Kosong!

Kosong!
Perkenalan 4


__ADS_3

Ditempat duduk ibu Riska terlihat senyuman terus terpasang diwajahnya sambil melihat dan memperhatikan semua anak didiknya ini yang masih terlihat kekanak-kanakan.


Dengan situasi seperti ini ibu Riska terus saja mengambil kendali kelas dengan melanjutkan pengenalan diri berikutnya.


"Baik, berikutnya akan dilanjutkan oleh siswa berikutnya" wajah tersenyum ibu Riska mulai menunjuk siswa naik satu/satu ke depan.


Hingga tak terasa sampai dipenghujung akhir pengenalan yang rupanya Mira menjadi siswa terakhir untuk memperkanalkan diri.


Semua telah naik tampil memperkenalkan namanya dengan menyebutkan nama, hobby, sekolah asal, dll dan kini tiba giliranku untuk naik memperkenalkan diri kedepan kelas.


Mira begitu maksimal mempersiapkan dirinya sedari tadi sebelum naik keatas menjelaskan semua dirinya ke teman kelas sambil terus melangkah naik keatas.


"Hallo semua, namaku Mira Wijayanti kalian bisa menyapaku Mira senang bisa bertemu kalian semua" ucap Mira singkat melangkah turun ke tempat duduknya dibarisan kedua sebangku Nabila.


Sebelum lanjut melangkah turun ketempat duduknya tiba-tiba Putera mengankat tangan sembari tersenyum mengarah Mira.


"Stop tunggu sebentar, Putera ingin bertanya boleh?" sembari Putera mengangkat tangan mulai meminta isin ke Mira memasang wajah sok kerennya itu.


Mira yang melihat Putera mengangkat tangan berhenti kembali ke tempatnya tadi lebih rilex agar terlihat lebih sopan dimata ibu Riska.


"Ooiya, silahkan Putera" dengan penuh pasrah Mira kembali ketempatnya tadi memberi arah ke Putera dengan mempersilahkannya.

__ADS_1


Putera yang mengerti mengenai amarah Mira mulai terbaca oleh Putera merasa senang dan bahagia melihat Mira bertingkah kesal.


"Begini Mira kok tau soal Putera pindah kelas? pasti kamu ini salah satu fans aku yah, cepat mengaku?" semakin penasaran Putera mulai senyum sembari penasaran mendengarankan jawaban Mira.


Dengan mulai kesal Mira segera mengambil napas pajang dan menghembuskan dengan santai agar lebih terlihat tenang diatas.


"Apa? fans kamu? aku idih? hahaha tidak niat, makasih" mulai santai Mira tertawa membuat Putera kembali malu dengan membalasnya.


Putera yang tak terima digituin Mira merasa mulai dipermalukan oleh Mira yang masih stay diatas tempat memperkenalkan diri.


"Terus dapat infonya dari mana? perasaan ga ada yang tahu ini deh" Putera yang tak terima dipermalukan terus memberi pertanyaan agar Mira terjebak supaya kembali dipermalukan.


Mira juga Nabila hanya bisa tersenyum lepas melihat Putera yang mencari gara-gara sendiri karena terus mengungkit hal yang tak perlu ia ungkit kembali dihadapan semua teman.


Nabila pun segera ikutan muncul dan segera meluruskannya agar tak timbul perang dunia ke 3 antara Mira dan juga Putera.


"Itu semua karena Nabila yang memberitahu Mira jadi stop jangan menyalahkan Mira lagi" Nabila berdiri memberitahu semuanya penuh percaya diri.


Ibu Riska yang menyadiri situasi yang lebih memanas akhirnya menelerah Mira, Nabila juga Putera sedang bercekok didepan.


"Stop, semuanya berhenti sekarang kalo tidak ibu akan menghukum kalian bertiga karena sudah tidak tertib didalam kelas" ucap ibu Riska tegas memisahkan Mira, Nabila, Putera.

__ADS_1


Mira, Nabila, Putera melihat ibu Riska muncul memisahkan ketiganya akhir mereka bertiga terdiam.


"Baik ibu" jawab Mira, Nabila, Putera.


Semua terdiam tanpa kata meminta maaf ke semua karena telah menimbulkan masalah baru dihadapan semua teman kelas.


"Ooiya aku Nabila mewakili Mira Putera ingin meminta maaf kesemua karena telah terjadi keribuatan disini, sekali lagi maap" Nabila lalu tersenyum meminta maaf sambil berdiri.


Putera yang masih belum terima diperlakukan kek gitu oleh Mira masih merasa jengkel tak ingin melihat Mira lagi.


"Ooh jadi begitu, okey namanya Mira lumayan cantik juga tapi sayang dia itu ngeselin, suka mencampuri urusan orang lain" Putera bicara dalam hati melihat Nabila meminta maaf dan juga Mira yang terlihat menikmatimati situasi.


Putera terus melihat keadaan terus berkata dalam hati membicarakan Mira si cewek sial itu dengan penuh amarah melanjutnya.


"Okey lihat saja nanti Putera akan membuat dia menyesali perbuatannya dikemudian hari, karena dia telah berani membuat Putera malu dihadapan semua teman kelas" lanjut Putera dalam hati berjanji akan membalas Mira.


Melihat situasi mulai adem akhirnya ibu Riska memutuskan untuk memilih penguruh kelas agar dapat lebih mudah dikontor.


Bersambung.


Okey, next..

__ADS_1


(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, komentar dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-update cerita setiap hari". Terima Kasih.


(Pokonya sukses terus buat kita semua)


__ADS_2