KU INGIN TAHU CERITA ITU

KU INGIN TAHU CERITA ITU
CERITA 37


__ADS_3

"ayah.. bagaimana ayah bisa bersama kakeknya prayoga?" tanya tiya filia berbisik pada ayahnya. sebelumnya saat mengetahui ayahnya datang bersama kakeknya prayoga, dia dengan penuh hormat memberi salam pada kakeknya prayoga dan kemudian datang memeluk tangan ayahnya.


"ayahkan pernah mengingatkan kamu filia.. kalau melakukan pijat memijat jangan didalam kamar.. apa lagi hanya kalian berdua, orang lain bisa salah paham..dan ingat ancaman ayah?" bisik adam juga pada putrinya, mereka bicara saling berbisik karena tak mau mengganggu pembicaraan prayoga dan kakeknya.


"nggak ada alasan lagi prayoga kau harus bertanggung jawab, kalian harus menikah secepatnya" kata Juldi Novilus tegas.


"kek.. jangan sembarangan menyuruh orang menikah. tiya itu.." belum selesai prayoga menyanggah perkataan kakeknya,


"Jadi maksudmu kamu nggak menyukai nona Tiya dan tak mau bertanggung jawab?!" potong juldi Novilus sedikit keras.


"kakek! aku memang sangat menyukai dan mencintai Tiya.. apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaan dia. tapi untuk masalah menikah, kakek nggak bisa memaksa.. tiya itu masih muda dan mungkin saja belum siap.. apa kakek nggak bisa bersabar menunggu tiya siap" wajah prayoga terlihat memohon pada kakeknya.


"Prayoga.. kau tahu umur kakek nggak bisa menunggu. lagi pula apa yang kau lakukan ini bisa mencemarkan nama baik nona tiya dan juga nama baik perusahaan. tempo hari berita kamu gay, sekarang berita kau laki-laki yang tak bertanggung jawab, apa lagi berita yang mau kau buat!" kata juldi Novilus masih tetap pada pendiriannya.


Marko yang sedang berdiri menunggu di depan pintu senyum-senyum sendiri, "dasar kakek licik, tadi dia menyuruhku meminta nona tiya datang mengobati prayoga.. sekarang dia berlagak menjadi orang yang dirugikan" pikir marko merasa lucu.


"pokoknya kakek nggak mau tau kalian harus menikah secepatnya. Kau harus bisa membujuk nona Tiya.. pak adam saja tak keberatan hanya kamu yang kurang gigih." kata Juldi Novilus tegas.


Prayoga tak bisa berkata-kata lagi, dia menatap kakeknya dengan berbagai gejolak di dalam hati, dia ingin marah, tapi sebenarnya dia sangat bahagia kakeknya setuju dengan pilihannya, ingin tersenyum bahagia tapi kakeknya sedang memaksakan kehendaknya lagi. semuanya bercampur membuatnya pusing.

__ADS_1


"baik kek aku setuju.. tapi boleh aku minta sesuatu pada kakek?" kata tiya filia disaat suasana sedang hening, dan semua mata langsung tertuju padanya.


"t i y a.."


"f i l i a.." kata adam dan prayoga bersamaan. sedangkan juldi Novilus alisnya sedikit mengerut.


"maksudnya nona tiya mau menikah dengan prayoga tapi ada syaratnya?" tanya Juldi novilus memastikan jawaban tiya filia tadi.


"aku benar-benar mau menikah dengan prayoga kek.. tanpa syarat-syarat. tapi aku..." kata tiya filia agak takut.


"baik.. kakek senang kamu mau menikah dengan prayoga. kalau begitu kita dengarkan apa permintaanmu itu?" kata Juldi novilus seperti biasa, walau dalam hatinya sedikit kecewa.


"sesuai keinginan nona tiya, pak adam dan prayoga.. kalian tolong keluar sebentar. aku dan nona tiya akan bicara berdua" kata juldi novilus. adam dan prayoga walau mereka ingin protes tapi akhirnya keluar juga.


"sekarang tinggal kita berdua.. jadi apa keinginan nona tiya yang orang lain tak boleh dengar?" kata Juldi novilus ketika semua orang telah keluar dari kamar itu.


"kakek nggak marah aku membuat permintaan seperti ini?" tanya tiya filia agak takut.


"katakan saja..nggak usah takut" kata juldi novilus dan mempersilahkan tiya filia duduk. saat tiya filia duduk, dengan tatapan tenang juldi novilus memperhatikan semua gerak-gerik tiya filia.

__ADS_1


"soal menikah dengan prayoga, aku sudah yakin "mau" sejak beberapa hari yang lalu kek.. waktu itu dia pergi dan tidak memberitahuku kemana. awalnya aku marah, tapi kemudian aku sadar kalau aku ingin selalu bersama prayoga dan ingin selalu mendampinginya. bukankah itu berarti aku bersedia menikah dengannya. hanya saja kek.." kata tiya filia menggantung kalimatnya, dengan takut dia melihat juldi novilus untuk melihat reaksinya.


"katakan saja.."


"kek.. kalau aku dan prayoga menikah.. pasti kakek akan membuat pesta yang besarkan?.." sekali lagi tiya filia menggantung ceritanya untuk melihat reaksi juldi novilus, tapi kakek juldi hanya menganggukkan kepala.


"itu dia masalahnya. jadi begini kek.. aku dengar dari prayoga kalau saudara kembarku ternyata belum meninggal dan sedang dicari oleh pak marko, dia juga katanya.. sepertinya bekerja sama bersama ivan.


permintaanku itu kek.. karena kakek punya uang dan koneksi, kalau boleh kek?.. itu kalau kakek perbolehkan.. aku ingin pencarian saudara kembarku bisa di percepat dan juga hukumannya bisa diringankan.. soalnya kek.. aku ingin di pesta pernikahan kami nanti saudara kembarku bisa hadir. tapi itu kalau kek setuju?.." kata tiya filia, wajahnya terlihat memohon. Juldi novilus terdiam sebentar dia tidak langsung menjawab pertanyaan tiya filia.


"jadi permintaanmu hanya soal saudara kembarmu? bagaimana dengan harta?" tanya Juldi novilus setelah tadi dia terdiam sesaat.


"harta? untuk apa harta kek?" tanya tiya filia merasa aneh.


"yaa seperti biasa semua manusia menyukai harta kan. dan saya punya harta yang banyak.."


" oh itu.. soal harta kekek.. ku pikir itu tidak jadi masalah, kan aku akan menikah dengan prayoga kek.. prayoga itu hebat loh kek.. dia kalau di beri semangat dan dijaga dari orang-orang yang suka memanfaatkan kebaikannya, dia pasti akan sukses besar..otomatis akan kaya. dan kalau kami menikah itu akan menjadi tugasku menjaga dan membantu dia." kata tiya filia lancar dan penuh keyakinan. Juldi Novilus yang mendengar jawaban tiya filia yang penuh semangat itu jadi tertawa terbahak-bahak.


"nona tiya.. boleh aku memelukmu? aku bahagia kau akan menjadi cucuku.." kata Juldi novilus tak bisa menahan kegembiraannya. "aku tak perlu khawatir lagi dengan masa depan cucuku, dia telah menemukan orang yang benar-benar tepat buat dia" pikir Juldi novilus puas.

__ADS_1


Dan semua orang yang sedang menunggu di didepan pintu saat mendengar tawa Juldi novilus jadi penasaran dan langsung masuk ke dalam.


__ADS_2