
'' aku bersama ke dua sahabat ku, namun mereka entah kemana..'' sejenak Raina mengHela nafas panjang sebelum Raina bangkit dari duduk nya
'' kau menghilang..'' saut nya tertawa kecil
'' sudah seperti anak kecil saja, main menghilang begitu saja..'' lanjut nya lagi
ia memang berhenti menertawa kan Raina, namun dengan logat nya yang tersenyum seperti mengejek raina membuat raina jengkel bukan main
'' sudah-sudah.. Kalau nanti tidak bertemu keluarga mu, aku akan menghubungi Arya atau Aksa.. apa perlu ku antar ke rumah setelah makan ..'' tawar nya kemudian
'' makan lah sendiri, aku tidak membawa dompet..'' ujar Raina sedikit ragu sambil menatap ke arah lain
Pemandangan Raina kini adalah mall yang begitu riuh dan ramai, di mana banyak pengunjuk yang datang ke mall di mana Raina berpijak
Tanpa di duga, Farel benar-benar membawa raina makan, walau pun Raina mengatakan bahwa ia tidak membawa dompet sama sekali
Namun Farrel tetap kekeh mengajak Raina, alhasil mereka pun makan tidak jauh dari tempat mereka duduk tadi
selesai makan Farrel menelpon Arya namun jawaban nya membuat raina sedikit sensi
'' antar kan saja pulang rel.. Kami masih sedang bermain, jika kak Raina ingin pulang..'' sautan yang kurang mengenakan menurut raina
'' baik lah,, aku akan mengantar nya pulang saja, tak apa ini kakak kalian aku yang mengantar nya..'' ujar Farrel meminta izin
'' tidak apa, yang penting jangan kau apa-apa kan itu tuan putri kesayangan kami..'' di seberang sana terdengar Arya cekikikan
'' tidak akan.. Baik lah, aku akan mengantar nya pulang, sudah dulu ya.. Assalamualaikum..'' telpon berakhir dengan farel menatap ke arah raina
tidak ada sautan dari seberang sana, karena Farrel memilih mematikan lebih dulu sambungan telpon mereka
'' mau pulang sekarang atau nanti..'' tanya farel memasuk kan ponsel nya ke dalam saku baju nya
'' antar pulang sekarang saja rel.. Aku sudah bosan di sini..'' pinta raina
farel mengangguk kan Kepala nya dan bangkit dari duduk nya terlebih dahulu mereka memang tak seakrab itu, namun Farrel terlihat gencar mendekati raina
Sesampai nya di parkiran, farel mengeluar kan motor yang biasa ia bawa ketika ke kampus
'' tidak apa kan kalau harus naik motor, atau mau pesan taksi saja..'' ujar Farrel menatap ke arah Raina
__ADS_1
Karena yang Farrel tau, setiap pulang pergi pasti Raina naik mobil bersama Arya dan juga pacar Raina yang Farrel tau
'' naik motor juga gak apa, aku tidak ada fobia naik motor kok..'' ujar raina
Farrel mengangguk dan perlahan mengeluar kan motor nya dari jejeran motor yang terparkir
'' apa mau main lagi..''tanya Farrel ketika Raina sudah naik di jok belakang
'' tidak usah rel..'' tolak Raina
seketika terdengar ada helaan nafas panjang keluar dari mulut nya, mungkin saat ini Farrel sedikit kecewa dengan penolakan Raina barusan
Namun mau bagai mana lagi, semua ini bukan kehendak raina, Raina memiliki waktu berdua dengan Farrel namun rain tidak ada semangat sama sekali
apa mungkin karena raina kepikiran pada Rayhan terus, sehingga Raina tidak bersemangat seperti ini
'' aku dengar kau akan pergi keluar kota untuk menyambung S2 mu, apa itu benar..'' tanya nya pada raina
Raina hanya diam tak menyahut, tapi dari mana Farrel mendengar berita itu, sedang kan itu hanya rencana Raina dan juga sang Abang saja
