Ku Titip Kan Doa Untuk Dia

Ku Titip Kan Doa Untuk Dia
bab 8


__ADS_3

'' Raina gak akan sakit bang, tenang aja..'' Raina tentu saja memelas pada Rayhan


'' aku heran ya.. Bisa dapet adik seperti kamu..'' Rayhan geleng kelapa kala Raina tetap ingin memakan eskrim


Setelah drama panjang yang di tunjuk kan oleh Raina sore hari, jam setengah lima Rayhan membawa Raina dan juga sang mama pulang ke rumah


sesampai nya di rumah rasa lelah itu pasti ada mendera ke tiga nya, namun mengingat masih banyak nya pekerjaan, malam mereka melanjut kan kembali pekerjaan mereka


'' ma.. Yang ini bagai mana sih..'' Rayhan menyodor kan satu kertas yang tidak di pahami oleh Rayhan


'' mana sini, biar mama baca terlebih dahulu..'' Hanum mengambil alih kertas dan membaca nya


Jika Rayhan tidak tau maka Hanum lah yang turun tangan, namun Hanum dengan sabar mengajar kan putra nya dalam dunia bisnis


Sedang kan Raina sejak tadi sudah putar sana putar sini, terkadang ia menggaruk kepala nya tanda ia pening bukan gatal


'' kalau sudah berurusan dengan pelajaran ini aku rasa sangat menyerah..'' gumaman lirih Raina terdengar Hanum kala Hanum melihat tingkah laku putri nya


'' memang nya apa yang membuat mu sulit sejauh ini kau tetap mendapat kan nilai yang baik kan..'' tanya Hanum penuh selidik


'' ya. Sejauh ini memang Raina dapat nilai terbaik, tapi tidak seperti Abang .'' sautan lesu Raina sambil menghembus kan nafas panjang jelas terdengar sekali dari Raina


'' coba sejenak tenang kan pikiran, dan jangan kau pikir kan Abang mu dapat nilai terbaik, mama tidak memaksa anak mama menjadi yang terbaik kok..'' kekeh Hanum


'' iisss.. di mama, memang buat Hanum makin sebal aja..'' Hanum mencabik kan bibir nya kesal melihat sang mama


'' salah lagi sih.. Mama nya..'' ucap Hanum terkekeh kecil


'' udah lah, lebih baik raina ke kamar aja..'' raina menghentak-hentak kan kaki nya di lantai pertanda ia sedang kesal dengan sang mama


'' Raina.. Kau sangat tidak sopan sekali..'' tegur Rayhan melirik Raina yang berlalu ke kamar nya


tapi Raina mengabai kan teguran dari Rayhan ia tetap berlalu pergi meninggal kan ruang tamu


setelah Raina masuk ke kamar ia menghempas kan tubuh nya di atas ranjang yang empuk.


'' tidak pernah separah ini memikir kan pelajaran sampai kepala ku rasa nya mau pecah..'' ujar Raina guling-guling di tempat tidur


sampai tak sadar mata Raina mulai terpejam tidak bisa lagi menahan kantuk yang menyerang


***


Pagi hari Raina terbangun di kala matahari mulai mengintip dari balik gorden, sedikit ia sibak gorden dan melanjut kan aktivitas nya

__ADS_1


'' pagi ma..'' sapa Raina ketika ia sudah berada di dapur memandangi semua menu yang di buat oleh sang mama


'' pagi juga sayang, ayo sarapan pagi..'' ajak hanum menoleh sejenak ke arah Raina


'' Abang mana ma'' Raina celingukan mencari keberadaan Rayhan


'' mungkin masih di kamar, tidak biasa nya Abang mu jam segini belum bangun..'' saut hanum melirik kamar Rayhan


'' ya..ampun, mau jam berapa aku berangkat nya ini, yang ada aku ketinggalan pelajaran..'' Raina berjalan cepat ke arah kamar Rayhan


'' bang.. Buka pintu nya bang,.. Ini udah siang..'' raina menggedor pintu kamar Rayhan sangat kencang


'' hei.. Raina jangan kau rusak pintu kamar ku..'' lamat-lamat terdengar suara Rayhan yang berbicara dari dalam


