
'' hah.. '' kaget raina
'' ayo ku antar pulang..'' ulang Arga lagi
'' aku..'' ujar Raina menoleh ke kiri dan kenanan tidak menemukan siapa pun hanya diri nya dan Arga saja
'' tentu saja kau Raina, siapa lagi..'' kekeh Arga melihat Raina malah celingukan ke kanan dan kiri
'' tidak apa kau akan mengantar ku pulang ..kita tidak searah Arga..'' saut Raina
'' dari pada kau berdiam diri di sana seorang diri, lebih baik ku antar pulang, aku tau hari ini semua anak angkatan ekonomis tidak masuk.. Terutama adik kembar tiga mu kan..'' Raina mengangguk kan kepala nya pertanda mengiyakan perkataan Arga
'' maka dari itu, kau naik lah, aku akan mengantar mu..'' ujar Arga lagi
'' tidak usah, aku naik taksi saja atau naik ojek.. Kau tau sendiri kan bagai mana Abang ku..'' tolak Raina cepat
'' itu urusan nanti saja Raina, yang penting kau naik saja dulu..'' senyum Arga tak pernah pudar di kala berhadapan dengan Raina
'' aku tidak mau Arga, kau tau sendiri bagai mana Abang ku seberapa pun kau menipu nya pasti ia akan tau.'' Raina yang tak mau berurusan dengan Rayhan
'' jadi kau tetap di situ saja sampai jemputan datang..'' tanya Arga
'' ya.. Tidak juga sih.. Mungkin lima belas menit lagi, jika Abang ku tidak datang dengan terpaksa aku naik ojek atau taksi di simpang sana..'' ujar Raina sambil cengengesan
'' biar ku temani saja.. Mau kan..sampai Rayhan benar-benar datang..'' Arga turun dari motor nya dan menghampiri Raina
'' kalau kau tidak keberatan..'' sat Raina yang tak bisa menolak lagi
Arga benar-benar duduk di sebelah Raina, dengan canggung Raina kembali menatap ponsel nya dan sesekali mencoba menghubungi Rayhan
'' kau cantik Raina..'' puji Arga tiba-tiba
Seketika Raina menoleh ke arah samping di mana Arga berada
'' apa yang kau ucap kan .'' tanya Raina yang kurang jelas mendengar apa yang di ucap kan Arga
Karena Arga seperti berbmgumam saja menurut Raina
'' kau cantik, apa aku tidak boleh dekat dengan mu.. Atau lebih dari itu..'' celetuk Arga
Membuat Raina menatap Arga dengan tatapan malas
'' aku hanya menganggap mu teman Arga, tidak lebih dari itu..'' saut Raina jengah
__ADS_1
'' tapi aku menyukaimu Raina, kau cantik pintar dan imut menurut ku..'' kekeh Arga
'' kau terlalu berlebihan dalam memuji ku, aku tak pantas mendapat kan nya, lebih baik kau lontar kan kata-kata itu kepada Lisa saja..'' saut Raina
seperti mendapat penolakan besar, Arga menghela nafas panjang dan tertunduk lesu
'' kau gadis yang tak bisa di dapat kan dengan mudah, aku suka itu..'' ujar Arga
'' kau tidak mengerti kata penolakan ya..'' Raina menatap Arga nanar
'' sayang nya, kalau dengan mu.. Tidak.'' ujar Arga kembali membuat Raina mengerang kekesalan
'' aahh... sudah lah.. Ber icara dengan mu hanya membuat ku kesal saja..'' sungut Raina memilih untuk diam
Namun berbeda dengan arga kembali menatap ke arah Raina, baru saja ia ingin mengucap kan sesuatu, ponsel Arga berdering dengan cepat ia mengangkat nya
'' Raina aku tidak bisa menemani mu lagi, aku harus cepat pulang..'' dengan terburu-buru Arga meninggal kan Raina seorang diri
'' tidak masalah Arga pulang lah cepat..'' ucap Raina terkesan santai
tak memperduli kan Raina, ia mulai melajukan motor nya meninggal kan Raina dengan terburu-buru
'' dasar lelaki menyebal kan, sudah tau di tolak berulang kali, masih saja tidak menyerah..'' dengus Raina sambil melihat motor Arga sudah menghilang di jalanan
'' hei.. Gadis tidak bertanggung jawab..'' suara tegas terdengar di kala Raina masih pokus dengan ponsel nya
'' hei.. Kau dengar tidak..'' Farrel mendekat ke arah Raina yang mendongak menatap nya
'' ada apa..'' tanya Raina sedikit ragu
'' kau harus bertanggung jawab dengan luka yang buat..'' tunjuk Farrel di salah satu sikut nya
'' hah.. Separah itu..'' Raina melongo bodoh menatap sikut Farrel yang di beri plaster
'' menurut mu..''
