Ku Titip Kan Doa Untuk Dia

Ku Titip Kan Doa Untuk Dia
bab 18


__ADS_3

 ketika Raina dan rayhan sudah sampai di rumah bersama dengan anak tiga kembar papa Kahfi


Kini Raina tengah bersantai ria di ruang tamu hanya menggunakan kaos tanpa lengan dan celana hanya sebatas lutut


Kalau di rumah, Raina memang sering menggunakan itu, berbeda dengan ia keluar rumah, Raina wajib menggunakan hijab dan baju lengan panjang begitu juga dengan celana nya


Jangan tanya kan Rayhan, Karena ia pergi membantu sang mama yang bekerja, kali ini memang Raina tak mau ikut dengan rayhan


raina memilih tinggal di rumah dengan alasan lelah dan mengantuk


Namun baru saja ingin merebah kan tubuh nya, suara gedoran pintu jelas terdengar di telinga raina


   '' kak Raina.. buka pintu nya ..'' lagi dan lagi suara gedoran itu semakin kencang serta di iringi panggilan seseorang dengan suara keras


Raina yang lagi asyik-asyiknya bersantai ria, kini dengan malas ia melangkah kan kaki nya ke arah pintu depan


'' mengganggu kesenangan saja..'' Raina mengumpat kesal atas pengganggu yang datang


 pintu di gedor kembali, kali ini gedoran nya semakin kencang membuat Raina terjingkat kaget dengan suara gedoran pintu


   '' ya.. Sebentar..'' saut Raina bergegas ke arah kamar memakai rok dan juga hijab


Sebelum Raina membuka pintu, tidak mungkin ia keluar dari rumah tidak memakai pakaian yang tidak sopan walau pun hanya keluarga dekat saja yang berkunjung


   '' ya.. Ada apa adik manis...'' ujar Raina ketika sudah membuka pintu rumah


    '' nenek suruh panggil kakak, jadi aku kemari deh, di suruh ke rumah nenek tuh.. Ada makan-makan besar.. Kalau gak cepat datang .. Nanti aku habis kan tau..'' ujar nya sambil terkikik kecil


   '' memang nya kamu kuat menghabis kan nya..'' tantang Raina dengan wajah malas,


   '' kuat.. kalau tidak habis.. Aku suruh mama bawa pulang lalu di hangat kan untuk makan besok.. Kan bisa..'' ujar nya lagi


'' itu sih.. Mau mama mu kan.. Bukan mau nya kamu..'' ketus Raina menatap anak dari ayah Ihsan nya


'' memang mau nya mama.. Tapi aku suka kok..'' ia tersenyum amat lebar


  '' gak enak tau, makan makanan yang sudah menginap..'' ejek Raina


  '' ayah bilang.. Gak papa tuh.. Makan sayur sama Nasih yang di panas kan..'' ujar nya masih mempertahan kan senyum di wajah kecil nya


   '' ye.. Mama kamu tuh.. Males banget kalau di suruh masak sih..'' ujar Raina kesal


   '' enggak ya.. Mama aku rajin kok..? Ujar nya membela sang mama


  '' rajin apa mama kamu..'' tanya Raina pula

__ADS_1


  '' rajin tidur..'' saut nya lalu berlari meninggal kan Raina yang masih berdiri di ambang pintu


membuat Raina melongo bodoh atas jawaban bocah kecil yang menghampiri nya dan kini sudah berlari meninggal kan nya


  '' bocah satu ini.. Memang tengil betul..'' kesal Raina ia pun mengancing pintu dan berjalan ke arah gerbang


Menyebrangi jalan agar bisa sampai di rumah sang nenek yang terletak di sebarang jalan di hadapan rumah mereka


'' assalamualaikum nek..'' namun tak ada jawaban dari dalam,


Ketika Raina mendorong pintu yang tidak di kancing memudah kan Raina untuk masuk ke dalam rumah minimalis sang nenek


 ketika Raina masuk ke dalam ternyata di dalam sudah ramai sekali orang-orang tengah berkumpul, semua nya tentu anak-anak nenek dan kakek raina


  cucu pun di sini ikut andil meramai kan suasana rumah nenek yang terlihat sederhana namun minimalis


