
**Mereka masuk ke kamar dan langsung beristirahat untuk pulang besok**
"Aku tidur diluan ya teman-teman, soalnya badanku sudah pegel akibat tadi selalu duduk". *kata Sarah membaringkan badannya*
"Ooiya istirahat gih kalian, aku juga akan segera menyusul kok". *Mira membalas tersenyum*
"Selamat tidur semua". *Nabila mengambil bantal kemudian ikutan tidur*
"Ayo, kita pun semua harus tidur segera biar besok pagi badan kita menjadi lebih segara". *Puput tersenyum bahagia*
"Ooiya selamat malam semua". *semua*
"Pasti mereka semua sudah lelah karena aku yang membut kejadian ini bisa terjadi, maapkan aku teman-teman andai aja aku tidak ikut pasti semua ini tidak akan terjadi". *Mira menghela napas bersalah*
**Nabila, Sarah dan Puteri CS semuanya telah tertidur. Tiba-tiba ada yang datang mengetuk pintu**
Tok.
Tokk..
Tokkk...
"Apakah semuanya telah tidur?". *Arya datang memastikan semua siswa*
"Iya Arya, semua sudah tidur kecuali aku". *Mira membuka pintu melihat Arya di depan puntu*
"Loh kamu kok belum tidur Mira? sana tidur besok kita harus bersiap-siap untuk pulang ke kota".
"Entahlah, aku pun tak tau Arya rasanya mataku tak bisa tidur". *ucap Mira bingung*
"Iya, aku pun juga seperti itu. Jadinya pergi ke sini untuk cek memeriksa siswa". *Arya menjelaskan*
"Hahha iya, kamu memang ketua Osis yang baik Arya". *Mira tersenyum memuji Arya*
"Hahha Mira bisa aja". *jawab Arya malu*
"Emang bener kok Arya ini ga boog apa lagi memuji kan buang-buang waktu". *Mira tersenyum memberi alasan*
"Iyaiya tau kok". *kata Arya tertawa*
*semua tertawa*
"Btw kamu besok mau kemana bersama Adit, aku tadi ga sengaja mendengarnya pas di depan". *Arya bertanya*
"Ooh itu, aku besok pagi mau ke kampung seberang dulu". *Mira memberitahu*
"Kok bisa? untuk apa Mira?". *jawab Arya penasaran*
"Aku mau pergi mencari seseorang disana ada urusan dadakan yang harus ku selesaikan sama Adit". *Mira tersenyum menjelaskan*
"Ooiya, kalo begitu kamu masuk dan istirahat sana biar besok pagi bangunnya segeran". *kata Arya tersenyum*
"Baik, Arya aku masuk dulu ya". *Mira masuk menutup pintu*
"Iya, bye". *Arya lanjut memeriksa*
**Pagi hari telah tiba, siswa pun sibuk untuk bersiap pulang hari ini**
(Kamar)
"Eh Mira kamu dah siap? ayo kita pergi". *Adit datang mengagetkan*
"Astaga Dit santai aja, Mira juga terus ada disini ga pergi bersama Arya kok". *Sarah kaget terbelalak*
"Iya Dit, kalo kita jantungan gimana lu mau tanggung jawab?". *Nabila serius sedikit melucu*
"Ooiya ini santai kok, kalian aja yang terlalu lebbay". *kata Adit tertawa*
"Aditttt, stop". *Sarah tegas membentak Adit*
"Iya Dit, aku siap. Mari pergi kesana". *Mira berdiri bersiap mengambil tas*
"Sepagi ini kalian mau pergi kemana?". *Sarah bingung*
"Jangan kepo". *Adit ringkas*
"Adit, Sarah benar kamu mau kemana sepagi ini". *Puteri mulai kepo*
"Kami mau pergi ke kampung seberang ada urusan penting yang harus kami selesaikan disana". *Mira bingung menjelaskan*
"Urusan? urusan apa Mira dan sepagi ini?". *Nabila semakin penasaran*
"Iya ada deh kalian ga perlu tau". *Adit ringkas*
"Mira, aku mau ikut. Selama disini kita belum pernah keluar apa lagi jalan-jalan ke kampung seberang. Boleh kan?". *Sarah memohon*
"Ga boleh". *kata Adit tidak mengizinkan*
"Biarin, emang kita bertanya sama lu. Kita kan bertanyanya sama Mira". *Nabila terus serius*
"Tapi kan kami cuma mau pergi karena ada urusan dadakan bukannya mau pergi jalan ke luar kampung". *Mira bingung menjelaskan*
"Iya gapapa asal keluar kampung itu juga keluar untuk jalan-jalan kok". *Puteri CS juga mau ikutan*
