
" apa itu cin**.." tanya raina ketika ia mengajak Nabila ke taman di saat jam istirahat
" jangan tanya kan itu pada ku Raina.. aku sendiri saja tidak mengenal apa itu cin**.." saut Nabila sambil terkekeh kecil di balik cadar nya
" kau pernah merasa kan nya tidak.." tanya Raina lagi menatap Nabila yang hanya terlihat mata nya saja
Tentu saja gelengan kuat Raina dapat kan sebagai jawaban dari Nabila
'' aku tak pernah merasakan nya, jangan kan merasakan jatuh cin**, bersentuhan dengan seseorang pria saja tidak pernah ku lakukan, karena aku terkurung di dinding pesantren Raina..'' ujar Nabila dengan tatapan kosong menerawang jauh
'' oh.. Ternyata kau lulusan pesantren..'' Raina terkejut atas perkataan Nabila
'' ya.. Karena orang tua ku ingin yang terbaik untuk ku..'' saut Nabila
" ah.. kau ternyata sama juga seperti diri ku yang awam akan cin**.." Raina tentu nya terkekeh kecil melihat kebodohan nya yang bertanya pada nabila
Raina yang berpikir demi kian menatap ke arah depan, di mana pemandangan taman kampus yang terlihat saat ini
'' tentu, karena selain orang tua ku melarang, Allah pun melarang akan umat manusia nya untuk berpacaran,..'' kekeh Nabila
walau pun tak terlihat bentuk bibir nya, namun suara Nabila dapat di dengar oleh Raina walau pun tak sekuat orang-orang jika tertawa
'' eh . Tunggu dulu, kenapa kamu bertanya hal itu pada mu, apa kah kau sedang jatuh cin** saat ini raina...'' tanya Nabila penuh selidik
'' itu tidak mungkin Nabila, dengan siapa aku jatuh cin**..'' ujar Raina terkekeh kecil menyamar kan rasa gugup nya
'' aku tidak tau.. Mungkin saja dengan Arga..'' saut Nabila menoleh ke samping
'' kenapa dengan Arga, apa kah ada yang sepesial dari nya..'' Raina juga menoleh ke arah Nabila
'' aku tidak tau, mungkin menurut Lisa Arga sangat tampan..'' saut Nabila
'' ahh.. Anak itu, kemana hari ini dia nya..'' tanya Raina yang tak melihat keberadaan Lisa hari ini
'' aku juga tidak tau, ia tidak memberi ku kabar sama sekali..''
'' ngomong-ngomong tentang Lisa, kenapa Lisa dan kita beranggapan berbeda tentang Arga ya..'' tanya Nabila bertopang dagu begitu juga yang di lakukan oleh Raina
'' jangan tanya aku hal itu Nabila, aku menganggap Arga itu hanya teman bias, walau pun ia sering mencoba mengambil perhatian ku setiap ada kesempatan.'' kata Raina pula
__ADS_1
'' sudah lah, jangan memikir kan cowok saat ini, yang penting bagai mana cara nya kita lulus dengan nilai terbaik..'' ujar Nabila
'' ya. Aku pun berpikir demi kian, walau pun pikiran ku terkadang tidak sampai ke sana..'' kekeh Raina
Walau pun bagai mana pun, Raina bukan lah anak terpintar sudah lulus saja syukur bagi Raina, tidak seperti sang Abang yang selalu menjadi kebanggaan orang tua
'' oh iya nabila..aku terkadang suka heran deh sama kamu.. Kenapa kamu bisa memakai semua perlengkapan ini, apa kamu tidak merasa gerah atau kepanasan gitu..'' tanya Raina penasaran
Sedang kan Raina saja yang memakai kerudung merasa kegerahan jika terik mentari menyinari bumi
namun apa lah daya, hijab tetap menjadi prioritas utama jika sedang keluar rumah, karena keluarga Raina rata-rata menggunakan kerudung
mulai dari yang muda, dewasa sampai orang tua semua memakai kerudung, tapi tidak dengan niqob
'' aku tidak merasa kan demikian kok, bahkan aku merasa nyaman mengenakan ini, apa lagi ketika panas mentari datang, kita bisa terlindungi menggunakan ini..''
