
"aku nggak tahu ayah kenapa aku bisa lupa Roy secepat itu, padahal kita pacaran 4 tahun.. saat bersama Roy aku merasa bangga, senang, sedikit sombong karena aku punya pacar yang tampan dan diidolakan banyak cewek. tapi saat bersama roy dan mendengar rayuan-rayuannya, aku selalu merasa waspada, secara naluri seakan berkata aku nggak boleh hanyut oleh rayuannya.. beda sama prayoga, anak itu begitu lucu, lugu, sederhana.. aku jadi ingin menjaganya, ingin memeluknya, melindunginya, seakan aku ingin mengajarinya banyak hal, padahal prayoga tau segalanya dan punya segalanya hahaha.. rasanya aku bahagia ayah bila bisa membuat dia bahagia. pokoknya saat bersama prayoga aku nggak merasa waspada, aku bebas, aku merasa ingin menjadi diriku sendiri. aku nggak tau ayah apakah itu cinta?" cerita tiya filia tentang apa yang dia rasakan pada Roy dan Prayoga pada kedua orang tuanya, walaupun ibunya hanya bisa tersenyum.
"ayah juga nggak tau itu cinta atau apa.. pokoknya.. yang ayah ingin dan yang ayah mau.. kamu itu harus bahagia.. harus bahagia.." kata adam dan dia memeluk istri dan putrinya itu. mereka tertawa bahagia, tapi kemudian dalam rasa bahagia itu tiya filia teringat dengan saudara kembar.
"ayah.. bagaimana pendapat ayah.. jika tiba-tiba thio bisa di temukan?" kata tiya filia penuh hati-hati, dia tau yang di alami kedua orang tuanya ketika saudara kembarnya itu hilang. ayahnya dulu sakit hampir seperti orang gila, saking sedih dan merasa bersalah, dia jadi menyiksa dirinya dan menangis sampai lepas kendali, dan disaat keluar kamar ayahnya seperti orang bodoh dan linglung, dan itu berlangsung setahun lebih, ibunya yang kelelahan mengurus ayahnya, mengurus tiya filia, dan mencari nafkah akhirnya mengalami keguguran. ibu yang tak menyadari kalau dia hamil mengalami pendarahan dan hampir meninggal, tapi setelah sembuhpun dia tetap mengurus ayah, tiya filia dan mencari nafkah sampai akhirnya tiya filia juga tak mengerti ibunya akhirnya sakit seperti sekarang, dia mengalami kelumpuhan, menurut dokter saraf-sarafnya bermasalah. dan setelah diterapi ibunya bisa sembuh beberapa jam, tapi sembuh hanya beberapa jam dia akan kembali sakit bahkan lebih parah selama berbulan-bulan, beruntung pada masa itu tiya filia tinggal dengan kakek dan neneknya yang walau dalam masa tua tetap sabar mengurus anak dan menantunya, sampai akhirnya ayahnya sadar dan bisa sembuh kembali.
Sementara itu di tempat lain.
"Bagaimana dengan hasil penyelidikan kalian? apakah ada hasil? bagaimana dengan ivan?" tanya Juldi Novilus pada Marko dan komdan Angky.
"Bisa di bilang berhasil kek, ternyata orang dalam yang menjebak prayoga adalah ivan." kata Marko penuh semangat.
__ADS_1
"kalau itu kakek bisa tau. ada yang lain?"
"jadi selama ini ivan telah mendekati thio untuk mau bekerjasama dengannya. dia menggunakan kesempatan kedekatannya dan kepercayaan prayoga padanya" kata marko lagi.
"kalau itu kakek juga tau. apa ada cerita lain yang lebih seru?" tanya juldi Novilus memotong cerita Marko. komdan angky yang duduk di samping marko jadi tersenyum.
"ehm.. mungkin ini yang seru buat kakek bos. jadi mayat yang di temukan yang diduga adalah mayat thio, itu ternyata bukan mayat thio tapi mayat saudara thio." kata komdan angky dan semua yang berada disitu kaget dengan pernyataannya itu.
"iya ternyata kita kecolongan untuk itu. jadi selama ini ternyata identitas yang digunakan thio adalah identitas saudaranya. thio tidak tercatat sebagai warga negara." lanjut komdan angky
"ah iya aku ingat di kartu keluarga itu hanya tercatat satu orang anak, dan itu ternyata laki-laki yang sering bersama thio, pantas saja thio agak kurang suka kalau saudaranya itu bergaul dengan kita." kata marko berpikir.
__ADS_1
"iya benar, jadi selama ini thio hidup dengan identitas saudaranya, dan sepertinya saat pembuatan KTP saudaranya itu yang datang saat perekaman KTP. jadi thio hanya meminjam identitas orang itu untuk hidup. Kelemahan thio itu sepertinya telah di ketahui oleh ivan. dan ivan menggunakan hal itu untuk mengancam atau mungkin membujuk thio agar mau bekerja sama dengannya menjebak prayoga. dari pengakuan ivan, thio sendiri yang mengusulkan dia melakukan itu. tapi kebenaran itu akan lengkap kalau kita telah menemukan thio" jelas komdan angky panjang lebar.
"harusnya ivan tau keberadaan thio?" tanya Juldi novilus.
"iya ivan memang memberikan identitas baru buat thio, tapi dia tak tahu thio kemana? atau mungkin saja dia memang merahasiakan itu agar kita tak punya saksi.. tapi dia terlalu bodoh" kata komdan angky dan dia tersenyum yakin.
"cari thio kemanapun.. dan selesaikan kasus ini secepatnya, aku ingin tenang menantikan buyutku lahir" kata Juldi novilus tenang dan menutup pertemuan mereka.
"apa kakek sudah yakin dengan pernikahan prayoga dengan nona tiya?" tanya marko masih penasaran.
"yakin. tiya gadis yang pinter. dia tahu kelebihan prayoga dan dia yang akan membuat prayoga menggunakan kelebihannya lebih besar lagi. kakek yakin itu" kata Juldi Novilus puas dan bahagia.
__ADS_1