
**Waktu begitu berlalu begitu cepat, 5 hari telah usai kami lewati disini. Semua siswa bergegas ke kamar untuk membereskan segalanya untuk di bawa pulang besok**
(Ruang Tengah)
"Kita telah melewati 5 hari disini, jadi besok pagi semua siswa harus bersiap untuk pulang". *ucap Arya memberitahu*
"Iya Arya, mengerti". *sorak semua*
"Wah tak terasa yah, padahal aku suka disini". *kata Nabila tersenyum*
"Iya, aku juga. Kalo bisa tambah seminggu lagi, aku pasti mau". *jawab Sarah membenarkan*
"Ooiya udah, sekalian aja besok kalian jangan pulang dulu. Menginap disini aja sampainya bosan". *kata Anita tertawa*
"Ga boleh gitu Anita, kan kasihan Nabila dan Sarahnya". *ucap Puput melihat Nabila*
"Puput, jangan suka mengasihani orang kek gini. Nanti kalo diberi hati pasti ngeyel minta jantung". *jawab Anita mulai kesel*
"Tapi kan tetap aja, ga boleh kek gitu ah". *kata Puput kembali menolong*
"Ooiya udah, itu hak kamu Puput kalo aku sih gapapa kalo kamu ga dengerin aku". *ucap Anita*
"Apaan ini sudah, sudah. Kita ke kamar yuk, biar cepat selesai beres-beresnya". *kataku menarik tangan Sarah dan Nabila bergegas ke kamar*
"Dasar, kalian pergi sana". *ucap Eva mengusir*
(Di Kamar)
"Nabila, kamu lihat koperku ga? Paginya sih aku lihat ada disamping lemari, Tapi sekarang kok dah ga ada?". *ucapku mencari*
"Ada bawah kasurmu Mira, tadi aku taruh disana, biar kamar kita terlihat rapi". *ucap Sarah menunjuknya*
"Alhamdulillah kalo gitu, aku kira hilang". *kataku tersenyum*
"Ga bakal ilang kalo ada kita, kecuali kalo Puteri CS yang ngusil lagi". *jawab Sarah*
"Iyaiyah, aku ga suka mereka semua. Gayanya aja kek penguasa bumi, manja, banyak bicara, suka nyolot, issst pokoknya aku benci mereka semua. Seharusnya sekali-kali kita harusnya memberi mereka semua pembelajaran, tetapi aku bingung bagusnya pembelajaran apa? Mereka semuakan jago dalam segala hal". *ucap Nabila bingung"
"Iya, disana ada Puput yang jago matematika, Eva pun jago Bhs. Inggrisnya, Anita sekertaris Osis yang pastinya jago dalam berbicara dan terlebih lagi Puteri yang jago segalanya". *kata Sarah menjelaskan*
"Ooiya kalo gitu, kita harusnya menjadi diri sendiri aja kan itu hal yang lebih baik daripada harus membalas perbuatan mereka. Setidaknya kita tidak seperti mereka yang suka berbuat seenaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain (Be Yourself) gaes". *ucapku tersenyum*
"Astagfirullah, iya Mira kamu benar. Kita ga boleh seperti mereka cukup Puteri CS aja yang bersifat kek gitu, kita ga boleh". *kata Sarah menjelaskan*
"Nah bagus, kalo Nabila juga sudah paham kan? *ucapku serius melihat Nabila*
"Iyaiyah Mir, tapi boleh ga kalo sedikit aja biar mereka semua kapok ga ngerendahin kita lagi karena aku sudah muak melihat tingkah mereka yang seakan penguasa disekolah kita". *kata Nabila serius*
"Nabila stop deh, jangan ingat-ingat yang buruk lagi tentang mereka. Mereka pun pasti berbuat seperti dengan alasan tertentu, kita sebagai temannya ga boleh ikut-ikutan apa lagi membalasnya". *jawabku tersenyum*
