
'' iya nih.. Anak ti** sih.. Ya.. Begini deh nasib nya.. Tidak pernah dapet pujian walau secuil debu sekali pun..'' onti Aisyah menyahuti pula
'' kalian ini berbicara apa sih.. Semua nya dapat kasih sayang yang adil.. Sampai sekarang pun sama, cuma beda nya.. Kini mama dan papa jelas sayang nya ke cucu dong..'' saut kakek menaik turun kan ke dua alis nya melawan ke dua onti kembar raina
'' papa kan selalu begitu, berasa kayak anak tiri kita ini..'' sungut onti aisyah masih tidak terima
Perdebatan di antara keluarga yang tak pernah ada usai nya, mulai dari pilih kasih kurang kasih sayang, semua nya komplit jadi satu di keluarga Kiara dan kenan
padahal menurut Raina sama saja sih.. Semua kasih sayang kakek dan nenek Raina terbagi rata untuk cucu-cucu nya tak pernah pilih kasih sama sekali
'' eh.. Suara apa itu, seperti nya ada tamu.. Kita sibuk di sini.. Gak tau ada tamu di luar..'' ujar nenek berjalan ke arah depan
Raina hanya melirik sang nenek yang berjalan ke arah depan Sana, sesampai nya di depan terdengar suara bising seseorang
Mungkin tamu nenek sudah datang, tapi Raina jadi penasaran seperti apa suasana di depan sana
Apa kah aman terkendali di depan sana.. Atau sudah pada ramai... Raina berjalan ke arah depan di ikuti oleh Isabella
Seperti nya rumah sang nenek bakal ramai dalam beberapa hari ini, melihat semua anak cucu sang nenek berkumpul
Ketika Raina sampai di depan
Benar apa ada nya.. Tamu di sambut meriah oleh seluruh keluarga, padahal yang datang hanya empat orang, tapi meriah nya luar biasa sekali
Raina saja sampai bingung harus bergeser kemana untuk dapat bagian bersalam kepada tamu
Belum sempat bersalaman ada seseorang yang menarik ujung baju Raina, terpaksa Raina melirik ke arah bawa dan mendapati Isabella di sana
'' kak.. ayo ke dapur saja Kita kecepit disini.'' Isabella menarik ujung baju Raina dari bawah
Tatapan Raina langsung tertuju ke arah nya yang menarik kerah lengan baju raina otomatis Raina mengerut kan kening nya menatap Isabella sedikit heran
'' kenapa begitu.. Bukan nya kita harus menyambut tamu ya..'' ucap Raina pada Isabela
'' ya.. Memang, tapi kan Lihat lah, kita tidak kebagian tempat, semua nya sudah berkumpul di situ..'' ujar nya pula..
Raina menatap ke arah depan sana, dan memang benar apa ada nya seperti yang di ucap kan Isabella kepada raina
__ADS_1
Sangat ramai.. Bayang kan saja, anak om goufor sampai menangis lepas karena dikerubungi oleh orang banyak
Apa lagi melihat semua yang mengerubungi adalah uwa dan mama tertua nya di sana, apa lagi mama raina pun ikut andil bersama dengan bang Rayhan juga ikut serta
'' ayo lah.. Kita ke dapur..'' putus raina seketika tidak memungkin kan mereka untuk bisa bersalaman di saat ramai
'' ayo.. Kita makan saja..'' ujar nya
langsung saja Raina layang kan jitakan ringan ke arah kepala Isabella, kenapa di otak nya hanya ada makan saja
Membuat Raina sampai geleng kepala melihat tingkah laku Isabella
'' otak bodoh.. Isi kepala nya hanya makan saja ya..'' sengit Raina menatap Isabella
'' iiss.. Sakit tau..'' sungut nya
'' punya otak isi nya hanya makan saja sih .''
