
Di Kelas
Mira dan Nabila bergegas pergi mencari kelas 7.2 yang tepatnya dibagian belakang sekolah posisi disamping 7.1 dan 7.3 persis.
Semua siswa tampak begitu sibuk-sibuknya membereskan tempat duduknya sendiri dan menyusunnya hingga rapih.
Di kelas 7.2 ini berjumlah 35 siswa: 15 siswa lelaki dan 20 siswa perempuan yang berasal dari berbagai macam Sd.
Kring Kring Kring
Suara bunyi bel sekolah akhrinya berbunyi pertanda kalo pembelajaran pertama akan segera dimulai, seluruh siswa dan guru sibuk mencari kelas yang akan ditempatinya.
Terlihat seorang guru perempuan datang dari arah kelas lain berjalan menuju kelas kami, eh yang ternyata dialah wali kelas kami di tahun pembelajaran ini.
"Bismillah, Assalamualaikum. Semua Kabar baikkan? ada yang tahu atau sudah mengenal ibu?" sapaan ibu guru cantik menatap semua.
"Waa'alaikumsalam. Alhamdulillah kabar baik ibu, ibu ini adalah ibu Riska Hasna S.Pd yang sekaligus akan menjadi guru Prakarya kami kan?" ucap siswa serentak menepuk tangan.
(Ibu Risna Hasna S.Pd adalah wali kelas 7.2 yang cantik dan sangat bijaksana/tegas. Ibu ini sangat disimplin waktu apalagi dalam hal berpakaian, dia guru terkenal di sekolah ini)
Tanpa membuang banyak waktu ibu Riska ini memulainya dengan membaca doa setelah itu dilanjut dengan pengenalan diri siswa.
__ADS_1
"Bagus, karena kalian semua sudah kenal ibu maka kalian lagi yang harus memperkenalkan diri masing-masing ke ibu yah?" ibu Riska lalu berdiri sambil menegaskan perkataanya.
Nabila yang tampak mulai kebingungan terus mengangkat tangan ingin mengajukan sekali pertanyaan ke ibu Riska yang ada didepan.
"Ibu, isin bertanya boleh?" Nabila berdiri dan mengangkat tangannya meminta isin kepada ibu Riska yang masih terlihat berdiri didepan.
Ibu Rikna tersenyum tambah penasaran akan pertanyaan yang akan Nabila lontarkan ke ibu Riska karena sedikit grogi.
"Iya silahkan aja nak, ada apa?" kata ibu Riska penasaran bertanya balik pada Nabila dengan halus yang ternyata Nabila masih berdiri.
Nabila yang semakin bingung akhirnya terus mengajukan pertanyaannya ke ibu Riska lalu setelah itu kembali duduk.
Kebingungan kini mulai melanda pemikiran ibu Riska akibat pertanyaan Nabila hanya ada sepotong dan sepotongnya lagi entahlah.
"Terus? masalahnya sekarang ada dimana nak?" ibu Riska hanya bisa tersenyum terus semakin penasaran akan pertanyaan Nabila.
Semua ikutan penasaran akan pertanyaan itu yang membuat ibu Riska semakin bingung di kelas 7.2 yang terlihat masih seperti anak Sd.
"Jadi ibu untuk memperkenalkan diri, apakah harus disini? atokah pergi ke depan? atokah bagaimana ibu" Nabila menggaruk kepala lalu tersipu malu untuk menyampaikannya.
Bisingan suara siswa bergeming berisik yang telah mendengarkan pertanyaan dari Nabila barusan hingga Nabila merasa malu.
__ADS_1
"Hahha" siswa tertawa terkecuali Mira.
Mira yang tak terima mendengar semuanya menertawai Nabila akhirnya ikutan berteriak untuk memberi peringan agar segera diam.
"Berhenti, ini bukan bahan terwaan jadi stop jangan memperlakukan teman kita seperti ini" Teriak Mira dengan suara tegasnya mencoba agar semua siswa stop menertawai Nabila.
Siswa, ibu Riska pun ikutan terkejut setelah mendengarkan teriakan Mira yang begitu kerasnya hingga bagaikan gendang telinga hampir pecah.
"Ussst stop ini pertanyaan yang bagus, masih ada yang mau tertawa?" ibu Riska mulai tegas mencoba membuat kondisi kembali stabil.
Akhirnya semua siswa terdiam segera fokus mendengar ibu Riska yang berbica didepan ruangan menerangkan
"Tidak ibu" teriak semua.
Bersambung.
Okey, next..
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, komentar dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-update cerita setiap hari". Terima Kasih.
(Pokonya sukses terus buat kita semua)
__ADS_1