Ku Titip Kan Doa Untuk Dia

Ku Titip Kan Doa Untuk Dia
bab 28


__ADS_3

'' orang tua ku memaksa mempercepat pernikahan kita..'' saut Andika


'' kenapa begitu, tapi perjanjian awal kita kan setelah aku lulus kuliah loh, kenapa jadi terburu-buru begini, hanya tinggal menunggu dua bulan, dan bulan ketiga kita sudah bisa menikah..'' ujar Raina masih tak percaya apa yang di dengar nya barusan


'' ya.. Aku juga mau nya begitu, tapi papa dan mama menolak, kata nya sudah terlalu lama menunggu..'' saut Andika


Rayhan jelas saja mengerut kan kening nya bingung dengan alasan Andika saat ini, seperti ada yang janggal menurut Rayhan


Namun untuk saat ini Rayhan tidak bisa menyimpul kan apa alasan andika yang membuat pernikahan mereka di per cepat


Perdebatan gak terelak kan, di mana Raina menolak keras menikah cepat dengan Andika, namun Andika tetap kekeh sedari awal untuk memajukan pernikahan mereka


'' aku belum siap Dika.. Apa nanti aku mampu mengemban dua tugas sekaligus, sedang kan tugas satu saja aku terkadang keteter..'' ujar Raina menghela nafas panjang


'' bisa.. Pasti bisa, aku kan ada .'' dengan tersenyum Andika meyakin kan Raina


'' sudah lah Raina, toh cepat atau lambat kau akan menikah juga kan..'' ujar Rayhan menengahi perdebatan antara ke dua nya


Tentu saja Raina langsung manyun, ini tidak seperti harapan nya di awal, ia masih memikir kan suatu hari Farrel akan datang menggantikan peran Andika


Namun itu hanya lah khayalan yang tak akan pernah terjadi, mungkin selama ini Raina lah yang bersalah, terlalu berharap pada manusia


Sedang kan dalam Agama islam tidak boleh berharap pada manusia, itu akan membuat kita kecewa


'' cepat lah kalian bergegas, jangan sampai siang kalian pergi nya, mau jam berapa lagi nanti pulang nya..'' ujar Rayhan menyuruh ke dua nya untuk bersiap-siap


'' aku tak mau ikut.. Kau pasti paham bagai mana ukuran ku..'' tolak Raina, ia tak mau ikut dengan Andika


'' tidak bisa begitu Yang, kau juga berhak untuk memilih apa yang kau suka..'' ucap Andika tak mau Raina tinggal


Sedang kan Raina sudah lesu seperti tak bertenaga, ia sebenar nya malas sekali ikut dengan Andika


'' iya.. ayo..'' dengan malas-malasan Raina menjawab


Ia pun bangkit dan berjalan lebih dulu ke teras rumah meninggal kan Andika


***


Semua nya terlalu singkat di mana fitting baju telah usai dan perlengkapan semua nya telah ada,


Tiga hari sudah, di mana rumah Raina kini sudah di penuhi mua, dekorasi yang menghiasi setiap sudut halaman rumah sampai ke dalam rumah

__ADS_1


untung saja memang mereka kini tinggal menunggu wisuda saja, jadi banyak waktu luang untuk mengadakan resepsi pernikahan


jangan tanya kan kini Raina, ia duduk melamun seorang diri di depan jendela kamar yang menghadap ke arah halaman samping,


Ia menatap orang yang hilir mudik berjalan ke sana kemari yang tengah sibuk mengurusi hiasan rumah mama Raina


'' dek.. Buka pintu nya ..'' Rayhan membuyar kan lamunan Raina


'' ya.. Sebentar..'' saut Raina menoleh ke arah pintu kamar yang di gedor dari luar


Dengan langkah gontai melangkah kan kaki nya menuju pintu, ia sungguh malas sebenar nya berbicara dengan siapa pun


'' dek.. Cepat lah buka pintu nya,..'' dengan tidak sabar nya Rayhan menggedor kembali pintu kamar Raina


