Kosong!

Kosong!
Hantu Winda..


__ADS_3

**Larut malam kini berubah menjadi semakin aneh, banyak kejadian ganjil yang muncul di malam ini**


(Di Kamar)


"Ada apa sebenarnya ini? Semua kok menjadi misterius?". *ucap Mira bingung*


**Tiba-tiba muncul hantu perempuan memakai gaun merah menghampiriku dan meminta pertolongan**


"Mira, bantulah aku? Aku sudah tinggal lama disini tanpa ada yang menemaniku". *ucap hantu perempuan cantik*


"Kamu siapa? Bantuan apa? Aku tak mengerti apa maksudmu". *kata Mira bingung*


"Aku penghuni Villa ini, namaku Winda Proto. Dahulunya aku tinggal tepat dibelakang Villa namun karena kejadian itu kini aku menjadi hantu gentayangan disini. Tolong aku Mira?". *jawab hantu Winda*


"Maksudmu kamu ini hantu? Ooiya aku ingat sekarang, kamu sosok yang dulunya tiba-tiba muncul dan membuatku pingsan di ruang tengah kan?". *kataku memegang kepalaku mencoba mengingat kejadian itu*


"Iya itu aku dan pada hari itu juga aku sudah sadar kalo kamu memang telah mengetahui keberadaanku disini. Sejak saat itulah, aku tak berani untuk muncul di hadapanmu seperti itu lagi". *jawab hantu Winda*


"Loh kenapa? Aku sebenarnya hanya manusia biasa namun pada hari itu ada kejadian aneh yang membuatku bisa melihat hal semacam ini". *ucapku berhenti sejenak*


"Makanya pada saat kamu memunculkan diri, Aku langsung terkejut karena belum terbiasa dalam situasi semacam itu". *jawabku sambil menghela napas*


"Ooiya aku paham, aku mengira kamu sengaja menghindariku karena tak ingin menolongku pada hari itu". *ucap hantu Winda terhenti*


"Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan dan juga menolongmu jika memang kamu berada dalam bahaya". *Lanjut hantu Winda*


"Menolongku? Kenapa harus kamu? Dan juga muncul dalam keadaan bahaya, maksudmu saat ini aku dalam bahaya?". *ucapku heran*


"Iya setelah hari itu, aku telah menyadari kalo kamu memang anak berhati baik yang harus dilindungi dari bahaya apapun". *jawab hantu Winda*


"Aku melihat pada hari ini, kamu hampir saja di celakai oleh mereka. Iya temanmu sendiri. Dia berusaha agar kamu terkurung di kamar ini sendirian dan kini aku telah memberinya pembelajaran". *kata hantu Winda*


"Apa? Kamu telah memberinya pembelajaran? Jangan bilang kamu telah mencelakakannya? Teman-temanku sekarang ada dimana?". *ucapku cemas*


"Mereka lagi pingsan, karena terkejut melihat keanehan yang aku timbulkan dihadapannya. *jawab hantu Winda*


"Pasti mereka semua juga ketakutan, kamu seharusnya tidak berbuat seperti itu kepada mereka. Lagian aku juga tidak apa-apa kok kalo memang harus kekurung di kamar ini". *ucapku khawatir*


"Mira, kamu sungguh anak yang memiliki hati baik. Mengapa kita tidak bertemu sedari dulu supaya aku bisa melindungimu dari mereka yang jahat". *kata hantu Winda*


"Sudahlah, tadi kamu bilang membutuhkan bantuanku? Apa? Kalo pun memang aku bisa membantumu pasti aku akan menolongmu". *ucapku tersenyum*


"Begini, keluargaku ada di desa sebelah. Aku hanya ingin kamu mendatanginya terutama saudara kembar perempuanku, yang bernama Windi. Kalo aku sudah lama memaafkannya, jadi jangan terus menyiakan hidupnya untuk menyesali kejadian itu". *kata hantu Winda*


