Kosong!

Kosong!
Villa Penginapan..


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan jauh, akhirnya semua sampai di villa penginapan tanpa adanya orang yang terkena luka sedikut pun.


"Alhamdulillah, akhirnya kita semua sampai di villa dengan selamat dan untuk partisipasinya aku sangat berterima kasih". *Putera senyum melihat teman-teman lainnya*


"Iya, terima kasih untuk semua. Maapkan aku, merepotkan kalian semua juga mengganggu waktu istirahat kalian untuk pergi mencariku dalam hutan". *Mira tersenyum penuh dengan penyesalan*


"Iya gapapa kok Mira Putera, kami senang kok bisa membantu teman kami yang telah dalam kesulitan. Iyakan kawan?". *Wira tersenyum melihat Putera dan Mira*


"Wah kalian ini memang siswa hebat, baik untuk semua diharapkan pergi ke kamarnya karena Putera tahu kalau kalian pasti sudah lelah seharian full bendera juga ditambah lagi habis mencari tuan puteri satu ini". *Putera teriak memerintahkan untuk beristirahat*


"Baiklah Putera, kami pergi dulu". *kata Anto mewakili semua bergegas masuk ke Villa*


"Okey, kalian istirahat panjang sana". *Putera mengakhiri pencakapannya melihat semua*


"Okey". *semua serentak bergegas masuk*


"Apa sih, Puteri? kamu jangan memanggil Mira dengan tuan Puteri lagi Mira ga suka Puteri dia itu jahat". *Mira mengeleng-geleng kepala tak ingin melihat Putera*


"Loh kenapa Mir? tuan puteri itukan pertanda perempuan baik hati, pintar, rajin, dan masih banyak lagi". *Putera rusuh terus bercanda*


"Tapi kan Mira ga suka, sekali Mira bilang ga suka yah berarti ga suka". *Mira mulai marah meninggalkan Putera masuk ke dalam villa*


"Siap ibu negara, laksanakan". *Putera terusan meledek mengejar Mira dari belakang*


"Putera, stop Mira tak mau dengar apapun". *Mira terus berjalan menjauhi Putera yang posisinya berada dibelakang*


*****


(Ruang Tamu)


*****


"Mira? Mira benar ini kamu? wah pasti Nabila lagi bermimpi kan?". *Nabila tak segaja melihat kearah depan melihat Mira tiba-tiba datang*


"Bagaimana? sakit ga? itu beneran Mira tahu". *Sarah melihat kearah Nabila berusaha terus meyakinkan Nabila yang masih belum sadar*


"Apaan sih, sakit tau berarti ini bukan mimpi". *Nabila kesakitan terus berteriak memengang pipinya mulai percaya*


"Gaes ini gimana? cepatan bangun bangun ini sepertinya Mira memang sudah kembali ini?". *Nabila teriak kebingungan melihat Mira yang muncul persis dihadapan Nabila*


"Mira, tolong aku Mira?". *sesosok hantu tiba muncul dihadapan Mira, perempuan berbaju merah yang tiba-tiba meminta bantuan*


"Aw tidaak". *Mira teriak sekencang mungkin, melihat ada sosok perempuan berbaju merah tiba-tiba muncul dibelakang Nabila datang menghampiri dan Mira pun pingsan*


"Mira kenapa? kok teriak begitu? dan setelah itu langsung pingsan pas bertemu dengan Nabila?". *Nabila menghampiri Mira khawatir yang terjatuh disamping meja*


"Mira berteriak? Lah kok Mira bisa pingsan?". *Adit terbangun mendengar suara Mira terus melihat Mira yang telah terbaring pingsan*


"Kok aneh? Mira bagaikan berteriak melihat hantu muncul seketika kemudian pingsan begitu aja". *Sarah terkaget, bingung melihat tingkah aneh yang Mira lakukan*