'' mengenakan niqob tidak membuat kita kegerahan kok Raina, apa lagi kalau kita memakai nya dengan ikhlas dan bertujuan baik, semua itu terasa begitu mudah, kalau kita sudah terbiasa menggunakan nya..'' ujar Nabila sambil tersenyum, walau pun senyum itu tidak terlihat oleh Raina
Raina hanya mengangguk paham, karena ia menggunakan hijab pun karena terbiasa dari kecil, jadi ketika dewasa, ia sudah tidak merasa kan apa-apa ketika memakai hijab
Bahkan Raina akan merasa kehilangan jika tidak menggunakan hijab saat bepergian atau keluar rumah
Tapi tanpa sadar ke dua nya, Rayhan yang melihat Raina malah duduk santai tanpa memikir kan ia kena Omelan oleh sang mama
'' Abang..'' cicit Raina
'' masyaallah..'' ujar Nabila sambil menunduk
Ia malu ketika bertatap muka langsung pada Rayhan, apa lagi sejak awal Rayhan tidak terlalu menyukai nya menurut Nabila
'' eh.. Kamu kenapa..'' bisik Raina bingung melihat Nabila menunduk
'' tidak apa... Hanya kagum saja dengan ciptaan Allah..'' sahut Nabila masih menunduk kan kepala nya
Ia tak mau langsung berkontak mata dengan Rayhan yang bukan muhrimnya, apa lagi Rayhan sekali bersikap jutek dan dingin kepada nya setiap kali bertemu
'' maksud mu bang Rayhan..'' tanya Raina penuh selidik dan memastikan tebakan nya benar
'' jangan tanya begitu, aku jadi malu..'' ujar Nabila menyikut lengan Raina
__ADS_1
Jika mungkin saat ini wajah Nabila tidak di tutupi oleh niqob, mungkin saat ini Raina akan melihat wajah memerah Nabila karena malu
Seketika Raina tertawa lepas atas tindakan Nabila, bukan hanya diri nya saja ternyata merasakan hal demikian, ternyata Nabila pun sama dengan diri nya
'' jangan menertawa kan ku Raina aku akan semakin malu..'' Rajuk Nabila
Bukan nya diam, Raina malah semakin lepas menertawa kan Nabila yang sudah salah tingkah di godai oleh Raina
'' aku bisa menjodoh kan mu pada Abang ku, tapi asal kan kamu bisa menghadapi nya saja..'' ujar Raina terkekeh kecil
'' jangan menggoda ku Raina, aku hanya mengagumi nya saja, dia tercipta begitu sempurna di mata ku... Astagfirullah hal'azim..'' Nabila langsung saja beristigfar
'' nasib ku dan nasib mu tidak jauh beda seperti nya..'' Raina masih saja cekikikan
'' masa iya..'' tanya Nabila polos
Namun percakapan mereka terhenti di kala Rayhan semakin mendekat dan mengomel panjang lebar kepada Raina
'' ayo makan siang Raina, Abang sedari tadi mencari mu.. Bisa-bisa Abang kena Omelan terus, lihat ini, panggilan dari mama terus menyerang ku..'' ujar Rayhan menunjuk kan notifikasi ponsel nya ke pada Raina
'' maaf bang, Raina tadi hanya ingin mencari suasana tenang saja..'' ujar Raina merasa bersalah
'' ayo Nabila.. Kita makan siang bersama..'' ajak Raina pula kepada Nabila
Namun Nabila yang tak biasa dengan ada nya Rayhan di antara mereka membuat Nabila sedikit minder
Apa lagi ketika melihat Rayhan tidak terlalu menyukai nya, Nabila pun tarik diri sebelum mempermalukan diri sendiri
' tidak.. Terimakasih Raina, biar kan aku di sini saja..'' Nabila mencoba menolak ajakan Raina pada nya
...****************...
Hai teman-teman tolong dukungan nya ya..
Dengan
Like
Komentar
__ADS_1
hadiah vot dan favorit nya ya
Terima kasih...🙏🙏🙏🙏