"Ooiya terserah kalian deh, kalo mau ikut ya silahkan tapi jangan merepotkan nanti kalo disana". *Mira memastikan*
"Okey, sippp". *semua*
**Semua bersiap-siap untuk pergi kampung sebelah**
"Jangan banyak gaya kita cuma mau pergi sebentar bukannya pergi jalan-jalan". *Adit mulai emosi*
"Iya, ini dah siap kok. Ayo semua kita berangkat". *kata Sarah bersemangat*
"Ayo". *semua*
**Mira, Adit, Sarah, Nabila, Puteri, Anita, Eva, Puput semua sudah bersiap untuk keluar**
(Halaman Villa)
"Eh kalian mau pergi kemana kok semua rapi". *Fathur bertanya serius*
"Iya, kamu mau pergi kemana Sarah cantik bener". *Kevin serius*
"Kami semua mau pergi ke kampung sebelah untuk nemanin Mira dan Adit yang punya urusan disana". *jawab Sarah memberitahu*
"Tapi kan kita nanti sudah mau pulang, emang kalian sudah izin ke Arya?". *Fathur serius*
"Iya belum sih, tapi Arya sudah tau kalo aku mau pergi pagi ini bersama Adit". *Mira menjelaskan*
__ADS_1
"Tau? kok bisa kita kan belum ketemu Arya". *kata Adit penasaran*
"Iya, semalam dia pergi memeriksan semua kamar dan pada saat itu aku dah melapornya kalo kita akan pergi ke kampung seberang besok pagi". *Mira memberitahu*
"Ooiya, tapi kita ga denger apa-apa yah?". *ucap Puteri memanasi Adit*
"Iya gimana mu mendengar kalian semua kan sudah tidur". *Mira tersenyum*
"Ooiya, kalo gitu ayo kita kesana bertemu Arya dan memberitahunya kalo kita mau telah mau berangkat". *Adit menunjuk Arya yang berada dibawa pohon*
"Sial, Adit kok sudah ga cemburuan lagi sih. Jadi gagal deh rencana aku". *ucap Puteri dalam hati*
"Okey, kami pun mau ikut". *Fathur dan Kevin ikutan*
"Ayo, lets go". *semua*
**Semua berjalan menemui Arya dibawa pohon**
"Arya kami sudah mau berangkat yah, lagian Mira juga sudah menjelaskan semuanya kan semalam?". *Adit melotot*
"Ooiya kalian sudah mau berangkat? sepagi ini?". *ucap Arya melihat jam yang masih jam 6:24*
"Iya gapapa kan? semua juga punya mata dan tau waktu kok kalo hari ini masih pagi". *Adit nyolot memberitahu*
"Ooiya gapapa cuma nanya aja, kalo gitu aku juga mau ikut lagian bus datangnya jam 2 nanti jadi sekalian deh ikutan kalian. Gapapa kan Mira?". *kata Arya bertanya ke Mira*
"Kami sih gapapa, semakin banyak teman yang ikut pasti semakin seru juga perjalanan". *Eva tersenyum bahagia*
"Iya, boleh kok. Ayo". *Mira ringkas menjawab*
"Okey, aku pergi cuci tangan dulu ya sekalian pergi ke kamar ambil beberapa persiapan. Tadi abis motong rumput jadinya tanganku kotor lagi". *Arya berjalan mencari kerang air*
"Ooiya, kami pun juga mau ke kamar dulu untuk ambil tas persiapan". *Fathur dan Kevin langsung ikutan berlari*
"Iya Arya, jangan lama". *kata Eva tersenyum*
"Eva, jaga image jangan malu-maluin napa". *Puteri memperingatkan Eva yang centil ke Arya*
"Iya Put, mengerti". *Eva terdiam mengerti*
"Okey, mari kita semua berangkat". *Arya datang bersiap berangkat*
"Lets go". *semua*
**Perjalanan menuju desa sebelah melewati sungai dan jalanan yang cukup jauh semua jalan yang kami lewati terlihat asri indah**
"Wah pemandangannya begitu indah". *Anita melihat kanan kiri yang penuh keasrian*
"Iya, untungnya kita semua ikut ke desa ini. Jadinya ga sia-siakan jalannya". *Eva tersenyum menikmati perjalanan*
"Ini kah surga dunia? wah ini beneran luar biasa ternyata ada juga yah desa yang seindah ini?". *kata Sarah terharu*
"Iya ada dong, buktinya ini desa Sarah". *Nabila mulai lagi*
"Hahhaha". *semua tertawa*
"Andai di kota ada tempas seperti desa ini juga pasti seru". *Arya memberi pendapat*
"Iya, seandainya tapi kan mistahil di kota ada tempat seperti ini palingan bertahan cuman beberapa minggu tempatnya sudah terevolusi akibat asap dimana-dimana". *Adit memberi tahu*
