
**Beberapa saat kemudian kami semua telah tiba di Villa**
"Akhirnya sampai juga di Villa". *Anita duduk meluruskan kakinya*
"Lain kali gue ga mau ikut lagi dengan kalian". *Eva mengambil napasnya*
"Iya siapa suruh mau ikut, kalian juga kan yang mau. Gimana sih?". *Nabila mengingatkan
"Iya, tapi mengiranya ini cuma perjalanan dekat. Eh tau-taunya sangat jauh". *Anita melotot*
"Kalo gue sih bersyukur bisa kesana, bisa liat pemandangan yang indah, sungai yang jernih, pepohonan yang rindah. Wah keren banget". *Sarah memuji keindahan desa seberang*
"Iya aku juga begitu, kapan lagi kan kita bisa melihat keindahan seperti itu". *Mira membenarkan*
"Iyaiya, terserah kalian aja. Kami tidak". *Anita masuk*
"Ooiya udah". *semua*
(Ruang tengah)
"Eh kalian sudah datang". *ucap Anton Ayu bersamaan*
"Cieee". *semua*
"Apaan sih kalian". *Ayu tersipu malu*
"Kalian cocok tau, cepat sana pacaran aja". *Nabila mulai lagi*
"Nabila awas yah kamu". *Ayu memukul lengan Nabila*
"Ayu kamu kok gitu, lain kali awas yah kalo kamu memukul Nabila lagi". *Fathur kembali mengingatkan*
"Biarin siapa suruh nakal". *Ayu tersenyum*
"Hahhaha". *semua tertawa*
"Lagian bener kata Nabila, kalian ini cocok banget Ayu". *Sarah membenarkan*
"Iya mulai mulai lagi". *Ayu malu*
"Emang apanya yang cocok?". *Anton makin penasaran*
"Semua. *ucap semua*
"Berarti kami berjodoh dong?". *Anton tersenyum*
"Iya, sangat malah". *Fathur memberitahu*
"Sana kalian pacaran aja". *Adit tersenyum*
"Ayo ayo ayo". *semua*
"Jadi harus nembak sekarang gitu?". *Anton bingung*
"Iyalah, masa tahun depan". *Nabila bingung*
"Ooiya sudah kita serius yah, lagian aku sudah memperhatikan Ayu beberapa hari ternyata dia baik, pintar, cantik, suka menolong dan masih banyak lagi". *Anton memberitahu*
"Iya kan? tuh kalian ini cocok". *Kevin beri semangat Anton*
"Hahha, okey kalo begitu aku serius dan ini bukan boongan". *Anton memberitahu*
"Gitu dong dari tadi kek". *Nabila tersenyum*
"Ayu, sebenarnya selama kita berada disini aku Anton terus saja memperhatikanmu aku juga sadar kalo aku memang suka sama Ayu. Ayu itu orangnya baik, pintar, penyabar dan pokoknya sangat cocoklah dengan Anton yang tampan ini". *Anton serius*
"Hahha, Anton bisa aja. Aku jadi malu". *Ayu tersipu malu*
"Terima terima terima". *semua tersenyum*
"Anton kamu seriuskan dengan ucapanmu barusan?". *Ayu memastikan*
"Iya, aku serius Ayu sangat serius malah". *Anton semakin kaget*
"Meraka sosweet juga ternyata". *Anita melihat Ayu dan Anton*
"Aku pun irih melihat mereka yang saling jatuh cinta tidak kek gua yang cintanya bertepuk sebelah tangan". *Puteri bersedih*
"Pengen juga dinyatain cinta sama Arya". *Eva berharap*
"Sabar sabar kalo memang berjodoh pasti disatuin kok kek mereka semua". *Puput tersenyum*
"Guttt". *Nabila Sarah memberi kode jempol*
"Okey, kalo gitu aku terima. Aku juga lihat kalo kamu ini selain tampan juga baik dan ramah orangnya jadi aku terima". *Ayu tersenyum*
"Wow". *semua kaget*
"Alhamdulillah, sah". *Fathur Kevin tertawa*
"Anton ini momen sungguh menakjubkan, kamu ternyata juga pintar mengambil hati perempuan kirain tidak". *Kevin tertawa*
"Apaan sih Vin, ini bukan masalah mengambil hati tapi sungguhan ingin serius mengambil hatinya Ayu". *Anton tersenyum*
"Cieee". *semua*
"Masalah percintaan ini sudah clear kan? saatnya kita semua pergu ke kamar dan siap-siap untuk kembali ke Villa". *Arya mengingatkan*
"Ooiya sampai lupa". *Nabila tersadarkan*
"Kalo begitu ayo kita semua masuk ke kamar dan bersiap-siap yah". *Arya tegas*
"Baik". *Merekan bergegas pergi ke kamar*
(Di Kamar)