__ADS_1


"Ga, Mira hanya butuh istirahat jadi langsung drop karena kelelahan dari berpetualang dan juga masuk ke hutan sendirian". *Putera kaget menyentuh tangan Mira mencoba pingsan dan mulai mengerti situasi Mira*


"Kasihan, pasti Mira sangat ketakutan berjalan ditengah hutan sendirian". *ucap Mira prihatin*


**Beberapa saat kemudian, semua siswa langsung berkumpul diruang tengah karena terbangunkan oleh teriakanku yang begitu keras sehingga membuatnya terusik dan terbangunkan karenaku**


"Miraaa!". *ucap semua siswa kaget melihat Mira sudah pulang bersama Adit*


"Mira, ini kok pada diam aja. Cepat bawa Mira ke kamarnya untuk beristirahat". *kata Arya menggendongku dan segera membawaku pergi ke kamar tempat tidurku berasama Sarah, Nabila dan Puteri CS*


(Di Kamar Mira)


"Eh, lu kenapa langsung bawa Mira tanpa seizinku dulu? jangan, mentang-mentang karena kamu itu ketua Osis dan aku hanya wakil. Jadinya bisa berkuasa sejauh ini sampai dengan mudahnya membawa pacar orang juga". *ucap Adit mulai marah ke Arya*


"Kenapa emangnya? kamu marah? dasar pacar tak berguna yang hanya terdiam saja melihat pacarnya pingsan tanpa berbuat apapun untuk menolongnya". *jawab Arya membaringkanku ke tempat tidurku*


"Sudah, sudah kalian ini kenapa sih sukanya bertengkar terus". *kataku mulai sadar membuka mata*


"Eh jangan banyak bergerak dulu Mir, istirahat dulu saja. Lagian pasti kamu lelah sudah melewatkan hari di hutan sendirian". *ucap Arya menyuruhku berbaring istirahat*


"Apa sih, stop urusin pacar gue ya Arya. Sekali lagi saya tekankan jauhi Mira atau jangan bilang lu juga suka ke Mira?". *ucap Adit serius kepada Arya*


"Iya, emang kenapa kalo gue mulai suka sama Mira? lo cemburu? dasar pacar ta berguna". *balas Arya tegas*


"Apa? apakah tadi aku salah dengar Nabila. Arya ketua Osis kita sedang menyukai Mira teman kita?". *ucap Sarah tak yakin dengan apa yang sedang ia dengar barusan*


"Iya Sarah, sepertinya telinganku pun sudah mendengar hal yang sama. Besok kalo kita sudah pulang, kita langsung pergi cek up ke dokter yah. Soalnya kalau dibiarkan takutnya tambah parah". *kata Nabila sudah mulai mengucap hal-hal anehnya*


"Astaga, ternyata ini memang fakta yang benar Nabila". *jawab Sarah memberitahu ke Nabila*


"Apa, Arya menyukai Mira? terus aku gimama?". *guyam Eva dalam hatinya*


"Ha, beneran Arya menyukai Mira? wah ini sungguh berita bagus dan akan menjadi viral". *ucap Anita*


"Wow daebak, aku bisa bekerja sama dengan Arya untuk memisahkan Adit dan Arya agar mereka bisa segera putus". *kata Puteri yang sangat bahagia dalam hatinya*


"Apasih kalian semua. Adit bisa bersama tapi berdua?" *ucapku serius kepada Adit*


"Iya, bisalah Mira. Okey, untuk semua bisa pergi keluar sebentar? aku dan Mira ingin berbicara dan cuma 4 mata saja". *kata Adit menyuruh kami keluar*


"Iya, kami semua akan keluar tapi bicaranya sebentar saja yah karena kami pun mau juga mau istirahat". *ucap Eva setuju*


"Baiklah Dit, ayo semua keluar". *kata Puteri dan menyuruh semuanya untuk pergi keluar*


**Setelah semuanya keluar, Adit pun mulai mendekat dan semakin penasaran tentang apa yang akan aku beritakukan kepadanya**


