
'' ayo masuk kak..'' suruh Arya pada Raina
Mereka memang sudah di beri pasilitas mobil sendiri satu mobil tiga orang, karena Rayhan terkadang sibuk membantu mama bekerja,
Itu semua pun atas permintaan Rayhan kepada sang papa tiga kembar agar memberikan kendaraan kepada mereka bertiga
Sedang kan supir pribadi mengantar jemput para adik-adik mereka dan sepupu yang lain
sesampai nya di rumah, hanya ada sepi senyap tak ada teman berbicara kecuali televisi dan ponsel
Mama sedang bekerja, sedang kan teman sehari -hari Raina adalah Rayhan, namun kini rayhan tidak di rumah
terpaksa Raina harus sendiri di rumah megah, di temani oleh kesepian dan televisi yang menyala
'' mau ngapain coba, di rumah bosan, mau menyusul mama mau naik apa coba, motor gak ada..'' Raina menghempas kan tubuh nya di sofa ruang tamu
Berharap ada teman yang akan mengajak Raina berbicara Saat ini
'' eh.. Iya..ponsel ku mana..'' ujar Raina celingukan sambil merogoh kantong
Namun tidak menemukan nya di sana, dan baru beberapa saat Raina baru teringat dengan ponsel nya itu
'' aiiss.. bisa-bisa nya aku melupakan benda pipih itu..'' gumam Raina sembari mencari ke sana kemari
Namun Raina tak kunjung mendapat kan nya, mengingat terakhir kali raina memakai nya ketika memasuk kan kontak ponsel Farrel
Secepat kilat Raina berlari ke kamar dan mencari benda pipih yang sempat Raina lupakan dalam beberapa hari ini
Mencari setiap sudut kamar, namun tidak menemukan nya, dan mengingat sesuatu,yang terlupakan oleh nya
detik berikut nya, tepian baru teringat akan dompet Dan yang lain nya masuk ke dalam tas sandang
dengan cepat Raina membongkar tas sandang nya, dan..aahh... hati Raina merasa Lega sekali karena nya
Raina mencoba menghidup kan nya, namun sayang sekali, ponsel itu sudah kehabisan arus nya, sudah tak mau hidup kembali
Raina meletak kan ponsel nya di atas naskah dan mencari charger untuk mengisi arus nya
Begini lah, jika kita mempunyai ponsel tapi tidak menarik di mata, selalu saja terlupakan dan terabai kan begitu saja
__ADS_1
'' Raina... Raina... Kau sudah pulang nak..'' suara mama memanggil Raina dari arah ruang tamu
Cepat-cepat Raina menyahuti dan berlari ke luar kamar ini, Raina tidak pernah mau mengabai kan sang mama
'' ya.. Mama.. Raina di sini..'' saut Raina cepat sambil berlari ke arah sang mama
'' Raina... Abang sedari tadi nelpon kamu, tapi kamu gak aktif kata nya..'' adu mama ketika Raina hendak mendekat
'' Abang.. Mana Abang ma..'' Raina kegirangan ketika mendengar kata Abang
'' Abang mu sedang bekerja, kau melupakan ponsel mu kah....'' tanya sang mama
'' iya ma.. Aku melupakan nya, sampai kehabisan daya..'' saut Raina lesu
'' kebiasaan yang buruk sekali..'' sang mama geleng kepala melihat putri nya yang tidak tertarik sama sekali dengan ponsel
'' entah lah ma.. Bagi ku ponsel tidak terlalu penting sekali..'' ujar Raina sedikit malas
'' mama malas masak Raina, kamu pesan makanan saja dari online..'' ujar sang mama menyerah kan ponsel milik nya ke tangan Raina
Dengan cepat kilat, Raina meraih nya, ia akan memesan makanan apa yang raina mau dari ponsel sang mama
'' pesan dari onti saja, biar para pekerja yang mengantar nya..'' suruh sang mama sebelum berlalu ke kamar nya
