Kosong!

Kosong!
Putera Datang


__ADS_3

*****


Team Putera yang arahnya ke tengah hutan mulai berjalan mendekat ke gubuk kecil yang ada didalam hutan.


*****


"Miraaa? kamu dimana?". *teman team Putera teriak yang terus memanggil nama Mira*


"Mira cepat muncul? Putera sekarang ada di hutan kok mencari Mira jadi Mira ga boleh takut lagi". *Putera khawatir berbicada dalam hati*


"Miraaaa?". *semua teriak terus memanggil nama Mira*


"Coba lihat disana? ada gubuk ditengah hutan jangan-jangan Mira ada di dalam". *Putera lalu merasa yakin kalo Mira ada di dalam gubuk*


"Putera tunggu sebentar, bagaimana kalo itu hanya persembunyian penculik ato perampok bagaimana?". *Wira takut mendekat ke gubuk kecil di tengah hutan*


"Ooh gitu, biar Putera aja yang masuk kalian ga usah mendekat biar Putera aja yang pergi memastikannya sendiri di dalam sana". *Putera menjelaskan ke semua teamnya*


"Tapi kalo nantinya Putera terjadi seseuatu di dalam kami semua harus bagaimana?". *Wira bertanya serius mewakitil teman teamnya*


"Putera iya, kami juga takut mengkhawatirkan keselamatan Putera disini". *semua khawatir mengangguk melihat Putera*


"Putera hanya masuk sebentar kok disana cek Mira ada atau tidak ada? tapi Putera kalo pum didalam terjadi sesuatu disana maka Putera akan berteriak dan kalian harus segera pergi mencari bantuan ya?". *Putera terus berusaha teguh meyakinankan semua teamnya*


"Putera baiklah, kami semua mengertilah dan akan sembunyi dibalik semak-semak itu agar bisa menunggu Putera kembali". *Wira, salah satu anggota teamnya dari kelas 8.2 sekelas dengan Mira juga termasuk teman akrabnya*


"Okey". *Putera segera berjalan pelan-pelan menuju gubuk kecil dengan berjalan hati-hati.


*****


(Di Gubuk)


*****


"Permisi? ada orang didalam sini? nama saya Putera anak kota, bisa masuk?". *Putera terus berjalan pergi mendekat masuk ke gubuk*


"Gubuknya ke buka? pasti didalam ada orang". *Putera dalam hati melihat pintu yang sudah terbuka lebar dan mulai masuk ke dalam*


"Gelap banget ya, apa ga ada orang?". *Putera mulai berjalan perlahan masuk dalam gubuk*


"Disini, baunya kok bau kemenyan gitu? apa tempat ini tempat para dukun?". *Putera terus bicara sendirian melihat disekitarnya melalui senter*


*****


Putera masuk dan melihat benda-benda aneh didekat Putera berdiri, seperti topeng, sesajen kendi dan juga terlihat ada sebuah buku aneh yang kemudian Putera mendekat dan melihat buku itu yang berisi tulisan mantra-mantra.


*****


"Ih pasti teman ini tempat orang-orang minta sesuatu yang aneh buktinya disini ada dupa, kendi, topeng dan juga ada buku aneh itu". *Putera optimis melihat benda disekitarnya*


"Buku itu buku apa ya? aneh banget?". *Putera bingung mendekati buku aneh yang berada di atas meja samping kendi*


"Apa buku ini buku yang berisikan guna-guna, aneh bener bentuknya kek buku jaman dulu yang masih ada sampai sekarang". *Putera terus mendekat ingin melihat isi buku aneh*


*****


Putera berusaha membacanya, tetapi tak bisa dikarenakan semua tulisan yang ada di dalam buku itu hanya bertulisan huruf kuno.


*****


"Buku ini beneran buku jaman dulu, isinya pun Putera tidak bisa membacanya menggunakan hanya tulisan kuno di dalamnya". *Putera lalu kebingungan melihat buka aneh dilihatnya*


*****


Putera semakin bingung tak mengerti bacaan dari buku itu yang ternyata dihalaman terakhir terdapat tulisan huruf biasa yang bertuliskan mantra dapat membaca dan melihat kejadian dipikiran orang lain.


