KU INGIN TAHU CERITA ITU

KU INGIN TAHU CERITA ITU
CERITA 9


__ADS_3

Matahari begitu terik ketika Tiya filia berjalan menuju restoran tempat seniornya Luis berjanji untuk bertemu dengannya.


sesampainya di restoran, Luis sudah menunggu, Luis yang berperawakan tinggi dan tampan sempat menarik perhatian beberapa cewek yang sedang makan di restoran itu, tapi saat dia melihat Tiya filia masuk, dia langsung berdiri, menghampiri tiya filia, menariknya dan membawanya ke meja tempatnya menunggu seakan tak sabar menunggu Tiya filia datang ke mejanya, maka saat melihat itu para cewek yang sedang melirik luis langsung berpaling pura-pura tak melihat.


"duduk disitu! anak kecil.. apa yang kau lakukan hah? kenapa nggak langsung pulang ke kotamu, pake bohong lagi sama ayahmu.. disini kamu tinggal di mana? ayo di jawab kenapa hanya senyum-senyum.." geram luis, kesal dengan yang di lakukan tiya filia. tapi tiya filia bukannya takut tawanya malah pecah.


"wiiih kak.. kalau bertanya satu satu kak.." kata tiya filia setelah tawanya mereda karna pelototi oleh Luis.


"dijawab tiya.. kakak nggak sedang bercanda.."


"iya kak iya.. aku akan menjawab. benar aku nggak langsung pulang, soalnya kan aku harus kembali lagi kesini."


"aku bilang seminggu lagi, itu bukan hanya sehari tiya!?"


"ih kak luis jangan ngegas dong.. lihat tuh para cewek penggemar kakak jadi takut"


T I Y A.. jangan mengalihkan pembicaraan.."


"ok bos.. di jawab.." sebuah senyum bodoh terlihat di wajah tiya filia, dan senyum itu membuat wajah luis yang kesal melembut.


"aku hanya malas bolak-balik kak.. selain itu aku malas disana karna pasti ingat roy, banyak kenangan kami disana" kata tiya filia dan wajahnya kini cemberut. Luis menatap juniornya itu sedikit kasihan.


"mudah-mudahan itu bukan bohong.. tapi sudahlah.. cowok brengsek kayak si roy itu nggak perlu di tangisi, kakak juga kalau nggak ingat pekerjaanku pasti sudah ku pukuli anak itu. kamu juga sudah beberapa kali di selingkuhi masih juga mau sama dia.. dasar bodoh"


"Kalau dia minta maaf terlihat tulus dan kasihan sekali kak.. aku jadi nggak tega.."


"kalau sekarang dia minta maaf lagi.. kamu mau terima lagi?!"


"yaa lihat aja nanti kak.."

__ADS_1


"Dasar Bodoh!!" Luis kembali kesal, sedangkan Tiya filia kembali tertawa.


"Jadi kenapa kak Luis mengajak aku makan disini? bagaimana dengan bos kakak?" tanya tiya filia mulai serius.


"itu yang mau ku bilang sama kamu, jam dua siang ini kita akan ketemu dengan bos aku, karna ayahmu menelpon aku, aku terpaksa menelpon bos ku supaya kamu cepat bertemu prayoga dan sesuai janjimu setelah bertemu prayoga kamu harus pulang, ingat itu tak boleh ada alasan lagi.."


"nggak ada alasan galau dan sebagainya.. pokoknya selesai ini kamu harus pulang.." luis menatap tiya filia tegas.


"siap bos.. aku makan dulu ya.." kata tiya filia cuek.


"tiya.. aku nggak becanda.. kalau kamu nggak pulang juga.. aku akan ke apartemen yang kau sewa itu dan menyeret mu pulang! ingat itu.." luis masih menatap tiya filia dengan serius, sampai akhirnya tiya filia menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan serius.


Luis dan Tiya filia tiba dirumah bosnya luis, saat itu pak marko sedang di teras belakang rumahnya dan seorang pelayan sedang menuangkan sirup buah yang dingin kedalam gelasnya, dan saat pak marko sedang meneguk sirup buah dingin itu tatapannya terhenti pada Tiya filia ketika dia masuk mengikuti Luis. alis pak marko berkerut seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Memang benar wanita itu sangat cantik tapi bukan itu yang membuatnya menatap seperti itu, kenapa wajah itu sekarang dalam wujud perempuan, berambut panjang dan dengan tubuh seorang perempuan dan sangat asli.


