KU INGIN TAHU CERITA ITU

KU INGIN TAHU CERITA ITU
CERITA 34


__ADS_3

"tiya.. paman.. pulanglah.. urusan disini.. biar saya dan kak Marko yang akan mengurusnya" Kata Prayoga, dia tadi berjalan tergesa-gesa ke arah tiya filia dan ayahnya dan menghentikan cerita tiya filia pada ayahnya.


"bukankah aku adalah saksi dalam kejadian ini?" tanya tiya filia.


"pulanglah.. mandi dan istirahat, kalau kita memerlukan tiya nanti ditelpon.. tapi sekarang pulanglah.." kata Prayoga kalem, dia ingin bicara merengek tapi disitu ada adam membuatnya canggung.


"iya nak lebih baik kita pulang, lagi pula ini tengah malam, ibumu pasta khawatir dirumah." kata adam tersenyum meyakinkan tiya filia.


"prayoga yakinkan tiya filia boleh pulang?" kata adam pada Prayoga ingin memastikan.


"iya paman.. terima kasih ya sudah membantu kami.." kata prayoga menundukkan kepala untuk berterima kasih.


"sama-sama prayoga.. aku juga berterima kasih karena sudah menjaga putriku" kata adam dan tak lama kemudian dia bersama tiya filia pulang ke rumah mereka. sepanjang jalan ayah dan anak itu hanya diam saja, masing -masing dengan pikirannya sampai akhirnya mereka tiba di rumah mereka.


"ayah.. aku masih ingin menceritakan sesuatu pada ayah.." kata tiya filia ketika ayahnya hendak masuk ke kamar.


"besok saja.." kata adam dan tetap berjalan hendak masuk ke kamar.


"ayah.. ini penting" kata tiya filia lagi dan membuat adam terhenti.


"kenapa kamu belum bisa tidur?" kata adam dan berbalik menatap lembut anaknya. pertanyaan adam hanya di jawab anggukan kepala oleh anaknya.

__ADS_1


"kamu mandi dulu sana.. ayah mau menemui ibumu. nanti setelah itu kita bicara di teras" kata adam dan kembali berjalan menuju ke kamarnya menemui istrinya.


"apa yang ingin kau cerita?" tanya adam ketika dia telah duduk bersama putrinya di teras rumah mereka sesuai janjinya.


"tapi ayah jangan sakit lagi ya.." kata tiya filia pelan. dia menatap ayahnya penuh sayang. menyadari tatapan putrinya adam dengan lembut mengusap kepala putrinya.


"kenapa? kau ingin membahas saudaramu?" tanya adam, dia teringat kejadian dulu, waktu itu karena istrinya sedang sibuk mengurus kecelakaan ayah dan kakaknya, dia jadi membawa anak kembarnya kekantor, dua anak itu bermain disekitar kantornya. Satu kali anak laki-lakinya membuat kenakalan dan langsung dimarahinya habis-habisan. kesibukan dan jiwa muda membuat adam cepat marah dan tak bisa menguasai emosinya. Dan sore harinya anak laki-lakinya itu hilang dan tak bisa ditemukan lagi. Kesedihannya dan rasa bersalahnya membuat dia sakit.


"ayah.. waktu itu thio sepertinya di culik oleh musuh ayah..ayong. Jadi itu bukan kesalahan ayah.." Kata tiya filia karena dia melihat kilatan kesedihan di mata ayahnya.


"filia.. ayah selalu mengatakan agar jangan menuduh sebelum punya bukti." kata adam tenang.


"soalnya thio masih hidup ayah, aku telah bertemu dengan orang yang melihat thio saat dia remaja dan sampai beberapa bulan yang lalu, tapi thio sekarang hilang ingatan ayah" kata tiya filia, adam menatap putrinya sesaat tapi kemudian dia tersenyum kecut.


"ayaaah.. " kata tiya filia dan dia memeluk ayahnya. ayah dan anak itu menangis bersama tanpa suara.


CERITA 35


**Sementara di itu di tempat lain.


"kak bagaimana kak marko bisa tau kalau aku disini? kakak mengikuti ku ya?" tanya prayoga pelan pada marko ketika mereka sedang menunggu dikantor polisi.

__ADS_1


"hei.. bukannya seharusnya kau berterima kasih padaku?..kenapa malah menuduhku" protes marko sambil berbisik juga.


"iya aku sangat berterima kasih pada kak marko.. tapi maksudnya benar kak marko mengikuti ku?!" prayoga menatap marko serius.


"nggaklah.. buat apa aku mengikuti mu. aku hanya mengikuti salah satu pengawalmu" marko berniat bercanda tapi langsung mendapat tatapan kurang senang dari Prayoga.


"eh sorry.. maaf..aku hanya bercanda Prayoga.. benar aku nggak mengikuti mu, atau mengikuti pengawalmu ataupun tiya filia. aku tau kalian dimana dari ayahnya tiya filia. sewaktu kau mengirim pesan padaku kalau kau curiga dengan ivan, aku langsung mencari tahu dimana kalian. dan syukur aku tidak terlambat kan" kata marko serius.


"sebenarnya aku sudah mencurigai ivan dan kami sedang berusaha menyelidikinya." kata marko lagi.


"saat dikapal dia sempat mengakui kalau dia membenciku kak, dia juga marah pada tiya filia"


"iya, anak itu sepertinya jago membuat rencana jahat, tapi sayang dia ceroboh dengan mengancam tiya filia, karna dia mengancam tiya filia semua kejahatannya hampir terungkap."


"kak.. apa maksudnya? jadi yang melakukan semua ini ivan?" prayoga kaget mendengar apa yang dikatakan marko.


"iya.. teman dekatmu itu, ternyata musuh dalam selimut" kata marko


"oh sialan.. dasar manusia brengsek.." Prayoga langsung berdiri dan hendak ke tempat ivan yang sedang di interogasi.


"sabar.. kamu duduk disini saja. menyelidiki itu adalah tugas komdan angky. itu juga masih sedang di selidiki. dan ada berita bagus untukmu.. sepertinya thio masih hidup." kata marko dan prayoga semakin terkejut.

__ADS_1


"kak kau yakin? tapi bagaimana dengan identifikasi mayat yang dilakukan polisi mereka nggak mungkin salah kak?!" kata prayoga penuh semangat.


"makanya ku bilang kamu sabar, hal itu sedang diselidiki." kata marko sambil menepuk pundak prayoga**.


__ADS_2