"Ooiya, kalo boleh tahu. Menyesali kejadian apa?". *ucapku semakin kepo*


"Pada saat aku masih hidup, kami berdua itu kembaran yang sangatlah akur dan akhrinya menyukai lelaki yang sama pula namun lelaki itu lebih memilihku dibanding Windi". *kata hantu Winda terhenti lalu bersedih*


"Windi pun sangat membenciku, hingga pada akhirnya berniat untuk menyingkirkanku dan menganjakku masuk ke dalam hutan. Setelah itu meninggalkanku sendirian ditengah hutan, seminggu setelahnya aku meninggal karena kelaparan didalam hutan". *jawab hantu Windi melanjutkannya*


"Terus, mayatmu bagaimana? Apakah sudah ditemukan?". *ucapku prihatin*


"Iya, mayatku ditemukan 2 minggu setelahnya oleh keluargaku dan telah dikuburkan dengan layak dibelakang Villa ini". *kata hantu Winda*


"Syukurlah, jadi sekarang ini aku hanya perlu datang ke rumahmu dan menjelaskan kepada Windi bahwa kamu sudah memaafkannya juga menyuruhnya melupakan kejadian itu agar kamu bisa tenang. Begitu kan?". *jawab mengerti*


"Ooiya hanya perlu bilang keluarga Proto, pasti mereka akan mengetahuinya. Sekali lagi terima kasih Mira, karena bantuanmu ini aku sudah merasa tenang. *kata hantu Winda*


"Iya, sama-sama Winda. Aku akan berusaha agar bisa membantumu sebisaku. Aku janji". *ucapku tersenyum dan melihat hantu Winda menghilang**


"Tolong, tolong. Apakah di luar ada orang? Aditttt? Adit pasti belum sadar kalo aku tak disana, bagaimana ini?". *kataku bingung*


(Ruang Berkumpul)


"Mira kok sampai detik ini belum juga kembali dari kamar?". *ucap Nabila bingung*


"Sepertinya dia istirahat sebentar dulu disana, jadinya belum kembali juga". *jawab Sarah*


"Bagaimana dengan hapenya? Bukannya Mira kenkamar untuk mengambil charger? *kata Nabila mengangkat hape Mira*


"Iya juga sih, kok lama banget yah? Puput juga belum kembali, Puteri CS juga ga ada". *ucap Sarah melihat tempat Puteri CS*

__ADS_1


"Jangan bilang Mira dalam bahaya? Ayo, kita harus bergegas kesana mencarinya". *jawab Nabila cemas*


"Ooiya, dulu aku minta isin ke Adit dulu yah". *kata Sarah panik*


"Okey, cepat yah". *ucap Nabila khawatir*


"Adit, aku isin ke kamar dulu yah". *ucap Sarah terburu-buru*


"Iya, loh Sarah ada apa kok sepertinya tergesa gitu?". *kata Adit bertanya*


"Begini Dit, tadi Puput datang untuk mengajak Mira ke wc kamar karena katanya kebelet gitu jadinya Mira mau sekaligus ambil chargernya tapi sampai saat ini dia belum juga kembali". *ucap Sarah cepat*


"Puteri CS pun juga entah kemana sepertinya mereka ingin mencelakakan Mira, Dit". *jawab Nabila meyakinkan Adit*


"Jadi maksud kalian, ini semua di rencanakan oleh Puteri agar Mira masuk dalam perangkap dan kini berada dalam bahaya?". *kata Arya mendengar semua*


"Iya Arya, kita semua harus segera ke kamar untuk mencari Mira sebelum hal buruk terjadi kepadanya". *ucap Sarah membenarkan*


"Okey, ayo sekarang kita kesana". *jawab Arya bergegas pergi*


"Ayo". *semua ke kamar*


**Adit, Arya, Nabila, Sarah, Ayu, Kevin, Fathur, Anton bergegas lari menuju kamar Mira**


"Stop, lihat itu sepertinya dia Puteri? Kenapa dia bisa tertidur disini?". *ucap Adit bingung*


"Sebentar, jangan mendekat dulu sepertinya ada yang aneh. Aku cek keadaan Puteri dulu". *kata Arya mendekati Puteri*