*****


"Tunggu sebentar tapi kok di halaman terakhir menggunakan tulisan biasa? apa bener buku ini buku mantra/guna-guna?". *Putera mulai yakin dengan yang Putera pikirkan sekarang*


"Apa? ini mantra untuk bisa membaca pikiran orang lain? ah ga mungkin pasti ini boongan aja". *Putera tertawa meragukan mantra itu*


"Putera kok ini jadi semakin penasaran, apa betul isi buku jika membaca buku ini kita bisa membaca pikiran orang lain". *Putera bingung semakin penasaran tentang isi buku aneh itu*


"Daripada semakin penasaran biar Putera liat dan membaca buka ini agar memastikannya dengan mata kepala Putera sendiri". *Putera tertawa mulai membuka dan membaca buku*


"Mmtttttmt". *Putera membaca mantra*


"Ga, ga ada terjadi apapun kok berarti buku ini beneran hanya cerita belaka doang". *Putera tertawa memukul buku aneh itu*


*****


Putera melihat ke arah jendela sadar melihat menemukan Mira tergeletak pingsan didepan jendela samping meja sesajan.


Akhirnya Putera menyadari kalo Putera dapat kemampuan khusus untuk membaca melihat isi pikiran dan kejadian yang Mira lalui tadi.

__ADS_1


*****


"Mira, ini benaran Mira? *Putera memengang kepala Mira tiba-tiba Putera merasa bingung*


"Putera kok dapat penglihatan melihat Mira di dalamnya ketakutan berjalan terus menyusuri hutan dengan penuh rasa ketakutan". *Putera bingung memegang kepalanya melihat Mira*


"Aduh, kepala Putera mulai sakit? apa karena belum terbiasa mendapat penglihatan seperti membaca kejadian yang telah Mira sehingga sampai di gubuk kecil ini". *Putera bicara lalu mulai percaya terhadap buku aneh itu*


"Astaga, berarti bener buku aneh ini membuat orang benar-benar bisa membaca isi pikiran". *Putera senyum semakin percaya keajaiban buku yang dianggap aneh tadi*


"Iya kan? buktinya Putera bisa membaca dan melihat semua kejadian didalam pikiran Mira". *Putera tersenyum percaya dengan buku itu segera melihat Mira belum sadarkan diri*


"Putera tak bisa menyimpan buku ini ditempat ini lagi, takutnya nanti ada orang yang datang menyalahgunakan buku ajaib ini". *Putera lalu menyimpan buku itu ke dalam tas Putera*


*****


Kebingungan Putera terjawab dengan melihat semua keanehan yang terjadi di depan Putera membutikan dengan mata kepalanya sendiri.


Putera mulai sadar berusaha bangunin Mira yang tergeletak pingsan dihadapan Putera.


*****


"Mira, Mira bangun Mira?". *Putera menepuk pipi membangunkan Mira dihadapan Putera*


"Ooh ternyata kejadianya seperti itu, kasihan Mira telah melalui semua ini dengan sendiri". *Putera merasa ibah melihat Mira syok terus sekarang pingsan melihat keanehan juga*


"Aduh, kok disetiap Putera melihat membaca pikiran orang lain kepala Putera menjadi sakit seperti ini yah? apa karena terlalu menguras kefokusan jadi kepala Putera sakit". *Putera kesakitan memegang kepalanya yang sakit*


"Mira juga sepertinya memiliki kemampuan khusus seperti Putera melihat hal aneh yang terjadi barusan ke Mira yang khusus mampu melihat hal ghaib". *Putera bingung mengerti penyebab mengapa Mira tergeletak pingsan*


"Mira, bangun Mira Putera sekarang ada disini jadi Mira segera bangun dong Putera khawatir ini jadi Mira bangun yah?". *Putera tersenyum terus menepuk pipi Mira sebelah kanan*


"Pasti tadi Mira sangat syok melihat kejadian ganjil itu barusan apalagi berurusan dengan makhluk ghaib seperti hantu lainnya". *Putera tersenyum melihat Mira belum sadarkan diri*


"Huufftttt". *Putera mengambil napas panjang dan membuangnya perlahan*


*****


Mira terbangun membuka mata mulai melihat Putera berada disampingnya, tetapi Mira juga masih merasa agak lemas habis terkejut dan karena melihat beberapa hal aneh barusan.


