
Satu Bulan Kemudian.
"Didy?! Hei.. sedang apa kamu di sini?" Tiya Filia menyapa seorang laki-laki yang sedang mabuk disebuah bar. malam itu tiya filia datang ke bar karna teman-temannya mengatakan kalau pacarnya punya selingkuhan seorang pelayan bar, dan dia datang untuk membuktikan, dia tak pernah percaya perkataan orang-orang kalau belum melihat sendiri.
"kamu siapa?! urus saja urusanmu.." kata laki-laki mabuk itu yang bernama Didy. walaupun terdengar kasar tapi karna orang mabuk berat yang bicara nada bicara jadi lambat dan mendayu.
"Hei.. Dy.. aku Tiya.. Tiya Filia teman kamu.." Tiya filia berusaha membuat temannya ingat.
"kamu nggak mungkin tiya filia, aku tahu tiya filia itu.." kata didy dan karna dia sedang mabuk kepalanya kembali tertidur keatas meja.
"Aku Tiya filia temanmu bego!!.. kita baru lulus kuliah, baru dua tahun tak bertemu dan kau sudah lupa dengan temanmu ini?!" Tiya filia mengangkat kepala didy agar melihat kearahnya. Dan benar temannya itu jadi mengenalnya, dia tersenyum dan manggut-manggut.
" iya benar kamu Tiya teman aku.. tapi rasanya aneh rambutmu di panjangkan begitu, kamu juga sekarang pake makeup.. terlihat seperti banci tau!.. kenapa sih kakakku harus membenci banci.. aku jadi takut.. aku orang bersalah.." kata didy yang mabuk itu dan mulai mengoceh sendiri, kemudian dia meneguk lagi minumannya. Tiya filia awalnya tersinggung dikatai banci, tapi kemudian dia merasa aneh dengan temannya.
"hei dy.. pelan-pelan.. kamu kenapa dengan banci? kamu bikin salah apa pada banci?!" tanya tiya filia penasaran dan menepuk pundak temannya itu. Didy mabuk sepertinya ada urusannya dengan yang dia katakan itu.
"hei tiya.. urus saja urusanmu sendiri.. oh iyaa aku tau pasti kamu kesini karna mencari pacarmu kan.. kamu itu nggak pernah percaya kata orang kalau pacarmu selingkuh.. padahal memang pacarmu itu tukang selingkuh.." kata Didy masih ngelantur, tapi dugaannya kalau tiya filia ke bar untuk membuktikan pacarnya selingkuh, memang benar.
__ADS_1
"kamu itu cinta membabi buta.. dia itu tak mencintaimu.. lebih baik kau cinta aku saja.." kata Didy lagi.
"eh bego siapa yang mau dengan cowok pemabuk sepertimu.."
"kamu benar, aku orang yang payah.. pulang ke rumah disuruh kakak buat kejahatan aku terima saja.. aku payah.. aku tak mampu melawan.." kata didy lagi dia kembali meracau.
Tiya filia penasaran dengan yang dikatakan temannya itu, temannya itu sejak mereka lulus kuliah katanya pulang ke kota orang tuanya, disana katanya juga sudah bekerja, tapi kenapa mereka bertemu lagi di dalam bar dan dalam keadaan mabuk berat. sayang rasa penasarannya harus dia tangguhkan dulu karna dia telah melihat pacarnya datang dan langsung memeluk pinggang seorang perempuan.
CERITA 5
Kemarahan Tiya Filia memuncak, dengan jijik dan penuh kemarahan dia menatap pacarnya dan perempuan yang sedang dipeluk pacarnya itu.
"SIAPA DIA?!!!" geram tiya filia, dengan kasar dia menarik tangan roy dan membawanya keluar dari Bar itu. Dan Roy dengan tersenyum mengikuti Tiya filia
"Siapa dia?!! kau bilang nggak akan selingkuh lagi.. tapi itu buktinya.. itu siapa?!!" Tiya filia mengepalkan tangannya dan berkacak pinggang.
"apa yang kau lakukan disini? ibumu siapa yang jaga?" tanya roy seakan tak peduli pada kemarahan Tiya filia.
__ADS_1
"ROY.. DI JAWAB.. SIAPA DIA?!!"
"kenapa harus marah sayang.. itu teman lamaku.. karna kita sudah lama tak bertemu, jadi pertemuannya agak dramatis pakai peluk segala" kata roy santai, dipandanginya kekasihnya itu dengan lembut. Dia hendak memegang pipi Tiya filia tapi ditepis tiya filia.
"Kamu bohong kan?" tanya tiya filia masih tak percaya.
"sayang untuk apa aku bohong.. kau tau aku hanya mencintaimu kan.., tak ada wanita lain didalam hidupku.. hanya kamu satu-satunya.." gombal roy. dan gombal itu efeknya sangat mujarab Tiya filia yang tadinya ganas sudah mulai tersenyum.
"ih apaan dasar tukang gombal .." kata tiya filia agak tersipu malu.
"untuk apa aku gombal sayang, itu jujur dari lubuk hatiku.." Kata Roy yakin.
"aku mencintaimu tiya.. sangat mencintaimu.. jangan kau ragukan itu ya sayang.." kata Roy dengan lembut dan mesra sambil menatap mata kekasihnya. dia telah mendekat dan membelai pipi Tiya filia dengan lembut. mendengar itu tiya filia tersenyum dan menimpali
"aku juga mencintaimu Roy.. " tiya filia bahagia. dan mereka hampir berciuman ketika sebuah tepukan dipundak Roy.
"Roy.. kalau kamu mau pergi jangan lupa kunci kamarmu.. aku malam ini mungkin akan pulang telat" kata wanita yang menepuk pundak Roy.
__ADS_1
"dan jangan lupa beli ******, ****** di rumahmu habis, terakhir yang kita pakai kemarin itu"
kata wanita itu lagi, dia tersenyum puas pada Tiya Filia, dan dengan gaya berjalan yang begitu menggoda dia pergi.