"Mira jadi kapan kita pergi mencari alamat pak Proto lagi?". *Sarah penasaran*
"Ga tau juga Sar, secepatnya lebih baik". *Mira tersenyum*
"Ooiya kalo begitu, kalo nanti kita semua kesana sekalian mampir ke rumahnya Adit yah?". *Sarah tersenyum*
"Ga ah, aku malu Sarah masa aku yang minta mau kesana kan ga enak". *Mira melotot*
"Gapapa, mama Adit yang tante Shila itu baik kok malah sudah aku anggap sebagai bunda ke dua aku". *Sarah tersenyum*
"Iya, boleh deh. Aku juga penasaran melihat tante Shila dan Mira ketemu". *Nabila tersenyum*
"Okey, tenang kalo gitu nanti aku yang bilang ke Adit yah soal ini". *Sarah ikutan senyum*
"Okeoke". *Mira Nabila menyetujui*
**Jam sudah berada di pukul 13:30, bus pun sudah tiba setengah jam yang lalu**
"Okey, untuk seluruh siswa harap berkumpul di depan Villa sekarang". *Arya memberi arahan dengan mikrofon*
__ADS_1
"Cepat, dan periksa kembali semua barang yang akan dibawa pulang apakah sudah lengkap?". *Adit mengingatkan*
"Ingat, jangan sampai ada yang terlupakan". *seru Fathur menambahkan*
**Siswa telah berkumpul semua saatnya untuk kembali**
"Okey, karena semua sudah lengkap saatnya kita bersiap untuk kembali ke rumah". *kata Arya tegas*
"Semua harap naik dengan tertib awas jangan sampai terjatuh". *Fathur memberi arahan*
"Siap". *semua*
(Di bus)
**Busnya masih sama dengan yang dulu, kini masih bisa duduk bersama 3 teman**
"Mira, kita masih kan?". *Adit tiba-tiba menarik tangan Mira*
"Masih apa Dit?". *Mira bingung*
"Iya, maksudnya duduknya samaan". *Adit tersenyum*
"Ooiya, baiklah". *Mira ikutan tersenyum*
"Mira kamu mau duduk bareng Adit lagi, ga bosan apa?". *Sarah sinis melihat Adit dan Mira*
"Iya ga lah, sana pergi sama Kevin jangan mengganggu kami usttt". *Adit mengusir Sarah*
"Ooiya udah, okey". *Sarah pergi duduk ke belakang kami*
"Biarin mereka Sarah, kita duduk disini aja". *Ayu biar mereka bebas*
"Mira aku bisa duduk disini ga?". *Arya menunjuk kursi kosong disebelah tepat berada disamping Mira*
"Ga boleh, disitu ada orang". *Adit memberitahu*
"Siapa? tapi kan sekarang masih kosong?". *Arya melihat-lihat tak ada orang*
"Iya, nanti ada sendiri". *Adit memberi kode*
"Berarti masih kosongkan? Yaudah aku duduk disini". *Arya duduk berdampingan Mira*
"Lihat didepan ada pemandangan yang indah tuh coba lihat". *Sarah tersenyum*
"Mana? Ga ada kok masih seperti biasanya". *Nabila bingung*
"Memang bukan yang itu Nabila tapi mereka". *Sarah menunjuk Arya, Mira dan Adit*
"Wah ternyata Arya beneran sangat menyukai Mira sampai-sampai senekad ini". *Ayu salut*
"Iya padahalkan kita semua tahu kalo Arya ini selain tampan, pintar, kaya, juga ketua Osis dan pastinya masih banyak siswa cewe naksir sama dia tapi masih tetap bela-belain dekat dengan Mira". *Nabila penasaran*
"Iya, katanya dia anak tunggal yah?". *Ayu memastikan*
"Hahha iya". *Nabila membenarkan*
"Kalian pikir cuma Arya aja yang kaya? Adit juga dan malah hanya Adit anak satu-satu lelaki yang ada dikeluarganya". *Sarah membela Adit*
"Bener Sarah? tapi kok gayanya Adit biasa aja kek anak sekolahan biasanya". *Nabila Ayu kaget"
"Iya bener, Adit punya alasan tentang itu". *Sarah terdiam*
"Ooiya pantas saja, Adit selain memang dia tampan juga terlihat memiliki aura luar biasa diluarnya. Rupanya seperti begitu". *Nabila mengerti sekarang*
"Adit ternyata orangnya sederhana pantas saja Mira sangat menyukai Adit". *Ayu membenarkan*
"Sepertinya tidak, Mira hanya tau tentang tante Shila hanya itu selebihnya dia tidak tau". *Sarah meyakinkan*
"Terus Puteri? seperti yang kita tahu dia juga terus saja mengejar Adit pasti dia tahu tentang hal ini". *Nabila penasaran*