Putera masih bengong memikirkan Mira dan kejadian yang tadi Putera Mira hadapi seperti Adit bisa membaca dan melihat pikiran orang sedangkan Mira mendapatkan kekuatan yang dapat melihat hal mistis dihadapannya.


Putera masih meras aneh dengan mendapat kekuatan supernatural yang Putera miliki dan Mira juga masih tidak mengetahui kejadian yang barusan Mira lalui.


*****


"Putera, kok Putera bisa ada disini? tadi Mira sangat ketakutan disini Putera". *Mira segera memeluk Putera yang masih ketakutan*


"Iya, tenang aja Mira, kan sekarang ada Putera disini jadi Mira ga usah merasa takut lagi ya? ada Putera disini kok ". *Putera mencoba lalu meyakinkan Mira dengan keberadaannya*


"Ooiya, Putera kok pucat? Putera sedang sakit yah? atau kelelahan tadi sampai disini?" *Mira segera memegang kepala Putera meng-ecek suhu tubuh Putera memang lumayan panas*


"Putera gapapa kok Mira, ini cuma agak syok aja telah mendapatkan hal-hal aneh di gubuk kecil ini". *Adit kebingungan menjelaskannya sama Mira yang ada dihadapannya*


"Astaga, suhu badan Putera cukup lumayan panas tapi Mira ga punya obat bagaimana ini? harusnya Putera tinggal beristirahat di Villa dan ga usah pergi mencari Mira disini". *Mira ikutan bingung dengan kondisi Putera sakit*


"Putera gapapa kok Mira, Putera sudah baikan ini melihat Mira baik-baik aja disini". *Putera tersenyum melihat kearah Mira*


"Iya, tapikan harusnya Putera juga harus terus memikirkan kondisi Putera dulu baru pergi ke sini mencari Mira lagian ada Adit juga kan?". *Mira tersenyum menjelaskan ke Putera*


"Adit sekarang ini juga sedang mencari Mira masuk ke hutan tapi Adit tadi ke arah selatan hutan jadinya ga nemuin Mira disini". *Putera tersenyum menjelaskan semua ke Mira*


"Oh gitu, tapi Putera tadi bilang merasa agak aneh kan? iya Mira juga merasakan di gubuk ini aneh sedari tadi Mira pingsan hawanya itu mulai agak aneh aja gitu". *Mira menjelaskan semua ke Putera dengan tiba-tiba merinding*


"Iya, tadi sebelum Putera menemukan Mira disini Putera kan masuk ke gubuk kemudian melihat isi tempat ini aneh semua". *Putera bingung bagiamana menjelaskannya ke Mira*


"Putera, terus apa lagi?". *Mira penasaran lalu semakin penasaran mendengar semua cerita Putera menjadikan Mira mulai mengerti*


"Sebelumnya itu Putera menemukan sebuah buku mantra, yang di dalam bukunya tertulis entah memakai huruf apa Putera juga ga tau dan tak mengerti buku itu tidak menggunakan huruf biasa tapi huruf kuno". *Putera terus ke pembalasan mencoba menjelaskan ke Mira*


"Ooiya, Mira memang sempat melihat buku itu ada disamping kendi, disitu tapi kok bukunya sekarang ga ada disini?". *Mira bingung terus berbalik badan menunjuk buku itu sudah tak ada ditempatnya lagi*


"Bukunya sudah Putera sembunyikan didalam tas soalnya kalo dibiarkan disini akan menjadi bahaya kalo ditemukan orang lain jadi Putera sembunyiin". *Putera tersenyum menjelaskan ke Mira yang terlihat mulai kebingungan*


"Hah, jadi berbahaya? emang ada apa dengan buku itu Putera? sampai-sampai harus segera disembunyikan gitu". *Mira bingung terusan balik bertanya kepada Putera soal semua*


"Iya, karena di halaman terakhir buku aneh itu ternyata sudah menggunakan huruf biasa jadi Putera membaca pun segera mantranya yang katanya dapat membaca dan melihat pikiran orang lain". *Putera senyum bercerita ke Mira*


