
"T i y a a!" seseorang memanggil tiya filia, saat itu tiya filia bersama prayoga dan para pengawal mereka sedang istirahat makan di sebuah restoran. Mereka sedang melanjutkan pencarian mereka untuk lebih memastikan apakah dugaan Tiya filia benar, mereka sedang mencari anak buah ayong lain yang selamat saat kapal terbakar itu.
"tiya, apa kabar? tak ku sangka kita ketemu lagi" sapa seorang laki-laki yang adalah teman tiya filia, dia datang mendekat dan tersenyum pada tiya filia juga pada prayoga, tapi prayoga tak tersenyum, dia melirik para pengawal memberi kode untuk mengawasi orang itu.
"nggak apa-apa dia teman aku" bisik tiya filia pada prayoga.
"hei didy.. apa kabar? kamu nggak mabuk lagi? jadi masalahmu udah selesai? ayo duduk sini" kata tiya filia setelah mengetahui siapa orang yang memanggilnya, dia tersenyum dan mengajaknya bergabung bersama mereka. tiya filia jadi teringat kejadian sewaktu dia sedang memergoki pacarnya roy yang sedang selingkuh.
"apa sih tiya.. waktu itu aku hanya mabuk sedikit" kata didy dan dengan agak takut dia melirik prayoga.
"kupikir kamu nggak ingat aku lagi?" kata tiya filia
"nggak mungkin lah tiya.. waktu itu karna kamu pakai makeup yang., kalau sekarang, ya memang tiya teman aku" kata didy, dia teringat tiya filia yang menggunakan makeup dan terlihat menor.
__ADS_1
"jadi menurut kamu aku nggak cocok pakai riasan? kan biar terlihat cantik."
"iya tapi waktu itu terlihat berlebihan" kata didy, dan disambut tawa dari tiya filia. tapi hanya tiya filia yang tertawa karena didy tak berani tertawa setelah mendapat tatapan tajam prayoga.
"hei prayoga!.." panggil seseorang yang baru datang sepertinya mengenal prayoga. dan semua pandangan langsung tertuju pada orang itu.
"bagaimana kamu bisa.." tanya orang itu tapi tak melanjutkan pertanyaannya. dia telah bergabung dimeja tiya filia dan prayoga. prayoga setelah tahu siapa yang menyapanya hanya tersenyum kecut.
"tiya.. dia kakakku, sekaligus teman dan pengacaranya prayoga" bisik didy pada tiya filia.
"perusahaan itu masih milik kakekku. iya dia pengacaraku tiya.." kata prayoga tersenyum tapi dia mendorong tangan ivan menjauh yang terulur berniat mendapatkan jabat tangan dari tiya filia.
"prayoga, jadi kapal yang kulihat di darmaga daerah sebelah sana itu kapal kamu ya? tadi aku sempat merasa aneh, kok bisa kapalnya prayoga berada disini? tapi ternyata" kata ivan antusias sedangkan prayoga hanya tersenyum kecut.
__ADS_1
"mungkin ini kebetulan yang bagus. soalnya gini prayoga aku tuh datang kesini karena temannya adikku mengajak untuk pesta di kapalnya, tapi ternyata batal. jadi bagaimana kalau kita bikin pesta di kapalmu.. boleh nggak? dari pada aku ke datang kesini sia-sia" kata ivan lagi, kali ini dia terdengar membujuk.
"waah boleh juga tuh.. ayo.." kata tiya filia senang, karena dia melihat prayoga hanya diam saja.
"iya tiya, aku aku juga belum pernah ikut pesta di atas kapal, pasti seru ya.." tambah didy.
"tiya.. aku nggak setuju kalau kamu ikut" kata prayoga pelan pada tiya filia.
"nggak apa-apa kalau tiya ingin ikut, pestanya pasti makin seru, kita juga bisa memancing ikan disana..tiya bisa memancing?" tanya ivan pada tiya filia, dia terlalu bersemangat membuat pesta di atas kapal.
"ayo.. kita pesta di kapalmu, hari ini kita istirahat dulu. kasihan teman kamu jauh-jauh kesini" bujuk tiya filia pada prayoga. prayoga menatap tiya filia ragu, tapi melihat wajah tiya filia yang memohon sambil tersenyum, dengan berat hati akhirnya prayoga setuju.
"kamu nggak usah repot-repot prayoga, untuk perlengkapan pesta semuanya sudah aku siapkan.. itu semua bakal buat pesta di kapal milik temannya didy." kata ivan. dan dia menunjuk semua perlengkapan pesta yang memang sudah ada di mobilnya.
__ADS_1
melihat kesiapan itu tiya filia tersenyum senang, berbeda dengan prayoga wajahnya terlihat khawatir.