Ku Titip Kan Doa Untuk Dia

Ku Titip Kan Doa Untuk Dia
bab 12


__ADS_3

  '' kau memang membuat ku susah saja..'' gumaman Farrel merasa kesal dengan jawaban raina


  '' kau kenapa, malah duduk santai di situ, apa kau tidak ingin ku antar pulang..'' tanya Farrel kesal bukan main


'' ingin.. Aku malah ingin pulang sedari tadi malah..'' saut Raina dengan wajah serius


  '' lalu, kenapa kau masih berdiam diri di situ..'' tanya Farrel jelas saja dia kebingungan


   '' kau tau.. Lutut ku sakit dan aku terluka, maka dari itu aku tetap di sini..'' aku Raina pula


'' lutut mu kenapa..'' Farrel mendekat ke arah Raina yang duduk


   '' aku terjatuh tadi..'' ujar Raina dengan suara datar


Sejenak Farrel menghela nafas panjang sebelum ia semakin mendekat ke arah Raina


  '' ayo ku bantu.'' Farrel mengulur kan tangan nya pada Raina


   '' tidak perlu, kau pulang saja lebih dulu, nanti aku akan menyusul..'' ujar Raina yang tak mau di bantu


     '' jangan keras kepala nona.. Aku tau kau terluka..'' ujar Farrel yang merasa kesal dengan Raina


    '' lantas kalau aku terluka kenapa, aku tidak seperti mu, sampai membawa lari anak orang hanya karena luka kecil..'' ejek Raina pada Farrel


Farrel merasa kalah telak dari ucapan Raina barusan, tentu saja ia mendengus kesal dengan perkataan Raina barusan


Di tambah lagi Farrel amat kesal dengan keras kepala Raina, ia pun mendekat lalu berjongkok di hadapan Raina


Detik berikut nya tubuh Raina terasa limbung di udara, siapa lagi pelaku nya kalau bukan Farrel


   '' hei.. Hei.. kau mau apa..turun kan aku rel.. Aku tidak mau menambah catatan dosa ku, sedari tadi kau terus saja melakukan sentuhan pisik kepada ku..'' tentu saja Raina langsung meronta-ronta minta di turun kan


   '' kenapa kalau aku melakukan nya, bukan nya berduaan itu termasuk dosa juga ya..'' Farrel tersenyum miring mendengar jawaban Raina


 '' kalau kau tau itu, kenapa kau memaksa ku kemari Farrel..'' sungut Raina


  lelah sudah Raina meronta tapi Farrel tak mau melepas kan nya, ia pun dia dan berpegangan menghadap ke arah depan


Tak mau menatap wajah dingin Farrel yang akan membuat nya semakin emosi saja,


Sesampai di motor Raina di duduk kan di atas jok motor oleh Farrel , ia berniat mengantar kan Raina pulang


Dalam perjalanan pulang Raina hanya banyak diam tak mau berbicara sedikit pun, sedang kan Farrel ia enggak untuk bertanya


'' di mana alamat rumah mu..'' Farrel melirik Raina dari balik sepion

__ADS_1


'' jalan saja terus.. Nanti ku tunjuk kan gang nya..'' saut Raina


farel pun membawa Raina seperti intrusi dari Raina sampai lah tiba Raina minta di turun kan di sebuah gang membuat Farrel terlihat mengerut kan kening nya


'' di sebelah mana rumah mu..'' tanya Farrel namun bukan nya mendapat kan jawaban Raina malah minta turun


'' Sampai di sini saja, turun kan aku..'' ujar Raina


Perlahan tapi pasti, Farrel menepikan motor nya di bahu jalan, setelah menepi Raina pun turun secara perlahan


walau pun kami Raina sedikit sakit, namun Raihan tetap memaksa kaki nya untuk berjalan mengarah pulang


'' terima kasih, kau sudah boleh pulang..'' ujar Raina tanpa menoleh ke arah Farrel


'' di sebelah mana rumah mu..'' tanya Farrel lagi


Namun tidak di hirau kan oleh Raina, ia tetap berjalan tanpa mendengar kan ocehan Farrel yang berulang kali menegur nya


membuat Farrel berdecak kesal menatap Raina yang hanya diam saja dan berjalan semakin menjauh