"Jadi? maksud Putera buku aneh itu beneran ato boongan bisa membaca pikiran orang lain dan hanya rekayasa aja". *Mira mulai paham mengerti panjelasan Putera barusan*


"Putera awalnya menyangkal semua tentang buku ini karena hanya iseng-iseng membaca aja tapi sepertinya semua itu benar sekarang Putera mulai bisa membaca pikiran". *Putera tersenyum melihat Mira terkaget mendengar*


"Apa? kok bisa? emang ada seorang manusia bisa membaca pikiran orang lain?". *Mira lalu bertanya masih belum percaya cerita Putera*


"Iya bisalah, buktinya Putera tadi melihat dan membaca pikiran Mira aja hanya memegang kepala Mira semua bisa Putera lihat". *Putera tersenyum lebar kepada Mira*

__ADS_1


"Okey, biar Mira tes kemampuan Putera dulu? apakah itu semua benar ato memang semua ini hanya kebohongan Putera". *Mira senyum melihat Putera menanggapinya serius*


"Baik, Putera setuju". *Putera membenarkan mengangguk setuju kepada Mira*


"Coba pegang tangan Mira sekarang dan lihat kejadian apa aja yang menimpah Mira disini terutama di gubuk ini, kalo memang Putera bisa? berarti Mira akan percaya semua". *Mira mengulurkan tanggan membiarkan Putera segera membaca semua pikirannya*


"Baiklah, pokoknya kita harus berkonsentrasi fokuskan fikiran Mira ke gubuk ini aja yang lainnya ga usah dipikirin termasuk Adit". *Putera tersenyum membiarkannya fokus dan memegang tangan Mira sebelah kanan*


"Astaga, bener ini jantung Putera? bergetak kek gini amat?". *Putera bertanya dalam hati melihat Mira menutup matanya*


"Sudah? lama bener? baca aja kan? bukannya mengintrogasi Mira". *Mira kesal menunggu Putera yang begitu lama memulainya*


"Iya, ini baru mau fokus bersonsenteasi kok". *Putera tersenyum menutup mata mulai fokus membaca pikiran Mira*


"Putera melihat, Mira kemari masuk ke dalam hutan hanya untuk mencari Adit kan? sampai masuk gubuk ini meminum air yang di dalam kendini dan membasuhkan muka juga kan?". *Putera memejamkan mata, mulai membaca isi pikiran dan kejadian yang telah Mira lalui*


"Hah? kok Putera bisa tahu semua sih? Mira kan belum kasih tahi semua". *Mira terusan memejamkan mata dan sudah mulai percaya akan kemampuan yang dililiki oleh Putera*


"Iya, dan setelah itu Mira melihat sesosok nenek perempuan berbaju kebaya putih yang minta tolong ke Mira, itu semua benar kan?". *Putera terus membaca pikiran Mira segera membuka matanya*


"Iya, itu semua bener, wah Putera hebat bisa menebak semuanya dengan benar dan tepat. Setelah melihat nenek petempuan itu Mira akhirnya kaget tak sadarkan diri lagi". *Mira mengambil napas panjang melanjutkan kejadian yang terjadi pada dirinya*


"Mira, sebenranya semua itu telah Putera lihat pas tadi Mira masih pingsan karena awalnya Putera masih belum percaya dengan semua itu". *Putera tersenyum berhenti berbicara*


"Terus terus Putera?". *Mira penasaran lihat Putera terus berbica dihadapannya*


"Terus, setelah Putera menyentuh kepala Mira barusan Putera langsung percaya kalo semua itu benar". *Putera tersenyum melihat Mira yang terlihat masih terlihat bingung*


"Ooh seperti itu". *Mira senyum mengangguk ke Putera dengan tatap sedikit bingung*


"Iya, tadi kan Putera spontan menyentuh Mira yang lagi pingsang disini terus Putera segera menepuk pipi Mira dan baru menyadarinya kalo sebenarnya kemampuan itu sungguhan ada". *Putera terus menjelaskan Mira*