Mendengus sebal, Raina membukakan pintu kamar nya lebar-lebar agar memudah kan Rayhan untuk masuk ke dalam


'' ada apa bang .'' tanya Raina dengan lesu dan malas malasan


'' heran saja dengan mu, sudah tiga hari ini kau selalu mengurung diri mu di kamar, apa yang membuat mu tidak suka raina...'' tanya Rayhan menelisik raina


'' aku belum siap menikah bang..'' seketika Raina menunduk sedih


'' lalu bagai mana, apa mungkin kita batal kan rencana mama dan keluarga Andika ini.. yang akan membuat mama kita malu..''' ujar Rayhan mengelus pundak Raina lembut



Rayhan seketika menghela nafas berat ketika melihat raut wajah sedih Raina, sebenar nya Rayhan pun tak tega melihat Raina seperti ini


Namun Rayhan pun tak bisa membantah apa yang sudah di di tetap kan oleh sang mama, itu sama saja bagai kan mengukir di atas batu


'' jalani saja dengan ikhlas dek, mungkin suatu hari kau akan mendapat kan hikmah nya..'' ujar Rayhan menenang kan Raina


Rayhan tak lupa memeluk erat Raina sebagai penenang agar Raina tidak merasakan kesedihan nya seorang diri


'' semoga saja bang..'' saut Raina lesu


sampai sore hari rumah Raina tetap ramai nya minta Ampun, mengingat besok adalah hari H antara Raina dan Andika


malam hari nya di adakan pengajian seperti keluarga lain nya jika mengadakan resepsi


Namun Raina tetap tidak bersemangat sekali untuk menikah saat ini, menurut Raina semua nya terlalu cepat sekali

__ADS_1


'' yang senyum sedikit kak..'' bisik jelita tepat di telinga RAINA


'' sudah jelita..'' saut singkat Raina


'' kakak seperti tidak bersemangat begitu..'' ujar jelita menatap ke arah Raina


'' kakak hanya mengantuk saja jelita..'' ucap lesu raina


Saat ini hati Raina tidak menentu, ia masih tidak percaya status nya besok akan berubah menjadi istri orang lain


selesai bersalaman dengan semua tamu yang hadir, Raina kini menatap lurus ke depan menerawang jauh, bagai mana nanti ia menjalani kehidupan nya dengan Andika


'' jangan melamun yang mau jadi manten besok..'' Arya datang membawa kan Raina minuman gelas yang tersedia untuk tamu


Sedikit menoleh ke arah Arya yang terlihat cekikikan menertawa kan Raina


Namun Raina abai akan Arya yang menertawa kan nya, ia hanya diam saja dan. Meraih minum gelas yang di sodor kan Arya kepada Raina


'' kak.. Sini, pasang Henna nya..'' ajak jelita di kala Arya sudah pergi


'' tanpa menjawab, Raina bangkit dari duduk nya dan menghampiri jelita yang jauh di samping nya


'' mau pasang Henna di mana..'' tanya jelita melihat ruangan penuh dengan tamu


Hendak ke dapur saja susah melangkah kan kaki karena Semua tamu masih berkumpul dan menikmati makanan mereka,


'' Di kamar aja..'' pinta Raina


'' baik lah, ayo..'' saut jelita dengan senyuman


Mereka berdua pun melangkah kaki nya menuju ke kamar Raina yang tidak jauh dari tempat duduk mereka semula


'' seneng nya yang mau menikah itu..''. Eletuk para sepupu Raina yang lain nya, ketika mereka melintas


Seketika Raina menatap ke arah orang yang berucap tadi sambil tersenyum kecut


Raina Tak menanggapi celetukan itu, ia dan jelita tetap berjalan ke arah kamar Raina yang tak jauh dari mereka


'' kenapa kakak diam saja, muka kakak terlihat sangat kesal sekali..'' ujar jelita menelisik wajah masam raina sejak tadi


'' gak apa, wajah kakak biasa saja kok, memang seperti ini setiap hari..'' saut Raina apa ada nya

__ADS_1


...****************...


__ADS_2