"Adit, gimana ini sepertinya aku akan terus melihat hantu dimana-dimana? seperti di ruang tengah tadi aku melihat sosok hantu perempuan berambut panjang dan berbaju merah". *ucapku memberitahu Adit*


"Iya mau gimana lagi Mira, kita kan tidak bisa mengembalikannya lagi kepada nenek Ija dan juga aku sudah membaca dan melihat kejadian di ruang tengah tadi". *kata Adit*

__ADS_1


"Iya kan, jadi aku harus gimana Dit". *ucapku khawatir*


"Yahiya, mau gimana lagi Mira. Kita harusnya belajar membisakan diri lagi agar dapat menerima kenyataan kalo kini, kita sudah bukan manusia biasa lagi tapi telah memiliki kekuatan ini". *ucap Adit menjelaskanku*


"Tapi Dit, sepertinya aku tak bisa". *jawabku kepada Adit*


"Kita harus bisa Mira, karena mungkin kita sudah terpilih sehingga di takdirkan untuk memiliki kekuatan ini dan juga harus terus mempergunakannya hanya dalam hal-hal kebaikan untuk membantu mereka semua yang meminta bantuan. Jadi kita pun harus segera menerimanya dan harus terus bersama. Dan ingat usahakan sembunyikan ini dari yang lain dulu". *ucap Adit kepadaku*


"Baiklah kamu benar Dit, kalau begitu kita harus mencobanya dan akan melaluinya bersama yah Dit". *ucapku mulai tersenyum kepada Adit*


(Diluar Kamar)


"Mereka sedang sedang membicarakan apaan sih sebanarnya? lama banget". *ucap Anita mengeluh mau tidur*


"Entah, stoppp. Jangan kepo deh". *kata Sarah serius*


*Adit pun keluar dan membuka pintu kamar, kemudian menyuruh semuanya untuk masuk ke dalam kamar. Semua pun segera masuk dan melihatku masih terbaring diatas kasur*


(Didalam Kamar)


"Mira, kamu sudah agak baikan?". *kata Arya memastikan*


"Iya, alhamdulillah ini sudah lebih baikan kok". *ucapku tersenyum agar semuanya berhenti cemas*


"Alhamdulillah kalo sudah baikan Mira". *jawab Arya membalas senyumku*


"Baiklah, kalian semua cepatlah pergi untuk istirahat agar Mira pun segera tidur. Aku dan Arya pun akan keluar". *ucap Adit serius*


"Iya, sudah kalian pergi istirahat. Aku segera mau beristirahat agar besok bangunnya lebih segeran. *ucapku menyuruh Adit dan Arya keluar dari kamar*


"Cepat, sana keluar. Mira ingin beristirahat". *kata Sarah menunjuk arah ke pintu keluar*


"Baik, istirahat yang banyak ya Mira besok pagi aku akan kesini untuk mencek kembali kondisimu". *ucap Adit khawatir*


"Iya Dit, siap". *jawabku mengambil guling dan mulai tidur kembali*


"Ayo, sini kita keluar. Mira sudah mau istirahat Arya. Dan jangan ganggu dia lagi". *kata Adit menarik tangan Arya keluar dari kamar Mira*


(Ruang Tamu)


"Kalo memang kamu menyukai Mira? maka harus bermain dengan sportif jangan curang". *ucap Adit tegas ke Arya*


"Iya baiklah, mulai sekarang aku akan mengejar Mira dan bagaimana pun caranya aku harus mendapatkannya". *jawab Arya bersikeras*


"Okey sepakat, rebut saja Mira dariku kalo kamu memang bisa". *kata Adit memberi peringatan*


***


(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, comment dan vote sebanyak-banyaknya agar aku semakin semangat meng-update cerita setiap harinya".

__ADS_1


(Pokoknya sukses terus untuk kita semua)..


__ADS_2