"Seandainya". *Sarah mengandai-andai*
"Kita mau pergi mencari rumah pak Proto yang ada di desa ini dan memiliki anak bernama Winda". *Mira menjelaskan lebih detail*
"Emangnya untuk apa? mereka keluargamu?". *Sarah semakin bingung*
"Usst kepo, ini urusan cuma Aku Mira yang tau dan lainnya di mohon jangan ikut campur ya". *Adit menyanggah Sarah*
"Iyaiya deh, maap kalo gitu. *Sarah terdiam*
"Gitu dong, jadi sepupu harus nurut jangan suka ngebantah kek kemarin-kemarin". *Adit tertawa*
"Ini masih jauh ga? kok jalannya lama bener? boleh istirahat?". *Puteri mulai lelah*
"Ooiya, kalian semuanya kalo mau istirahat ya istirahat dulu jangan memaksakan diri". *Arya berhenti berjalan*
**Mereka beristirahat dibawa pohon yang rindang membuatnya terlindungi oleh sinar matahari pagi**
"Siapa yang bawa air botol minum? aku haus tapi lupa membawa air". *Nabila memberi kode ke Fathur*
"Ooiya ini Nabila, aku tadi bawa air jadinya kamu minum ini aja". *Fathur memberi airnya ke Nabila*
"Wah, Fathur memang pacar is the best. Makasih". *Nabila tersenyum mengambil air*
"Iya dong, pacar Nabila". *Fathur tersenyum*
"Isst, kok aku jijik melihat mereka berdua. Tidak Mira, Nabila dan Sarah semuanya sama aja". *Anita mulai risih*
"Iya sama-sama ngeselin". *Eva mengiyakan perkataan Anita*
"Andainya aku juga punya pacar kek mereka, pasti seru ada yang diajakin ngobrol dan juga bercanda". *Puput mulai irih*
"Stoppp, jangan terus membelah mereka deh. Puput kamu ini harusnya sadar posisi antara kita dan mereka". *Puteri memperingati*
"Iya Puput, stop belain mereka lagi". *Anita marah*
"Iyaiya, maap". *Puput terdiam*
"Sepertinya ada yang kurang deh? tapi apa ya?". *Fathur memberitahu*
"Iya kek ada yang ganjil, tapi siapa?". *Sarah merasakannya*
"Ooiya aki tahu". *Nabila berhenti*
"Apa Nabila, plisss jangan becanda lagi untuk saat ini". *Sarah memberi pertingatan*
"Iya, tau kali ini ga akan". *Nabila tersenyum*
"Terus apa? kurang dan ganjilnya apa?". *Sarah semakin penasaran*
"Iya anda penasaran samma saya juga". *Nabila terus saja menguji*
"Nabila serius tau". *semua*
"Ganjil adalah makanan, karena aku lapar. Pasti iyakan iya?". *Nabila serius*
"Adeh, aku salah mempercayakan masalah ini kepada Nabila". *Sarah menghela napas*
"Aku punya roti, ini kamu makan aja aku masih ada kok". *Fathur memberi rotinya*
__ADS_1
"Wah cocwit". *Nabila makin sayang Fathur*
"Aku tau, yang kurang ternyata Anton dan Ayu mereka ga ikut. Bener kan?". *Sarah yakin*
"Ooiya, kok kita lupa mengajak mereka ya. Astaga kasihan Ayu dan Antonnya". *Nabila prihatin memikirkannya*
"Iya, pasti mereka mencari kita". *Kevin serius*
(Di Villa)
"Anton, kamu meliat Mira, Nabila, Sarah tidak? mereka semua kok ga ada disini?". *Ayu datang menghampiri Anton*
"Ooiya aku pun melihatnya, Adit, Arya, Fathur dan Kevin juga ga ada disini". *Anton bingung*
"Mereka semua pergi kemana dan sepertinya Puteri CS pun juga ikutan ga ada deh karena sedari tadi aku tak pernah melihatnya disini". *Ayu semakin bingung*
"Dulu, aku chat mereka semua dulu biar kita tahu mereka ada dimana". *Anton makin penasaran*
"Semua? bagaimana kalo kamu membuat grup chat aja biar langsung ke chat semua. Gimana?". *Ayu memberi saran*
"Ooiya itu ide yang bagus Ayu". *Anton segera membuat grup namanya Siswa Populer*
(Grup Siswa Populer)
"Semuanya sekarang ada dimana? kami disini sibuk menghawatirkan kalian". *Anton telah memulai chat*
"Iya, kalian ini semuanya ada dimana sekarang?". *Ayu pun segera muncul*
(Desa Sebelah)
"Eh cek hape deh, ada grup baru". *Anita memberitahu*