"Lalu Putera, apa yang terjadi selanjutnya". *Mira semakin penasaran akan kelanjutan yang dijelaskan Putera*


"Iya, akhirnya Putera membaca pikiran Mira mengetahui segala kejadian yang Mira lalui disini". *Putera tersenyum terus kembali menjelaskan Mira*


"Ooh jadi kesimpulannya Putera mendapatkan kemampuan aneh yang bisa membuat Putera membaca isi pikiran dan melihat kejadian apa yang telah orang lain lakukan. Begitu kan?". *Mira tersenyum mulai mengerti*


"Nah itu Mira sudah pintar atas semua Putera jelaskan barusan? hahha walaupun agak ribet sedikit sih untuk memahami keseluruhannya". *Putera tersenyum memegang kepala Mira*


"Iya, Mira kan memang anaknya om Suhi yang pintar. Hahha gimana sih Putera?". *Mira lalu tertawa membanggakan dirinya*


"Hahha iyaiya, tapi sebenernya bukan Putera aja yang mendapatkan kemampuan aneh itu tapi Mira juga". *Putera senyum memberitahu Mira*


"Apa? Mira juga? ah Putera ga usah bercanda deh kan ga lucu". *Mira bingung terus balik bertanya ke Putera dengan nada kaget*


"Iya, Mira mendapatkan kemampuan aneh itu juga memang sekarang Mira tidak menyadari sekarang tapi sungguh Mira itu mendapatkan kemampuan juga". *Putera senyum berusaha meyakinkan Mira *


"Apa? kalau memang Putera betul, terus Mira mendapatkan kekuatan apa Putera?". *Mira kaget dan takut mendengar jawaban Putera*


"Iya, sekarang Mira memiliki kemampuannya yang aneh bisa melihat hantu kek barusan itu juga bisa berkontraksi pada makhluk lainnya". *Putera tersenyum menjelaskannya ke Mira*


"Hah? kok gitu? Mira ga mau berurusan sama mereka apa lagi sama para hantu, Mira takut". *Mira percaya memegang tangan Putera*


"Mira tadi kan meminum air yang ada di kendi itu terus membasuhnya ke wajah Mira jadinya awal mula semua itu sepertinya dari air kendi itu". *Putera menjelaskan ke Mira serius*


"Apa? jadi Mira saat ini bisa melihat makhluk semacam itu, aduh Mira semakin takut nih". *Mira terusan ketakutan memegang erat tangan Putera yang ada disampingnya*


"Iya kalo emang Mira belum percaya Putera, ayo kita coba sekarang deh? Mira harus fokus konsentrasi melihat disekitar kita?". *Putera tersenyum menenamgkan Mira*


"Tapi, bagaimana kalo nanti mereka semua memusuhi Mira? Mira ini harus bagaimana?". *Mira merinding terus meringis ketakutan*


Itu ga akan terjadi Mira, kan ada Putera disini biar Putera yang akan melindungi Mira kalo pun nanti digangguin sama mereka". *Putera tersenyum terus menenangkan Mira*


"Baiklah, akan Mira lakuian semua perintah Putera itu tapi janjikan akan melindungi Mira lagi kalo nantinya terjadi sesuatu?". *Mira mulai berani untuk berkinsentrasi*


"Iya, Putera janji ke Mira". *Putera tersenyum lihat Mira mulai berani mengetes kemampuan yang dimiliki Mira*


"Okey, bismillahirrahmanirrahim". *Mira mulai memejamkan mata dan berkonstrasi melihat kemampuannya yang dapat melihat hantu*


"Bagaimana? dah fokus kan? coba Mira deh membuka mata dan apakah Mira merasakan dan dapat melihatnya?". *Putera memerintah menyuruh Mira membuka matanya*


"Baiklah, Mira akan berusaha berkonsentrasi dan mencobanya apakah itu betul atau tidak". *Mira konsentrasi perlahan membuka mata*


*****


Apa yang akan terjadi ke Mira?


Okey, next yah..


*****


(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, commet dan vote sebanyak-banyaknya agar aku lebih semangat untuk meng-update cerita setiap harinya".


(Pokonya, sukses terus untuk kita semua)..

__ADS_1


__ADS_2