KU INGIN TAHU CERITA ITU

KU INGIN TAHU CERITA ITU
CERITA 1


__ADS_3

Menjadi berita dalam hampir semua media.


Prayoga Novilus pewaris tunggal Perusahaan Tambang besar dan Pemilik kapal-kapal pengangkut barang terkenal di seluruh dunia, ditangkap dengan kasus pembunuhan, seorang pemuda yang diduga kekasih Prayoga mati tenggelam didekat kapal pribadinya yang sedang berlabuh. Saat polisi menemukannya prayoga hanya bisa menangis dan tidak berusaha membela dirinya.


"Bos, bukankah itu calon menantu utama bos" Kata Denny sekretaris Adam.


"ssstt.." Adam seakan tak peduli dengan yang dikatakan Denny, dia masih seru mendengarkan pembaca berita yang sedang bertanya pada reporter lapangan tentang kasus pembunuhan itu.


"Apakah para polisi telah menemukan bukti yang kuat bahwa Prayoga yang telah membunuh pemuda itu?" Tanya pembaca berita.


"Tidak, Para Polisi belum bersedia memberikan informasi karna menurut mereka kasus ini masih dalam proses penyelidikan" jawab reporter itu.


"waaah bos, kalau menurut aku, prayoga itu pasti akang bebas, uang masih punya kekuasaan" Kata Denny berkomentar.


"Lalu bagaimana dengan keadaan Prayoga Novilus sekarang?" dari TV masih terdengar pertanyaan pembaca berita.


"Dari keadaan tadi Prayoga terlihat putus asa dan menangis sedih, tapi kami belum mendapatkan konfirmasi secara resmi tentang hal itu, tapi kami akan berusaha untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak.."


dan Adam langsung mematikan tv yang sedang ditontonnya itu. dia tak peduli dengan keberatan Denny yang juga sedang menonton berita itu. dengar kasar adam menyapu wajahnya berkali-kali terlihat frustasi.


"hedeeeh.. padahal aku berpikir filia pasti akang menyukai anak itu, walaupun kaya raya dia terlihat baik dan sopan, tapi ternyata dia seorang penyuka sesama jenis" kata adam seolah untuk dirinya sendiri dan dari suaranya terdengar kecewa.


"mungkin itu yang terbaik bos, supaya bos berhenti berhayal, filia kan punya pacar yang sangat dia cintai.." kata Denny pelan, tak berniat menyinggung bosnya.


"apa... maksudmu si Roy itu?" Adam menatap Denny tertunduk

__ADS_1


"kita taruhan berapa.. pasti sebentar lagi mereka putus.." kata adam tersenyum meremehkan.


"terserah boslah.. aku tak berani taruhan dengan bos" kata Danny, kemudian dia maju mendekat ke meja adam dan menyerahkan beberapa dokumen laporan yang harus diperiksa oleh adam.


CERITA 2


"kenapa ayah pulang tengah malam? jangan bilang ayah habis mabuk-mabukan dengan teman-teman ayah? apa ayah tak peduli dengan ibu lagi?.. ayah di jawab?!" wajah tiya filia terlihat kesal saat melihat ayahnya baru pulang.


"siapa yang mabuk-mabukan ayah hanya bekerja lembur dikantor" jawab adam dengan santai mendengar pertanyaan putri yang bertubi-tubi.


"sudah di bilang, ayah itu berhenti pulang malam lagi, kasihan ibu sendirian dirumah" Tiya filia mengikuti ayahnya yang setelah melepaskan tas dan sepatunya menuju ruang makan


"siapa bilang ibumu sendirian dirumah kan ada kamu.."


"tapi kamu tidak seperti teman-temanmu yang lain, kamu harus membantu ayah menjaga ibumu, kalau nggak mau menjaga ibumu kau bisa bekerja dengan ayah dikantor" kata adam, setelah mengambil sekaleng bir dia hendak menonton tv tapi mengingat berita yang sedang trend dia jadi pindah duduk di teras samping rumah.


"sudah ku bilang aku tak mau bekerja seperti ayah dikantor aku ingin menjadi seorang pengacara"


"bekerja dikantor.. kau pikir pengacara tidak bekerja di kantor juga?" adam tersenyum pada putri tersayangnya yang telah duduk disampingnya.