'' aku pun ingin pamit sekalian pada mu hari ini, aku akan pindah kuliah lagi di luar juga, agar bisa menerus kan bisnis papa ku..'' ucap Farrel melirik raina dari balik kaca spion nya
Sebenar nya hati Raina ingin menunggu nya, namun semua kehendak yang kuasa menakdir kan Raina dan Farrel bagai mana
selama perjalanan pulang farrel terdiam karena tidak mendengar jawaban apa pun dari raina
Namun sesampai nya di rumah, kini ia menyodor kan ponsel nya ke arah raina
'' untuk apa..'' tanya Raina sedikit bingung
'' berikan no ponsel mu, agar aku bisa menghubungi mu di mana pun berada..'' ujar Farrel masih menyodor kan ponsel nya pada Raina
ada sedikit ragu dalam hati, namun Raina sedikit iba melihat tatapan sendu Farrel yang berharap agar raina memberikan no ponsel nya
'' baik lah, tapi tidak untuk berbagi pada siapa pun.. Ini hanya kau saja yang ku beri no ponsel dari sekian banyak nya yang meminta..'' putus Raina akhir nya memberikan no ponsel pada Farrel
''' terima kasih, aku akan menyimpan nya dengan baik, tidak mungkin aku memberikan nya pada orang lain..'' saut nya tersenyum lebar
Kembali raina berikan ponsel milik Farrel dengan nomer ponsel tertulis di dalam nya, farrel pun menyambut dengan bahagia ponsel nya
__ADS_1
'' hemm.. Raina.. Boleh kah aku meminta Poto dengan mu, untuk kenang-kenangan..'' ujar nya sedikit ragu
'' kau banyak mau nya sekali ya..'' saut Raina mendelik jengkel
'' hehehe... Sekali saja..'' pinta nya
Mau tak mau Raina pun mendekat ke arah nya, dengan Farrel mengambil dua jepretan mereka berdua
setelah itu farrel pun pamit pergi meninggal kan rumah, begitu juga dengan raina yang langsung masuk ke dalam rumah
Masuk ke rumah dengan isi ruang tamu yang kosong mungkin sang mama sedang beristirahat
Karena ini masih jam tiga sore Raina memilih untuk beristirahat saja di kamar
***
Sedang kan di sisi Farrel Kini ia tersenyum bahagia sepanjang perjalanan pulang ke rumah setelah mendapat kan apa yang ia mau
'' terima kasih ya..allah.. Akhir nya aku di beri kesempatan untuk mendapat kan no ponsel nya sekaligus Poto nya..'' gumam Farrel dalam hati
'' aku berjanji akan membuat mu menjadi milik ku dan aku akan membahagia kan mu Raina, itu janji ku..'' tekad Farrel
'' aku tau kau saat ini memiliki kekasih, tapi aku akan berdoa agar kau suatu saat nanti menjadi milik ku..'' ujar Farrel mengingat saat ini ia harus bersiap pergi menjauh dari kota A di mana Raina tinggal
Karena alasan sederhana, Farrel harus ikut pindah serta ke dua orang tua nya yang memang suka berpindah-pindah tempat
membuat Farrel harus merelakan Raina saat ini dengan kekasih nya, dan satu janji farrel, suatu saat nanti farrel akan merebut Raina dari tangan siapa pun
***
Hari berlalu begitu cepat, keberangkatan Farrel tinggal menunggu jam saja, ia tau bahwa Raina tidak akan mengantar kan nya ke bandara
Karena Raina tidak tau keberangkatan nya, , apa lagi mengingat jam terbang Farrel hanya tinggal menunggu menit, tidak memungkin kan Farrel untuk memberi tahukan raina
sedang kan Raina sibuk berkutat di universitas yang awal nya sama dengan farrel sebelum nya
Dan siang hari, baru lah Raina terbebas dengan mata pelajaran, begitu usai, kini Aksa sudah berdiri di depan pintu ruang kelas Raina
Mungkin Aksa mengganti kan peran Raihan untuk menegur atau mengajak raina makan
__ADS_1
...****************...