"selamat siang pak.." kata luis, sambil menoleh mengikuti tatapan pak marko.


"Dia Tiya filia.. junior saya pak.. dia ini pak yang saya ceritakan kemarin, yang ingin bertemu dengan pak Prayoga Novilus.." kata Luis menjelaskan, dan mendengar itu tatapan pak marko berpindah ke Luis


"tiya filia pak.."


"Dia perempuan asli.. bukan jadi-jadian?" tanya pak marko sambil berbisik pada Luis.


"Kenapa?! apa bapak pernah bertemu dengan orang yang mirip saya tapi berjenis kelamin laki-laki?" tanya tiya filia berani.


"T i y a.. tolong yang sopan.." Luis menatap Tiya filia dengan wajah memohon.


"Bos kak luis juga nggak sopan, yang dia bilang itu pelecahan kak" protes tiya filia, wajahnya cemberut dikatakan tidak sopan. pak marko jadi tersenyum mendengar dan melihat tingkah Tiya filia.


"kalau begitu maafkan saya nona Tiya.. mulutku ini kadang-kadang memang kurang sopan" kata pak marko tersenyum menyesal.

__ADS_1


"ayo luis dan nona Tiya.. silahkan duduk, kalian mau minum apa?" kata pak marko dengan ramah.


"ah terima kasih pak.. nggak usah repot-repot" kata luis basa-basi.


"kalau hanya air minum buat kalian itu tidak merepotkan, malahan aku yang akan merepotkan nona tiya.." pak marko memberi tanda kepada pelayan supaya membawakan minuman dingin buat para tamunya.


"mohon maaf, bapak mau merepotkan saya soal apa ya pak?" tanya tiya filia penasaran, pak marko tak langsung menjawab, dia seakan berpikir menilai Tiya filia. Dan semua terdiam untuk sesaat.


"maaf, saya tadi berpikir menggunakan nona Tiya untuk membujuk Prayoga.. padahal seharusnya saya meminta persetujuan nona Tiya dulu"kata pak marko ragu.


"ok pak saya setuju" kata tiya filia langsung setuju tanpa berpikir, dan langsung mendapat tatapan protes dari Luis.


"Saya setuju pak. tapi saya ingin tau cerita yang sebenarnya kenapa Prayoga Novilus masuk penjara." kata tiya filia lagi, dan dia tak peduli dengan tatapan luis, sepertinya dia telah bertekad. Reaksi pak marko hanya tersenyum melihat tekad tiya filia, dia lagi-lagi tak langsung menjawab.


"Boleh saya tau kenapa nona Tiya, begitu bersemangat membantu?" Tanya pak marko wajahnya kembali serius.


"saya hanya ingin membantu" kata tiya filia pasti walau ada kilatan keraguan di matanya. sebelumnya dia terlihat berpikir.


"nona tiya yakin? kalau ada yang nona inginkan.. nona bisa mengatakan pada saya"kata pak marko.


"oh ya.. nona tiya disini tinggal di mana? ah bukan apa-apa.. saya hanya ingin melindungi nona tiya" kata pak marko lagi.


"bagaimana kalau saya menyewakan kamar hotel untuk nona tiya.. jangan salah mengartikan ya.. maksud saya baik" kata pak marko tersenyum dan dia kelihatannya tulus.


"ah nggak usah pak, dia tinggal dengan saya.. saya yang akan menjaganya" kata luis menyela, walau dia percaya pada bosnya tapi kalau urusan Tiya filia dia tetap ragu.


"oh begitu ya.. kalian berdua punya hubungan apa?" tanya pak marko menatap luis.


"dia memang hanya junior saya di kampus dulu, tapi saya menganggap dia seperti adik saya sendiri dan saya juga kenal baik dengan keluarganya" kata luis menjelaskan.

__ADS_1


" oh begitu ya.. " kata pak marko sambil menganggukkan kepala.


"ok.. kalau begitu saya akan memberitahukan kapan kita akan ke penjara menemui prayoga, mudah-mudahan bisa besok atau lusa.. saya harus bicara dulu dengan kakeknya prayoga" kata pak marko. tiya filia dan luis hanya menganggukkan kepala.


__ADS_2