
Setelah Nabila mendengarkan namanya telah dipanggil ibu Riska akhirnya Nabila beranjak naik ke atas.
"Hallo semuanya, perkenalkan namaku Nabila Amelia biasa dipanggil Nabila, hobby ini suka mengganggu orang lain, senang bisa kenalan sama kalian semua" dengan senyuman manja Nabila bersemangat hingga tak bisa terdiam.
Siswa mendengarkan pengenalan Nabila pun lalu bersorak membalas sapaan Nabila terus menepuk tangan.
"Hallo Nabila" semua bersorak.
Nabila yang mendegar sapaan siswa lainnya terus melambaikan tangannya dengan tersipu malu dihadapan semua.
"Hehhe iya, hallo" ucap Nabila menjawab sapa temannya kembali turun kebangkunya.
Ibu Riska melihat Nabila turun dari depan lalu segera mengambil alih kelas dengan kembali akan menunjuk penrkenalan berikutnya.
"Baik, karena Puput dan Sarah sudah naik tadi memperkenalkan diri maka semua harus siap untuk dipanggil naik juga. Silahkan naik" kata ibu Risna menunjuk salah satu siswa lelaki.
Siswa lelaki yang ditunjuk ibu Riska segera naik memperkenalkan dirinya didepan semua.
"Bismillah, apa kabar semua? baik kan? aku Putera Hermansyah, tugasku adalah mikirin kamu, iya kamu" seru Putera terlihat keren dihadapan siswa dengan terlihat menonjol.
Siswa yang mendengarnya semua tertawa tak menyangka kalo Putera ternyata segila itu dan tetap menjaga image tampannya dihadapan semua siswa yang melihatnya.
"Hahha, kirain mikirin utang" semua tertawa.
(Putera Hermansyah merupakan siswa yang keren, sombong, haus akan pujian dan idola sekolah. Ayahnya pak Hermansyah adalah pengusaha ternama dikota ini dan memiliki kembaran bernama Puteri Hermansyah)
Putera yang masih berada berdiri dihadapan kelas terus bertingkah sok keren dengan gaya stile-nya yang memang terlihat keren.
__ADS_1
Mendengar itu Nabila termenung membahas Putera bukannya berada dikelas 7.1 bersama kembarannya Puteri ternayata sekelas Nabila.
Mira yang melihat Nabila termenung seperti itu segera menyadarkan Nabila dengan terus mengganggunya.
"Eh kenapa bengong aja? awas kesambet lu" ucap Mira mulai resah melihat Nabila tiba-tiba berubah bertingkah menjadi kalem.
Nabila kelihatannya semakin dibuat bingung dengan Putera akhirnya membuka mulut mencoba memberitahu semuanya ke Mira
"Putera Hermansyah? bukannya dia anak 7.1?aku dengar-dengar Putera juga memiliki adik kembaran perempuan rapi kok bisa disini?" ucap Nabila bingung memberitahu Mira.
Mendengar semuanya itu Mira kaget tiba-tiba langsung berdiri tanpa sepatah kata menyadi dirinya yang dilihat semua siswa.
"Apa? kok bisa?" teriak Mira mengatakannya dengan nada tinggi membuat semua bingung dan kaget melihat tingkah Mira tiba-tiba.
Ibu Riska dan semuanya yang kaget langsung spontan melihat kearah Mira yang teriak juga berdiri dibangkunya.
Nabila yang melihat Mira seperti itu mengode segera duduk agar terlihat tak konyol didepan semua siswa yang melihatnya.
Usssttt
"Mira kamu kenapa sih? kok langsung berdiri gitu sini cepetan duduk" kara Nabila senyum sambil menarik tangan Mira disampingnya.
Berakhir begitu Mira akhirnya sadar rupanya dia telah menjadi pusat bahan omongan oleh semua teman-temannya.
"Dasar, orang aneh" ucap seorang siswa.
Mira yang mendengarkan ucapan itu terus berusaha mencari alasan tepat agar situasi ini menjadi tenang kembali.
__ADS_1
"Begini bu, aku mau bertanya tentang Putera yang bukannya ada dikelas 7.1 dan harusnya bukan bukan disini" ucap Nabila tersenyum lalu kembali duduk dibangkunya.
Ibu Riska mendengar pentanyaan Mira ikutan kaget oleh informasi itu kembali bertanya dan melihat Putera dihadapannya.
"Apa? apakah betul Putera? disini bukan kelas awalmu?" ibu Riska mulai marah terus bicara sama Putera ternyata sedang berbohong dan menyembunyikan hal besar itu.
Putera mendengar semua itu ikutan terkaget ternyata Mira mengetahui segalanya tentang Putera yang pindah kelas.
"Dia benar ibu, sebenarnya saya memutuskan untuk pindah kesini karena tak ingin bersama kembaranku lagi, saya juga sudah menelpon dan memberitahu ayah dan dia menyetujui" Putera tersenyum menjelaskan semuanya ke semua teman kelas.
Mendengarkan penjelasan Putera, ibu Riska pun mulai mengerti begitupun dengan semua siswa.
"Ooiya jadi seperti itu, seharusnya dari awal kamu memang harus menjelaskannya agar tak ada lagi yang salah paham" kemarahan ibu Risna mulai meredah setelah Putera memberitahukan segelanya.
Didepan kelas pun terlihat Putera masih terus berdiri akhirnya segera turun menuju tempat bangkunya berada.
"Iya ibu, dimengerti. Teman-teman semuanya maapkan aku yah, telah membuat kesalahan" ucap Arya yang menyesali perbuatannya itu segera turun ketempat duduknya.
Siswa yang mendengarkan dan mengerti atas penjelasan Putera bersorak lalu berteriak agar memaafkannya.
"Iya, kami maapin" serentak semua.
Bersambung.
Okey, next..
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, komentar dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-update cerita setiap hari". Terima Kasih.
__ADS_1
(Pokonya sukses terus buat kita semua)