ia malah cekikikan membuat Raina melirik nya sinis sekali.. Membuat Raina bertambah kesal dua kali lipat pada nya
'' untung kau anak ayah.. Kalau bukan, sudah habis kau ku buang ke parit belakang rumah nenek yang ada di belakang..'' ujar raina panjang kali lebar pada nya
hingga suatu yang rasa kan Raina, rangkulan tangan seseorang di pundak nya, membuat raina sedikit mengerut kan kening
Raina mencoba melirik ke arah tangan yang merangkul nya, namun bukan tangan bang Rayhan atau ayah, tangan papa juga tidak sama sekali
Hingga suara bariton mengejut kan Raina, hampir saja Raina ingin menghempas kan tangan itu kalau saja goufor tidak bersuara
'' hei.. cantik nya nenek.. Gak Salim nih.. Sama om..'' ujar om goufor ketika Raina mendongak menatap wajah goufor anak paling muda di keluarga besar Al Fatih
wajah om goufor memang sangat tampan, bagai mana tidak, om goufor hampir mirip dengan opa Daren perpaduan dengan nenek Kiara
'' om.. Mana oleh-oleh Untuk ku..'' ucap Raina langsung berhambur memeluk goufor dari samping
'' iiss.. Kamu ya.. Gak jauh beda sama Isabella.. Yang ada di pikiran nya hanya makan dan makan.. Otak kosong..'' ujar om goufor menjitak kepala Raina pelan
sedang kan Isabella ia sudah manyun di tepat sambil bersedekap tangan karena kesal menatap ke arah om goufor.
__ADS_1
membuat Raina cekikikan seketika melihat wajah manyun Isabella terpampang jelas di depan Raina,
Ternyata bukan hanya Raina saja yang mengejek Isabella, namun sang om pun sama dengan nya
'' om.. Kan baru balik tuh.. Pasti nya bawa bingkisan dong untuk aku .'' ujar Raina menengadah kan tangan ke arah om goufor
percayalah walau pun usia nya kini sudah masuk tiga puluh lima tahun
namun wajah om goufor masih terlihat muda, ketimbang mama nya Raina yang sudah empat puluh tiga tahun
'' minta bingkisan pula.. tuh.. Adik nya lahir aja gak di jenguk ke sana, segala minta bingkisan lagi..'' ujar Oma goufor mengapit Raina ke dalam ketiak nya
'' iihh... Kak Raina bau ketek..'' cetus Isabella bergidik ngeri menatap Raina yang terkena kapit oleh goufor
'' om.. Lihat tuh, Aku nya jadi di ledekin kan sama bocah tengil ini..'' sungut Raina menunjuk ke arah wajah Isabella
'' enak aja bilang ketek om bau.. Belum coba sih..'' ujar om goufor melepas kan Raina dan hendak menangkap tubuh Isabella
Namun sayang, kecepatan berlari Isabella jangan di ragukan lagi.. Ia secepat kilat melari kan diri dari om goufor
'' heh . mau kemana kamu.. Sini.. kamu belum coba sudah bilang bau saja..'' ujar om goufor meninggal kan Raina sendiri di dapur dan mengejar Isabella
'' jangan om.. Aku gak mau.. ayah ..'' tangis pecah membahana terdengar sampai ke dapur, karena suara Isabella yang cempreng membuat siapa saja yang mendengar nya pasti tutup telinga karena tidak tahan
'' bundaaa...'' teriakan nya lagi memanggil ibu nya dengan suara lepas Isabella yang terdengar ke seluruh penjuru ruangan
Raina memilih melipir ke dapur dari pada ikut bergabung dengan mereka semua yang ada Riana streess karena ramai nya
...****************...
Jangan lupa tinggal kan jejak kalian ya..
Karena setiap jejak yang kalian tinggal kan sangat berharga bagi saya..
Ibarat nya seperti terbayar Kontan lelah nya menulis, dengan kalian meninggal kan jejak
Dengan
__ADS_1
Like komen hadiah favorit dan vot
Terimakasih......