"pokoknya aku nggak mau bekerja dikantor, kalau aku menikah suamiku yang akan membantu ayah bekerja dikantor ayah"


"sudah ayah bilang.. ayah nggak menyukai pacar kamu yang itu. oh ya.. bagaimana kabar ibumu hari ini?" suara adam melembut membicarakan wanita yang sangat dia cintai itu.


"ibu masih seperti biasa, berusaha melakukan segala sesuatu sendiri, padahal dia belum sepenuhnya sembuh dan masih butuh pertolongan. tapi bukan ibu kalau tidak seperti itu kasihan para pembantu yang harus selalu membereskan kekacauan yang di buat ibu"

__ADS_1


"makanya kamu harus lebih memperhatikan ibumu, bukan hanya nonton tutorial makeup setiap hari. kalau pacarmu mencintaimu dia akan mencintaimu apa adanya, bukan mengubah mu menjadi orang lain" adam pura-pura melirik kesal pada putrinya.


"ayah.. dia pacarku yang paling kucinta, apapun akan aku lakukan supaya dia semakin cinta padaku"


"pokoknya ayah tidak setuju dengan orang itu."


"karna dia hanya pegawai ayah?"


"karna dia ingin mengubah putriku menjadi orang lain, putriku yang ceria dan tomboi kemarin kemayu dan malu-malu.. nggak cocok tau!" kata adam tertawa


"ih ayah jangan menertawakan aku.." tiya filia ikut tertawa bersama ayahnya.


sementara itu di tempat lain, di ruang interogasi, prayoga novilus sedang ditanyai beberapa polisi.


"pak prayoga bagaimana caranya kau membunuh pemuda itu?"


"aku nggak tau aku nggak ingat, tapi semua ini salahku aku yang membunuhnya..hukumlah aku.." kata prayoga dan dia kembali menangis. para polisi melihat prayoga novilus dengan tatapan kasihan sekaligus kesal, mereka ingin memecahkan kasus ini, tapi prayoga dengan yakin mengatakan bahwa dia telah membunuh jadi harus dihukum, dan semua selesai dengan pernyataan itu, padahal belum tentu itu kebenarannya.


CERITA 3


Kejadian itu terjadi beberapa hari yang lalu, saat itu Prayoga Novilus datang untuk memberikan hadiah kelulusan dari Pemuda yang menjadi korban itu. Pemuda itu bernama Thio. Prayoga dengan Thio telah saling mengenal sejak lama, bahkan semua kebutuhan Thio dan juga biaya sekolah Thio, Prayoga yang memberikan semuanya. Walaupun Prayoga sadar Thio hanya menganggap dia kakak tapi Prayoga tak pernah menyerah ataupun berhenti menyayangi dan mencintai Thio.


Dan hari itu Thio baru saja di wisuda menjadi seorang sarjana Kimia. secara umur Thio terlambat karna dia sempat berhenti dua tahun karna berniat mencari uang sendiri untuk biaya kuliahnya tapi akhirnya dia menyerah karna walaupun telah bekerja dua tahun tapi tetap tak bisa membiayai kuliahnya sendiri. dia harus tetap bergantung pada Prayoga. Di saat perayaan itu Thio mengajak Prayoga untuk memancing ikan di laut lepas menggunakan kapal pribadi Prayoga, awalnya prayoga bingung biasanya Thio takut laut, tapi mereka tetap pergi dan kemudian entah kenapa mungkin sakit atau apa, prayoga pingsan, sebelum pingsan dia sempat melihat Thio jatuh kelaut. Hampir dua hari ketika akhirnya Polisi menemukan mereka, diatas kapal hanya ada prayoga sedangkan dekat kapal itu ada mayat seorang laki-laki yang mengambang. Dari barang-barang yang digunakan mayat teridentifikasi itu adalah Thio.


sebenarnya Polisi masih meragukan pengakuan prayoga dari keganjilan- keganjilan yang mereka temukan, prayoga mengaku tak pernah mengkonsumsi narkoba, tapi dari tes darah prayoga pingsan karna overdosis narkoba, mayat itu juga terduga meninggal karna narkoba. Mengherankan juga prayoga tak ingin di bela oleh pengacara- pengacaranya. dengan bodoh seakan dia ingin masuk penjara. padahal ada kemungkinan itu adalah perbuatan musuh - musuhnya.

__ADS_1


__ADS_2