"Ooiya rupanya Anton yang membuatnya". *Sarah tersenyum*
"Pasti karena mereka khawatir dan mencari kita yang tidak ada disana". *Nabila cemas*
"Iya, pastinya seperti itu. Cepat kita balas biar mereka tak khawatir lagi". *Arya memberi penjelasan*
"Betul, sepertinya Anton dan Ayu pasti jodoh buktinya mereka panjang umur dan sekarang sama-sama mencari kita". *Kevin tertawa*
"Ooiya kalo dilihat-lihat emang cocok sih, Anton dan Ayu? wah cocok juga sama-sama berinisial A". *Nabila meluruskan*
Iya juga sih, bagaimana kalo kita pulang nanti dari sini kita comblangin mereka berdua. Bagaimana? setuju pastinya kan?". *Sarah memberi ide briliant*
"Setuju, itu ide yang sangat briliant". *Nabila setuju*
"Hahhaha". *semua tertawa*
(Siswa Populer)
"Kami ada di kampung sebelah, ada urusan dadakan jadinya tak sempat memberitahu kalian". *Arya muncul memberitahu*
"Loh kok bisa, urusan apa emangnya?". *Ayu memastikan*
"Pastinya ada, nanti kalian semua akan tau kok". *Adit memberitahu*
"Ooiya, kalo begitu kalian hati-hati ya awas jangan pulang kelamaan lagi". *Anton tegas*
"Siap bos". *Fathur dan Kevin*
"Hahhaha". *Nabila dan Sarah*
"Jangan khawatir kami akan segera pulang kalo semua urusan telah selesai". *Mira membalas*
"Okey Mira". *Ayu memberi emot senyum*
"Iya, kami baik-baik saja". *Puteri membalas*
"Okeoke". *semua*
(Kampung sebelah)
"Wah matahari mulai naik ke atas, kita semua sudah ada disini jadinya harus memecahkan tugas ini sesegera mungkin". *Mira tersenyum*
"Ini minum". *Adit Arya bersamaan memberi air ke Mira*
"Cieeciee". *semua kecuali Puteri dan Eva*
"Ga makasih aku punya kok". *Mira tersenyum membuka tasnya*
"Mira Mira, tadi kamu mencari atas nama siapa ya aku lupa". *Arya berusaha mengingat*
"Jangan mengambil kesempatan deh". *Adit mulai marah*
"Ga ini serius Dit ga ambil kesempatan kok". *Arya tegas*
"Baguslah kalo dah sadar diri". *Adit tersenyum*
"Namanya pak Proto punya anak bernama Winda. Kenapa memangnya?". *Mira makin penasaran*
"Kita betanya ke warga aja biar lebih cepat nyarinya". *Arya tersenyum langsung berdiri*
"Ooiya ide yang bagus tuh". *Fathur memberi jempolnya*
"Itu itu ada bapak dan ibu-ibu yang akan lewat cepat semua berdiri". *Nabila melihatnya*
"Misi pak ibu, saya Arya mau bertanya. Disini rumah pak Proto ada dimana ya kalo boleh tau?". *Arya bertanya*
"Ooiya saya pak Dimas. pak Proto? pak Proto siapa ya dek, disini ga ada yang namanya pak Proto". *jawab pak Dimas bingung*
"Pak Proto yang punya anak bernama Winda pak. Bapak ga kenal?". *Mira menjelaskan*
"Ooiya pak Proto itu, kami kenal dek tapi sekarang keluarga mereka ga tinggal disini lagi dia sudah pindah ke Jakarta beberapa tahun yang lalu". *pak Dimas memberitahu*
"Kalo boleh tahu, di Jakarta bagian apa ya pak? soalnya kami punya urusan penting beliau, lagi pula kami semua juga anak Jakarta". *Adit menjelaskan*
"Ooiya kalo tidak salah, mereka pindah ke Jakarta Pusat, kecamatan Cempak Putih, perumahan Timur Rama blok B nomor 100". *pak Dimas memberi informasinya*
"Wah kebetulan sekali, Adit tinggal didekat sana". *Sarah memberitahu*
"Terima kasih banyak atas informasinya pak". *Arya tersenyum berjabak tangan*
**Semua berterima kasih dan berjabak tangan kemudian memutuskan untuk kembali ke Villa**
"Kalo begitu kita langsung pulang ke Villa saja, lagian ini sudah jam 9 lewat sebentar lagi makin panas jadi mari semua kita putar arah kembali ke Villa". *Anita memberitahu*
"Ooiya, setuju. Ayo". *semua*
**Sampai di Villa tepat jam 12, semua langsung bergegas ke kamar bersiap-siap untuk pulang ke kota**
__ADS_1