"Puteri pun sepertinya tidak tau tentang hal ini, sama seperti Mira dia cuma sukanya karena Adit tampan dan keren itu aja". *Sarah memberitahu*
"Ooiya ternyata begitu". *semua mengerti*
"Eh eh cepatan naik, keburu semua tempat penuh". *Anita tergesa-gesah*
"Iya ini lagi berusaha kok santai". *Eva santai*
"Cepatan dikit napa, sana biar aku yang di depan biar deket sama Adit". *Puteri langsung ke depan*
"Ooiya udah, sana". Eva memberi jalan*
"Loh Adit kamu disini? tidak menunggu aku? cepat sini sama aku". *Puteri melihat Adit*
"Apaan sih Puteri, dari tadi aku juga disini kamu aja yang kesana. Lagian aku juga mau terus sama Mira". *Adit menghiraukan Puteri*
"Adit, jadi maksud kamu aku duduk sendiri tanpa kamu gitu?". *Puteri marah*
"Iya, siapa suruh kamu lambat". *Adit memberitahu*
"Bukan aku ini semua karena Anita yang lelet". *Puteri memberi alasan*
"Loh kok aku sih Puteri bukannya kamu yang kelamaan mandinya". *Anita mengelak*
"Pokoknya kalo aku bilang kamu yah kamu Anita bukannya aku". *Puteri semakin marah*
"Iyaiya, kalo gitu aku lagi". *Anita pasrah*
"Itu sana ada tempat kosong mari kita kesana". *Eva menunjuk tempat kosong".
"Loh terus aku dimana?". *Puput bingung*
"Puput kan masih banyak yang kosongnya satu jadi kamu tinggal memilih aja". *Anita menunjuk kursi yang kosong satu*
"Ooiya udah kalo gitu". *Puput tersenyum*
"Puput kamu disini aja, biar aku yang pindah mencari kursi kosongnya". *Andre berdiri mencari bangku*
"Loh kok gitu, aku ga mau Ndre biar kamu aja. aku masih mau cari tempat yang kosong kok". *Puput menolak bantuan Andre*
"Puput kamu disini aja, biar aku yang pindah lagian disini juga tempat cewe jadi ga enak kalo duduk disini". *Andre memberi tempat*
"Ooiya, jadi gapapa nih?". *Puput masih ga enak*
"Iya gapapa, santai". *Andre pergi ke tempat duduk sebelumnya*
"Apakah semua sudah mendapatkan tempat duduknya masing-masing?". *Arya memberi peringatan*
"Iya, semua siap". *semua*
"Baik, mari kita pulang". *Arya bersemangat*
**Semua bergembira dengan sesuka ria ada yang bermain gitar, bernyanyi, games, main hape, tertidur, dengerin musik**
(Di Rumah)
__ADS_1
"Ayah, kakak Mira pulangnya kapan? Ifa rindu". *Ifa memberitahu*
"Ini hari nak, tunggu saja kakak Mira bentar lagi akan datang ya". *Ayah Mira memberitahu*
"Horeee, kakak Mira akan pulang". *Ifa berlari bahagia*
"Kalo begitu ibu akan memasak makanan yang enak buat menyambut kakak Mira". *Ibu Mira bahagia*
(Perjalanan)
"Mira ini makan rotinya, biar ga kelaparan di perjalanan". *Adit memberi roti*
"Ooiya Dit, makasih". *Mira mengamb roti*
"Ini ada minuman, awas keselek nantinya". *Arya memberi air*
"Makasih, tapi aku punya air kok". *Mira menolak pemberian Arya*
"Ooiya gapapa kok, aku juga punya banyak krupuk kalo kamu mau ambil aja". *Arya meletakannya disamping Mira*
"Iya, makasih Arya". *Mira tersenyum*
"Awas, jangan deket-deket deh ingat batasan". *Adit memperingatkan Arya*
"Iya tau santai". *Arya mulai kesal*
"Makanya tau diri dong kalo ga mau dikatain". *Adit marah*
"Mira coba lihat itu sebelah kanan deh itu dia orang-orangan sawahnya lucu banget kan?". *Arya menunjuk orangan sawah*
"Hahha iya lucu sekali, persis Adit". *Mira tertawa*
"Loh kok aku? itukan monyet Mira. Masa aku disamain dengan monyet". *Adit bingung*
"Walaupun itu monyet, tapi kan gemesin kek kamu gitu". *Mira tertawa*
"Hahha iya juga yah, emang mirip Adit". *Arya ikutan tertawa*
"Ga apalah disamain dengan monyet, asal Mira tersenyum itu sudah membuatku sudah cukup walaupun aku harus menjadi monyet sekali pun". *Adit dalam hati*