Raina saja suka kalau berlama-lama di sini, namun sayang ketika sudah berkumpul semua, hanya kebisingan yang ada di sini


   '' cantik nya nenek sudah datang..'' nenek menyambut Raina dengan pelukan hangat


Padahal Raina dan nenek sering bertemu, tapi nenek selalu menyebut Raina dengan cantik nya, padahal cucu nenek yang perempuan bukan hanya Raina saja


  '' iya nek.. Ini ada acara apa sih..'' tanya Raina ketika melepas kan pelukan nya dari sang nenek


Raina hanya tersenyum saja mendengar kebahagiaan nenek, mungkin kalau sudah tua akan seperti ini jadi nya


Seorang ibu akan bahagia jika anak-anak dan cucu nya berkumpul seperti saat ini,


   '' oh ya.. Siapa nama sepupu baru aku nek..'' tanya raina agar tidak memudar kan rasa kebahagiaan sang nenek


   '' aduh.. Siapa ya.. Kenapa nenek bisa lupa..'' nenek seperti berpikir keras akan siapa nama cucu baru nya tersebut


   '' Meilani ma..'' saut kakek dari ambang pintu dapur


  '' oh.. Iya.. aduh.. Ini kebanyakan cucu sih.. Pa, Jadi pada lupa semua nama cucu nya..'' ujar nenek terkekeh geli


   '' masak udah gedek masih di peluk sama nenek sih..'' suara ketus seseorang berada di belakang ku dan nenek


Tentu nya Raina sangat hapal dengan suara ini, suara yang tadi membuat nya kesal sekesal kesal nya


   '' La.. memang nya kenapa... Dari pada kamu.. Gak di sayang sama nenek tuh..'' ledek Raina seketika membuat nya terdiam


'' lihat nih.. Aku bisa peluk nenek, kamu mana bisa kan..'' ujar raina yang masih meledek nya


Ia adalah anak ayah Ihsan yang sangat aktif sekali, usia nya memang masih sekitar tujuh tahunan suara nya cempreng kalau sedang menangis lepas

__ADS_1


Nama nya Isabella.. Namun sering membuat Raina kesal karena kecerewetan nya dan kepribadian nya yang asal ceplos


   '' aku punya mama..'' ujar nya membalas ejekan raina


  '' aku juga punya kakek nih..'' ujar Raina berpindah ke pelukan sang kakek


Kakek dan nenek Raina hanya tertawa kecil ketika Raina meledek Isabella


ini seperti hiburan tersendiri bagi mereka, apa lagi kakek dan nenek Raina, yang bahagia memiliki keluarga besar


  '' biarin, peluk aja kakek sepuas nya, besok juga sama aku lagi kalau kakak pergi kuliah..'' cetus nya manyun


Membuat Raina ingin menjawil bibir lancip nya itu, selalu membuat Raina gemas saja namun urung Raina lakukan mengingat Isabella adalah anak kecil


'' mama mu mana kak..'' tanya nenek menoleh ke arah Raina mengalih kan perdebatan antara Raina dan Isabella


'' mama mungkin masih kerja nek..'' saut raina cepat menoleh ke arah sang nenek yang tidak jauh dari raina


'' anak itu, selalu bekerja dan bekerja,, tidak ada hari libur nya. '' ujar nenek geleng kepala


'' anak papa sih.. mesti nya harus gitu dong.. Papa saja bersyukur dapat bidadari serajin itu dalam mengelola perusahaan papa..'' ujar kakek berbangga diri dengan kerja keras mama raina


'' yang lain berasa anak tiri bukan sih..'' celetuk onti Aisyiyah yang tak jauh dari Raina berdiri


...****************...


Hai.. Hai.. Hai...


Tolong kerja sama nya ya, dengan saya mengeluarkan bab baru


Para pembaca memberi saya


Like'komen gif


Biar ada Untuk penyemangat dalam menulis


mohon beri


Like'komen


Gif


vot dan hadiah juga ya


'' terima kasih....🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2