"Okey, Mira? Mira apakah kamu ada di dalam sana? Aku Adit, kamu jangan takut lagi yah?". *ucap Adit mengetuk pintu kamar*


"Adit, iya Dit aku ada didalam. Aku tidak bisa keluar karena pintunya terkunci. Tolong aku Dit". *jawab Mira*


"Iya Mira, tunggu yah. Aku pikirkan cara untuk membuka pintunya dulu". *kata Adit bingung*


"Adit, itu sana kunci kamarnya yang di pegang sama Puteri. Cepat ambil Dit kasihan Mira". *jawab Nabila menunjuk kunci*


"Ooiya, Mira tunggu sebentar lagi yah. Akan aku buka pintu ini secepat mungkin". *kata Adit mencoba menenangkan Mira*


"Iya Dit, cepat". *ucapku takut*


**Pintu kamar akhirnya terbuka, Adit segera mengeluarkan Mira dari kamar menuju pergi ke ruang tengah**


"Mira? Kamu baik-baik aja? Ada yang terluka? Puteri CS memang jahat". *ucap Adit berlari menghampiri Mira*


"Aku gapapa kok Dit, tapi sepertinya Puteri CS yang terluka". *kata Mira memberitahu*


"Mira, kamu jangan mengkhawatirkan mereka semua ini terjadi karena ulahnya sendiri jadi untuk apa lagi kamu mencemaskan mereka". *jawab Adit muram*


"Dit, ini sebenarnya bukan karena ulah mereka semua. Puteri CS juga menjadi korban di sini jadi stop jangan salahkan lagi, kasihan tau". *ucap Mira cemas*


"Loh kok bisa? Memangnya tadi apa yang terjadi sampai bisa seperti ini?". *kata Adit bingung*


"Panjang ceritanya Dit, aku tak sanggup untuk bercerita saat ini. Cepat kalian pergi mencari Puteri CS sepertinya mereka semua pingsan". *jawab Mira khawatir*


"Iya, Puteri memang ada di depan kamar ini tak sadarkan diri sepertinya dia pingsan seperti katamu barusan. Tapi kok kamu bisa tau?". *ucap Adit semakin bingung*


"Puput juga ada dalam wc, sepertinya dia pun ikutan pingsan karena ulah jahil hantu Winda". *kata Mira keceplosan*


"Apa? Mira kamu dikerjain hantu lagi? Nama hantu itu Winda?". *jawab Adit terkejut*


"Ussst Adit, jangan berisik nanti teman yang lain mendengarnya makin berabe tau". *ucap Mira menutup mulut Adit*


"Iyaiyah maap, lupa soalnya. Ada yang aneh, Puteri CS kok diusuli kamunya tidak? Itu pilih kasih namanya". *kata Adit tertawa*


"Bisalah, hantu Winda ini hantu perempuan yang pernah aku ceritain berbaju merah itu. Dan ternyata dia itu hantu baik dan berusaha melindungiku dari Puteri CS". *ucap Mira*


"Sebelum ada kamu, aku sebenarnya hanya mengobrol dengannya disini. Dia ingin kalo kita membantunya Dit". *lanjut Mira*


"Okey, karena dia telah melindungi pacarku jadi memang sewajarnya kalo kita menolong hantu Winda itu. Emangnya dia butuh bantuan apa?". *kata Adit bingung*


"Adit, aku capek tau ngejelasin terus. Kamu ga mau apa, mempergunakan kekuatanmu itu untuk mencari taunya? Aku ini juga syok". *ucap Mira mengingatkan*

__ADS_1


"Iyaiya deh, padahal sebenarnya aku sengaja begini agar bisa mendengarkan cerita ini dari pacar cerewetku ini". *jawab Adit tersenyum*


"Benar-benar kamu yah Dit, tapi lain kali juga harus lihat situasi dan kondisinya". *kata Mira kesal*


"Okey, siappp". *ucap Adit menutup mata dan mulai menggunakan kekuatannya itu melihat kejadian barusan*


