
Didalam taksi yang membawanya pulang Tiya filia berusaha menguasai dirinya, dia tak boleh terbawa emosi, dalam menghadapi masalah ini dia harus rasional, tak boleh terpengaruh oleh perasaan sedih ataupun marah, karna kalau dia marah Prayoga Novilus bisa saja tak akan pernah mau bertemu dengannya lagi, atau kalau dia terbawa kesedihan dia akan cepat menyerah, Pokoknya masalah ini harus bisa di selesaikan sebelum masalah ini di ketahui oleh kedua orangtuanya. besok dia harus kembali ke penjara itu lagi, berharap Prayoga akan mau menemuinya, dan menjelaskan yang sebenarnya. Kenyataan hanya Prayoga Novilus lah yang paling tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan saudara kembarnya, membuat Tiya filia harus mendapatkan info dari Prayoga. Beberapa hari sebelum kunjungan ke penjara Tiya filia telah berusaha mencari tau tentang saudara kembarnya dari tempat dia tinggal, tetapi tak satupun informasi jelas yang didapatkannya, saudara kembarnya Thio seakan tak punya teman apalagi sahabat, para tetangga mengatakan bahwa kalau Thio bukan orang yang suka bersosialisasi dengan tetangga, kalaupun ada yang datang menemuinya hanyalah Prayoga Novilus dan salah seorang yang seperti pengedar, dan sekarang pengedar itu tak diketahui keberadaannya. jadi mau tak mau hanya Prayoga lah sumber informasi buat tiya filia untuk mengetahui apa dan bagaimana keberadaan saudara kembarnya setelah hilang kurang lebih tujuh belas tahun lamanya.
"T i y a Filia.. apa yang kau lakukan?!" sambut Luis ketika Tiya filia tiba di depan apartemen yang di sewanya.
"hai kak luis.." Tiya filia coba balas menyapa.
"kamu ini kenapa sih begitu terobsesi dengan Prayoga?! aku tau jiwa pengacaramu membuatmu ingin tau.. tapi paling kurang adalah sedikit rasa takut.."
"kak.. korban yang dibunuh Prayoga itu adalah saudara kembarku yang telah lama hilang.." kata tiya filia pelan, suaranya bergetar saat mengakui itu.
"Tiya kau.." luis tak jadi melanjutkan kalimatnya, dia sadar Tiya filia mengatakan yang sebenarnya.
"kak kita bicarakan itu di dalam ya.." kata tiya filia dan langsung membuka pintu apartemennya di ikuti luis.
__ADS_1
CERITA 14
"**terima kasih" kata marko pada sekretaris Juldy Novilus sambil tersenyum, kegembiraannya terlihat jelas di wajah dan cara berjalannya ketika memasuki ruangan bos besar perusahaan itu.
"ada apa? kayaknya ada berita besar, kau terlihat begitu bahagia" kata Juldy Novilus santai, sambil bersandar di kursi kerjanya dia menatap marko dengan tenang.
"Pak.. prayoga memintaku untuk mengeluarkannya dari penjara, sepertinya nona Tiya berhasil membujuknya" kata Marko antusias.
"hmm.." Pak juldy Novilus tak bicara, dia sepertinya sedang berpikir mendengar perkataan marko.
"aku di sini juga memohon petunjuk Bapak apa yang akan aku lakukan dengan nona Tiya?" kata marko lagi. pak Juldy Novilus tak langsung menjawab, dia masih tak memberi reaksi dengan berita yang di dengarnya. dan marko kemudian diam menunggu jawaban.
"hmm.. biarkan saja mereka.. tapi kau harus tetap awasi. terlebih dengan Prayoga, aku masih penasaran siapa yang membuatnya jadi tersangka kasus pembunuhan itu, aku yakin ada yang merekayasa semua itu." kata pak Juldy tenang. marko ingin protes tapi kemudian sadar dan diam, naluri bosnya selama ini selalu benar pikirnya.
__ADS_1
"baik pak.. akan aku lakukan, ini juga kesalahanku karna selama ini membiarkan prayoga bertindak menurut kemauannya.." kata marko menyesal.
"anak itu memang keras kepala, kau jangan menyalahkan dirimu sendiri.. sudah sana kerja." kata pak Juldy Novilus ditegaskan dengan tangannya bergerak mengusir marko. dengan tertunduk marko keluar dari ruangan Juldy Novilus, dan wajahnya kembali ceria.
Beberapa jam kemudian, Marko mengendarai mobilnya untuk pulang dengan Prayoga Novilus di sampingnya, kedahsyatan koneksi dan uang memang tiada taranya, hanya hitungan jam Prayoga bisa bebas. kesalahan yang di timpah kan padanya begitu mudah di patahkan, selain koneksi dan uang, marko juga telah mempunyai bukti bahwa pengakuan Prayoga itu belum pasti benar, selama ini marko tak membebaskan Prayoga hanya karna bos besarnya Juldy Novilus menyuruhnya agar membiarkan Prayoga masuk penjara, Pak Juldy terlalu marah karna mengetahui cucu tunggalnya menyukai sesama jenis, dan terlihat begitu putus asa karna pacarnya meninggal, menurutnya itu sangat memalukan dan tak bermoral.
"kau mau ku antar kemana?" tanya marko membuka pembicaraan. setelah bebas dari penjara Prayoga Novilus terlihat diam saja walau wajahnya tak se muram beberapa waktu sebelumnya.
Ke Rumah saja kak, aku ingin mandi dan tidur" kata Prayoga pelan.
"kau tak ingin menemui nona Tiya Filia?" tanya marko, tapi setelah menunggu beberapa saat proyoga tak memberikan tanggapan.
"kau tak ingin memberitahu dia kalau kau telah keluar dari penjara?"
__ADS_1
"jangan kak.. jangan beritahu dia.." kata Prayoga, tapi kemudian dia terdiam seperti berpikir**.