Ku Titip Kan Doa Untuk Dia

Ku Titip Kan Doa Untuk Dia
bab 14


__ADS_3

Farrel menatap nanar kepergian Raina dan yang lain nya entah kenapa sejak pertama kali bertemu Raina ada sesuatu yang aneh pada hati Farrel


    melihat kepergian Raina dengan cepat pula Farrel bangkit dari duduk nya menyusul sekolompok yang ada di depan nya tadi


   walau pun Farrel tidak mendekat, namun Farrel hanya mengintai dari jarak duduk tiga bangku dari rombongan Raina


   '' makan pedas bang..'' pinta Raina


  '' gak boleh Raina, kau masih ada asam lambung nanti Kumar bagai mana..'' tolak Rayhan


  '' iya.. Ini kakak.. Nanti kalau kakak sakit, mama sangat menghawatir kan kakak loh..'' saut Arya pula


   '' gak akan ya.. Kak.. Kan bisa minum obat juga..'' bela Aksa, sambil cekikikan


Rayhan yang mendengar penuturan Aksa mendengus sebal dan menatap Aksa tajam


'' hei... kau sadar tidak, tengah di intai sesuatu..'' bisik lirih attaya


  '' ah.. Masak.. Siapa .'' Aksa celingukan ke kanan ke kiri


  '' bang Rayhan dodol..'' Arya menepuk topi yang di gunakan Aksa hingga menutupi wajah Aksa


   '' hei.. Hilang muka ku ini bang..'' protes Aksa pada Arya


  '' lebih dari situ akan ku buat, jika kau terus menghasut Raina..'' tegas Rayhan


   '' sayang nya aku tidak takut bang..'' senyum mengejek Aksa tampil kan pada Rayhan


'' dasar adik laknut kalian..'' ujar Rayhan mendekat ke arah Aksa


Melihat itu Aksa berlari menjauh dari Rayhan sambil cekikikan, takut Rayhan akan murka pada nya


  '' mau kemana sih bang, aku mau makan..'' cegah Raina jengah ketika melihat Rayhan malah ingin mengejar Aksa


  '' awas saja anak itu..'' gumam Rayhan


Ia pun dengan cepat berjalan memesan makanan untuk Raina dan juga diri nya bersama dengan Arya dan attaya


   sedang kan Aksa berlari tak tentu arah, hingga ia berada di dekat farel, ia pun menjatuh kan bobot tubuh nya di depan Farrel


  '' boleh duduk sini kan bro..'' tanya Aksa pada Farrel


Tak menjawab, Farrel hanya menganggukan kepala nya kembali dan menatap aktivitas Raina kembali


   '' eh.. bro.. Lu mahasiswa baru ya..'' tanya Aksa yang baru melihat farel berada di kampus yang sama dengan mereka


   '' iya, gua murid pindahan dari kota D..'' saut Farrel

__ADS_1


   '' wow.. Jauh, kenapa kau bisa pindah kemari . Apa kau membuat onar di sana, atau orang tua mu di pindah kerjakan .'' tanya Aksa pula


   '' ya.. Semua keluarga ku pindah ke kota A karena di pindah kerja kan .'' saut Farrel namun pokus nya masih kepada Raina


   '' nama gua aksa, nama Lo siapa..'' tanya Aksa


   '' nama gua Farrel..'' saut Farrel singkat


  '' Lo bukan nya satu lokal dengan kak Raina ya..'' tanya Aksa kerena ia tadi sempat melihat pemuda ini ada di belakang Raina


  '' siapa Raina, aku tidak mengenal nya..'' ujar farel pula


  '' eh.. Iya kau kan mahasiswa baru.. Kau lihat yang di sana..'' tunjuk Aksa ke arah kumpulan Raina


  '' ya.. Wanita yang banyak di rubungi oleh beberapa pria itu, termasuk kau..'' ucap Farrel datar


   '' hemm.. Itu lah yang nama nya Raina..'' jawab aksa lirih


Seketika Farrel menatap ke arah Aksa, ada hubungan apa mereka dengan gadis yang ia jumpai tanpa sengaja itu


  '' ada...