"Bagaimana Dit? Kamu mau bantu aku untuk mencarinya kan?". *kata Mira bertanya*


"Ga mau ah.. Ga mau nolak maksudnya". *ucap Arya tertawa*


"Adit, kamu ini orangnya ngeselin emang yah. Pantas saja Sarah dulunya suka marah kalo ketemu sama kamu". *kata Mira serius*


"Biarin aja ngeselin tapi pastinya ngangenin juga kan? Sarah pun juga". *jawab Adit*


"Okey, jadi kapan kita pergi mencari keluarga hantu Winda?". *ucap Mira bertanya*


"Besok pagi, sebelum pulang kita harus pergi menyelesaikannya segera". *kata Adit serius*


"Baiklah, siap komandan Adit". *jawab Mira tersenyum*


"Mulai deh mulai lagi". *kata Adit mengelus kepala Mira*


**Puteri CS kini telah di temukan, di bawa ke ruang tengah. Semua pun mulai tersadarkan dan kini dramanya pun dimulai**


"Aku dimana? Bukannya tadi aku pingsan di depan kamar". *ucap Puteri bingung*


"Kalian aman, kok bisa semuanya pingsan bersamaan? Sebenarnya terjadi apa?". *kata Fathur penasaran*


"Ha semua? Jadi kalian pun pingsan? Berarti kalian juga melihat kejadian aneh?". *ucap Puteri bertanya*


"Iya Puteri, aku dan Anita sewaktu menunggu Puput diluar jendela pingsan karena ditimpuk batu. Sepertinya itu penungguh Villa ini deh". *kata Eva menjelaskan*


"Aku pun seperti itu, tadi pas dalam wc ada timbah yang gerak-gerak gitu karena terkejut jadinya pingsan deh". *ucap Puput bercerita*


"Sedangkan aku, melihat lampu kamarnya berkedip sendiri, pintu kamar sebelah pun langsung tertutup kencang dan setelah itu meja yang didepan kamar itu masa bergerak sendiri. Horror kan? Kemudian aku pingsan". *kata Puteri menjelaskan*


"Iya, serem banget untungnya besok kita akan pulang. Kalo tidak entah apa yang akan terjadi kedepannya". *ucap Puteri khawatir*


"Itu teguran, makanya jangan suka ngerjain orang. Gimana enak rasanya dikerjain juga sama penghuni Villa?". *kata Nabila tertawa*


"Nabila, kamu ini bukannya prihatin juga. Eh malah mengolok kami". *jawab Anita marah*


"Fakta kali, siapa suruh gangguin Mira terus jadinya kena karma kan lu". *ucap Sarah tertawa*


"Uhhhh kalian ini yah, sungguh keterlaluan. Dasar ga punya hati". *kata Eva kesal*


"Biarin, blooo". *jawab Nabila meledek*


"Okey, karena semuanya sudah sadarkan diri jadi sebaiknya seluruh siswa bubar dan pergi beristirahat di kamarnya masing-masing". *ucap Arya tegas*


"Iya betul, lagian ini juga sudah jam 2 subuh dan aku yakin bahaya itu sudah pasti berlalu". *kata Kevin tersenyum*


"Apa Vin, jadi tadi ini bahayanya? Wah pantas saja aku takut". *ucap Sarah tertawa*


"Ihhh". *kata Puteri CS*


"Hahhaha". *semua tertawa*


"Okey, semua bubar". *ucap Adit tegas*


"Adit, ingat besok pagi yah?". *kata Mira mengingatkan*


"Siap bos, see you". *jawab Adit tersenyum*


"Besok? Mereka mau pergi kemana? Aku pokoknya harus ikut". *ucap Arya dalam hati mendengar percakapan Mira dan Adit*


**Semua siswa bergegas pergi ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat**


***


(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, comment, dan vote sebanyak-banyaknya biar aku terus semangat meng-update ceritanya setiap hari".

__ADS_1


(Pokoknya sukses terus untuk kita semua)..


__ADS_2