Sejenak Raina menghenti kan aksi nya, ia menunggu di depan pintu kamar Rayhan sampai pintu benar-benar terbuka


tapi sayang sekali, Raina harus menelan kekecewaan ketiak ia sudah lima menit berdiri di depan pintu namun Rayhan tak kunjung membuka kan pintu untuk nya


brrraaak


Braaakk


Brrrraaaakkk


Dobrakan di pintu begitu kuat Raina layang kan sampai tangan nya sakit pun tidak di hirau kan yang penting bagi Raina Rayhan segera keluar kamar


'' ya..ampun, adik satu ini bikin kesal saja..'' teriakan keras terdengar dari dalam kamar


Bukan nya takut, Raina semakin menggedor pintu kamar Rayhan, sampai Hanum datang dan menyentil kening Raina


'' aduh sakit ma..'' Raina mengusap kening nya perlahan


'' kamu itu ya.. Anak gadis kelakuan nya di luar nalar..'' Hanum sampai geleng kepala melihat anak gadis nya


'' tapi jangan di sentil dong ma.. Sakit tau...'' sungut Raina tak terima dengan perlakuan sang mama


'' bisa dengan lembut kan Raina, kalau kamu begitu terus dalam jangka satu jam rumah kita ini roboh seketika..'' ujar Hanum menghela nafas panjang


'' siapa suruh bang Rayhan gak mau keluar, kalau bang Rayhan gak ngantar aku, gimana aku ke kampus nya ma, masak naik ojek atau naik bus.. Yang ada aku ketinggalan lagi nanti..'' sungut Raina


tak berapa lama pintu kamar terbuka menampil kan Rayhan dengan wajah bantal nya, Raina yang melihat itu semakin kesal


'' lihat ma.. Jam segini belum mandi, masih tidur..'' Raina menatap malas ke arah Rayhan

__ADS_1


'' Abang gak ada kelas hari ini, kamu berangkat sendiri aja naik ojek..'' suruh Raihan lirih


seketika rahang Raina seakan terjatuh mendengar perkataan Rayhan barusan


'' kan.. Gini nih.. Buat Raina kesal saja..'' sembur Raina


Hanum hanya bisa menatap ke dua nya dengan tatapan jengah dan menghela nafas panjang


'' kenapa gak bilang dari tadi sih.. Jadi Raina sama siapa, mana udah siang lagi..'' sungut Raina


'' bareng Arya saja sana..'' suruh nya lagi


'' Abang ngeselin banget tau gak sih..'' Raina seketika langsung meninggal kan kamar Rayhan


Sedang kan Rayhan kembali menguap dan akan berjalan kembali ke atas ranjang


'' di anterin adik nya han.. Mama gak mau adik kamu kenapa-kenapa...'' tegur Hanum kepada putra nya


aahkhkkkkk


'' selalu saja yang di utama kan..'' Rayhan memukul kasur nya berulang kali


'' wajar dong Han.. Salah sendiri sih.. Siapa suruh kamu gak ngajarin adik kamu naik mobil naik motor juga gak kamu bolehin kan..'' Hanum menatap sinis ke arah Rayhan


Mendapat kan teguran seperti itu, Raihan tak dapat mengelak lagi, dengan malas ia pun bangkit dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajah dan menggosok gigi


Raina yang sangat kesal sekali, dengan cepat ia menghabis kan sarapan pagi nya dan bergegas mengambil tas yang ia tinggal di kamar


'' eh.. Mau kemana buru-buru..'' cegat Rayhan yang melihat Raina seperti berlari


'' mau kuliah lah.. Mau ngapain lagi, emang nya aku boleh tiduran di rumah seharian..'' sungut Raina


'' tidak boleh..'' dengan wajah cengengesan Rayhan menjawab


'' dasar.. Menyebal kan..'' teriak Raina


Sampai Rayhan menutup ke dua telinga nya karena Raina berteriak di dekat telinga Rayhan


...****************...


Jangan lupa tinggal kan jejak kalian ya.


Dengan

__ADS_1


Like'komen gif vot


Terima kasih🙏🙏🙏


__ADS_2