'' aku tidak sengaja, lagian luka mu tidak terlalu parah bukan..'' sinis Raina
'' tidak bisa begitu nona.. Kau sudah membuat anggota tubuh ku lecet, jadi kau harus bertanggung jawab..'' senyum sinis tersungging di wajah Farrel
'' baik lah.. Baik lah.. Aku akan mengganti kerugian mu itu, katakan berapa, biar ku transfer sekarang..'' ujar Raina
'' aku tidak membutuh kan uang mu, aku hanya ingin kau bertanggung jawab saja..'' saut Farrel bersedekap tangan nya di dada
__ADS_1
'' kau ingin aku bertanggung jawab seperti apa .'' tanya Raina mulai jengah
'' ayo ikut dengan ku..'' ajak nya menunjuk jok belakang dengan dagu
'' kau akan menculi ku..'' tanya Raina sedikit tak percaya pada Farrel
'' mungki. Juga tidak, tapi.. Mungkin juga ia..'' saut Farrel sedikit ragu
'' aku tidak mau ikut dengan mu..'' tolak Raina cepat
cepat-cepat Raina memberes kan ponsel nya dan memasuk kan nya ke dalam tas nya setelah itu ia bergegas hendak pergi
namun belum sempat Raina beranjak pergi, Farrel sudah memegang pergelangan tangan nya
Membuat Raina tersentak kaget dan menoleh ke arah belakang mendapati wajah Farrel sedang menatap nya tajam
'' lepas kan aku, aku tidak mau ikut dengan mu Farrel..'' tolak Raina kbali sambil menepis tangan Farrel
Namun sayang sekali, genggaman Farrel begitu kuat, sehiga berapa pun usaha Raina melepas kan diri namuntetap saja itu tidak berhasil sama sekali
''. Tidak semudah itu nona, kau berani berbuat, harus berani bertanggung jawab..'' Farrel menyeret Raina agar naik ke jok motor nya
'' sudah ku bilang.. aku tidak mau ikut dengan mu, lepas kan aku farel..'' Raina masih meronta-ronta tapi tidak di hirau kan oleh farel
farel menaikan Raina ke motor nya secara paksa, dan melajukan motor berlainan arah dari arah pulang
Raina hanya bisa menghela nafas panjang ketika orang yang baru di kenal nya memaksa Raina untuk ikut dengan nya
'' turun..'' suruh Farrel pada Raina
'' kau membawa ku kemana ini .'' sungut Raina
'' jangan banyak tanya nona, turun..'' ujar farel dengan suara tegas
bukan nya takut, Raina masih saja bertahan di tempat nya, ia tak mau menuruti kemauan Farrel yang menyuruh nya untuk turun dari motor
membuat Farrel menghela nafas sejenak ketika mendapati keras kepala Raina
'' baik lah nona.. Jika kau tidak mau turun... Harus dengan kekerasan kau baru mau turun..'' Farrel mendekat ke arah Raina,
Secepat kilat farel langsung mengangkat tubuh Raina agar turun dari atas motor nya
'' hei.. turun kan aku.. kau akan mati nanti di tangan Abang ku jika memperlakukan ku seperti ini..'' Raina jelas saja meronta-ronta
__ADS_1
...****************...