
'' ada apa Aksa ..'' tanya Raina menatap Aksa yang berdiri di ambang pintu
sedang kan Lisa sudah berteriak heboh sekali, ketika melihat Aksa bertengger di depan pintu
Jangan tanyakan bagai mana tanggapan Nabila dan Raina, mereka berdua seakan jengah melihat Lisa
'' ayo makan kak, mama sudah menelpon ku ribuan kali ini, lihat lah..'' ucap Aksa menyodor kan ponsel nya pada Raina
' bang Rayhan kemana..'' tanya Raina celingukan mencari keberadaan sang Abang
'' Abang ada keperluan dengan mama, lagian Abang hari ini hanya ada satu mata pelajaran saja..'' saut Aksa
Aku hanya mengangguk paham, dan kini kami berjalan ke arah Kanti, dengan Lisa dan Nabila mengikuti kami berdua dari belakang
setiba nya di kantin, Aksa pun mulai mencari tempat agar kami bisa duduk dengan nyaman
'' kak..mau pesan makanan apa..'' bisik aksa tepat di telinga raina
Sejenak Raina menoleh ke arah Aksa yang berbisik, menatap nya dengan tatapan kesal bagai mana tidak, Aksa terlalu dekat dengan telinga nya
Apa lagi sejak tadi Lisa menatap nya penuh cemburu, namun Raina abai kan itu semua di kala mengingat Lisa dan Nabila meninggal kan nya di mall
'' ya..Allah kak.. Segitu amat ngeliat nya, kayak udah mau mem**** aku aja...'' ujar Aksa terkejut dengan tatapan raina
'' belik kan aku apa saja, yang penting ada Nasih nya..'' ujar Raina pula
membuat Aksa mengangguk paham dan berlalu pergi dari hadapan raina dan juga kawan-kawan
'' masih marah ternyata..'' Lisa cekikikan menghadap belakang begitu juga dengan Nabila yang ada di samping nya
Tak menghirau kan mereka berdua, raina tetap diam tanpa mau menoleh atau bercakap kepada dua sahabat nya itu
'' kak.. Kakak kenapa..'' tanya Aksa ketika ia sudah kembali membawa kan seporsi nasi kepada Raina
namun Raina hanya diam tak menghirau kan nya, membiar kan Aksa mengoceh di hadapan nya saat ini
Sampai tak sadar, Raina telah menghabis kan makanan yang di bawa Aksa tadi, Aksa sempat terpelongo melihat Raina
Tidak seperti biasa nya Raina begitu, biasa nya Raina akan banyak drama terlebih dahulu sebelum makan
'' aku duluan..'' ujar Raina setelah menghabis kan makan nya
'' tunggu aku kak..'' pinta Aksa
Namun Raina hanya menoleh sekilas lalu ia bangkit dari duduk nya berjalan ke luar dari kantin kampus
Aksa yang mencoba menahan kepergian Raina, namun Raina tetap kekeh untuk keluar dari kampus
__ADS_1
Raina Berjalan tanpa menghirau kan teriakan Aksa Lisa dan juga Nabila,
Namun sial nya, hal yang tidak di mau oleh Raina malah terjadi saat ini
'' wai.. Apa-apa ini..'' suara seseorang memekik kan telinga raina
Seketika Raina langsung menoleh ke bawah, sudah ada seseorang jatuh terduduk sambil mengibas kan punggung nya yang terasa sakit
'' eh.. Maaf...maaf.. Aku gak sengaja..'' ujar raina langsung membantu
Namun ia tak langsung menyambut tangan Raina , ia mendongak kan wajah nya dan menatap raina sejenak sebelum ia mengulur kan tangan nya
'' kamu anak baru ya..'' ujar Raina bertanya menyambut tangan nya
Begitu tangan Raina saling bertautan, Raina membantu nya berdiri, ternyata bobot tubuh nya sangat berat juga
'' iya.. '' saut nya singkat
'' Maaf ya.. Bang, aku gak sengaja tadi..'' ujar Raina merasa sedikit tidak enak hati pada nya
'' sekali lagi kalau jalan yang hati-hati dong.. Lihat ini akibat perbuatan mu, b*k*Ng ku terasa sakit..'' ujar nya mengusap b*k*Ng nya
