Ku Titip Kan Doa Untuk Dia

Ku Titip Kan Doa Untuk Dia
bab 11


__ADS_3

'' Aku tidak mengenal Abang mu, jadi maaf saja saat ini aku tidak takut sama sekali dengan Abang mu itu..'' ucap farel terkesan dingin dan tak mau di bantah kan


  '' kau jangan kurang ajar ya.. Kau orang baru, tapi kau sudah bertingkah semau mu..'' ujar Raina sangat kesal kepada Farrel


Tak mau mendengar kan ocehan raina, Farrel menyeret Raina ke arah gedung megah dan hanya ada satu saat ini di depan nya


Sesaat Raina menatap ke arah halaman yang cukup luas namun terbengkalai seperti tidak di pakai sudah lama sekali


Apa lagi melihat halaman gedung yang di tumbuhi rerumputan tinggi, membuat Raina sedikit takut berada di sini


  '' ini mau kemana sih.. Kenapa tempat nya seseram ini..'' ujar Raina masih memperhatikan sekeliling nya


  '' jangan banyak tanya, lebih baik kau ikut saja dengan ku..'' ujar Farrel


  tak bisa membantah farrel, Raina hanya terdiam saja sambil mengikuti langkah kaki farel yang membawa nya semakin masuk ke dalam


sesekali farel menyibak rerumputan yang menghalangi jalan mereka dengan sebelah tangan


'' kau tidak bisa pelan berjalan nya, apa kau pikir aku ini robot apa, kau tidak lihat aku tersandung berkali-kali sejak tadi..'' protes Raina


Akan tetapi Farrel hanya menghentikan langkah kaki nya sejenak, setelah itu ia kembali melanjut kan langkah kaki nya tanpa menghirau kan protes Raina


 sesampai nya di belakang, Raina di buat terpukau oleh pemandangan danau kecil yg bersih, seakan ada seseorang yang membersih kan nya


Setelah cukup masuk ke dalam, farel melepas kan genggaman tangan nya kepada Raina


Dan membiar kan Raina menikmati pemandangan indah di depan mata nya walau hanya sejenak


   '' indah sekali..'' puji Raina menatap air danau yang sangat bersih.


sesekali Raina menghirup udara segar yang tercipta di tempat mereka berpijak


'' cepat obati tangan ku..'' perintah Farrel pada Raina


  seketika Raina berbalik badan melihat ke arah Farrel yang menyodor kan tangan nya pada Raina


  '' apa lagi yang luka, tapi tangan mu sudah di beri plaster..'' Raina mengerut kan kening nya bingung melihat Farrel


   '' ini perlu di ganti dua jam sekali..'' sinis Farrel


   '' hah... Hanya luka seperti itu saja sampai segitu nya..'' Raina tentu saja tercengang dengan perkataan Farrel


   '' nanti infeksi bagai mana.. Mau bertanggung jawab lebih lagi..'' saut Farrel tersenyum mengejek

__ADS_1


   '' kau mau menipu ku ya..'' tuding Raina cepat


  '' ya.. Sudah, kalau kau tidak mau mengobati ku, kita akan bertahan di sini..'' ancam Farrel santai


   '' yang benar saja kau ini, memang nya kau pikir aku ini Tawan mu..'' tantang Raina tak mau menuruti apa kata Farrel


'' ya.. Sudah, kalau kau tak mau, kita akan bertahan di sini saja..'' ujar Farrel mengangkat sebelah kaki ke atas bangku


Ia perlahan mengeluar kan sesuatu dari kantong, awal nya Raina tidak mau perduli, jangan kan Menganti plaster Farrel mendekat saja Raina enggan


 sampai satu jam berlalu di mana Raina kebosanan berada di tempat ia berdiri sambil memandang luas ke arah depan


Namun ego Raina ternyata melemah, tidak mungkin ia berada di sini terus menerus, bagai mana khawatir nya nanti Rayhan pada nya jika ia jam segini belum juga kembali


 apa lagi mengingat bagai mana sang mama yang selalu menghawatir kan diri nya kalau belum juga kembali


  perlahan kali Raina melangkah ke arah Farrel dan mendekat ke sisi kanan Farrel sampai Farrel mengerut kan kening dengan sikap Raina