"Wahwah kalian semua memang hebat yah, sukanya berbicara dibelakang kami. Kalo kalian berani bicaranya harus di depan dong bukannya kek gini". *ucap Puteri CS yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar*
"Apa sih kalian ini, kita itu bukannya berbicara sembarang tentang kalian. Cuma lucu aja sih orang yang punya kekuasaan di sekolah, eh rupanya ga ada pacar sampai sekarang kan lucu aja gitu". *kata Nabila tertawa*
"Appa? Dasar kalian ini sungguh bermuka dua yah. Satunya sok polos (Mira), satunya jaim (Sarah) dan satunya lagi bruntal (Nabila). Hahha kalian tuh yang lucu bukannya kami". *ucap Anita marah*
"Dulu dulu dulu, kami bermuka dua? Hahhaha kalian salah ini ga tau berhitung yah? Sudah tau kami bertiga yah pastinya bermuka tiga dong, eh gimana sih kalian ini katanya orang cerdas gitu aja ga tau". *jawab Sarah tertawa*
"Nabila Sarah, sini lu beraninya bilang begitu nanti kalo disekolah lihat aja. Kalian semua akan kami permalukan, liat saja ini belum seberapa. Nanti kalo di sekolah, lu yang ga berani lagi". *kata Eva tertawa*
__ADS_1
"Okey, kita liat aja dan pastinya kami akan tetap membuatmu menyesal karena sudah berbicara seperti ini kepada kami". *ucap Anita memperingati*
"Iyaiyah nanti kita liat, siapa takut". *jawab Nabila tersenyum*
"Sudah sudah, ga usah kita urus mereka lagi. Mereka maunya apa itu haknya, intinya berikan kebebasan berbuat semaunya aja". *ucapku menjelaskan*
"Okey, ingat yah. Jangan lupa ini dan jangan salahkan kami kalo sudah berbuat nekat sampai sejauh mana pun". *kata Eva marah*
"Iya, serah lu dah. Mau sejauh Korea kek ataupun sampai ke Amerika sekalian itu semua bukan urusannya kita". *jawab Nabila tertawa*
"Hahhaha, bener tuh". *ucap Sarah tertawa*
"Apa-apaan ini, kok kalian semua terlihat marah?". *kata Adit tiba-tiba muncul bersama Fathur dan Kevin*
"Gapapa, kami baik kok Dit". *jawab Sarah tersenyum*
"Ooiya, kalo gitu. Mira bisa bicara diluar sebentar?". *ucap Adit memberitahu*
"Ooiya Dit, ayo". *kataku menarik tangan Adit*
"Woy, santai dong. Gimana sih langsung tarik Adit pergi aja". *ucap Puteri jeaolus*
"Emang kenapa sih, Adit juga ga marah ke Mira kalau pun ditarik dan lagian lu tuh yang cemburuan". *kata Sarah tertawa*
"Uhhhhh Sarah, dasar lu yah". *ucap Puteri marah*
"Apa? Apa sih Puteri kalo ngomong tuh harus jelas jangan suka ngegantungin". *jawab Nabila tersenyum*
"Ada apa sih ini? Kalian semua bertengkar lagi?". *kata Fathur bingung*
"Ga ada". *ucap semua menyangkal*
"Tidak". *ucap Puteri CS bersamaan*
"Iya". *kata Sarah dan Nabila bersamaan juga*
"Terus siapa yang benar ini?". *jawab Fathur bingung*
"Iya, pacar kamulah. Gimana sih Fathur". *kata Nabila memberitahu*
"Kalian ini, semuanya membingungkan. Kami kan jadi ga tahu siapa yang bohong dan juga siapa yang tidak bohong". *ucap Kevin*
"Tapi kan, seharusnya juga kalian berdua lebih percaya ke kita bukannya ke mereka itu". *jawab Sarah kecewa*
"Hahha kasihan, makanya jangan suka ngeyel sih". *kata Eva tertawa*
"Apasih, emang kenapa? Masalah buat loh". *ucap Sarah memperingati*
"Kasihannnn". *kata Puteri CS*
"Kalian ini sungguh menyebalkan semua, taunya cuma bisa main borong eh sekalinya sendiri langsung takut. Dasar". *ucap Nabila*
"Hahhaha". *semua tertawa*