'' sekali lagi saya minta maaf bang, aku tadi tidak sengaja menabrak Abang..'' ujar raina lagi
'' udah di maafin kok, nama kamu siapa..'' tanya nya menaik turun kan ke dua alis nya
Raina tentu saja terkejut dengan orang yang ada di depan nya saat ini,
'' bukan kah tadi ia marah ya..'' batin rainaenelisik perubahan wajah Yanga da di depan nya saat ini begitu cepat berubah
'' hei.. Boleh tidak aku berkenalan dengan mu..'' ucap nya lagi sambil tersenyum lebar pada Raina
'' eh.. Abang tanya nama aku ya .'' ujar Raina spontan menatap ke arah nya
Terlihat dari cara berpakaian nya ia seperti nya ia orang berada, namun di telisik lagi, ia memang gagah tinggi membuat Raina sedikit merinding melihat nya
Apa lagi jelas terlihat dari lengan nya yang berotot itu, membuat Raina sedikit bergidik ngeri
'' aku tersinggung loh, kamu lihat aku sampai segitu nya, pakai bergidik serem gitu..'' ujar nya menatap Raina datar
'' eh.. Maaf...maaf bang.. Nama aku Raina..'' ujar Raina tak melanjut kan nama belakang nya, itu sungguh merepotkan bagi Raina
'' nama yang cantik, aku Andika semester dua.. kamu mahasiswi semester berapa..'' tanya nya menatap raina dari atas sampai kebawah
'' aku semester empat ..'' ujar Raina cepat
Namun belum sempat Raina bertanya kembali, Aksa yang tadi nya Raina tinggal di kantin, kini ia mendekat ke arah raina
__ADS_1
'' kak Raina. .. Kenapa main tinggal aja sih..'' Aksa mendekat ke arah Raina dengan tatapan kesal
Sedang kan Arya yang entah datang dari mana sudah memasang wajah seram nya ketika melihat Andika ada di dekat raina
'' ada apa ini..'' tanya Arya setiba mendekat ke arah raina
'' tidak ada apa-apa Arya, hanya salah teknisi saja..'' saut Raina tak mau memperpanjang masalah
Bisa-bisa Raina nanti di adukan pada Rayhan oleh Arya, lihat lah, ia sudah seperti ganti Rayhan saja
'' ayo pulang kak..'' ajak attaya mungkin ia melihat ada gelagat tidak nyaman raina di antara mereka berempat
'' adik nya atau bodyguard nya ini..'' kekeh Andika melihat tiga kembar
'' kalau bodyguard nya kenapa..'' tantang Arya
'' tidak apa.. Hanya aneh saja, bodyguard sebanyak ini, apa putri raja kah..'' ujar nya masih tertawa pelan
'' lebih dari itu..'' saut singkat Aksa
Kemudian mereka bertiga mengiring Raina keluar dari area kampus, untung saja mereka memberikan raina kesempatan untuk meminta maaf dan berpamitan pulang kepada andika
'' kalau tau bang Rayhan, bisa habis kami..'' celetuk Aksa
'' ya.. Jangan di kasih tau dong..'' saut Arya
'' berdosa dong.. Kalau kita bohong .'' si paling polos menyahuti perkataan Arya
'' hadeehh.. mau sampai kapan anak ini akan begini terus..'' Arya menghela nafas panjang dan melirik ke arah attaya
'' emang nya aku salah apa, perasaan aku tidak berbuat apa pun di hadapan kalian..'' ujar attaya dengan polos nya
'' capek deh.. Kalau harus menghadapi kamu attaya.. Lebih baik kamu diam saja deh..'' suruh Aksa mulai terpancing emosi
Raina hanya geleng kepala saja melihat ketiga nya berdebat, tak ambil pusing dengan mereka, Raina memilih melirik ke arah luar jendela saja
...****************...
Jangan lupa tinggal kan jejak kalian ya..
Karena setiap jejak yang kalian tinggal kan sangat berharga bagi saya..
Ibarat nya seperti terbayar Kontan lelah nya menulis, dengan kalian meninggal kan jejak
Dengan
Like komen hadiah favorit dan vot
__ADS_1
Terimakasih......