'' kamu semangat gitu, mama jadi curiga deh sama kamu..'' ujar sang mama menatap Raina dengan heran
'' apa sih.. Ma, anak sendiri aja di curigai terus..'' sungut Raina
'' sudah lah, mama mau mandi, kalau pesanan kami sudah datang, tolong panggil kan mama di kamar ya..'' pinta sang mama lagi
Raina hanya mengangguk mantap, dan ia kembali di sibuk kan dan berselancar di ponsel sang mama
Selesai memesan makanan, kembali lagi Raina membuka situs online yang berwarna Oren dan ungu,
Raina sibuk dengan dunia nya sampai tidak menyadari kehadiran Rayhan yang sudah berdiri di samping Raina
'' hayo.. Ketahuan kan, kamu lagi mau beli apa pakai ponsel mama..'' tiba-tiba saja Raina terjingkat kaget mendengar suara Rayhan
Jangan tanya kan ponsel yang awal nya di genggam oleh Raina kini telah melayang sudah dan terhempas ke lantai
__ADS_1
'' abaangggg....'' teriakan Raina menggema di seluruh ruangan tamu
Rayhan yang mendengar nya saja ikut terkejut dengan suara teriakan Raina
'' jangan berteriak Raina, sakit jadi nya terlinga Abang ini..'' ujar Rayhan sambil menggosok ke dua telinga nya
'' Abang tanggung jawab, lihat ponsel mama sudah jatuh ke lantai..'' Raina menatap nanar ponsel sang mama
'' eh.. Ponsel mama kah..'' ujar Rayhan melongok ke arah ponsel sang mama yang terjatuh
'' iya.. Lihat lah itu, mama akan marah nanti kepada Raina jika ponsel mama rusak..'' sungut Raina
Dengan cepat rayhan mengambil ponsel sang mama dan memeriksa nya, apa kah ada yang rusak atau lebih dari itu
'' aku pikir kau menggunakan ponsel mu sendiri..'' ujar rayhan memungut ponsel sang mama dan mengecek nya
'' aku bakal aduin sama mama aja, biar Abang di marahin..'' ujar Raina lagi
farrel hanya melirik sekilas ke arah Raina dan kembali mengambil ponsel sang mama seperti niat awal nya
Ketika Rayhan melihat ponsel sang mama dan beberapa kali membolak balik kan nya, namun detik berikut nya Rayhan bernafas lega ketika ponsel sang mama tidak ada yang rusak sedikit pun
'' Alhamdulillah.. Gak ada yang rusak sedikit pun..'' ujar Rayhan bernapas lega
dengan cepat Raina merebut ponsel sang mama dari tangan rayhan untuk melihat dan memastikan apa kah benar perkataan sang Abang pada nya
Namun ketika rainaelihat nya, ia pun sama seperti Rayhan bernafas lega sekali, melihat ponsel sang mama tidak rusak sama sekali
'' untung aja gak rusak, kalau sampai ponsel mama rusak, aku gak mau di omelin sama mama..'' dengus sebal Raina jelas terlihat dari raut wajah nya bahwa Raina sedang marah pada Rayhan
'' aku juga gak mau ya,, tapi aku tuh suka heran deh sama mama, padahal yang buat ulah itu sering nya sih Kamu terus, kenapa aku harus tanggung jawab ya .'' ujar Rayhan sambil mengetuk kan jari nya di atas dagu
'' itu mah.. Derita Abang sih..'' Raina memilih berlari ke kamar nya dari pada menghadapi Rayhan yang akan mengamuk pada nya
'' hei.. Mau kemana kamu..'' Rayhan mencoba mengejar Raina yang berlari ke arah kamar nya
'' mau ke toilet..'' saut Raina cepat
seketika Rayhan menghentikan kejaran nya pada raina, mana mungkin ia mengejar Raina sampai ke dalam toilet itu sangat tidak sopan menurut Rayhan
__ADS_1
Rayhan akhir nya membelok kan langkah kaki nya ke kamar nya sendiri, ia ingin mandi dan berganti baju, setelah itu baru ia akan mencari makanan di dapur nanti
...****************...