Belum sempat Farrel bertanya kembali, perkataan nya bergantung begitu Aksa membuka suara kembali


  '' maaf ya.. Bro . seperti nya mereka memanggil ku..'' ujar Aksa meninggal kan Farrel begitu saja


Tapi tak di sangka, satu pria lagi datang membuat farel mengerut kan kening nya kembali


'' siapa lagi pria ini..'' ujar farel lirih


Sedang kan di posisi Raina kini ia tengah merajuk karena pesanan nya tak di turuti oleh sang Abang


'' cuma sesekali aja pun, Abang begitu pelit sekali dengan ku..'' sungut Raina


   '' hanya sesekali raina, yang benar saja, semalam kau sudah memakan nya, sekarang kau meminta nya lagi, jangan membuat Abang mu ini semakin kena Omelan mama ya..'' tegas Rayhan


  '' Abang selalu saja bawa-bawa mama.. Padahal mama tidak tau pun kalau Abang tidak memberi tahu nya..'' Raina masih dalam ke adaan manyun menatap Rayhan


   '' oh.. Ya, tapi Abang tidak bisa tutup mulut Raina jika itu demi kesehatan mu..'' ujar Rayhan menunjuk kan ponsel nya masih tersambung dengan sang mama


   '' jangan membantah Abang mu Raina.. Kau suka sekali Abang mu yang di salah kan oleh mama terus..'' seketika suara teriakan. Yang memekakkan telinga terdengar dari sambungan telpon


Membuat Raina terdiam dan tak berani menerus kan protes nya, dengan melirik sekilas ke arah Rayhan yang tersenyum puas atas apa yang ia lihat


   '' cepat habis kan makan mu dan jangan bertingkah..'' omel Hanum kembali


'' iya ma..'' akhir nya Raina pasrah saja dengan menu ya g di bawa oleh Rayhan

__ADS_1


Sedang kan tiga A malah menertawakan Raina dengan tawa lepas sampai mereka menghapus ujung mata karena lelah tertawa terbahak-bahak


   Arga yang melihat Raina manyun hanya bisa menghela nafas panjang


Tidak di sangka pengawalan ketat yang Rayhan lakukan bukan karena inisiatif Rayhan saja, melain kan ada lagi orang posesif di belakang Rayhan kepada raina yang tak bisa membuat Arga bisa dekat dengan Raina


  '' ada apa Arga..'' tanya Rayhan yang baru menyadari Arga duduk bergabung dengan mereka semua


  '' tim basket kurang satu lagi, apa kah kita bisa memenang kan perlombaan bulam depan dengan personil yang kurang..'' ujar Arga menghela nafas pendek


   '' aku tau itu, tapi mau cari di mana, semua seluruh kelas pun tidak dan yang mau ikut..'' Rayhan menatap sekilas Arga


'' aku juga tidak tau siapa lagi yang bisa membantu kita..'' saut Arga


  '' bawa santai saja, kalah menang itu biasa, kita hanya bertanding bukan merebut kan sesuatu yang patal..'' saut Rayhan enteng


  '' tapi kita tidak pernah kalah Rayhan, kau tau sendiri itu kan.. Tidak mungkin tahun ini kita kalah hanya karena kekurangan personil kan..'' ujar Arga


   '' kau jangan terlalu terburu-buru Arga, semua itu pasti ada masa nya..'' saut Rayhan cuek


Ia menikmati makanan yang mereka pesan, Rayhan sesekali melirik ke arah Raina yang mencuri pandang kepada Arga


  '' terserah kau saja lah, aku tidak tau harus mengatakan apa lagi..'' ujar Arga menghela nafas panjang


Lima belas menit berlalu,kini piring yang menjadi tempat makan mereka pun kini telah kosong,


'' anak pintar..'' celetuk Rayhan pada Raina


   '' aku memang selalu pintar bang..'' dengus Raina


'' Tapi tidak sepintar hari ini..'' celetuk Rayhan


'' Abang menyebal kan sekali hari ini..'' sungut Raina


'' hanya hari ini saja kah.. Hari sebelum nya bagai mana..'' Raina mengedip kan mata nya berulang kali


...****************...


Hai teman-teman tolong dukungan nya ya..


Dengan


Like


Komentar


hadiah vot dan favorit nya ya

__ADS_1


Terima kasih...🙏🙏🙏🙏


__ADS_2