KU INGIN TAHU CERITA ITU

KU INGIN TAHU CERITA ITU
CERITA 33


__ADS_3

Semua orang jadi melihat ke para pengawal prayoga yang pingsan.


"ada apa dengan para pengawalmu? rupanya mereka kurang kuat minum" kata ivan mencoba mengelak perbuatannya.


"jadi sekarang kau menyalahkan para pengawalku? kau pikir aku tidak sadar kalau kau telah menaruh sesuatu di bir itu" kata prayoga suaranya terdengar dingin.


"prayoga aku ini temanmu harusnya kau mempercayaiku" kata ivan dan dia berjalan mendekati prayoga. Prayoga yang melihat ivan mendekat, dia telah siap dengan kuda-kuda untuk berkelahi.


"apa yang harus aku percaya dari manusia brengsek sepertimu" kata prayoga, dan ivan tertawa sumbang.

__ADS_1


"jadi aku brengsek.. aku telah melayanimu bertahun-tahun dengan baik, tapi kau selalu meremehkanku, menghinaku, dan tak pernah puas dengan yang kulakukan. berbeda dengan si orang kampung miskin dan udik itu, dia selalu kau istimewakan, semua keinginannya kau kabulkan padahal tak ada yang dia lakukan untukmu.. Dasar banci sialan. mati saja kau!!" kata ivan dan dia mengeluarkan pisau dari balik bajunya dan menyerang prayoga.


"gila. Brengsek dia pakai pisau, disini ada tiya" pikir prayoga khawatir,


"tiya lari dan sembunyi di dalam kamar.." perintah prayoga pada tiya filia, dan dia melempari ivan dengan bir yang di pegangnya untuk memberi waktu pada tiya, tapi dengan sigap ivan dapat menghindar dari lemparan bir itu.


"jangan lari tiya, kau juga brengsek. kau merusak rencanaku. harusnya kau membiarkan banci ini di dalam penjara" Kata ivan dan bergerak maju, dia tahu prayoga agak susah melawannya yang mengunakan pisau sambil melindungi tiya filia. tapi Plak.. Tiya filia tiba-tiba menendang tangan ivan yang memegang pisau dari samping, gerakannya tak terduga dan begitu cepat, ivan kaget dia beralih melihat kearah tiya filia, beruntung tendangan tiya filia tidak menyebabkan pisaunya lepas, tapi konsentrasinya yang teralih ke tiya filia di gunakan prayoga untuk menyerangnya. Pisaunya terlepas dan dia dengan prayoga akhirnya berkelahi dengan tangan kosong.


Prayoga dan Ivan masih berkelahi ketika sebuah kapal patroli mendekati kapal mereka. Petugas yang melihat ada yang berkelahi dan juga Tiya filia yang berteriak minta tolong, membuat para petugas naik ke kapal mereka dan melerai perkelahian mereka. Ivan dan Prayoga di tahan kemudian di bawah ke darat untuk di urus.

__ADS_1


Didarat Marko bersama Adam telah menunggu mereka.


"Tiya apa kau baik-baik saja?" tanya Adam Ketika dia melihat putrinya datang bersama para petugas, dan dia berlari dan memeluk putrinya.


"iya ayah aku baik-baik saja. mengapa ayah bisa tau aku disini?" tiya filia kaget melihat kedatangannya disambut oleh ayahnya dan Marko. kemudian ayah dan anak itu menjauh sedangkan Prayoga dan ivan dibawah masuk oleh petugas untuk di tanyai.


"bukannya kamu yang mengatakan pada ayah, kalau kamu pulang telat karena mau buat pesta di atas kapal?" lanjut adam.


"iya.. itukan maksudnya aku meminta ijin ke ayah, kenapa ayah datang mencariku disini... jadi patugas patroli itu ayah yang menyuruh?" tanya tiya filia, sebenarnya dia agak marah karena tak di percayai oleh ayahnya, tapi dia senang juga karena patroli itu telah menyelamatkan dia dan Prayoga dari niat jahat ivan.

__ADS_1


"bukan ayah yang menyuruh, kau pikir ayahmu bisa menyuruh- nyuruh para petugas itu?. Pak Marko yang menelpon ayah, dan bertanya apakah tahu kalian kemana? ketika tau kalian dimana, dia langsung menelpon ke sini, kemungkinan dia yang menyuruh para petugas itu. dan setelahnya dia menjemput ayah datang ke tempat ini. Ternyata memang benar kan kalian dalam bahaya.." kata adam panjang lebar. Tiya filia menatap ayahnya sebentar.


"ayah ada yang ingin aku ceritakan." kata tiya filia, dia akhirnya bertekat menceritakan pada ayahnya apa yang sebenarnya terjadi, apapun resiko yang akan dia terima.


__ADS_2