KU INGIN TAHU CERITA ITU

KU INGIN TAHU CERITA ITU
CERITA 23


__ADS_3

Luis merasa bingung, bagaimana dia disuruh mengecoh orang yang mengancam Tiya filia dengan mabuk, padahal dia belum pernah mabuk, jangan kan mabuk datang ke Bar saja ini adalah yang pertama kali, minuman yang mengandung alkohol yang pernah dia minum dan yang di tahu hanyalah bir. wajahnya semakin kusut karna bingung minuman apa yang harus dia pesan dan juga kenapa dia harus melaksanakan tugas yang dia tak pernah lakukan, juga tak bisa menolaknya. dalam kebingungannya tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya. DEG.. apakah ini orang yang mengancam Tiya filia? pikir luis dan dengan gaya muka kusut dia memandang orang itu, tapi aah..


"hei.. kau anak buah kak marko kan?" tanya orang itu. Luis jadi menyadari siapa orang yang menyapanya itu.


" eh pak ivan.. apa kabar pak?" sapa luis. orang itu ternyata adalah pengacara dari perusahaan Perkapalan yang di pimpin Kakeknya Prayoga. Marko adalah anak yatim piatu yang di asuh oleh Pak Juldy Novilus sejak kecil, bisa dikatakan Marko diasuh dan di bantu agar bisa membantu Prayoga nantinya.


Tapi kenyataannya berbeda, setelah besar dan menyelesaikan pendidikannya marko membuka Firma Hukumnya sendiri, hanya untuk kasus-kasus tertentu dia akan membantu perusahaan Juldy Novilus. dan ivan adalah salah satu pengacara muda yang hebat dan berbakat di Perusahaan Juldy yang selalu membantu Marko apabila dia mengurus urusan hukum perusahaan Juldy Novilus.


"jangan memanggilku pak.. panggil namaku saja, kitakan hampir seumuran.. sedang apa kau disini?" tanya Ivan terlihat penasaran.


"ah.." luis hampir menjawab dengan jujur kalau dia sedang menjalankan tugas untuk mengecoh tapi dia kembali teringat dengan peringatan Marko agar tidak mengatakan pada siapapun tugasnya itu.


"ahh.. aku hanya iseng sendri pak eh ivan.." kata luis akhirnya.


"oh.. bagaimana kalau bergabung dengan kami disana.. hari ini aku dan teman-teman lamaku sedang berkumpul"


"nggak usah pak.. terima kasih..aku tak ingin menyusahkan pak ivan dan teman-teman pak ivan kalau aku mabuk.." luis berusaha menolak.


"kenapa? kau takut akan memaki Prayoga karna membawa pacarmu pergi" bisik Ivan dan tersenyum. DEG.. luis menjadi waspada

__ADS_1


"bagaimana bapak?" tanya luis ragu.


"jangan khawatir cerita itu hanya untuk kalangan sendiri. gosip kecil seperti itu cepat menyebar di perusahaan" kata ivan lagi dan dia kembali tersenyum dan menepuk pundak luis.


"ah.." kata luis sambil manggut-manggut, mendengar itu kecurigaan Luis kembali hilang.


"kalau kau benar marah. langkah mudah untuk menjatuhkan Prayoga.. sebarkan berita kebebasannya kepada wartawan. orang kaya memang seperti itu" kata ivan lagi.


"ah.." luis kembali mengucapkan kalimat yang sama karna bingung harus menjawab apa.


"kalau kau ingin bergabung meja kami di atas.. kami menyambut mu dengan senang hati.." kata ivan lagi dan dia memesankan minuman untuk luis. kemudian dia pergi meninggalkan luis. karna kembali bingung luis langsung meminum minuman yang di pesan ivan. Dan


CERITA 24


"ehm.. iya de kakak bangun.. tapi jangan di pukul ya.. aduuh kepala kakak sakit banget jangan pukul kepala kakak.. aduuuh maafkan kakak de.." gigau luis sambil memegang kepalanya yang rasanya sakit sekali.


"woii Luis bangun!.."


"de jangan.. jangan pukul kakak lagi.. iya kakak bangun" kata luis lagi, sepertinya dia sedang bermimpi. sementara marko yang sedang membangunkan luis jadi bingung sendiri karna dia tak memukul tapi luis mengaduh kesakitan.

__ADS_1


"hedeeeh dasar orang mabuk" kata marko sambil menggelengkan kepala. tak berapa lama kemudian luis bangun sambil memegang kepalanya yang sakit.


"dimana aku?" kata luis mulai sadar.


"di rumahmu, ya dimana lagi.." jawab marko, jawaban yang tak diharapkan itu membuat luis double kaget, kaget pertama karna ada yang menjawab pertanyaannya padahal dia tinggal sendirian dirumahnya, dan kaget yang kedua saat mengetahui siapa yang menjawab itu.


"pak marko, kenapa bapak bisa disini?" tanya luis berusaha berdiri walaupun kepalanya masih sakit.


"minum ini, supaya sakit kepalamu hilang" luis sedikit ragu menerima obat dari marko tapi karna mendapat tatapan tajam, akhirnya obat itu diminum juga.


"jadi semalam apa yang terjadi?" tanya marko dan luis kembali teringat perintah yang dia jalankan kemarin malam itu.


"kayaknya nggak terjadi apa-apa pak, nggak ada orang aneh yang mendekati saya, atau melihat saya dengan cara yang mencurigakan" cerita luis sambil mengingat-ingat apa yang terjadi padanya sebelum dia mabuk.


"trus kenapa kamu bisa mabuk separah ini?"


"bukannya bapak yang menyuruh aku mabuk kemarin.." protes luis.


"kau tahu mabuk mu itu membuat kehebohan" kata marko dan menyodorkan tab yang menulis berita yang membuatnya sibuk sejak tengah malam sampai pagi ini. Luis kaget dengan berita itu, dia berusaha mengingat apa saja yang dia lakukan pada malam itu. kepalanya kembali sakit.

__ADS_1


"maafkan saya pak.. saya tak pernah niat membuat kekacauan itu pak, mungkin karna mabuk pak.. itu sebenarnya bukan ide saya pak.. kemarin itu di bar saya berpapasan dengan pak ivan, katanya dia dengar gosip kalau pacar saya di bawa pergi pak prayoga, dan dia yang menyarankan untuk mengatakan pada wartawan, mungkin karna saya mabuk pak saya tak bisa mengingat itu, maafkan saya pak" kata luis panjang lebar karna merasa bersalah dan takut. Tapi dia memang tak bisa mengingat saat dia menemui wartawan itu, bahkan dia juga tak ingat bagaimana dia bisa pulang.


"ya sudah hari ini kami istirahat saja, nggak perlu masuk kantor. tugas kamu mengingat apa yang kamu lakukan kemarin" kata marko tegas, tapi setelah dia membalikkan badannya untuk pergi marko tersenyum tipis.


__ADS_2