(Luar Kamar)
"Mira, aku kini mulai mendapatkan firasat buruk dan sepertinya memang sebentar malam akan terjadi sesuatu kepada kita". *ucap Adit cemas*
"Iya kan? Terus ini gimana Dit?". *kataku mulai khawatir*
__ADS_1
"Pokoknya ketika selesai beres-beres kita semua dan siswa lainnya keluar berkumpul di ruang tengah untuk mewaspadai hal itu". *jawab Adit memberitahu*
"Iya Dit, aku setuju kok. Kita semua memang harus mewaspadainya dari sekarang, lagian ini juga sudah mau malam. Ini dah pukul 17:00 yang berarti sebentar lagi malam akan tiba". *ucapku semakin khawatir*
"Okey, jadi semua harus berkumpul nanti yah". *kata Adit tersenyum*
"Baik Dit, kalo kita semua saling melindungi pasti tidak akan terjadi sesuatu yang buruk lagi". *jawabku tersenyum*
"Iya pastinya, kita semua jangan ada yang pergi lagi dan semua harus stay di ruang kumpul". *ucap Adit memperingati*
"Ooiya Dit, aku harus kembali ke kamar untuk memberitahukan semuanya". *kataku cemas*
"Okey, mari kita kesana bersama. Lagian Kevin dan Fathur mereka semua ada disana juga kan?". *ucap Adit tersenyum*
(Dalam Kamar)
"Nanti kalo semua sudah beres, kalian harus langsung keluar untuk ke ruang tengah yah?". *kataku memberitahu*
"Ada apa Mir? Kenapa harus nanti? Apa terjadi sesuatu lagi?". *ucap Nabila cemas*
"Sekarang kita harus bersiap, tidak ada yang tau kan bakal terjadi sesuatu berbahaya nanti. Jadi semua harus siap aja". *kata Adit menjelaskan*
"Dit, aku takut". *ucap Puteri memengang tangan Adit*
"Apasih Puteri, jangan berani sentuh-sentuh deh". *kata Adit melepas tangan Puteri*
"Dit, tapikan aku beneran takut? Bagaimana kalo ternyata aku yang terkena bahaya itu?". *jawab Puteri mulai cemas*
"Woy, jaga jarak. Jangan suka mengganggu Adit lagi, hanya Mira yang bisa memiliki hak itu bukan lu". *ucap Sarah menjelaskan*
"Mau mau Puteri dong, lagian kenapa lu yang sewot. Adit juga ga semarah itu ke Puteri". *kata Anita memberitahu*
"Iya sih, tapikan bos lu juga harus segera sadar diri. Jangan suka menjadi penghalang bagi Adit dan Mira". *ucap Sarah tersenyum*
"Stopp perkelahiannya, dasar kalian ini seperti anak kecil aja sukanya berkelahi terus". *kata Adit menjelaskan*
"Adit itu karena mereka duluan, bukannya kami". *ucap Sarah menunjuk Puteri CS"
"Enak saja, kalian tuh yang duluan". *kata Anita*
"Sudah, sudah. Pokoknya untuk saat ini kita semua harus kompak jangan saling menyalahkan satu dengan lainnya. Hidup damai bisa kan?". *jawab Adit tersenyum*
"Iya Dit, mengerti". *ucap Nabila paham*
"Iyaiyah, paham kok". *kata Puteri CS*
"Bagus, jadi nanti kalo sudah selesai harus langsung keluar yah ke ruang tengah untuk berkumpul. Ingat?". *ucap Adit kembali*
"Iya Dit". *semua*
**Adit, Fathur dan Kevin kemudian keluar pergi ke ruang tengah untuk memberitahu siswa lainnya untuk berkumpul**
**Aku, Sarah, Nabila dan Puteri CS lainnya membereskan semua peralatan yang besok pagi kami akan pulang meninggalkan Villa**
***
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, comment dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-update cerita setiap harinya".
(Pokoknya sukses terus untuk kita semua)..
__ADS_1