"Hahha". *semua tertawa, kecuali Puteri*
"Enak saja, Mira ngatain Adit persis monyet. Lain kali harus diberi pelajaran nih anak kalo tidak dia semakin ngelunjak". *Puteri marah*
"Mereka ternyata bisa akur juga". *Sarah tertawa melihat ke depan*
"Adit dan Arya yang kamu maksud?". *Nabila tersenyum*
"Iya, hahha sweet banget gitu liatnya". *Ayu ikutan senyum*
"Pastinya, Mira memang pantas mendapatkan Adit". *Sarah bahagia melihatnya*
"Iya, semoga aja mereka berdua berjodoh". *Nabila tersenyum melihatnya*
"Coba cek deh itu sana, ada yang sinis menatap Mira dan Adit yang semakin dekat". *Ayu menunjuk Puteri*
"Astaga iya, ternyata ada mata jahat yang terus mengintai mereka berdua". *Sarah melihat Puteri*
"Bukan Puteri aja, masih ada satu lagi yang di sampingnya itu sepertinya cemburu melihat kedekatan Mira dan Arya". *Nabila menunjuk Eva*
"Iya, mereka berdua sama tak bisa melihat orang lain bahagia". *Sarah menggeleng kepala*
"Mereka baik ke Mira? mustahil yang ada dunia kiamat lagi? *Nabila tertawa*
"Iya coba lihat raut wajah mereka berdua deh sepertinya dipenuhi kebencian kepada Mira yang lagi-lagi akan menjadi korban mereka". *Sarah memperhatikan Puteri dan Eva*
"Astaga iya, mereka menakutkan sekali". *Ayu merinding*
"Pokoknya kita doain yang terbaik aja untuk Mira dan Adit semoga mereka berdua kuat dan dapat melalui ini semua dengan mudah". *Nabila tersenyum*
"Wah lu napa kesambet? puitis bener". *Sarah kaget mendengar kata-kata Nabila barusan*
"Dasar emang kenapa kalo gue puitis, salah?". *Nabila kesal*
"Ga salah juga, tapi buat lu kek ga cocok aja gitu". *Sarah tertawa*
"Iya juga sih". *Nabila sadar*
"Hahha". *Semua tertawa*
**Beberapa menit setelahnya, semua murid sudah lelah dan kebanyakan beristirahat**
"Mira hape kamu mana aku mau denger musik lagi?". *Adit menengok ke Mira yang ternyata sudah tertidur disampingnya dengan headset ditelinganya*
"Loh ternyata Mira sudah tertidur, kasihan pasti dia lelah habis tadi ke desa seberang". *Adit memberi bahunya ke kepala Mira*
"Adit memang cocok untuk Mira, mereka berdua sangat serasi pantas saja Mira tak bisa berpaling dari Adit". *Arya tersenyum*
**Semuanya sudah tertidur karena kelelahan beberapa menit setelahnya bus pun parkir**
"Semua harap bangun, kita sudah sampai". *kata pak Supir*
"Ooh kita sudah sampai yah pak?". *Arya terbangunkan*
"Iya, sekarang ini kita sudah ada di sekolah nak Arya". *pak Supir memberitahu*
"Ooiya pak, terima kasih". *Arya tersenyum*
"Loh kok berhenti, kita sudah sampai yah?". *Adit bingung melihat keadaan*
"Iya, kita sudah ada di sekolah. Harap semua siswa bangun". *Arya tegas*
"Ooiya, kita sudah sampai yah?". *Mira tebangunkan*
"Iya Mira, ayo kita cepat turun". *Adit menarik tangan Mira*
"Baikalah". *Mira berdiri keluar bus bersama Adit*
**Semua keluar dan mengambil barang**
"Okey, semua lihat dan perhatikan semua barangnya". *Arya memperlihatkan semua barang*
"Ini barangki dan ini juga". *Anita mengambil barangnya*
"Barangku ternyata cuma sedikit". *Eva baru sadar*
"Okey, kalian mau barengan ga? aku sudah menelpon supirku dan akan segera datang". *Puteri memberi tahu*
"Aku juga bentar lagi akan datang ayah kok". *Puput menunggu ayahnya*
"Ayah aku lagi keluar kota jadi ga sempat datang". *Eva memberitahu*
"Iya aku ga sempat di jemput, soalnya supir aku lagi antar ibu ke pasar nanti kita bagi diri aja biar semuanya ke muat". *kata Anita memberi saran*
"Ooiya lagian kan juga banyak barang biar aku dan Anita barengan kamu sama Eva searah". *Puteri memberitahu*
__ADS_1
"Okeokey". *semua*