Tak mau ambil pusing dengan Raina, Farrel meninggal kan Raina begitu saja,


sedang kan Raina terseok-seok berjalan ke arah rumah nya, untung nya rumah Raina tidak pala jauh dari tempat ia di turun kan


'' apa yang harus ku katakan pada mama dan bang Rayhan jika kondisi ku seperti ini.. Mana kaki ku sakit lagi..'' ujar Raina menatap ke arah kaki nya sejenak


Sesampai nya di rumah, dengan kaki yang sedikit terpincang, Raina memaksa kan diri terus berjalan


di rumah sang mama sudah terlihat khawatir karena tidak mendapat kan kabar dari Raina


'' assalamualaikum.. Ma..'' ujar Raina mendekat ke arah sang mama


'' Raina... Kamu dari mana saja nak.. Abang mu menyusul ke kampus tapi kamu tidak ada di sana..'' sang mama langsung saja memeluk Raina begitu erat


'' tidak kemana-mana... Ma, hanya ada sedikit insiden yang membuat Raina tradisional terlambat pulang..'' ungkap Raina sambil tersenyum lebar pada sang mama


'' insiden apa..'' Hanum memekar kan mata nya kala mendengar ucapan Raina


'' hanya masalah kecil saja ma... Dengan teman..''


'' kau berkelahi Raina..'' tebak Hanum


'' siapa yang berkelahi ma.. walau pun aku di ajar kan hal itu, tapi aku tidak pernah menggunakan nya ma..'' saut Raina


'' lalu? Insiden seperti apa yang kau alami .'' tanya Hanum lagi penasaran

__ADS_1


Rasa penasaran Hanum mendera seketika, apa lagi ketika melihat Raina yang pulang terpincang-pincang


'' aahh.. Raina lupa ma, kaki Raina sakit karena terjatuh tadi.. Dan ini keseleo..'' jawab Raina


Raina seakan paham kemana arah pembicaraan sang mama, apa lagi sang mama sempat mengintip ke arah kaki Raina


'' ku bisa keseleo..'' kening Hanum tentu berkerut di kala mendengar perkataan Raina


'' di kampus ma.. Raina kurang hati-hati tadi... Jadi jatuh deh..'' Raina cengengesan di hadapan hanum


'' ya udah . Geh masuk.. Ganti baju.. Dan makan sana.. Mama Mau menelpon Abang mu dulu, mengabari Abang mu dulu, kalau kau sudah ada di rumah, setelah ini mama mau ke rumah nenek,..'' Hanum menjelas kan pada raina


'' kalau mau menyusul juga gak apa mama di sana sampai isya nanti.'' sambung Hanum kembali


'' lama bener ma..'' celetuk Raina


'' gak lama, lagian kan gak jauh juga itu ..'' tunjuk Hanum ke arah depan rumah


Raina tak menjawab ia hanya menganggukan kepala saja sebagai jawaban nya


Raina hanya Melihat sang mama yang menyebarang jalan dan berlalu ke rumah sang nenek


Begitu sang mama sampai, Raina pun berlalu ke dalam rumah, dengan kaki yang masih sedikit sakit


'' memang sangat menyebal kan kaki ini, sangat lemah sekali..'' sungut Raina menghempas kan diri di sofa


Lama Raina termenung di sofa, pikiran nya melayang jauh entah kemana, apa lagi saat ini ia ada pengganggu


'' jangan sampai, besok aku bertemu lagi dengan nya..'' gumam Raina


Raina sedang asik melanjut, di posisi lain, Farrel pun sama, setiba sampai di rumah, yang ada di pikiran nya hanya lah Raina


'' kenapa aku tidak bertanya saja siapa nama nya, kenapa kamu bodoh sekali Farrel..'' gumam Farrel seorang diri di kamar


...****************...


Jangan lupa tinggal kan jejak kalian ya..


Karena setiap jejak yang kalian tinggal kan sangat berharga bagi saya..


Ibarat nya seperti terbayar Kontan lelah nya menulis, dengan kalian meninggal kan jejak


Dengan


Like komen hadiah favorit dan vot

__ADS_1


Terimakasih......


__ADS_2