  '' ada apa..'' Farrel tentu saja tau apa yang di pikir kan oleh Raina saat ini


  '' sini ku obati luka mu, aku ingin cepat pulang, mama akan mengkhawatir kan ku di rumah, jika aku tak kunjung kembali, apa lagi aku tak ada kabar seperti ini..'' ujar Raina menoleh sekilas kepada Farrel


Diam Farrel tak mendengar kan ocehan raina, ia sibuk pokus memandang wajah Raina yang teramat manis menurut Farrel


 Farrel hanya menyodor kan tangan nya pada Raina, dengan diam Raina perlahan mengganti plaster milik Farrel


Hanya butuh waktu satu menit bagi Raina untuk mengganti plaster tersebut, Raina membayang secara asal bekas plaster nya dan mengibas kan sedikit tangan nya


'' sudah selesai..'' ujar Raina datar


   '' heem..'' saut Farrel dingin


  '' ayo pulang, aku sudah di tunggu di rumah..'' ujar Raina


Walau bagai mana pun, Raina tidak pernah memberi kabar sang mama kalau terjadi sesuatu atau tambahan pelajaran, nya.u. kali ini Raina tidak memberi kabar sedikit pun pada sang mama


  ''bentar lagi, aku masih menikmati waktu senggang ku..'' saut Farrel dingin


Raina mencabik kan bibir kesal menatap ke arah Farrel yang malah diam di tempat,


Pandangan Farrel menuju ke arah depan di mana danau buatan itu terletak


  '' ayo lah Farrel .. Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu..'' jujur saja Raina sudah mulai jengah berlama-lama di sini

__ADS_1


Karena saat ini pikiran nya menjadi terbagi tiga, di mana saat ini sang mama akan menghawatir kan nya


Di tambah Rayhan pun akan marah besar pada nya ketika tau raina sedang bersama seorang lelaki saat ini


Melirik ke kanan, Farrel hanya diam sambil menikmati udara segar yang ada di lingkungan mereka


   satu jam berlalu, baru lah farel beranjak pergi, ia berdiri dan berjalan meninggal kan Raina seorang diri


  '' hei.. tunggu aku .'' teriak Raina yang tak di hirau kan oleh Farrel.


Merasa di tinggal kan Raina berjalan cepat ke arah luar gedung yang rimbun akan rerumputan


'' aduh .'' keluh Raina ketika kaki nya tersangkut dan mendapat kan lukan di lutut


Raina yang tak kuasa menahan sakit hanya terduduk di tempat ia terjatuh karena rerumputan


'' hah.. Nasip apa ini coba,..'' keluh Raina sambil menghembus kan nafas panjang


lama Raina terdiam menatap lutut nya yang sakit, dan membiar kan Farrel pergi terlebih dahulu dari San


Percuma mengejar pun Raina tak akan mampu, maka Raina memilih untuk diam di tempat nya terjatuh


'' hei.. nona.. Sedang apa kau di situ.. Mala duduk pula bukan nya berjalan..'' Farrel menghampiri Raina yang tak kunjung keluar dari rerumputan


Membuat Farrel putar arah untuk mencari keberadaan Raina


'' pulang lah lebih dulu, aku nanti bisa menyusul..'' ucap raina masih diam di tempat.


Setelah ini Raina tak akan mau lagi di paksa oleh Farrel walau apa pun terjadi, mau bagai mana pun alasan nya


mendengar jawaban Raina. Farrel mendengus sebal dan mendekat ke arah Raina yang duduk dan diam


...****************...


Jangan lupa tinggal kan jejak kalian ya..


Karena setiap jejak yang kalian tinggal kan sangat berharga bagi saya..


Ibarat nya seperti terbayar Kontan lelah nya menulis, dengan kalian meninggal kan jejak


Dengan


Like komen hadiah favorit dan vot

__ADS_1


Terimakasih......


__ADS_2