agar tak menangis dari perkataan ibu Riska.


"Baik ibu, aamiin" semua siswa.


Terdengar sorakan yang lantang akhirnya ibu segera menutupnya dan pergi keluar kelas.


"Okey ibu menutup pertemuan kali ini dengan mengucap kalimat hamdalah" kata ibu Risna bergegas keluar dari kelas.


Siswa bersorak riah berucap kalimat hamdala dihadapan ibu Riska mulai keluar dari kelas.


"Alhamdulillah" semua siswa.


Bersambung.


Okey, next..


(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, komentar dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-update cerita setiap hari". Terima Kasih.


(Pokonya sukses terus buat kita semua)

__ADS_1


__ADS_2